THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
PERKARA BEATRICE


__ADS_3

    Clovis terlihat masuk kedalam ruang perawatan Beatrice, sambil menenteng beberapa tas yang berisi pakaian milik Kendrick dan Beatrice. Bibi Rasi juga turut serta  bersama Clovis, wanita paruh baya itu membawa bekal makanan untuk Kendrick dan bubur halus yang ia buat khusus Beatrice.


    “  Nyonya, kami tidak menyangka jika akan terjadi seperti ini. Kami menunggu Nyonya tidak kunjung pulang, hingga akhirnya Nyonya Hera menelpon bahwa Nyonya ada dirumah sakit. “ Mata Bibi Rasi berkaca – kaca saat mendapati Beatrice masih terbaring diatas ranjang dengan beberapa bekas lebam yang masih berwarna ungu.


    “ Namanya musibah Bi, tolong temani Beatrice dahulu Bi aku dan Kak Hera akan bertemu dokter sebentar. Tidak usah disuapi, biar aku saja. “ Pesan Kendrick sambil menyentuh ujung tangan Beatrice dengan pelan, sementara wanita cantik itu hanya tersenyum simpul mendengar perkataan Kendrick.


    “ Baik Tuan. “ Jawab Bibi Rasi.


    “ Clo, jangan lupa atur ulang jadwalku. “ Perintah Kendrick, dan Clovis hanya mengangguk dengan pelan.


***


    Hera dan Kendrick segera berjalan menuju ruangan dokter yang menjadi penanggung jawab pengobatan dan perawatan Beatrice. Kendrick mengetuk pintu bercat putih itu dengan pelan, hingga suara seorang laki – laki mempersilahkan mereka masuk.


    “ Oh Tuan Kendrick, silahkan masuk, silahkan duduk Tuan. “ Dokter yang masih terlihat cukup muda itu mempersilahkan kedua orang yang ada diambang pintu untuk masuk kedalam ruangannya.


    Kendrick mengulurkan sebuah amplop besar berwarna putih kepada dokter yang duduk didepannya itu. Dokter itu meraih benda yang diulurkan oleh Kendrick dan membaca satu buah kertas lampiran hasil CT Scan milik Beatrice. Setelah membaca beberapa saat pria berseragam putih itu menaruh kembali hasil pemeriksaan diatas amplop yang ada diatas meja.


    “ Hasilnya bagus Tuan, syukurlah hanya cidera luar saja. Tidak ada luka dalam maupun cidera tulang, jadi setelah perawatan beberapa hari sudah bisa pulang. Kita tunggu hingga jahitan mengering saja, memang cukup banyak luka – luka basah pada area tangan dan kaki istri anda Tuan. “ Jelas Dokter yang membuat Kendrick cukup lega.


    “ Syukurlah Dok. Jadi tidak ada hal serius yang terjadi pada istri saya kan Dok? “ Sambung Kendrick kemudian.


    “ Jika itu berkenaan dengan cidera pada bagian dalam organ tubuhnya tidak Tuan, hanya mungkin karena saya dengan ini kasus pengeroyokan mungkin akan menimbulkan sedikit trauma. Jadi nanti sambil kami observasi, apakah kejadian ini meninggalkan trauma pada Nyonya Beatrice atau tidak. “ Jelas Dokter itu lagi.

__ADS_1


    “ Baik Dok, terima kasih atas penjelasannya. Tolong rawat Beatrice sebaik mungkin ya Dok. “ Ujar Hera kemudian.


    Kendrick dan Hera kemudian melenggang dari dalam ruangan dokter dengan perasaan cukup lega karena tidak ada cidera yang lebih serius pada Beatrice. Kakak beradik itu berjalan beriringan kembali menuju kamar Beatrice lagi.


***


    Sementara Travis pagi itu sudah berada di kantor polisi yang menangani kasus penganiayaan yang dialami oleh Beatrice. Beberapa agen detektif duduk didepan kursi yang ia tempati sambil menunjukkan beberapa rekaman CCTV melalui layar laptop mereka. Lelaki bertubuh tinggi tegap itu dengan seksama memperhatikan beberapa tangkapan kamera pengawas.


    “ Coba boleh diperbesar? Aku ingin melihat mobil merah didekat halte. “ Ujar Travis pada detektif yang ada


disana. Pria berkemeja kotak – kotak itupun segera memperbesar tampilan gambar video disana. Travis mengamati gambar itu dengan sangat seksama, ia memicingkan matanya saat melihat seseorang yang menyandarkan tubuhnya pada mobil sambil merokok dan memainkan HP nya.


