
Pagi itu Beatrice sudah bersiap untuk memindahkan barang – barangnya ke rumah Kendrick. Tidak lama lagi ia akan menikah dengan seorang bintang besar, ia tidak tahu apa yang akan ia hadapi kelak. Keyakinannya Kendrick akan selalu membantunya supaya semua yang mereka rencanakan berjalan dengan baik.
Gadis itu segera mengangkat satu koper besar dari kamarnya menuju kelantai bawah, agar dapat segera ia masukkan kedalam mobil. Beatrice terlihat terhuyung – huyung menyusuri setiap anak tangga menahan beratnya koper yang ia bawa.
“ Beatrice, kenapa tidak memanggil Pak Man atau Bibi? “ ucap Ibu Kendrick saat mendapati calon menantunnya membawa koper dari atas.
“ Tidak apa – apa Bu, Beatrice bisa “ ujarnya seraya tertawa. Kemudian Ibu Kendrick menepuk bahu Beatrice ringan.
“ Jangan terlalu mandiri Beatrice “ bisik Ibu Kendrick pada Beatrice
“ Ada apa bu? Kenapa kalian berbisik? Ayo berangkat, Clovis mengosongkan jadwal ku hari ini “ suara Kendrick mengagetkan Beatrice dan Ibu Kendrick.
“ Tidak ada, oh ayo berangkat kalau begitu “ jawab Ibu Kendrick seraya mengedipkan matanya pada Beatrice.
“ Bu, aku bawa mobil sendiri dengan Beatrice “ teriak Kendrick sesaat Ibu nya keluar dari rumah.
Tak lama mobil yang dikendarai Kendrick dan Beatrice telah tiba didepan sebuah bangunan rumah megah bercat putih. Pada sisi kiri depan rumah langsung terhubung pada sebuah pintu besar yang merupakan garasi mobil, sementara pada sisi kanan terdapat pintu pagar berwarna coklat yang langsung mengarah pada anak tangga yang membawa ke pintu utama.
“ Wah rumah mu besar sekali Ken? “ ucap Beatrice kagum melihat rumah Kendrick yang sangat mewah. Sesaat Kendrick menekan klakson mobilnya pintu garasi terbuka, ia segera memarkir mobilnya kedalam sementara mobil Ibu nya yang dikemudikan Pak Man terparkir diluar garasi.
“ Ken, banyak sekali mobilmu “ kembali Beatrice melongo melihat beberapa mobil Kendrick terparkir dengan rapi, mulai SUV dengan merk dan warna yang berbeda, mobil converible, mobil offroad hingga mobil sport.
“ Hahaha sungguh sayang bukan, kamu tidak bisa mengendarai satupun dari mereka “ ledek Kendrick pada Beatrice yang tidak bisa mengendarai mobil.
“ Ayo “ Kendrick meraih tangan Beatrice menyusuri tangga, kemudian membuka pintu yang membawa mereka masuk langsung ke ruang keluarga rumah tersebut. Beatrice semakin kagum mendapati bagian dalam rumah Kendrick, dengan gaya interior hangat serta mewah membuatnya semakin tergagap.
Pada ruang tamu terdapat sofa L besar dengan bantal yang mempercantik sofa berwarna abu – abu itu, sementara disisi kanan ruang tamu terdapat sebuah jedela kaca besar. Sebuah patung kuda yang tingginya hampir dua meter berwarna hitam berdiri gagah disudut ruangan, beberapa vas bunga berisi bunga kering semakin menambah kesan hangat.
__ADS_1
Sementara diruang keluarga terdapat sebuah sofa setengah lingkaran dengan meja bulat, sofa tepat menghadap ke televisi berukuran besar dan disampingnya terlihat lemari kaca besar berisi deretan piala yang pernah dimenangkan oleh Kendirck. Kemudian disisi kiri tangga menuju lantai atas terdapat ruang makan dengan meja makan persegi panjang berwarna cokelat dengan delapan kursi mengelilingi meja tersebut.
“ Ayo keatas “ ajak Kendrick pada Beatrice yang masih takjub dengan rumah nya. Kemudian pria yang dipuja banyak orang itupun membuka sebuah pintu, yang ternyata adalah kamarnya.
“ Wuah “ kembali dengan gaya polosnya Beatrice terkagum.
Sebuah kamar berlantai kayu dengan tempat tidur berukuran besar tepat menghadap jedela kaca dengan ranjang berwana putih tulang, terlihat kasur busa tebal yang dibalut dengan sprei abu – abu dengan bedcover cokelat tua dengan dilengkapi meja lampu tidur pada sisi kanan kirinya. Sementara disisi kiri pintu masuk terdapat dua buah sofa besar dan satu sofa kecil senada dengan warna ranjang dengan meja kaca berbentuk persegi. Disebelah kiri ranjang, tak jauh dengan meja lampu terlihat meja rias lengkap dengan kursinya berwarn putih.
Beatrice juga mendapati kamar ganti Kendrick yang menawan, deretan baju tersusun rapi pada lemari gantung, sepatu dan tas terlihat rapi berjajar pada rak susun dengan pintu kaca disana. Sementara ikat pinggang, dasi dan jam tangan terlihat rapi dan terawat tersimpan pada etalase kaca yang ada didekat sofa bulat berwarna navy ditengah ruangan.
“ Ken, aku seperti sedang masuk ke pusat perbelanjaan “ ucap Beatrice heran.
“ Nanti pakaianmu biar bibi yang susun Be “ Kendrick kemudian meninggalkan closet roomnya lalu ia menjatuhkan diri di sofa. Sementara Beatrice berlari kearah pintu yang ia duga adalah kamar mandi.
