
Malam itu Kendrick sedang makan malam bersama Beatrice didalam ruangan perawatan Beatrice. Hera, Ayah dan Ibu nya sudah kembali ke rumah sore tadi, sementara malam itu bergantian Bibi Inah yang datang ke rumah sakit membawakan makan malam untuk Kendrick dan Beatrice.
Perlahan Beatrice mengunyah makanannya, dengan sabar Kendrick menunggu Beatrice membuka mulutnya lagi. Kendrick juga ******* dengan pelan nasi putih didalam kotak bekal itu dengan sendok sebelum menyuapkan pada Beatrice.
“ Masakan Bibi lebih enak dari pada masakan rumah sakit. Aku ingin cepat pulang Ken. “ Kembali Beatrice merengek.
“ Sabar sayang. “ Kendrick mengusap dengan lembut kepala Beatrice.
Tok..tok..tok
Bibi Inah segera berlari membuka pintu kamar, memeriksa seseorang yang datang. Sesaat setelah pintu dibuka, terlihat wajah Rigel menyembul dibalik pintu tersebut. Wajah Kendrick berubah sedikit waspada dan terlihat agak kesal saat melihat laki – laki itu.
“ Selamat malam. “ Sapa Rigel sopan saat melihat Beatrice berada diatas ranjang sedang menikmati makan malamnya dengan Kendrick, suaminya.
“ Hai Gel, selamat malam. Rigel perkenalkan dia suamiku, dan Ken dia adalah Rigel teman ku sejak SMA. “ Ucap Beatrice dengan pelan.
“ Iya aku tahu, dari berita yang beredar luas di dunia maya. “ Jawab Rigel datar seraya meraih uluran tangan Kendrick.
“ Aku berterima kasih karena menyelematkan istriku malam itu. “ Ucap Kendrick tulus, namun terselip kecemburuan yang menyelinap didalam hatinya.
“ Aku juga tidak menyangka ternyata itu dia. “ Jawab Rigel agak ketus.
“ Ini aku bawakan mandu kukus kesukaanmu. Makanlah selagi hangat. “ Rigel meletakkan kantung plastik yang ia bawa itu keatas meja yang sedang digunakan Beatrice untuk makan.
Kendrick menghela nafasnya panjang, ia cukup terganggu dengan Rigel yang jelas – jelas lebih tahu mengenai sifat bahkan kebiasaan Beatrice. Lelaki itu dibuat semakin geram saat melihat istrinya meraih bungkusan itu dan membukanya.
“ Wah, harum sekali Gel. Apakah kamu minta minyak bawang putih tambahan? “ dengan girang Beatrice mengaduk – aduk bungkusan plastik itu.
__ADS_1
“ Tentu saja. “ Rigel membantu Beatrice mencari minyak bumbu tambahan.
“ Hmm, jadi berapa biaya deposit kamar yang sudah anda bayar kemarin Tuan Rigel. “ Suara Kendrick membuyarkan kebahagiaan Beatrice yang akan melahap makanan kesukaannya itu.
“ Ini. “ Rigel terlihat membuka dompet yang ada disaku celannya kemudian mengulurkan selembar kertas pada Kendrick.
“ Nomor rekening anda Tuan? “ Sambung Kendrick dengan ketus.
“ Saya kirimkan ke nomor Beatrice. “ Rigel menjawab Kendrick pelan. Laki – laki itu kemudian meraih HP yang ada didalam tas isterinya kemudian membuka nya. Tanpa meminta izin pada Beatrice, ia membuka pesan dari Rigel yang baru saja dikirimkan. Sesaat Kendrick sibuk dengan ponselnya dan terlihat mengirim kembali uang Rigel.
“ Sudah saya kirimkan kembali uang anda, silhakan di cek. “ Ucap Kendrick tanpa melepaskan tatapan sinis matanya pada Rigel. Sementara Rigel tidak henti – hentinya memandang wajah Beatrice yang masih sedikit lebam.
“ Bagaimana ceritanya kamu bisa menolong ku Gel? “ Kini terdengar suara Beatrice.
“ Malam itu aku sedang mencari rumah sewa, dan kebetulan ada teman yang merekomendasikan rumah didaerah itu. Lydia, adik perempuan ku mendapat pekerjaan di kota ini juga, jadi aku pikir lebih baik kami menyewa rumah yang sama. “ Rigel menjawab pertanyaan Beatrice.
