THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
MENCARI JAWABAN


__ADS_3

    Travis menghela nafas dengan panjang lalu menangkupkan kedua tangannya tepat pada wajahnya yang tidak kalah tampan dari Kendrick. Sekilas ia terlihat menggosok wajah nya pelan, lalu menghembuskan nafasnya dengan kasar.


    “ Jadi benar semalam kau tidak pulang? “ Terdengar nada kemarahan dari pertanyaan Travis.


    “ Kau tidak pulang Ken? “ Clovis dengan kaget memandang wajah Kendrick.


    “ Pertanyaan bodoh macam apa ini? Kau manajer ku Clo! Kemana saja kau semalam? Lalu bagaimana ini bisa berada ditanganku? Ha?! “ Penuh amarah Kendrick menarik ujung kerah kemeja Clovis seraya menunjukkan dompet yang baru saja ia ambil dari dalam saku celananya.


    “ Dia bersama ku semalam! Bahkan ia meninggalkan Hpnya didalam mobilku, ambilah diatas meja Clo. “ Suara Travis kini terdengar melunak.


    “ Aku memberikan dompet mu pada Laura sebelum pergi dengan Tuan Travis Ken. Apakah kau mabuk? Lalu Laura? “ Clovis balik menimpali.


    “ Panggil Laura! “ Teriak Travis dengan kesal.


    “ Laura sedang pergi bersama Dami mengembalikan produk sponsor Tuan. “ Jawab Clovis dengan sedikit terbata.


    “ Trav, ayo kita lihat kamera pengawas di hotel! Kita bisa menemukan jawabannya Trav, dengan siapa aku pergi semalam. “ Pinta Kendrick bersungguh – sungguh.


    “ Kau pikir dirimu ini polisi sehingga bisa dengan mudah melihat kamera pengawas hotel? “ Travis menolak permintaan Kendrick yang tidak masuk akal itu.


    “ Bagaimana Beatrice? “ Sambung Travis kemudian.


    “ Dia sedang terluka Trav, dia yang pertama kali melihat tanda merah sialan ini tadi pagi. Kami bertengkar, dan sekarang Sam masih bersamanya di Kedai Kopi. “ terdengar nada penyesalan dari ucapan Kendrick baru saja.


    “ Bagaimana kau bisa sebodoh itu Ken? Apakah kau benar – benar tidak mengingat apapun? “ Travis berusaha menggali pertanyaan pada Kendrick.

__ADS_1


    “ Malam itu Regina datang ke meja ku, tetapi kami berdebat kemudian ia meninggalkan ku sendirian disana. Setelah itu aku tetap duduk di sofaku sambil meneguk anggur, setelah itu aku tidak tahu apapun yang terjadi Trav. “ Kendrick berusaha dengan sangat keras mengingat kejadian semalam di acara wrap up party.


    “ Baiklah, perlahan kita cari jawaban nya, pulanglah tenangkan dirimu juga istrimu. Aku coba menghentikan berita yang sedang naik ini. “ Travis kembali ke depan meja nya kemudian menghubungi beberapa orang melalui sambunga telepon untuk segera menghentikan berita skandal Kendrick.


    “ Halo Tuan Ma? Apa kabarmu? “ Suara Travis terdengar berbicara dengan seseorang melalui ponselnya.


    “ Aku minta bantuan mu Tuan Ma, tolong hentikan pemberitaan tidak benar itu. Tentu saja itu berita palsu, ada oknum tidak bertanggung jawab dengan sengaja mengirim berita itu karena Kendrick sedang meluncurkan film terbaru nya. “  Travis sedikit merayu seseorang yang sedang ia telpon.


    “ Hahaha baiklah Tuan Ma terima kasih, kau memang yang paling dapat ku andalkan. “ Segera Travis menutup teleponnya.


***


    Sementara dibelahan lain, Beatrice sedang mengurung dirinya didalam ruang baca setelah akhirnya memilih pulang dari pada ia berada di Kedai Kopi. Dirinya semakin dibuat tidak berdaya saat membaca berita yang baru saja terbit. Luka nya tergores semakin dalam, kesedihannya semakin tak terbantahkan.


    Baru beberapa saat ia merasakan kebahagiaan hidup bersama Kendrick, menikmati hari – hari sebagai istri yang sangat dicintai. Melewati waktu dengan senyuman, bahkan kencan hari itu sungguh membuat Beatrice bahagia tiada taranya. Namun hari ini, sungguh terasa bagaikan ia hidup di neraka yang penuh luka dan air mata.


