THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
KABAR TAK TERDUGA


__ADS_3

Melihat Beatrice yang masih terbawa dalam tangisnya, Sam meminggirkan mobilnya didekat sebuah taman yang tidak jauh dari kedai kopi milik Beatrice. Lelaki itu kemudian keluar dari dalam mobil dan menunggunya pada bangku beton yang tidak jauh dari tempat ia memarkirkan mobil. Sam membiarkan Beatrice menyelesaikan tangisnya disana, ia tidak tega melihat kesedihan yang begitu mendalam terpancar dari wajah wanita yang ia layani itu.


Hampir satu jam lama nya Beatrice larut dalam kesedihanya, meratapi luka yang menghujam jantungnya begitu dalam. Banyak hal yang ingin ia tanyakan pada Kendrick, namun ia belum sanggup membuka mulutnya.


“ Sam, ayo! “ Teriak Beatrice dari dalam mobil memanggil laki – laki yang masih duduk ditempat yang sama, menunggunya menenangkan hatinya yang sedang terluka.


“ Apakah Nyonya membutuhkan ini? “ Lelaki itu mengulurkan kacamata hitam yang baru saja ia ambil dari laci dashboard mobil.


“ Terima kasih Sam. “ Beatrice menyambut uluran tangan Sam dan menerima kacamata tersebut lalu mengenakannya.


Tidak lama kemudian mobil yang ditumpangi Beatrice terlihat parkir didepan Kedai Kopinya, perempuan itu segera turun dari mobil dan tidak melepaskan kacamata hitamnya yang dikenakannya. Saat ia sudah masuk kedalam kedai, Tessa sudah menyambutnya dengan wajah riang.


“ Kak Beatrice, ada yang sudah menunggu Kakak sejak tadi. “ Ujar Tessa bersemangat.


“ Siapa Tes? “ Tanya Beatrice singkat. Tessa kemudian menunjuk ke arah wanita berambut panjang yang duduk tepat disudut ruangan, spot favorit Hera saat berkunjung. Beatrice menarik nafasnya panjang, saat melihat wanita yang sudah menunggunya disana. Sedikit gentar ia mendekati perempuan itu, namun ia berusaha untuk terlihat kuat menghadapinya. Ya, Regina Altair.


“ Apakah anda mencari saya? “ Ucap Beatrice datar saat ia menghampiri Regina.


Beberapa pengunjung terlihat mengamati kedua orang wanita itu dengan tatapan heran, penasaran dan ada juga yang kagum. Sebagian merasa senang karena dapat melihat paras cantik Regina secara langsung.


“ Duduklah, karena mungkin kaki mu akan lemas jika terlalu lama berdiri. “ Dengan sinis Regina menimpali pertanyaan Beatrice. Wanita itupun menuruti perkataan Regina meskipun dengan terpaksa.


Regina terlihat merogoh sesuatu dari dalam tas mahalnya, lalu menyodorkannya kehadapan Beatrice yang sudah duduk tepat didepannya. Jam tangan pria berwarna hitam yang tampak begitu familiar bagi Beatrice. Sesaat Beatrice menarik nafasnya dengan berat, matanya berkaca – kaca namun ia tertolong oleh kacamata hitam yang bertengger pada batang hidungnya.


“ Aku ingin mengembalikan ini, sepertinya Kendrick meninggalkannya semalam. “ Dengan sengaja Regina membuat Beatrice marah.


“ Kenapa tidak mengembalikan langsung padanya? “ Meski suaranya bergetar Beatrice tetap berusaha lebih tegar.

__ADS_1


“ Oh?  Jadi kau tahu semalam kami bersama? “ Regina semakin memancing amarah Beatrice


“ Bukan kah kamu memang sengaja datang untuk memamerkan kebersamaan kalian semalam? “ Dengan sinis Beatrice menanggapi Regina.


“ Hahaha, bukan begitu Nyonya. Aku hanya ingin mengingatkan mu, supaya jangan terlalu percaya diri. Kau bukan siapa – siapa bagi Kendrick. “ Wanita itu berbisik dengan licik tepat pada telinga Beatrice.


Beatrice hanya mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, ia sedang berusaha menahan segala hal yang berkecamuk dalam dirinya. Hati Beatrice semakin teriris, tangisnya hampir saja tidak dapat terbendung namun ia berusaha menahannya agar tidak tumpah didepan wanita itu.


