
Setelah obrolan di hari kedatangan Regina ke rumah Kendrick, Beatrice kembali menjadi gadis pendiam. Ia tidak banyak berbicara pada Kendrick, hanya sesekali saat mereka mengikuti pembekalan pra nikah saja barulah mereka berkomunikasi. Bahkan saat Kendrick kembali dari bekerja pun Beatrice enggan untuk mengobrol dengannya. Hingga tiba di hari pernikahan mereka, Beatrice masih dengan sikap yang sama.
“ Wah Kak, kamu cantik sekali “ ucap Kath terkagum melihat wajah cantik Beatrice yang tersapu dengan riasan natural dan hangat. Terlebih tubuh mungil Beatrice dibalut dengan gaun garapan Tony yang membuatnya terlihat sangat elegan.
“ Terima kasih Kath, lihatlah kamu juga sama cantiknya “ puji Beatrice pada adik semata wayangnya itu. Kemudian Kath memeluk kakaknya dengan hangat.
“ Permisi Kath, bolehkah aku bicara dengan kakak mu sebentar? “ tiba – tiba terdengar suara Kendrick mengagetkan mereka berdua.
“ Oh tentu saja Kak Ken, silahkan. Aku menemui Ayah dan Ibu dahulu dikamar sebelah “ Kathleen segera meninggalkan mereka berdua menuju kamar rias yang lain.
Kemudian Kendrick duduk di samping Beatrice, pria itu menatap wajah Beatrice lekat. Sementara Beatrice tidak menoleh sedikitpun ke arah Kendrick, mata nya tetap tertuju ke arah jendela kaca yang ada di depannya.
“ Kamu cantik sekali Beatrice “ puji Kendrick pada calon mempelainya itu.
“ Terima kasih, berkat uang yang banyak kau keluarkan sehingga aku bisa secantik ini “ terdengar nada sarkas dari jawaban Beatrice.
“ Apakah kamu masih marah pada ku Be? Maafkan aku terlalu kasar pada mu hari itu “ ucap Kendrick dengan sangat tulus.
“ Sudahlah Ken, pada akhirnya meski kita menikah kita harus mengurus masalah kita sendiri – sendiri, seperti yang kamu katakan waktu itu. “ kali ini Beatrice menoleh ke arah Kendrick. Sesaat ia menyadari betapa tampannya pria yang duduk disamping nya itu.
“ Maafkan aku Beatrice, aku tidak bermaksud begitu. Tapi aku sangat berterima kasih Beatrice, karena kamu tetap bersedia menolongku hingga sejauh ini “ kemudian tiba – tiba Kendrick memeluk Beatrice seraya menepuk – nepuk punggung Beatrice ringan.
Beatrice tidak menjawab apapun permohonan maaf Kendrick, juga tidak memberikan penolakan untuk pelukan yang diberikan oleh Kendrick. Jatung nya justru berdesir dengan lebih cepat, perasaan yang tidak ia sadari kembali menyeruak kedalam hatinya. Pelukan Kendrick perlahan meluluhkan kekesalan yang ia pendam selama ini.
Tok.. tok .. tok
Sesaat terdengar suara ketukan pintu dari luar, Kendrick dan Beatrice pun segera melepaskan pelukan mereka.
__ADS_1
“ Silahkan masuk “ jawab Kendrick.
“ Tuan, Nona, mari segera ke ballroom upacara pernikahan segera dimulai “ terlihat seorang wanita petugas wedding organizer mempersilahkan pasangan itu menuju ruangan pesta.
“ Ayo Be “ Kendrick kemudian membantu Beatrice berdiri, dengan sigap ia menuntun tangan Beatrice dan mengaitkannya pada lengan sebelah kirinya.
Teng... teng.. teng..teng.. teng.. teng.. teng
Terdengar alunan nada lembut dimainkan dari piano yang ada disudut ruangan, dekorasi ruangan terlihat sangat hangat dengan nuansa putih dan cream, bunga mawar berwarna peach terlihat cantik menyemarakkan hari itu. Para tamu undangan juga sudah terlihat memenuhi kursi – kursi yang disusun mengelilingi meja bulat yang menghadap ke arah panggung pernikahan.
Kemudian sepasang mempelai menapaki karpet berwarna merah menuju altar, dengan gagah Kendrick menuntun mempelainya, keduanya terlihat sangat sempurna namun kegugupan tersirat diwajah Beatrice. Ketampanan Kendrick membius seluruh orang yang ada disana, dengan balutan texudo hitam serta bunga baby breath yang dipasangkan pada dada sebelah kanannya. Rambut nya disisir rapi dan disibakkan ke arah belakang, membuat semua orang tak berhenti menatapnya. Sementara Beatrice terlihat sangat anggun, dengan gaun putih tulang yang ia kenakan. Riasan diwajahnya juga terlihat sangat natural, kecantikan Beatrice terpancar begitu sempurna.
“ Saya Kendrick Leandro dengan kesungguhan hati menyatakan bahwa Beatrice adalah istri saya yang sah pemberian Tuhan, saya berjanji akan menjadi penolongnya yang setia dalam keadaan suka maupun duka, sehat maupun sakit, dalam keadaan bekelimpahan maupun berkekurangan sampai maut memisahkan kami “ terdengar lantang Kendrick mengucapkan sumpah pernikahan dihadapan pemuka agama.
“ Lalu bagiamana dengan Anda Nona Beatrice? “ sambung pemuka agama itu saat Kendrick selesai mengucapkan sumpahnya.
