
Beatrice menarik tubuhnya dari peluka tulus Ibu mertuanya yang juga sedang meneteskan air mata itu, tidak jauh berbeda Hera juga menangis sambil menatap nanar wajah sendu Beatrice.
“ Regina Bu, perempuan itu. “ Bisik Beatrice lemah berusaha menahan tangisnya.
“ Regina? Bagaimana kamu tahu Beatrice? “ Hera dengan bingung memandang wajah Beatrice lalu berganti memandang wajah Ibunya. Beatrice beranjak dari tempat tidurnya lalu mengambil jam tangan berwarna hitam milik Kendrick dari dalam tas nya.
“ Dia menemui ku di Kedai kak, lalu dengan sengaja mengembalikan ini. Itu milik Kendrick kak. “ Beatrice menyodorkan jam tangan itu pada Kakak Iparnya.
“ Apa? Dia sengaja melakukan itu? “ Ibu Kendrick memukul dadanya dengan pelan, merasa sesak melihat kelakukan putra kesayangannya itu.
“ Bagaimana dia bisa tahu itu kedai kopi Beatrice? “ Hera dengan bingung melontarkan pertanyaan pada Beatrice.
“ Aku juga tidak tahu Kak. “ Beatrice menggelengkan kepalanya lemah.
“ Bagaimana Kendrick setega ini. “ Ibu Kendrick lagi – lagi memeluk tubuh Beatrice yang masih terlihat lemas tidak berdaya.
***
Kendrick meninggalkan kantor agensi dengan perasaan yang semakin tidak karuan, bahkan ia harus keluar dari bangunan mewah itu dengan menyelinap dan sembunyi – sembunyi. Banyak wartawan yang sudah menunggunya untuk mendapatkan konfirmasi tentang berita yang tengah menjadi perbincangan hangat diseluruh penjuru negeri.
Dengan ketangkasan Clovis ia bisa memperdayai wartawan yang menunggunya didepan kantor agensi. Bahkan saat ia hendak masuk kedalam rumah pun ia melihat beberapa wartawan mengintai kediamannya. Beruntungnya rumah Kendrick cukup canggih, dilengkapi dengan pintu garasi bersensor yang bisa terbuka secara otomatis saat mobilnya mendekat kearah pintu. Sehingga ia tidak akan kerepotan menghalau para pemburu berita.
Setibanya didalam rumah Kendrick langsung menuju kamarnya, ia melihat sekilas Bibi Rasi membawa makanan ke kamar atas. Ia tahu pasti itu untuk Beatrice, tetapi laki – laki itu tidak menduga jika Ibu serta Kakaknya berada didalam kamar itu.
“ Sayang? “ Panggil Kendrick saat ia masuk kedalam kamar setelah Bibi Rasi.
__ADS_1
“ Bi, tinggalkan saja bubur nya. Biar aku yang menyuapi Beatrice. “ Sambung Hera mengagetkan Kendrick.
“ Untuk apa kau pulang? “ Dengan sinis Hera menyambut kehadiran adik laki – laki nya itu. Sementara Beatrice lagi – lagi menitikkan air matanya saat melihat Kendrick berada didekatnya.
Plakk!!
Terdengar suara telapak tangan beradu dengan pipi yang cukup keras, Ibu Kendrick sambil menangis menampar wajah tampan anak laki – laki nya itu. Sementara Kendrick terlihat mematung menundukkan kepala nya, ia tampak sangat merasa bersalah dengan perbuatan yang sejujurnya dia sendiri tidak ingat.
“ Kamu sudah cukup menyakiti Beatrice, masih kurang? Hingga dia sendiri mendatangi Beatrice mengembalikan barang mu yang tertinggal! Apa sebenarnya tujuan mu menikah Ken? Ibu sangat kecewa pada mu! “ Mata Ibu Kendrick terlihat berapi – api meluapkan amarahnya.
“ Siapa? Siapa yang mendatangi mu Sayang? “ Kendrick mengabaikan Ibu nya dan langsung mendekati Beatrice.
Kendrick meraih tangan istrinya itu perlahan, tetapi Beatrice menolaknya dan memukul tubuh Kendrick dengan lemas sambil menangis sejadi – jadinya. Tidak sengaja kerah sweater Kendrick tertarik oleh Beatrice, membuat sebagian lehernya yang semula tertutup tampak tersingkap.
“ Hah! Jadi benar pemberitaan diluar sana kamu tidur dengan dia? Dengan Regina hingga ada bekas – bekas seperti itu? “ Sama kesal nya Hera memukul tubuh Kendrick dengan bantal yang ada diatas ranjang saat tidak sengaja melihat bekas merah tertinggal pada leher Kendrick.
“ Jadi Regina mengatakan aku tidur dengan nya semalam? Apa yang dia kembalikan? “ Kendrick menggoyangkan dengan pelan tubuh istrinya yang lemas itu, namun Beatrice hanya membisu membiarkan air mata nya yang menjawab segala rasa penasaran Kendrick.
