THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
BERMALAM DENGAN RACHEL


__ADS_3

    Rachel, Kendrick dan Travis terlihat seru bermain kembang api dihalaman samping rumah, tidak kalah kekanak – kanakannya dengan keponakannya itu Kendrick juga terlihat sangat senang berebut memegang kembang api.


    Sementara Ibu Kendrick, Hera dan Beatrice duduk bersama sambil menonton televisi diruang keluarga. Hera terlihat menyandarkan kepalanya pada paha Ibunya, sementara Beatrice duduk bersila di sofa yang tidak jauh dari Ibu Kendrick.


    “ Jadi bagaimana kedai kopimu nak? Apakah berjalan lancar? “ tanya Ibu Kendrick sambil mengelus rambut Hera pelan.


    “ Syukurlah semuanya berjalan lancar Bu, semoga akan ramai terus. “ Ucap Beatrice seraya menyunggingkan senyum manisnya.


    “ Syukurlah Ibu ikut senang mendengarnya. Lihatlah Kendrick, dia semakin hari terlihat semakin ceria Beatrice. Membuat Ibu semakin lega sekarang. “ Sambung Ibu Kendrick sambil mengintip anaknya dari jendela kaca.


    Sekerjap Hera bangun dari pangkuan Ibu nya, ia bergegas melongok kearah yang dilihat oleh Ibunya itu. Hera tersenyum melihat tingkah putri kecilnya dan adik laki – laki yang sangat ia sayangi itu.


    “ Iya benar, bahkan akhir – akhir ini Kendrick sudah tidak pernah minum obat tidurnya. “ sambung Hera kemudian.


    “ Obat tidur kak? “ Beatrice bingung dengan ucapan Hera.


    “ Iya benar, obat tidur. Sejak perpisahan nya dengan Regina dia mengalami gangguan tidur akut. Apa dia tidak pernah bilang? “ Hera menelisik.


    “ Tapi, selama menikah dengan ku sekalipun aku tidak pernah melihat Kendrick meminum obat apapun Kak? Hanya sesekali meminta dibuatkan chamomile tea sebelum tidur, dia selalu tidur dengan sangat nyenyak Kak. " Ucap Beatrice sambil mengingat – ingat rutinitas Kendrick di malam hari.


    “ Syukurlah Ibu semakin lega mendengarnya. Jadi kamu tahu dari siapa Ra? “ tukas Ibu Kendrick pada Hera.


    “ Travis Bu, karena Clovis mengatakan kalau Kendrick sudah menghentikan konsumsi obatnya. “ Ucap Hera lagi.


    “ Syukurlah, berkat Beatrice kehidupan Kendrick berangsur membaik. “ Ibu Kendrick kemudian beranjak dari duduknya dan memeluk menantunya itu dengan penuh sukacita.


    Sayup – sayup terdengar langkah kecil kaki Rachel masuk kedalam ruang keluarga. Ia berlari kecil kemudian melompat ke pangkuan Beatrice. Rachel terlihat sangat menyukai Beatrice meskipun mereka sangat jarang bertemu.


    “ Tante, nanti janji ya bobok sama Rachel? “ bisik Rachel di telinga Beatrice.

__ADS_1


    “ Iya tante janji. “ Beatrice balas membisikkan janjinya pada Rachel.


    “ Tante, kenapa tante cantik sekali? “ Lagi – lagi Rachel berucap sambil berbisik, membuat orang – orang yang ada didekatnya penasaran.


    “ Hayo bisik – bisik apa? “ Kendrick dengan gemas menggelitik perut keponakannya itu dengan jari – jarinya yang panjang.


 


    “ Hahahaha hahaha hahaha stop om Kendrick! Don’t do this anymore, geli om. “ Teriak Rachel sambil berguling - guling di pangkuan Beatrice.


    “ Bisikin tante apa sih? “ Kendrick menghentikan tingkahnya lalu menggendong keponakannya itu sambil mencium pipi Rachel dengan gemas.


    “ Rahasia dong Om. “ Rachel balik mengecup pipi Kendrick dengan bibir mungilnya.


    Kendrick memang sangat menyayangi Rachel, ia bahkan bersedia untuk menemani Rachel bermain di taman hiburan sekalipun ia akan menjadi pusat perhatian. Bahkan saat ia sedang bepergian jauh atau saat ke luar negeri orang pertama yang akan ia carikan oleh – oleh adalah Rachel.


    “ Ayok, sama Om aja? “ Tanya Kendrick pada Rachel yang masih digendongannya.


