THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
BERBAGI RANJANG


__ADS_3

Kendrick memandangi tubuh mungil Beatrice yang meringkuk diatas sofa, ia menggunakan bantal kepalanya untuk menutupi lekuk tubuhnya. Terlihat gadis itu menggosok lengannya dengan sisi tangannya yang lain, seperti sedang kedinginan.


“ Be, apakah nyaman tidur disitu ? “ ucap Kendrick pelan, takut jika mengganggu Beatrice.


“ Kamu mau mencobanya ? “ jawab Beatrice tanpa membalikkan tubuhnya.


“ Kenapa tidak tidur di ranjang saja? “ sambung Kendrick lagi. Sekelebat Beatrice bangun, bantal yang semula ia gunakan untuk menutup bagian tubuhnya jatuh terhempas ke lantai.


“ Kalau aku tidur di ranjang kamu akan tidur dimana? Sofa ini terlalu kecil untuk tubuhmu yang sebesar itu Ken “ sergah Beatrice mendengar ucapan Kendrick.


“ Ya aku tidur di ranjang juga, kita kan hanya tidur Beatrice tidak melakukan apapun. Apakah kamu akan melakukan hal ini selamanya? Tidur di sofa seperti ini juga? “ kata Kendrick lagi.


“ Hahaha, kita berbagi ranjang? Aku tidak pernah berminat Kendrick, aku bisa tidur dimana saja Ken, sudahlah tidak perlu terlalu memusingkan persoalan tidur Ken “ Beatrice menolak tawaran Kendrick.


“ Bukan begitu Beatrice, aku sangat tidak nyaman dan tidak tega melihatmu seperti itu. Dengarkanlah aku sekali saja Be, lagi pula aku juga tidak akan melakukan apapun padamu Be, kamu bukan tipe ku sama sekali, tubuhmu terlalu mungil buatku Beatrice. “ jawab Kendrick seraya terkekeh pada ucapannya sendiri. Sementara Beatrice hanya diam, terlihat ia sedang mempertimbangkan sesuatu didalam pikirannya.


“ Tubuhmu akan kesakitan jika setiap hari kamu tidur di sofa seperti itu Be, aku juga akan merasa bersalah  berkepanjangan kalau seperti ini setiap hari. Lagi pula ranjang di kamar ukurannya lebih besar, kita masih bisa dengan leluasa membagi tempat Beatrice “ sambung Kendrick lagi.


“  Kamu yakin tidak akan melakukan hal buruk padaku? “ tanya Beatrice penuh curiga.


“ Ya ampun Beatrice, jika aku berniat melakukan hal buruk pasti sejak pertama kita bertemu di hotel waktu itu aku sudah menerkam mu. Aku sudah bilang, kamu bukan tipe ku sama sekali Beatrice “ Kendrick berucap seraya menyilangkan kedua tangannya pada dada bidangnya itu.


“ Oke baiklah, jika kamu berani menyentuhku sedikit saja akan kupukul kamu Ken “ jawab Beatrice memberi  peringatan, sementara Kendrick hanya terkekeh melihat tingkah wanita yang merupakan istrinya itu.

__ADS_1


“ Be, Ibu akan membantu kita mencarikan supir untuk mu supaya kamu bisa lebih mudah saat mau kemana – mana, pakai saja mobil putih yang biasa ku pakai itu “ ucap Kendick sambil mengambil camilan yang ada diatas meja.


“ Aku belum perlu Ken, rumah mu juga sangat mudah diakses dengan kendaraan umum. Aku lebih suka naik kendaraan umum Ken, aku bisa bertemu dengan banyak orang setiap hari dan itu rasanya sangat menyenangkan “ Beatrice menolak saran Kendrick.


“ Be, akan lebih aman buatmu untuk membawa sopir pribadi, terlalu berbahaya saat kamu naik kendaraan umum Be, kamu ini istriku. “ Kendrick tetap memaksakan agar Beatrice tetap memakai supir pribadi. Sementara hati Beatrice berdesir saat Kendrick mengatakan ia adalah istrinya, hatinya bergejolak ia merasa dimiliki oleh seseorang. Ia merasa dimiliki oleh seorang pria yang luar biasa, meski sebenarnya pria itu mungkin tidak memiliki perasaan apapun padanya. Sekilas Beatrice terlihat mencubit dirinya sendiri, agar ia sadar bahwa maksud Kendrick hanyalah sebagai bentuk pertanggungjawabannya pada Beatrice.


“ Tetapi aku tidak berminat jika harus diikuti kemana – mana selama seharian Ken, aku terbiasa melakukan segala nya sendiri Kendrick “ Beatrice masih menolak.


“ Maka dari itu Beatrice, belajarlah untuk sedikit bergantung pada orang lain dan jangan terlalu mandiri. “ sama keras nya dengan Beatrice, pria itu tetap berusaha melunakkan hati Beatrice.


“ Ah sudahlah Ken, terserah kamu saja “ dengan kesal akhrinya Beatrice mengalah pada permintaan Kendrick.