“ Lihatlah! “ Hera melemparkan jam tangan Kendrick tepat didepan wajahnya.
Kendrick menarik nafasnya panjang lalu menghembuskannya kasar dari mulutnya, sama halnya dengan Beatrice ia juga merasa tercabik – cabik. Bagaimana mungkin dia bisa tidur dengan wanita yang telah menyakitinya dahulu.
“ Biarkan Beatrice tinggal bersama Ibu. Bereskan masalahmu dengan wanita itu, sisa nya biarkan Beatrice yang menentukan. “ Ucap Ibu Kendrick terdengar seperti sebuah perintah tak terbantahkan.
“ Bu, biarkan Beatrice di rumah ini Bu. Aku tidak ingin Beatrice meninggalkan ku. “ Kendrick memohon pada Ibu nya.
__ADS_1
“ Aku ingin tinggal bersama Ibu. “ Beatrice memotong perkataan Kendrick.
“ Kau sudah mendengar bukan? Beatrice akan ikut bersama Ibu! “ Ibu Kendrick merangkul pundak Beatrice berusaha menguatkan Beatrice yang sedang hancur.
Hera mengemas beberapa pakaian Beatrice dibantu oleh Bibi Rasi, sementara Beatrice sedang disuapi oleh Ibu Kendrick diatas ranjangnya. Pada sudut lain dalam ruangan yang sama terlihat Kendrick duduk mematung diatas sofa memandang istrinya dari kejauhan. Rasa sesal dan bersalah menyelimuti seluruh hatinya.
Kendrick benar – benar ingin mendekap erat tubuh istrinya, ia ingin memohon pengampunan dari wanita yang sangat ia cintai itu. Hati nya terasa sakit melihat Beatrice begitu terluka oleh tingkahnya. Kendrick beranjak dari tempat duduknya kemudian mendekati Beatrice yang sudah menyelesaikan makan siangnya.
“ Sayang, aku mohon tinggalah dirumah. Jangan tinggalkan aku, aku tidak sanggup Beatrice. “ Kendrick mendekap erat tubuh Beatrice seraya menitikkan air matanya.
“ Jika tidak sanggup kehilangan ku kenapa harus tidur bersamanya Ken? “ Tangis Beatrice semakin pecah menambah pilunya hati Ibu Kendrick dan Hera.
Melihat Kendrick sedang berusaha menjelaskan apa yang terjadi, wanita paruh baya itu menarik Hera dan Bibi Rasi agar keluar dari dalam kamar. Membiarkan pasangan itu berbicang dan memberi ruang agar mereka bisa saling mendengarkan.
“ Aku benar – benar tidak ingat dengan kejadian semalam sayang, bahkan saat aku bangun aku tidak menemukan orang lain. Aku bahkan tidak tahu itu Regina, beri aku waktu sayang aku akan menyelesaikan semuanya. Aku yakin ini adalah kesalahpahaman. “ Kendrick menggenggam erat tangan Beatrice.
“ Sayang, aku tahu ini disengaja. Pasti ada orang lain yang berencana menghancurkan kehidupanku dan kehidupan rumah tangga kita, orang itu pasti sengaja mengambil foto ku saat aku tak sadarkan diri. Ada orang lain didalam kamar itu yang mengambil foto ku sayang. Aku mohon percaya lah. “ Suara Kendrick semakin terdengar memohon.
Beatrice kembali mengingat foto – foto yang ada didalam berita, ia baru menyadari memang sepertinya ada orang lain yang dengan sengaja memotret Kendrick. Lalu media terkesan menutupi wanita yang tidur bersama Kendrick itu. Sesaat muncul harapan didalam hati Beatrice, tetapi sekerjap hati nya terasa pilu mengingat bekas merah yang tertinggal pada dada dan leher suaminya.
“ Lalu ini, bagaimana kamu bisa menjelaskan Ken? “ Beatrice menyentuh hickeymark yang ada pada leher Kendrick.
“ Pasti ini kesengajaan sayang, ia pasti sengaja ingin membuatmu melihat ini. “ Kendrick masih memohon pada istrinya. Sejenak Beatrice tampak berfikir, ia sedang meyakinkan dirinya bahwa Kendrick tidak akan melakukan hal serendah itu. Kendrick pernah merasakan sakitnya dikhianati, ia tidak akan melakukan hal yang sama.
“ Baiklah, aku tidak akan pernah meninggalkan rumah ini. Tapi, jika memang kamu tidak dapat meluruskan kesalahpahaman ini rasa nya aku tidak bisa bersama mu Ken. “ Suara Beatrice tercekat, ia menahan tangis.
__ADS_1
“ Berikan aku waktu sayang. “ Kendrick memeluk tubuh istrinya dengan erat lalu mencium dengan lembut puncak kepala Beatrice.