
Tak lama setelah pembicaraan Beatrice dengan Kendrick diruang tunggu mereka keluar menuju studio. Kendrick terlihat sangat tampan hari itu, dengan sweater wool berwarna abu – abu yang dipadukan dengan denim dan ankle boot berwarna cokelat. Rambutnya disisir rapi dengan kacamata hitam menambah kesan gentle. Sementara Regina dengan sweater wool berwarna burgundy dengan celana denim dan sepatu kets berwarna putih. Mereka terlihat sangat serasi.
“ Wah serasi banget “ ucap salah satu crew saat melihat mereka mulai berpose. Beatrice hanya menatap tajam kearah Kendrick.
“ Mengapa pria sehebat dia memilih menikah dengan ku? “ batin Beatrice.
Beatrice melihat mata Regina saat tersenyum memandang Kendrick, tatapannya dalam seperti ada cinta disana. Kendrick juga tersenyum menatap Regina lembut, ia lalu melingkarkan tangannya pada pinggang Regina keduanya beradu pandang.
“ Iya, good Kendrick, tatap lebih lembut lagi “ ujar fotografer pada Kendrick.
“ Coba Regina pegang pipi Kendrick, ya seperti itu “ fotografer memberikan saran lagi seraya memutar lensanya menangkap gaya.
Setelah melakukan beberapa gaya, mereka mengganti outfit kedua untuk pemotretan hari itu, tidak dapat dipungkiri dengan pakaian apapun mereka terlihat sangat menawan. Tiba – tiba saat berganti pose Regina tergelincir oleh sepatu hak tinggi nya, dengan cepat Kendrick meraih Regina. Kendrick mendekap erat Regina agar tidak jatuh, kemudian ia membantunya berdiri lagi. Sorot mata Kendrick seolah bertanya ‘ kau baik – baik saja? ‘, kedua nya tampak malu – malu saat sudah kembali dengan posisi berdiri.
“ Bisa break sebentar? “ tanya Regina pada Tim, lalu fotografer mengiyakan permintaannya. Beatrice kemudian meminta salah seorang crew mengikuti Regina memastikan bahwa Regina baik – baik saja. Beatrice menghela nafas cukup keras saat ia beradu pandang dengan Kendrick.
“Jika memang masih ada cinta diantara mereka mengapa memilih menikah denganku?” gumam wanita itu kecil, hampir tak terdengar oleh siapapun. Tanpa ia sadari, Beatrice melempar draft content keatas meja kemudian meraih satu botol air mineral disana. Perasaan kesalnya pada Kendrick belum menghilang, bertambah adegan seperti itu membuatnya semakin merasa bodoh.
“ Nona, apakah Nona baik – baik saja? “ suara Clovis terdengar ditelinga Beatrice.
“ Ah kau mengagetkan ku saja Clo “ jawab Beatrice pada Clovi
“ Kulihat sejak dari Ruang Tunggu, Nona terlihat sangat kesal “ Clovismengabaikan nada protes Beatrice.
“ Sudah kubilang panggil aku Beatrice, tidak perlu Nona “ justru Beatrice ketus padanya. Clovis tidak melakukan kesalahan apapun, namun Beatrice malah bertingkah sangat aneh. Seolah ia memang benar – benar sedang cemburu pada calon suaminya, yang masih memiliki hubungan dekat dengan mantan kekasihnya. Clovis hanya terdiam saat mendengar Beatrice menjawabnya dengan nada tinggi, sementara beberapa crew hanya tertunduk lesu saat mendengar bentakannya baru saja.
__ADS_1
“ Maafkan aku Clo aku sedikit sensitive, sudah pemotretannya akan dimulai lagi “ Beatrice meminta maaf pada Clovis karena menyadari kesalahannya membentak Clovis tanpa sebab.
Beberapa saat terlihat Regina kembali ke studio, mereka melanjutkan kembali pengambilan gambar untuk project kali ini. Beatrice merasa ada yang salah dengan dirinya dan emosinya, dia merasakan sesuatu yang janggal dengan hati nya. Terkadang ia sangat berbunga – bunga saat Kendrick sedang bersama nya, bahkan ia menyukainya saat Kendrick melakukan sentuhan – sentuhan kecil padanya. Namun dia juga bisa marah saat melihat tindakan Kendrick yang seolah – olah memang tidak menganggap keberadaannya.