    “ Tunggu! “ Potong Clovis kemudian saat video kembali diarahkan pada gerombolan wanita berseragam. Ia melihat seorang wanita mengenakan sweater berwarna merah muda, pakaian itu adalah salah satu merchandise yang dikeluarkan untuk Leanist saat perayaan debut Kendrick yang ke sepuluh tahun.


    “ Oke, akan kami selidiki lebih lanjut Tuan. Seragam sekolah mereka juga sudah teridentifikasi. Meskipun lokasi penyerangan ada dititik blind spot tetapi mereka sepertinya tidak menyadari bahwa mereka sudah tertangkap CCTV sejak di halte bus. “ Ucap seorang detektif kemudian.


***


    Beatrice duduk bersandar pada ranjangnya yang sudah diseting setengah bersandar. Sementara Kendrick menyuapkan bubur pada Beatrice dengan perlahan, sesekali ia menyeka bibir Beatrice menggunakan tisu dengan sangat berhati – hati. Hera hanya memandang adiknya itu dengan senyuman, ia tahu Kendrick sebenarnya sedang kasmaran hanya saja muncul ujian yang tidak terduga seperti ini.


    Tok..tok..tok


    Travis terlihat menyembul dari pintu sesaat setelah ia mengetuk daun pintu dengan pelan. Wajahnya sedikit terlihat gusar dan juga tampak seolah ia sedang memikirkan banyak  hal dalam benaknya.

__ADS_1


    “ Ken, seperti nya memang ini pengeroyokan oleh beberapa oknum dari Leanist. “ Ucap Travis sesaat ia masuk dalam kamar perawatan Beatrice.


    “ Apa? Lalu apa motifnya? “ Kendrick tersentak saat mendengar perkataan Travis baru saja.


    “ Polisi masih menyelidikinya, dan rasa nya memang ada yang menggerakkan.. ah serahkan saja pada polisi. “ Travis terdengar tidak melanjutkan perkataannya dan terkesan sedang menyembunyikan sesuatu dari Kendrick.


    “ Ada apa Trav? “ Kendrick menyadari ada yang disembunyikan oleh Travis.


    “ Aku tidak tahu Ken, kita tunggu hasil investigasi dari polisi saja supaya tidak timbul fitnah. “ Travis sengaja tidak ingin berprasangka dengan apa yang ia lihat dari CCTV tadi.


    “ Trav?!  “ Pekik Kendrick, dengan sigap Beatrice meraih lembut tangan suaminya itu.


    “ Stt, Ken. “ PanggilBeatrice lirih.


    “ Ken, jika memang ini adalah penggemarmu sebaiknya tidak perlu dilanjutkan proses hukumnya. Aku tidak ingin membuat hubungan mu dengan fans memburuk, aku juga tidak ingin muncul berita yang bukan – bukan Ken. “ Pinta Beatrice.


    “ Beatrice! “ Sergah Kendrick dengan keras.


    “ Ken, aku sudah berjanji tidak ingin menghancurkan karir mu Ken. Kamu bisa sebesar ini karena dukungan para penggemarmu. Aku tidak ingin mereka membencimu karena kamu memenjarakan Leanist. “ Ucap Beatrice setengah memohon.


    Travis dan Hera hanya saling memandang satu dengan yang lainnya, sementara Bibi Rasi pura – pura tidak mendengarkan apa yang diperdebatkan didalam ruang perawatan itu. Beatrice menatap mata Kendrick yang berapi – api itu dengan penuh harap.


    “ Sayang, aku berjanji akan memakai supir kemana pun dan kapanpun. Tetapi aku mohon, tidak perlu menuntut mereka. Mungkin mereka melakukan ini karena merasa kehilanganmu sayang. Aku tidak ingin mereka menjadi membencimu karena aku, aku mohon. “ Beatrice meraih dengan lembut tangan Kendrick, ia berusaha mengambil hati suaminya yang sedang dipenuhi dengan amarah itu.

__ADS_1


    Mendengar permohonan istrinya, Kendrick hanya menarik nafas panjang dan menghembuskan nya kembali dengan keras. Lelaki itu hanya diam saja tidak memberikan jawaban, seolah ia sedang mempertimbangkan perkataan Beatrice.


__ADS_2