    “ Sama tante juga, bacakan aku cerita ya tante? “ Pinta Rachel pada Beatrice.


    “ Oke siap sayang. “ Beatrice langsung beranjak dari duduknya, lalu meraih sebuah buku cerita yang diulurkan oleh Hera. Mereka bertiga kemudian masuk kedalam kamar Kendrick.


***


    “ Burung itu jatuh dan terluka, Nana lalu membawa burung layang – layang itu kedalam rumahnya. Ia merawat burung itu dan . ... “ Beatrice membacakan buku cerita yang diberikan oleh Hera tadi, namun belum selesai membaca Kendrick sudah memegang lengan Beatrice dengan lembut.


    “ Rachel sudah tertidur. “ bisik Kendrick pada Beatrice. Perempuan cantik itupun tersenyum, melihat wajah menggemaskan Rachel disampingnya. Beatrice kemudian meletakkan buku itu diatas nakas, ia merebahkan tubuhnya disamping Rachel. Ia menyangga kepalanya dengan sebelah tangannya lalu membelai wajah Rachel dengan lembut.


    “ Kamu lucu sekali Rachel, menggemaskan. “ sambung Beatrice sambil berbisik.

__ADS_1


    “ Sayang, apa kamu tidak ingin memiliki anak seperti Rachel? “ ucap Kendrick tiba – tiba sambil membelai lembut rambut Beatrice.


    “ Hmm, anak Ken? “ Sekerjap Beatrice  menjadi gugup mendengar perkataan Kendrick.


    “ Iya anak, aku ingin memiliki anak dari mu Be. “ jawab Kendrick tegas.


    “ Tapi, kita “ Beatrice belum menyelesaikan kata – kata  nya, namun Kendrick tiba – tiba sudah menyentuh bibir mungil Beatrice dengan ibu jarinya.


    “ Kita sudah menikah, aku hanya ingin kamu mempersiapkan diri sayang. “ sambung Pria itu dengan lembut.


    “ Dan satu lagi, panggil aku dengan kata – kata sayang. “ Kali ini suara Kendrick terdengar tegas.


    Sesaat perkataan Kendrick membuat Beatrice sedikit berdesir, banyak hal yang berkecamuk didalam pikirannya. Tetapi disatu sisi ia benar – benar merasa bahagia karena merasa memiliki dan dimiliki oleh Kendrick, meskipun Kendrick tidak secara gamblang mengatakannya. Akan tetapi Beatrice juga bingung dengan maksud Kendrick agar dia mempersiapkan diri. Sekerjap wanita itu memandang wajah Kendrick yang masih menghadap ke arahnya.


    “ Ken, apa maksudmu kita akan melakukannya? “ Tanya Beatrice dengan polos.


    “ Melakukan apa sayang? Membuat Kendrick atau Beatrice Junior  maksudmu? “ Goda Kendrick sambil menyentuh hidung istrinya.


    “ Kalau kita tidak melakukannya memangnya bisa ditransfer?  “ Masih dengan bergurau laki – laki itu menjawab Beatrice, namun Beatrice tetap merasa gugup dan cemas meski mendengar perkataan Kendrick yang diselingi dengan gurauan.


    “ Kenapa wajahmu menjadi sepucat itu sayang? Tenanglah aku tidak akan melakukannya sekarang. Ayo tidur. “ Kendrick mengacak pelan rambut Beatrice.


    “ Sudah tidur. “ Ucap Kendrick lagi.


    Kendrick sudah memejamkan matanya dan mungkin sudah hanyut kedalam mimpinya, sementara Beatrice masih terjaga ia masih memikirkan perkataan Kendrick baru saja. Ia benar – benar gugup, karena didalam benaknya ia tidak pernah sampai berfikir akan memiliki anak bersama Kendrick. Disatu sisi ia sangat bahagia, artinya Kendrick benar – benar menginginkan hidup selamanya bersama Beatrice.


    Beatrice mamandang wajah tampan Kendrick yang temaram diterpa oleh lampu tidur, garis tegas ketampanan Kendrick tercetak begitu nyata meskipun hanya cahaya temaram yang meneranginya. Perempuan itu beranjak dari tidurnya dan berpindah kesisi ranjang Kendrick, ia mengusap pelan wajah laki – laki yang kini milikinya itu.


    “ Aku sangat mencintaimu Ken. “ Bisik Beatrice pelan, lalu ia mengecup pelan kening Kendrick yang sudah lelap dalam tidurnya.

__ADS_1


__ADS_2