“ Tenang Beatrice, tenang “ Beatrice mencoba menstimulasi dirinya sendiri.
“ Be! “ Rigel mengagetkannya disela – sela pengambilan gambar.
“ Hai? Ada apa Gel? Kau tahu aku disini? “ ujar Beatrice mendekatinya.
“ Kamu resign? Kenapa? “ tanya Rigel blak – blakan.
“ Baru tadi pagi aku mengajukan ke Pak Richard dan kamu sudah tau? “ Beatrice keheranan mendengar pertanyaan Rigel.
“ Sudahlah dunia tak akan runtuh tanpa ku Gel! “ kata Beatrice seraya tertawa dan membuat Rigel terlihat semakin sedih.
Pemotretan pun usai, mereka segera berkemas dan Beatrice segera turun melanjutkan pekerjaannya yang lain. Beatrice juga sudah berjanji untuk makan siang dengan Rigel hari ini, setidaknya ia harus berpamitan pada Rigel.
>>> Kendrick Leandro wrote message <<<
“ Aku langsung ke Bandara, tidak kah kamu menemuiku dulu? “
Sekilas Beatrice melihat Kendrick mengirim pesan saat ia sudah keluar dari studio.
“ Menemui mu? Buat apa? Melihat mata kesal dan marah mu karena aku mendengar obrolanmu dengan Regina? “ Beatrice menggerutu dalam hatinya
__ADS_1
>>> Beatrice wrote message <<<
“ Apakah ada yang ingin kau bicarakan? Lewat telpon saja aku sedang sibuk hari ini. “
Beatrice mengirim pesan balasan untuk Kendrick, Beatrice merasa cukup malas bertemu dengannya. Terkadang ia terlihat baik tapi lebih sering bersikap dingin dan marah tanpa sebab pada Beatrice, sikapnya membuat Beatrice bingung.
Kriiiing ... Kriiinggg
HP Beatrice tiba – tiba berdering setelah terlihat laporan pesan nya dibaca oleh Kendrick.
“ Be aku langsung ke Bandara ya, kabari aku jika pengajuan resign mu sudah disetujui “ suara Kendrick terdengar dari sambungan telepon.
“ Oke, ku kabari segera. Hati – hati dijalan “ Beatrice menjawabnya singkat.
“ Kamu kenapa Be? Persoalan Regina lagi? “ tiba – tiba Kendrick menyebutkan nama Regina dalam pembicaraan mereka.
“ Omong kosong apa ini? Bukan kah kamu yang tiba – tiba menatapku marah karena mendengar pembicaraan kalian? “ semakin sebal Beatrice dibuat oleh sikap Kendrick yang mudah sekali berubah – ubah.
“ Maafkan aku Be, aku tidak bermaksud begitu “ ucap Kendrick pada Beatrice seolah benar – benar merasa bersalah. Terlihan Clovis yang ada didekat Kendrick hanya diam melihat artisnya sedang ‘bertengkar’ dengan calon istrinya.
“ Ah sudahlah, hati – hati dijalan. Aku mau melanjutkan pekerjaanku. “ segera Beatrice mematikan sambungan telepon sebelum Kendrick menjawab apapun.
Semakin hari Beatrice menjadi tidak memahami sikap Kendrick, ia bingung membedakan sikapnya yang sungguhan atau hanya sekedar berdrama karena ada Clovis. Baru dalam tahap ini saja Beatrice merasa Kendrick sudah sering membuatnya kesal, apalagi nanti saat ia sudah ‘menikah’ dan tinggal satu rumah dengannya.
Beatrice sendiri juga tidak memahami kondisi hatinya, terkadang ia sangat bahagia saat berada didekat Kendrick. Dia juga bahagia saat Kendrick memperlakukannya selayaknya kekasihnya, namun ia marah jika Kendrick terlihat dengan perempuan lain. Terkadang ia juga kesal saat Kendrick marah tanpa sebab pada nya.
__ADS_1