
Sepanjang perjalanannya kembali menuju Ibu Kota Kendrick terlihat sangat cemas, bahkan ia tidak dapat memejamkan matanya. Perjalanan yang harus ditempuh Kendrick dengan tim nya masih sekitar dua jam dengan kecepatan mobil sedang hingga tinggi. Berkali – kali ia melirik jam tangan dengan strap kulit berwarna navy pada tangan kirinya. Berkali – kali ia juga memeriksa layar ponsel nya barang kali ada panggilan telepon dari kakaknya atau Travis.
“ Tidurlah Ken, akan kami bangunkan saat sampai dirumah sakit. “ Tutur Clovis lesu sambil melirik wajah tampan Kendrick dari sela – sela kursinya.
“ Aku tidak akan bisa tidur Clo, apa Laura sesibuk itu hari ini? Hingga ia tidak menjemput atau menemui Beatrice? “ Kendrick terlihat kesal.
“ Apakah kamu tidak mengenal istri mu Ken? Dia tidak akan meminta tolong jika itu tidak mendesak. “ Tangkas Clovis lagi.
Kendrick semakin terlihat frustasi, berkali – kali ia meremas rambutnya dengan kasar. Ia juga merasa bersalah karena tidak dapat menjaga Beatrice dengan baik terlebih setelah ia membawa Beatrice kehadapan publik.
“ Clo? Apa mungkin ini ulah Leanist? “ Ucap kendrick tiba – tiba.
Leanist, adalah sebutan untuk para penggemar Kendrick Leandro baik yang tergabung sebagai member fans club maupun tidak. Orang – orang yang menggilai dan mencintai Kendrick menamai diri mereka sebagai Leanist.
“ Leanist? Apakah mereka seanarkis itu Ken? Rasa nya tidak. “ Sanggah Clovis saat mendengar perkataan Kendrick.
Lelaki itu terlihat sangat lelah kemudian menyadarkan kepala nya pada punggung kursi dan memijat keningnya dengan pelan sambil memejamkan matanya. Tetapi Clovis tahu, Kendrick tidak tidur ia hanya berusaha menutupi kepanikan dan ketakutan yang sekarang sedang menyelimuti dirinya.
“ Clo? Apakah aku terlihat sangat bodoh? Bagaimana aku bisa kecolongan seperti ini? Bagaimana aku selengah ini sehingga Beatrice bisa diserang oleh mereka? “ Terdengar penyesalan dari mulut Kendrick.
“ Sudahlah Ken, ini namanya ujian pernikahan kalian. Kamu sudah berusaha melakukan yang terbaik Ken. Percayalah, Beatrice akan baik – baik saja. “ Clovis berusaha menghalau rasa bersalah yang menyeruak dalam hati Kendrick.
***
__ADS_1
Pukul satu lebih dua puluh menit dini hari mobil hitam yang dikemudikan Evan sudah terparkir dihalaman rumah sakit. Dengan tergesa – gesa Kendrick meninggalkan staf nya yang masih didalam mobil, ia berlari menuju bangunan rumah sakit sambil menelpon Hera.
“ Oke Kak, aku langsung naik. “ Ucapnya singkat saat Hera sudah memberi tahu ruang perawatan untuk Beatrice.
Lelaki berbadan tinggi tegap itu menekan tombol dalam lift dengan tidak sabar, sesekali ia terlihat menghentak – hentak kan kakinya karena lift terasa berjalan sangat lambat. Saat pintu besi itu terbuka, ia segera menghambur kedalam lorong – lorong ruang perawatan dan berusaha menemukan kamar istrinya.
“ Ken? “ Panggil Hera saat melihat lelaki tampan itu masuk kedalam kamar.
Wajah Kendrick tampak pias saat ia melihat Beatrice terbaring lemah tak berdaya dengan beberapa lebam di bibir dan sebelah matanya. Mata Kendrick berkaca – kaca saat melihat beberapa tangan Beatrice ditutup dengan kain kasa bekas jahitan.
“ Kak? Apakah sudah dilakukan pemeriksaan menyeluruh? “ Desak Kendrick pada Hera yang duduk disamping ranjang Beatrice.
“ Tadi sudah dilakukan pemindaian CT Scan hanya hasilnya belum keluar Ken. Besok kakak temani kamu menemui dokter, lalu biarkan Travis yang mengurus berkas laporan dan pemeriksaan cctv di kantor polisi. “ Sambung Hera sambil mengusap pundak Kendrick pelan.