Rasa bahagia, rasa berdosa sesaat menyeruak dan mencekat ulu hati Beatrice. Entah mengapa ia sangat bahagia bisa berdiri bersama Kendrick disana, dengan mengucapkan kata – kata sakral penuh makna itu. Sementara ia merasa berdosa pada Tuhan nya karena pernikahan yang mereka lakukan bukan lah pernikahan yang didasari oleh cinta kasih, hanya sebuah pernikahan pura – pura yang mereka lakukan dengan cara sungguhan.
Namun tak ayal, pernikahan tersebut tetap terlihat sakral dan tak terelakkan dari hujan air mata, Ibu Beatrice terlihat menangis begitu pula dengan Ibu Kendrick, Kathleen juga Hera. Mereka semua menangis karena bahagia, mereka mengira orang – orang yang mereka cintai benar – benar menemukan separuh hatinya dan siap melalui perjalanan panjang dalam bahtera rumah tangga.
“ Tuan Kendrick Leandro silahkan pasangkan cicin tanda cinta kasih saudara ke jari manis tangan kanan isteri saudara “ sambung pemuka agama seraya mengambil cicin yang dibawa oleh Kath.
Kendrick pun memasangkan cicin emas berwarna putih kejari manis tangan kanan Beatrice yang mungil. Cicin polos yang terlihat sangat elegan pun telah melingkar dijari Beatrice, tandanya ia adalah milik Kendrcik.
“ Nona Beatrice silahkan pasangkan cicin tanda cinta kasih saudari ke jari manis tangan kanan suami saudari “ giliran pemuka agama tersebut menyerahkan pasangan cincin yang sudah Beatrice kenakan agar dipakaikan pada jari manis tangan kanan Kendrick, sebagai tanda bahwa Kendrick adalah milik Beatrice.
“ Baiklah, biarlah setiap hal yang terucap selalu menjadi pegangan bagi mempelai berdua dalam menjalani kehidupan rumah tangganya hingga maut memisahkan. “ ucapan pemuka agama tersebut seraya menengadahkan tangannya diatas kepala Beatrice dan Kendrick.
__ADS_1
Kemudian mempelai beserta ayah kedua mempelai dengan masing – masing saksi menandatangani berkas legal pernikahan Beatrice dan Kendrick, yang artinya pernikahan mereka juga telah disahkan secara hukum negara. Segala prosesi upacara pernikahan Kendrick dan Beatrice berjalan dengan baik dan lancar, dan pesta pun dimulai.
Tidak banyak tamu yang hadir, hanya kerabat dekat dan rekan kerja Kendrick dari managementnya yang menghadiri prosesi sekali seumur hidup tersebut, mereka silih berganti memberikan ucapan untuk pasangan yang baru saja menikah itu. Tidak ada wartawan, dan tidak diperbolehkan mengambil gambar dengan kamera pribadi maupun HP. Benar – benar peraturan pesta yang sangat unik, hal ini Kendrick lakukan semata – mata untuk menjaga Beatrice dan keluarganya.
Meski demikian pesta justru berlangsung dengan sangat meriah, tamu undangan bisa membaur satu dengan yang lain secara intim tanpa batasana gadget. Beberapa penyanyi ternama juga turut hadir memeriahkan pesta pernikahan Kendrick dan Beatrice. Teman – teman Kendrick dari kalangan selebriti juga menghadiri upacara pernikahan tersebut, dan mereka semua sama – sama terkejutnya dengan pernikahan Kendrick yang dibilang cukup mendadak dan tidak dihelat dengan acara yang lebih besar.
“ Selamat Ken! Jadi alasan mu mengadakan pesta pernikahan secara tertutup apakah karena kamu ingin menutupi kecantikan istrimu dari dunia luar? “ ucap Alex, seorang selebriti papan atas yang juga dikenal sebagai salah satu teman dekat Kendrick.
“ Hahaha tentu saja Lex, bahkan aku tak akan biarkan sedetikpun kau meliriknya “ gurau Kendrick seraya menggapit pinggang mungil Beatrice.
“ Selamat datang di dunia Kendrick Nona Beatrice, kalian sungguh hebat dalam menyembunyikan hubungan. Jika ada yang ingin Nona ketahui soal Ken, hubungi saja aku. “ seraya menaikkan alisnya Alex menggoda Beatrice
“ Panggil dia Nyonya Leandro ya Lex! Hahaha “ kembali gelak tawa terdengar diantara Kendrick dan Alex. Kemudian Alex pamit undur kembali ke meja nya untuk kembali mengikuti pesta yang disiapkan.
Sesaat terlihat Clovis berjalan mendekati Kendrick dan Beatrice yang masih duduk di kursi pengantin.
“ Selamat Ken, berbahagialah selalu “ ujar Clovis seraya memeluk Kendrick dengan dekapan yang sangat erat, Clovis menitik kan air matanya karena haru. Bagaimana tidak, Clovis adalah orang yang selalu bersama – sama dengan Kendrick hampir dalam waktu dua puluh empat jam dalam sehari selama satu minggu.
“ Terima kasih Clo, baik atas dukungan mu maupun kerja keras mu untuk selalu menjagaku “ Kendrick menepuk bahu Clovis ringan.
“ Beatrice, aku akan selalu melapor pada mu jika Kendrick bertingkah “ Clovis menjabat tangan Beatrice seraya mengedipkan sebelah matanya.
“ Terima kasih Clo, aku juga akan berusaha untuk menjaga Kendrick “ jawab Beatrice dengan menyunggingkan senyuman, berusaha membuat Clovis sedikit lebih tenang.
“ Panggil dia Nyonya Leandro ya Clo, jangan hanya memanggil dia dengan nama nya saja“ ucap Kendrick pada Clovis diiringi cubitan kecil pada bahu Clovis, dan mereka bertiga terbahak.
Riuh suara musik dan alunan lagu masih mengiringi mereka hingga senja datang menjemput, sampai akhirnya pesta pun usai.
__ADS_1