“ Nah, gitu dong. Ngajak ribut terus “ ucap Kendrick dengan lega. Kemudian pria tampan itu segera menuju kamar mandi untuk menggosok giginya. Sementara Beatrice segera bangkit dari sofa dan segera melesat ketempat tidur.


Ia memilih tidur disisi kiri ranjang, kemudian ia meletakkan guling dibagian tengah ranjang sebagai sekat pemisah antara dirinya dengan Kendrick. Lalu wanita itu segera membaringkan badannya diatas ranjang, ia merasa sangat nyaman.


“ Iya, lagi pula tidak ada anggota badanmu yang dapat ku sentuh Be “ goda Kendrick seraya mematikan lampu.


“ Menyebalkan “ Beatrice mendengus sebal karena merasa diejek oleh Kendrick, kemudian wanita itu menarik selimut hingga menutupi bagian kepalanya.


Kendrick hanya tertawa melihat Beatrice kesal padanya, Pria tampan itupun segera merebahkan badannya lalu menarik sebagian selimut hingga menutupi dadanya.


“ Kamu tidak gosok gigi Be? “ tanya Kendrick yang tadi melihat Beatrice langsung menghambur ke atas ranjang.

__ADS_1


“ Sudah Ken, tadi sewaktu berganti baju “ jawab Beatrice sedikit kesal.


“ Oh? Hah, guling nya mengganggu saja “  ucap Kendrick lagi sambil menarik salah satu guling yang membatasi mereka , kemudian ia berbalik memunggungi Beatrice seraya memeluk gulingnya kemudian tak terdengar lagi suara Kendrick.


Mata Beatrice masih saja belum terpejam, meski ia telah menutupi badannya dari ujung kaki hingga ujung kepalanya. Ia malah kepanasan karena selimut menutupinya terlalu rapat, Beatrice lalu menyibakkan selimut yang ia kenakan hingga kepalanya terlihat menyembul diatas bantal. Sementara ia melihat ke arah Kendrick yang tidur terlentang seraya memeluk guling diatas tubuhnya,  sepertinya Kendrick juga kelelahan sehingga ia sudah terlelap meski belum lama ia naik keatas ranjang.


Waktu sudah menujukkan pukul dua dini hari, namun Beatrice masih saja terjaga, sementara lelaki disampingnya terlihat tidur dengan begitu nyenyaknya. Sesaat Beatrice memandangi pria yang tidur disampingnya itu, ia melihat  Kendrick tertidur seperti bayi.


“ Bahkan saat tidurpun kamu terlihat sangat tampat Ken “ bisik Beatrice hampir tak terdengar. Tanpa disadari tangan Beatrice terulur kearah wajah Kendrick, perlahan ia menyibakkan rambut Kendrick yang jatuh menutupi dahinya.


“ Aaaah “  ucap Kendrick dalam tidurnya seraya membalikkan badan menghadap ke Beatrice, karena kaget Beatrice pun serta merta juga membalikkan tubuhnya memunggungi Kendrick.


“ Sial, kenapa dia bisa selelap itu. Apakah aku terlalu gugup? “ Beatrice bergumam lagi. Entah sejak kapan Beatrice merasa sangat aneh dengan dirinya sendiri, ia mulai suka saat melakukan hal – hal kecil dengan Kendrick. Ia mulai merasakan jantungnya bergetar saat Kendrick melakukan sesuatu terhadapnya, meskipun hanya sekedar beradu pandang. Hatinya bisa melonjak kegirangan bahkan hanya dengan sentuhan kecil ditangannya, seperti saat Kendrick menarik tangannya sewaktu Rigel menelponnya tadi. Sesaat Beatrice tersenyum – senyum kecil saat mengingat perlakuan manis Kendrick, terlebih saat mengingat Kendrick yang dengan gagahnya mengucapkan janji pernikahan. Tanpa ia sadari kebahagiaan sudah menyeruak kedalam hati Beatrice.


***


Rockabye Baby Rockabye..


I’m gonna rock you.. Rockabye Baby don’t you cry..


Rokcabye (Rockabye-rocka-rocka-rocka-bye)


“ Assssssh menyebalkan “ Beatrice berteriak kesal saat mendengan HP nya berdering. Ia segera meraba kearah meja berusaha menemukan sumber suara, ternyata ia lupa menonaktifkan alarm di Hpnya.

__ADS_1


Wanita itupun membanting HP nya dengan sebal disisi ranjangnya, ia membuang selimut yang tadinya menutupi hingga hampir seluruh kepalanya. Saat ia menoleh kesisi tempat tidur ia tidak mendapati Kendrick disana, padahal waktu masih menunjukkan pukul enam lebih tiga puluh menit.


“ Ken? “ Beatrice memanggil Kendrick, ia menduga Kendrick ada dikamar mandi, namun tidak ada suara yang menyahut. Beatrice hanya celingukan karena nyawanya belum seluruhnya terkumpul, ia masih merasa kelelahan karena kurang tidur.


__ADS_2