
Ibu Kendrick dan Hera akhirnya meninggalkan kediaman mewah itu tanpa Beatrice, Kendrick berhasil membujuk istrinya agar tetap tinggal didalam rumah. Ibu Kendrick pun merasa lega, ada harapan jika memang apa yang sedang ramai diperbincangkan diluar sana adalah benar – benar kesalahpahaman.
Kring.. Kring.. Kring
Suara HP Kendrick berbunyi dengan sangat nyaring dari atas meja diruang duduk kamar pasangan suami istri itu. Sementara pemilik HP sedang mandi, Beatrice mendekati ponsel yang masih meraung – raung dengan kencang itu. Diliriknya seseorang yang sedang memanggil Kendrick.
Deg!
“ Ibu. “ Bisik Beatrice pelan saat melihat nama Ibu nya diatas layar HP Kendrick.
“ Pasti Ibu juga membaca berita yang sedang panas – panasnya ini. “ Beatrice bermonolog dengan dirinya sendiri.
“ Halo, Ibu? “ Suara Beatrice dibuat setegar mungkin saat menjawab panggilan Ibunya.
“ Beatrice? Itukah kau? Apa yang terjadi nak? Mana Kendrick? “ Tanpa jeda Ibu Beatrice mencecar anaknya dengan banyak pertanyaan.
“ Iya bu, ini Beatrice. Kendrick sedang mandi, ada apa bu? “ Beatrice sebenarnya tahu, pasti Ibunya ingin menanyakan persoalan berita Kendrick saat ini.
“ Apakah semuanya baik – baik saja Beatrice? “ Dengan hati – hati Ibu Beatrice bertanya.
“ Iya Bu, semuanya baik – baik saja. Semua yang diberitakan itu tidak benar Bu, tunggu klarifikasi langsung dari pihak manajemen Kendrick saja ya Bu. Jangan pernah percaya berita bohong itu Bu. “ Beatrice berusaha menahan hatinya yang bergejolak, ia berusaha agar tidak menangis.
“ Kamu tidak berbohong kan Beatrice? “ Ibu Beatrice terdengar sanksi saat mendengar penjelasan anak sulungnya.
“ Apa ibu ingin berbicara langsung dengan Kendrick? Dia sepertinya sudah selesai mandi Bu. “ Beatrice menawarkan saat ia melihat Kendrick membuka pintu kamar mandi.
“ Oh iya.” Beatrice kemudian menekan tombol speaker pada layar ponsel tersebut.
__ADS_1
“ Sayang, Ibu menelpon. “ Ucap Beatrice dengan ceria seraya mengulurkan HP itu pada suaminya.
“ Halo Bu? Apa kabar? “ Sapa Kendrick pada Ibu mertua nya sambil memandang ke arah Beatrice penuh penyesalan.
“ Ken, apakah semua baik – baik saja? Apakah kami bisa mempercayai mu? “ Tanya Ibu Beatrice tanpa berbasa – basi. Beatrice menganggukkan kepalanya pelan, mengisyaratkan agar Kendrick mengiyakan pertanyaan Ibu nya.
“ Iya bu, semua baik – baik saja. Mereka sengaja melakukan nya karena aku sedang merilis film baru, dan ada yang sengaja membuat berita palsu itu Bu. “ Ucap Kendrick menutupi kesalahannya.
“ Syukurlah, Ayah sangat marah saat mendengar pemberitaan itu. Ibu sangat berharap berita itu tidak benar. Ingat janji mu pada Ayah dan Ibu untuk membahagiakan Beatrice kan Ken? “ Ibu Beatrice terdengar masih khawatir.
“ Tentu saja Bu, aku tidak akan pernah lupa. “ Suara Kendrick terdengar berat, seolah sedang menahan tangis.
“ Baiklah jika begitu, kita sambung lagi nanti. Jaga Beatrice dengan benar ya Ken.” Sesaat kemudian Ibu Beatrice menutup panggilan teleponnya.
***
Malam itu Travis terlihat duduk diruang keluarga didalam rumah Kendrick, sedangkan Clovis baru saja datang bersama Laura juga Dami. Tak lama setelah kedatangan Clovis, Kendrick tampak turun mendatangi mereka yang sudah berkumpul dirumahnya untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
“ Apa kalian membacar berita hari ini? “ Tanya Travis pada karyawannya itu dan keduanya mengangguk.