“ Siapa yang melapor ke polisi Kak? “ Tanya Kendrick seraya mengusap rambut Beatrice perlahan.
“ Tidurlah Ken, pekerjaanmu sangat padat beberapa hari terakhir. Kami akan berjaga disini, Beatrice hanya tertidur karena pengaruh obat Ken. “ Travis beranjak dari sofa diseberang ranjang Beatrice.
“ Kenapa ada orang setega ini pada Beatrice ya Trav? “ Sesal Kendrick sambil mengusap rambut Beatrice dengan pelan. Ia memandang nanar wajah istrinya, ujung bibir Beatrice yang tipis itupun juga terluka.
“ Bagaimana jika ini perbuatan Leanist Ken? Apa yang akan kamu lakukan? “ Travis balik bertanya pada Kendrick yang kini duduk diatas ranjang tempat Beatrice terlelap.
“ Aku akan tetap memproses hukum Trav, aku tidak terima istri ku dibuat babak belur seperti ini. “ Kendrick menyentuh pelan tangan Beatrice yang menyembul diatas selimut.
__ADS_1
“ Sudah Ken, tidurlah kami akan berjaga. Aku minta Clovis menunda jadwal mu hingga tiga hari kedepan Ken. “ Travis menepuk pelan bahu Kendrick.
“ Tidak Trav, aku akan berjaga. Kalian tidurlah. “ Kendrick bersikeras menjaga Beatrice yang tampak tak berdaya diatas ranjang.
Melihat Kendrick yang cukup memaksa membuat Travis dan Hera menyerah, pasangan itu kemudian beranjak ke sofa dan memejamkan matanya sekerjap. Sementara Kendrick mengambil alih kursi yang berada disamping ranjang Beatrice. Pria tampan itu tak henti – henti nya mengalihkan pandangan matanya dari wajah Beatrice yang terlihat pucat. Dia juga tidak melepaskan genggaman tangannya dari jemari Beatrice, seoalah ia ingin menebus waktu – waktu yang ia habiskan tanpa Beatrice.
“ Maafkan aku sayang. “ Ucap Kendrick lirih seraya mengecup punggung tangan Beatrice.
***
“ Ken? “ Suara Beatrice terdengar lemah memanggil Kendrick yang tampak terlelap dengan menyandarkan kepalanya pada ranjang Beatrice, sementara tubuhnya tergolek diatas kursi kecil yang berada tepat disamping ranjang besi itu.
“ Sayang? “ Kendrick langsung terjaga dari tidurnya saat jemari Beatrice terasa pelan menyentuh ujung rambutnya yang bahkan masih terasa kaku karena pomade yang belum dibersihkan.
Kendrick memeluk tubuh Beatrice yang masih terbaring diatas ranjang dengan sepelan mungkin, ia takut membuat salah satu anggota tubuh Beatrice terasa sakit. Kendrick menarik tubuhnya dari pelukan lemah Beatrice, ia memandang wanita cantik yang sedang menangis itu.
“ Aku pikir, aku tidak akan melihat mu lagi Ken. “ Isak Beatrice dengan lemah.
“ Jangan pernah berkata seperti itu sayang, apa yang kamu rasakan? Mana yan akit sayang? “ Kendrick membelai rambut Beatrice lembut.
“ Semuanya Ken. “ Beatrice masih terdengar terisak.
“ Apa kamu tahu sayang, siapa yang menolong mu? “ Ucap Kendrick kemudian, Beatrice hanya mengangguk mengiyakan pertanyaan Kendrick.
__ADS_1
“ Kalau yang menyerangmu? Apakah kamu mengenali mereka sayang? “ Sambung Kendrick lagi, dan kali ini Beatrice menggelengkan kepalanya pelan.
“ Ken, jangan beritahu Ibu atau Kath jika aku sedang seperti ini. “ Pinta Beatrice dengan penuh harap. Hati Kendrick terasa pedih dan terluka, perkataan Beatrice seolah mengisyaratkan tidak ingin membuat orang tua nya khawatir. Seolah Beatrice tidak ingin Kendrick disalahkan oleh orang tuanya karena tidak becus menjaga dan melindungi istrinya.