    Bulir – bulir kristal kembali jatuh dari pelupuk mata Beatrice, ia tidak dapat menahan kesediahan yang semakin dalam menghujam ulu hatinya. Ia merasa menyesal karena  menerima tawaran Kendrick menikah dengannya waktu itu.


    “ Sejak awal, pernikahan ini adalah sebuah kesalahan. “ Isaknya cukup keras terdengar. Bibi Rasi dan Sam hanya saling pandang saat mendengar tangis pecah dari dalam ruang baca itu. Wanita yang sudah melayani Kendrick sejak lama itu juga turut meneteskan air matanya, seolah ikut merasakan kesusahan hati Beatrice.


    Tok.. tok...tok


    Bibi Rasi berusaha mengetuk pintu ruang baca dengan pelan, wanita itu berharap Nyonya rumahnya bersedia membuka kan pintu baginya.


    “ Nyonya, makanlah sesuatu supaya Nyonya tetap sehat dan kuat menghadapi ujian ini. Nyonya? Bolehkah saya masuk? “ Sembari tetap mengetuk pintu Bibi Rasi berusaha membujuk Beatrice.  Namun nihil, tetap saja tidak ada jawaban apapun dari dalam ruangan itu.

__ADS_1


    “ Bi, coba aku. “ Suara Hera tiba – tiba saja mengagetkan wanita paruh baya yang tengah menempelkan tubuhnya itu pada daun pintu.


    “ Ah Nyonya Hera, Nyonya Besar.  “Bibi Rasi terlihat menundukkan badannya memberi hormat pada Hera dan Ibu Kendrick yang terlihat cemas.


    “ Beatrice, ini aku. Bolehkah aku masuk? “ Suara Hera terdengar memanggil Beatrice dari luar.


    “ Aku ingin memelukmu Beatrice, biarkan aku masuk. “ Hera masih berusaha membujuk adik iparnya itu.


    “ Maafkan kami Beatrice. “ Suara Hera terdengar bergetar.


    Klik!


    Pintu ruang baca perlahan terbuka, Beatrice tidak menampakkan dirinya sehingga dengan cepat Hera dan Ibu Kendrick menyelinap melalui celah pintu yang terbuka sebagian. Berurai air mata Beatrice berdiri sambil menundukkan kepalanya dibalik pintu, ia sedang berusaha menyembunyikan wajahnya.


    Melihat Beatrice yang sedang tidak berdaya dengan cepat Ibu Kendrick memeluk wanita cantik itu. Beatrice semakin tidak sanggup saat dekapan hangat Ibu mertuanya menghangatkan dadanya, tenaganya  luruh membuat ia tersungkur ke lantai dan jatuh pingsan. Untung saja Ibu Kendrick berusaha menopangnya sehingga kepala Beatrice tidak terantuk pada lantai.


    “ Panggilkan Sam, supaya dapat menggendong Beatrice ke kamar. “ Suara Ibu Kendrick terdengar panik, menyuruh Hera memanggil lelaki yang ia pekerjakan untuk menjaga Beatrice.


    Hera dengan tangkas meraih gagang pintu, meminta Sam untuk segera masuk kedalam ruang baca. Lelaki itupun segera menarik tubuh lemas Beatrice kedalam tubuh kekarnya, segera Sam mengangkat Beatrice dan menidurkannya keatas ranjang dikamar Kendrick.


    Setelah dibarikan diatas ranjang, Hera mendekatkan beberapa aroma wangi – wangian termasuk minyak angin didekat hidung Beatrice. Ia juga meminta Bibi Rasi agar membuatkan teh hangat untuk Beatrice. Tidak lama Beatrice membuka mata sembabnya, dengan lemas ia berusaha bangun dari tidurnya. Ibu Kendrick membantu Beatrice mengangkat tubunya dan duduk sambil menyandarkan punggungnya pada kepala tempat tidurnya.


    “ Minum ini Beatrice. “ Hera menyodorkan teh hangat dari sendok yang sudah ia tiup beberapa kali itu. Wanita itu menyeruput minuman itu perlahan, dan lagi air matanya mengucur dari sudut matanya.


    Ibu Kendrick bergegas mendekap Beatrice dalam pelukannya, sama halnya dengan Beatrice wanita paruh baya itu juga tidak dapat membendung tangisnya. Sesenggukkan keduanya saling berpelukan sambil meneteskan air mata.

__ADS_1


    “ Maafkan Ibu Beatrice, tidak mendidik Kendrick menjadi laki – laki yang baik. “ Ucap Ibu Kendrick penuh dengan penyesalan.


__ADS_2