“ Baiklah, aku pergi. “ Regina segera beranjak dari tempat itu saat ia tidak mendengar tanggapan apapun dari Beatrice.


Sementara wanita yang hatinya tengah terluka dan sedang tidak baik – baik saja itu tampak gontai beranjak dari kursi menuju pantry. Sam mengekornya dari belakang, ia benar – benar berjaga takut jika Beatrice melakukan hal buruk pada dirinya sendiri.


Saat Beatarice sudah masuk kedalam pantry tubuhnya terkulai dengan lemas keatas lantai, tangisnya membuncah namun tanpa suara. Beberapa karyawan yang ada didalam dapur terlihat panik melihat Beatrice yang bercucuran air mata dibalik kacamata hitamnya.


“ Sam, bawa aku pergi jauh Sam! Bawa aku pergi dari sini Sam. “ Raung Beatrice seraya meraih lengan Sam yang berada tepat didekatnya.


***


    Kendrick terlihat menerobos masuk kedalam ruangan Travis di kantor agensi setelah beberapa saat ia mengetuk pintu dan dipersilhkan masuk. Tersirat kecemasan dan rasa takut dari dalam wajah Kendirck.


“ Ada apa Ken? “ Tanya Travis saat melihat wajah gusar Kendrick.


“ Apa yang terjadi padaku semalam Trav? “ Kendrick dengan tidak sabar melempar pertanyaan pada Kakak Ipar sekaligus Boss nya di agensi.


“ Apa maksudmu Ken ? Apakah ada sesuatu yang terjadi? “ Giliran Travis memasang wajah bingunya dan beranjak dari kursi putarnya mendekati Kendrick yang ada diatas sofa.


Dengan kasar Kendrick menyibakkan lipatan pada kaos berkerah tinggi yang sedang ia kenakan itu dan menunjukkan bekas merah yang tertinggal banyak pada lehernya. Sekerjap Travis terperanjat dan tersenyum kecut memandang laki – laki tampan didepannya.

__ADS_1


“ Apakah kau sedang memerkan padaku bagaimana menggairahkannya kehidupanmu dengan Beatrice? “ Travis menyeringai menatap mata Kendrick.


“ Trav, semalam aku tidak pulang. Aku terbangun didalam kamar hotel tanpa mengenakan apapun, dan lihatlah! Apa yang terjadi pada ku Trav? “ Seperti orang bodoh Kendrick berusaha mencari jawaban.


Tok.. tok.. tok..


Terdengar ketukan pintu yang tergesa – gesa dari balik pintu ruangan Travis, membuat ayah satu anak itu terjaga dari lamunannya. Terlihat Clovis menyembul dari balik pintu dengan wajah panik sambil membawa tablet PC ditangannya.


“ Ken! Apa yang terjadi? “ Teriak Clovis saat melihat Kendrick duduk pada sofa didalam ruangan Travis itu.


“  Justru aku ingin menanyakan padamu Clo! Dimana kamu semalam?! “ Bentak Kendrick pada asistennya itu.


“ Apa kamu sudah membaca beritanya Ken? “ Clovis tergagap menjawab Kendrick.


“  Berita apa? “ Potong Travis dengan suara beratnya.


Clovis mengulurkan tablet yang ia pegang pada Travis dengan sigapnya, sekerja Clovis memandang artikel yang ditampilkan pada layar benda yang sedang ia pegang itu. Tatapan Travis yang semula masih teduh kini terlihat berkilat – kilat penuh amarah.


“ Berita macam apa ini Ken?! “ Suara Travis terdengar murka meletakkan tablet itu dengan kasar keatas meja.



    Kendrick meraih benda berwana silver itu perlahan, dan mendapati berita yang lengkap dengan foto dirinya tengah bertelanjang dada dan tidur mendekap seorang wanita yang dia yakini bukanlah Beatrice, istrinya. Kendrick menyadari itu adalah kamar tempatnya menginap semalam, ia masih mengingat bagaimana motif bantal dan selimut yang sekilas masih tertinggal dalam benaknya.



__ADS_1


    “ Trav, sungguh aku tidak mengingat apapun yang terjadi Trav, aku yakin ini adalah kesalah pahaman. “ Kendrick berusaha menjelaskan pada Travis. Seketika dunianya terasa hancur, ia takut melukai Beatrice, ia juga takut jika benar – benar membuat kesalahan semalam.


__ADS_2