
Tepat pukul tujuh malam, Beatrice melenggang dari ruang ganti dengan mengenakan knit sweater berwarna abu – abu terang dengan joger pants hitam. Ia duduk pada sofa panjang didalam kamar sembari menunggu kedatangan suaminya.
Tok..tok..tok
Terdengar seseorang mengetuk pintu dengan singkat, Beatrice beranjak dari atas sofa hendak menilik seseorang yang mengetuk pintu. Belum sampai ia menggapai pengangan pintu kamarnya, Kendrick sudah terlihat menyembul dari balik lorong didepan kamar.
“ Ah, aku kira Bibi. “ Beatrice tersenyum dengan sumringah karena orang yang ia nantikan akhirnya datang.
“ Jadi kamu ingin pergi kemana sayang malam ini? “ Tanya Kendrick saat melihat istrinya berpakaian kasual.
“ Amusement Park! “ Ucap Beatrice dengan sangat antusias.
“ Hahaha, baiklah anak manis. Aku mandi sebentar. “ Kendrick mengusap rambut istrinya pelan kemudian melenggang kedalam kamar mandi.
Tidak berapa lama Kendrick sudah siap, malam itu ia memakai kemeja pendek dengan kerah shanghai berwarna putih dan merangkapi nya dengan sweater berwarna senada dengan yang dipakai Beatrice. Baseball cap berwana hitam juga masker polos berwarna senada tidak luput menjadi aksesoris Kendrick malam itu.
“ Sayang, apakah kamu keberatan jika aku membawa Sam? “ Tanya Kendrick seraya mengenakan topi nya itu.
“ Tentu saja tidak sayang, aku tahu kamu pasti lelah. “ Beatrice memeluk tubuh Kendrick sesaat, Pria itu mengusap pelan rambut istrinya.
“ Pakai ini. “ Kendrick memakaikan topi yang sama dengan miliknya pada kepala Beatrice, ia juga memakaikan masker hitam untuk menutupi sebagian wajah istrinya.
“ Aku hanya tidak ingin acara kencan kita diganggu oleh fans. “ Ucap Kendrick seraya membetulkan posisi masker pada wajah Beatrice.
***
Sam memarkirkan mobil Kendrick pada bagian terdekat dengan loket masuk, pria berbadan tegap itu membiarkan Kendrick dan Beatrice masuk kedalam taman hiburan sementara ia standby didekat area parkir.
Setelah membeli tiket masuk pasangan itu segera menghambur kedalam taman hiburan dan membaur dengan keramaian hari itu. Kendrick tidak melepaskan tangannya dari genggaman tangan mungil Beatrice dan mengikuti kemanapun kaki Beatrice melangkah.
__ADS_1
“ Aku mau naik itu sayang! “ Beatrice menunjuk bianglala, wahana kesukaannya.
“ Okay, aku beli tiket dahulu. “ Dengan sabar Kendrick mengantri pada barisan loket untuk membeli tiket bianglala sesuai dengan keinginan Beatrice.
Tidak berapa lama Kendrick kembali menuju tempat Beatrice menunggunya, ia memegang dua lembar tiket ditangannya. Lelaki itu kemudian meraih pinggang Beatrice dan membimbingnya masuk pada antrian wahana. Keduanya kemudian masuk kedalam bilik berwarna merah muda itu dan duduk saling berhadapan.
Beatrice mengedarkan pandangannya melalui kaca dalam biliknya dengan tatapan kagum, ini kali pertamanya menyaksikan pemandangan kota dimalam hari dari ketinggian. Hati nya di penuhi bulir – bulir kebahagiaan, terlebih kali ini dia berkesempatan untuk pergi bersama laki – laki yang sangat ia cintai, Kendrick Leandro.
“ Apakah kamu sangat senang sayang? Aku lihat dari matamu kamu tidak berhenti tersenyum. “ Ucap Kendrick tanpa melepaskan genggaman tangannya.
“ Tentu saja, ini kencan pertama kita sayang. “ Beatrice juga semakin mengeratkan genggaman tangannya pada Kendrick.
“ Dan iki adalah kali pertama ku berkencan dengan cara biasa dan tidak terbebani apapun. Bahkan cara sesederhana ini aku bisa membuatmu tersenyum sayang. “ Perasaan Kendrick membuncah, ia sangat ingin memeluk dan mencium wanita didepannya namun ia menahan dirinya.
***
Setelah dua kali putaran mereka turun dari dalam bilik yang mirip dengan sangkar burung tersebut. Kendrick merangkul pundak istrinya seraya membetulkan topi Beatrice, Kendrick merasakan kebahagiaan menyusup didalam hatinya.