“ Laura, dihari penyerangan Beatrice apa yang kamu lakukan sepertinya kau sedang cuti bukan? “ Tiba – tiba saja Travis melempar pertanyaan pada Laura.
“ Oh? Saya sedang ada urusan keluarga Tuan. “ Jawab Laura singkat sementara Travis hanya mengangguk – anggukkan kepalanya mengiyakan jawaban Laura.
“ Lalu semalam? Bagaimana kamu bisa luput meninggalkan Kendrick sendirian? “ Travis kembali menyudutkan Laura.
“ Maafkan saya Tuan, saya mabuk semalam. “ Laura menundukkan kepalanya penuh penyesalan.
__ADS_1
“ Apakah kamu sadar jika sudah melakukan kesalahan fatal? “ Sambung Travis lagi. Kendrick memandang Clovis penuh tanya, aktor tampan itu terlihat sangat bingung saat melihat sikap Travis yang cenderung memojokkan Laura malam itu.
“ Iya Tuan, saya mabuk dan tidak mengawasi Tuan Kendrick. Sehingga berita Tuan Kendrick tidur dengan Nona Regina muncul. “ Ucap Laura seraya menundukkan kepalanya lesu.
“ Regina? Bagaimana kau tahu itu Regina? Tidak ada satupun dalam pemberitaan yang menyebutkan bahwa perempuan itu adalah Regina. “ Travis menatap Laura lekat seraya menyilangkan kedua tangannya diatas dada bidangnya.
“ Iya Lau, bagaimana kau tahu itu Regina? “ Kendrick menatap wajah Laura yang kini tampak pias.
“ Lalu, bagaimana tiba – tiba aku membawa dompet ku sendiri? “ Sambung Kendrick lagi.
Laura terdiam seolah sedang berusaha menemukan jawaban yang tepat atas pertanyaan – pertanyaan yang menyudutkannya. Ia salah bicara, kata – kata nya menjadi bomerang bagi dirinya sendiri.
“ Kau tidak bisa menjelaskan? Lalu bagaimana dengan ini? “ Travis meraih beberapa lembar foto dari dalam saku jas nya.
Kendrick tampak bingung saat melihat Travis melemparkan beberapa lembar foto diatas meja. Lelaki itu mendahului Laura memungut lembaran – lembaran kertas mengkilap bergambar yang terhambur diatas meja. Ia melihat Laura disana, dengan mobil merahnya sedang terparkir didekat halte bus yang tidak jauh dari rumahnya seraya menjepit sebatang rokok dengan jari – jari nya.
“ Itu foto yang kudapat pada hari penyerangan Beatrice. Apa kau juga turut mengambil andil? Bagaimana bisa kau sampai tidak tahu Beatrice diserang jika kamu pun berada dilokasi kejadian? “ Tanya Travis dengan dingin pada perempuan yang menjadi karyawannya itu.
“ Apa? Jadi ini foto saat istriku menjadi korban penyerangan Trav? “ Perkataan Travis menyulut amarah dari dalam diri Kendrick.
“ Bagaimana Laura? Apakah ada hal yang harus kamu jelaskan? Coba katakan selagi aku masih bisa mengampuni mu. “ Perkataan Travis terdengar tajam.
“ Laura! Apa kau tidak punya mulut?! “ Kendrick meneriaki wanita itu seraya mendorong tubuh Laura dengan cukup keras. Wanita itu menangis, air mata tampak berlinang deras dari pelupuk mata sipitnya.
“ Tuan, aku mohon ampuni aku. Maafkan aku Tuan. “ Laura merosot dari atas sofa sujud menyembah didepan kaki Travis.
“ Hah! Jadi kau benar melakukannya?! “ Mata Kendrick berapi – api, dengan amarah ia menarik tubuh Laura yang tersungkur diatas lantai. Hampir saja Kendrick melayangkan tinjunya pada Laura, namun tangan Clovis menepisnya.
__ADS_1
“ Ken! Tenangkan dirimu, biarkan dia menjelaskan semuanya. Kita butuh dia membuka mulutnya. “ Clovis juga terlihat sangat kesal malam itu.
Dami yang tidak tahu apa – apa tampak kehilangan kata – kata mendapati fakta bahwa Laura juga memiliki peran dalam penyerangan Beatrice. Travis hanya memandang wanita muda itu dengan tatapan tajam yang siap menyerang Laura kapan saja.