“ Jadi anda kebetulan melihat mereka sedang mengeroyok istriku? “ Kendrick memotong pembicaraan mereka berdua sebelum mendengar Rigel menjawab pertanyaan Beatrice.
“ Iya benar, aku kebetulan melintasi tempat itu. Aku lihat Beatrice sangat tidak berdaya malam itu. Lalu bagaimana dengan para pengeroyok? Apakah sudah diproses? “ Tanya Rigel kemudian.
“ Aku tidak ingin memperpanjang masalah ini Gel. Aku takut jika ini hanya bentuk kekesalan fans Kendrick saja. “ Beatrice tertunduk.
“ Sayang! “
“ Be! “
Kedua pria itu bersamaan membentak Beatrice, saat mendengar keputusan Beatrice yang sudah bulat untuk idak menuntut atau memperpanjang kasus pengeroyokan yang sudah dialaminya.
__ADS_1
“ Mereka bisa menjadi jika ini dibiarkan Be. “ Suara Rigel terdengar meninggi.
“ Aku hanya tidak ingin mempersulit keadaan suami ku Gel, aku tidak rela jika kasus ini nanti berbuntut pada pekerjaan Kendrick. “ Beatrice tetap kukuh dengan pendiriannya.
“ Sayang! Aku tidak masalah dengan itu, biarkan Travis melanjutkan proses hukumnya. “ Ucap Kendrick cukup keras.
“ Ken, apakah kamu menjamin mereka tidak akan berbuat jahat lagi? Rasa ku mereka akan semakin membenciku jika proses hukum ini dilanjutkan. “ Rengek Beatrice lagi.
“ Sudahlah sayang, kita bahas nanti. “ Kendrick menjauh dari Beatrice kemudian duduk keatas sofa dan masih mengawasi Rigel dari kejauhan.
“ Maaf Tuan Kendrick, boleh saya dan Beatrice bicara berdua? Ada yang ingin saya sampaikan pada nya Tuan. “ Pinta Rigel tiba – tiba. Wajah Kendrick terlihat pias mendengar perkataan Rigel baru saja.
Tanpa menjawab permintaan pria yang sebaya dengan istrinya itu Kendrick langsung berajak dari sofa hendak memberikan keduanya privasi untuk berbicara.
“ Ken, tetaplah tinggal. “ Suara Beatrice menghentikan langkah Kendrick.
“ Bicara saja tidak apa – apa Gel, lagi pula Kendrick suamiku. Sudah semestinya ia tahu apa yang kita bicarakan. “ Beatrice menghela nafasnya panjang, ia tidak ingin melihat Kendrick marah, cemburu atau berprasangka terhadapnya.
Mendengar ucapan Beatrice baru saja, hati Kendrick dipenuhi dengan kelegaan. Ia bahagia karena nyatanya Beatrice benar – benar menganggapnya dan tidak ingin menyembunyikan apapun darinya. Kendrick kemudian kembali duduk keatas sofa yang semula ia tempati.
“ Baiklah. “ Ucap Rigel pasrah.
“ Jadi apa yang ingin kamu bicarakan Gel? “ Sambung Beatrice kemudian.
“ Be, aku ingin meminta maaf pada mu untuk kata - kata kasarku dipertemuan terakhir kita waktu itu bersama Orion. Aku tidak bermaksud mengatakan hal buruk pada mu, aku hanya sedang merasa kecewa karena kamu ternyata menikah dengan laki – laki lain. “ Beatrice hanya terdiam mendengar perkataan Rigel.
“ Tapi sekarang aku lega, kamu menikahi laki – laki yang lebih segalanya jika dibandingkan dengan ku Be. Hanya saja aku mohon padamu, jagalah dirimu sebaik – baiknya. Jangan pernah seperti ini, jangan pernah terluka lagi Beatrice. “ Rigel hendak menyentuh tangan Beatrice namun ia mengurungkannya, ia melirik laki – laki diatas sofa yang tidak mengalihkan sedikitpun pandangannya pada dirinya.
__ADS_1
“ Sudahlah Gel, biarkan ini berlalu. Sejujurnya aku kecewa saat kamu mengatakan hal itu padaku, tetapi aku menyadari kemarahanmu. Jadi biarlah ini berlalu Gel, tidak ada yang berubah. Kita tetap teman seperti dahulu. “ Beatrice menyunggingkan senyum tipisnya pada Rigel dan laki – laki itu hanya mengangguk.