“ Aku tidak tahu sayang, ternyata hanya sesederhana ini untuk bisa membuatmu bahagia. “ Bisik Kendrick tepat pada telinga istrinya.
“ Aku bahagia melakukan apapun saat itu bersama mu Ken. “ Beatrice menautkan tangannya pada pinggang Kendrick.
Mereka berdua berjalan menyusuri setiap sudut taman hiburan, hingga akhirnya mereka mendapati sebuah kolam besar. Kolam harapan, banyak orang akan melemparkan koin dan menyampaikan permohonan. Konon, setiap orang yang memohonkan sesuatu akan terkabul jika koin yang dilempar tepat masuk kedalam mangkok yang dipegang oleh patung didasar kolam.
“ Ayo kita buat permohonan! “ Beatrice dengan semangat menarik tangan Kendrick menuju kolam permohonan.
“ Haha permainan apa ini sayang? Tidak aku tidak akan melakukannya. “ Kendrick menolak ajakan Beatrice untuk melemparkan harapan didepan kolam itu.
“ Ayolah Ken, sekali saja. Aku benar – benar melakukannya. “ Pinta Beatrice dengan manja seraya meraih menggoyang – goyangkan tangan Kendrick pelan. Melihat Beatrice memasang wajah memohon akhrinya Kendrick tidak sanggup menolaknya.
__ADS_1
“ Hmm baiklah. “ Kendrick pun mengalah dan mengikuti Beatrice berjalan menuju depan kolam harapan.
Terlihat Beatrice mengulurkan satu keping uang logam berwarna metalik kepada Kendrick yang baru saja ia ambil dari dalam tasnya. Wanita itu kemudian melempar dengan pelan uang logamnya.
Pluk!
Uang jatuh kedalam kolam dan tepat masuk kedalam mangkok permohonan, meski Beatrice tidak melihat kemana koin itu masuk ia tetap meyakini bahwa apa yang menjadi permohonannya akan dikabulkan. Sesaat ia melipat tangannya dan memejamkan mata, tampak ia sedang berdoa memohonkan harapannya. Kendrick hanya menatap wajah cantik istrinya yang tertutup masker itu, kemudian ia melakukan hal yang sama.
“ Jadi apa permohonanmu sayang? “ Tanya Kendrick sesaat ia membuka matanya.
“ Hmm, aku? Rahasia! “ Ucap Beatrice sambil tertawa lalu berlari menjauhi suaminya.
Segera Kendrick mengejar Beatrice dan berusaha menangkapnya, terlihat rona kebahagiaan memenuhi keduanya. Sorot mata Beatrice dan Kendrick sama – sama memancarkan cahaya cinta, mereka benar – benar sedang kasmaran.
“ Ken, aku mau itu! “ Beatrice menunjuk seorang penjual cotton candy yang sedang sibuk mengubah serbuk gula menjadi kembang gula dengan bentuk – bentuk yang lucu.
“ Kamu mau bentuk apa sayang? “ Tanya Kendrick saat mendekati penjual makanan manis tersebut.
“ Aku mau mister snowman! “ Beatrice menunjuk bentuk boneka salju yang ada didepannya. Penjual itupun segera membuatkan pesanan sesuai dengan permintaan Beatrice baru saja.
“ Terima kasih Pak. “ Ucap Beatrice ringan sambil meraih kembang gula yang terbungkus dengan plastik bening itu.
***
Setelah lelah berkeliling, pasangan itu segera kembali menuju mobil untuk mengajak Sam mencari makan malam diluar Amusement Park. Beatrice melihat tali sepatunya terlepas, diliriknya Kendrick sedang sibuk memeriksa ponselnya. Perempuan itu mengulurkan kembang gulanya pada Sam, ia akan membetulkan tali sepatunya.
Segera Sam meraih kembang gula itu dari tangan Beatrice dan tidak sengaja ia menyentuh jemari tangan Beatrice yang lentik itu. Beatrice tidak menggapainya, namun Kendrick memicingkan matanya menatap Sam penuh kecemburuan.
“ Maaf Tuan. “ Sam menundukkan kepalanya pelan.
__ADS_1
“ Ada apa? “ Beatrice bangkit berdiri dan kembali meraih kembang gula dari tangan Sam, tetapi tiba – tiba Kendrick sudah menyerobot makanan itu dari tangan Sam dan mengulurkannya pada Beatrice.
“ Sudah ayo sayang naik.“ Kendrick membuka pintu mobil untuk Beatrice yang masih menatapnya dengan bingung.