“ Wuah “ kembali terdengar suara teriakannya dari dalam kamar mandi. Beatrice kagum dengan bathtube yang besar disudut kamar mandi, tak jauh dari sana terlihat shower didalam bilik berdinding kaca. Kamar mandi dilengkapi dengan kaca besar tepat berada di depan washtafel, lemari handuk serta tissue juga terlihat rapi tersusun didalam kamar mandi itu.
“ Kamu ini Be, semoga betah. Dilantai bawah ada tiga kamar tamu dan kamar bibi, sementara lantai ini hanya area ku saja, mereka tidak pernah naik ke atas kecuali saat mengambil barang – barang ku “ jelasnya pada Beatrice.
“ Disebelah kamar ini masih ada wardrobe room khusus menyimpan pakaian dan accesories ku untuk keperluan shooting, diseberang wardrobe room ada ruang baca, dan sebelah nya lagi ruang olahraga. Lalu kalau kamu ambil lorong sebelah kiri saat naik dari tangga kamu bisa melihat disana ruangan khusus yang berisi berbagai macam tropi dan piala, juga hadiah yang kuterima dari para penggemar “ sambung pria itu seraya memandang Beatrice lekat.
“ Selamat datang di rumah kita “ ucapnya seraya mendekatkan wajahnya pada Beatrice. Spontan Beatrice mendorong Kendrick agar menjauh dari pandangannya, wajah Beatrice merah padam mendapati kelakukan Kendrick baru saja, sementara Kendrick hanya terbahak melihat tingkah Beatrice.
Tok.. Tok.. Tok..
Terdengar ketukan pintu, kemudian terlihat Ibu Kendrick menyembul dari balik pintu lalumendekati Kendrick yang masih tertawa melihat Beatrice yang terlihat gugup.
“ Hayo kalian sedang apa? “ Goda Ibu Kendrick saat mendapati Kendrick tertawa terbahak – bahak sementara wajah Beatrice tampak pias.
__ADS_1
“ Ken selalu menggodaku Bu “ ucap Beatrice ringan.
“ Kalian ini, Be ayo Ibu bantu membereskan barang – barang mu “ sambung Ibu Kendrick kemudian.
“ Biarkan Bibi saja Bu yang melakukannya “ potong Kendrick kemudian.
“ Ah kamu, Ibu ingin nge – date sama Beatrice hari ini, jadi biarkan kami membereskan barang – barang nya “ Ibu Kendrick menolak tawaran putra bungsunya itu.
“ Iya Bu, lagi pula barang – barang Beatrice tidak terlalu banyak “ sela Beatrice mengiyakan ajakan ‘calon mertuanya ‘ .
Kemudian Beatrice segera menarik kopernya menuju closet room yang ada dikamar tersebut, Ibu Kendrick mengikutinya dari belakang. Dengan sigap Beatrice membuka kopernya kemudian mengeluarkan barang – barang yang ia bawa dari rumahnya juga barang – barang yang kemarin ia beli bersama Hera.
“ Rasa nya sebentar saja akan segera selesai Bu “ ucap Beatrice sambil menggantungkan beberapa bajunya pada lemari yang masih belum terisi.
“ Beatrice, kemarilah nak “ panggil Ibu Kendrick pada Beatrice, ia melambaikan tangan agar Beatrice mendekat dan duduk di sofa. Dengan ringan Beatrice melangkah mendekati Ibu Kendrick, lalu duduk tepat disamping wanita paruh baya itu.
“ Ada apa bu ? “ tanya Beatrice kemudian, lalu Ibu Kendrick justru memegang tangan Beatrice dan mengusap – usapnya.
“ Terima kasih nak, telah bersedia menikah dengan Kendrick. Terima kasih telah memulihkan luka hati Kendrick, Ibu sangat bersyukur Kendrick kembali memiliki keinginan membangun keluarga “ ucap Ibu Kendrick terbata karena menahan tangis.
“ Ada apa Bu? Mengapa Ibu bersedih? Beatrice juga sangat bersyukur karena Ibu merestui pernikahan kami, karena Ibu menerima Beatrice dengan sangat baik “ jawab Beatrice. Hati Beatrice semakin berkecamuk dengan ketulusan Ibu Kendrick, ia semakin merasa bersalah akan keputusannya menikah dengan Kendrick.
“ Beatrice, sebelumnya Kendrick sempat akan menikah dengan Regina. Namun ada permasalahan diantara mereka, pertemuan keluarga telah dilakukan bahkan persiapan pernikahan juga sudah dimulai. Namun hingga hari ini Kendrick tidak menceritakan apapun pada kami apa yang terjadi diantara mereka “ air mata tak kuasa dibendung oleh Ibu Kendrick sehingga ia menangis. Beatrice segera memeluk Ibu Kendrick dengan hangat, berharap air mata itu tak jatuh lagi.
“ Ibu ingat saat – saat Kendrick tidak memiliki semangat hidup karena berpisah dari Regina, Ibu berharap Beatrice bisa menjadi penyemangat hidup bagi Kendrick. Meskipun Kendrick bukanlah laki – laki yang mudah dan masih kekanak – kanak an Ibu berharap Beatrice bisa selalu sabar menghadapi Kendrick “ pesan Ibu Kendrick kemudian.
“ Baik bu, Beatrice akan selalu berusaha membuat Ken nyaman dan bahagia Bu “ Beatrice ikut menangis saat Ibu Kendrick mengeratkan pelukannya pada Beatrice. Perasaan gadis itu kian tak menentu, seolah ia semakin menikmati perannya sebagai calon istri Kendrick.
__ADS_1
“ Aku berharap pernikahan ini sungguhan Bu “ bisik Beatrice dalam hati.