THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
PANTAI


__ADS_3

    Kendrick masih berdiri di balkon kamar sambil mengedarkan pandangannya menyapu keindahan pantai siang itu. Ia melihat suasana tidak begitu ramai, meski panas matahari tidak begitu terik menyengat kulit siang itu.


    “ Be ayo ke pantai “ ajak Kendrick saat meilhat Beatrice keluar dari kamar mandi.


    “ Kenapa tidak dari tadi sih Ken, tau begitu aku tidak mandi “ Beatrice mendengus kesal namun ia suka karena akan ke pantai.


    “ Kamu sendiri yang bilang panas “ jawab Kendrick, kemudian Beatrice hanya berdehem cukup keras karena ia tidak dapat menyanggah jawaban Kendrick.


    “ Mau pakai mobil apa sepeda? “ tanya Kendrick lagi


    “ Sepeda! “ dengan girang Beatrice menjawab pertanyaan Kendrick.


    Lalu Kendrick membawa Beatrice menuju halaman depan, dan ia pun meminta para penjaga villa untuk menyiapkan dua buah sepeda. Sesaat melihat penjaga mengeluarkan sepeda, Kendrick masuk kebangunan utama dan menuju sebuah ruangan. Sekembalinya ke halaman ia kemudian memakaikan boater hat berwarna cokelat terang dengan pita hitam pada bagian crown nya dikepala Beatrice. Sementara ia sendiri terlihat mengenakan baseball cap berwarna navy serta kacamata hitam model wayfare, setelah memakaikan topi ia mengulurkan rounded sunglasess pada Beatrice.


    “ Thank you “ ucap Beatrice sambil mengenakan kacamata tersebut.


    “ Riko, ikuti kami ya, bawa mobil double cabin saja. Aku takut istriku kelelahan “ perintah Kendrick pada seorang pengawal muda yang tadi menjemput mereka di bandara. Sementara pria yang mengenakan jaket denim biru terang itu mengangguk dan segera menyalakan mobil berwarna merah yang ada ditempat parkir.


    Beatrice dan Kendrick pun segera mengayuh sepedanya masing – masing dengan pelan, menuju ke arah pantai. Terlihat raut wajah Beatrice yang begitu bahagia, sesekali Beatrice menengok ke arah Kendrick yang ada disampingnya.


    “ Ayo cepat Ken “  teriak Beatrice sambil berlari mendekati pantai saat mereka sudah memarkirkan sepedanya disana. Kendrick hanya tersenyum melihat kebahagiaan menyelimuti diri Beatrice, ia merasa lega karena ternyata Beatrice tidak sesulit yang ia kira.


    “ Jangan jauh – jauh Be, aku tunggu disini “ teriak Kendrick sambil menyandarkan dirinya pada kursi panjang yang ditutupi oleh payung lebar berwarna – warni.


    “ Pakai sunblock dulu Be, kulitmu bisa terbakar “ Kendrick mengejar Beatrice sesaat ia menerima sebuah botol berwarna putih berpadu orange dari Riko.


    Kendrick terlihat menuangkan sunblock ke tangan Beatrice, kemudian wanita itu mengoleskannya pada kedua sisi tangannya. Kemudian Beatrice tersenyum pada Kendrick, pria itu justru memegang kepala Beatrice dan menepuknya ringan.


    “ Jangan jauh – jauh, aku tunggu disana “ ujar Kendrick seraya menunjuk kursi didekat Riko.

__ADS_1


    “ Oke “ jawab Beatrice dengan gugup, kemudian ia berjalan menjauhi Kendrick. Lagi – lagi hatinya berdesir, ia mulai menyadari jika ia menyukai Kendrick.


    “ Hah, sadarlah Beatrice ini hanya pura – pura “ Beatrice berucap pelan sambil menepuk – nepuk pipinya ringan.


    Dari kejauhan Kendrick tidak melepaskan pandangan nya dari Beatrice, ia sedang berlarian kesana kemari berkejaran dengan ombak. Sesaat Kendrick tersenyum melihat tingkah Beatrice yang bisa sebahagia itu hanya dengan menikmati hal – hal sederhana seperti itu.


    “ Ko, belikan es kelapa ya “ perintah Kendrick pada Riko sambil mengulurkan dompetnya. Riko segera beringsut meninggalkan Kendrick.


     Beatrice pun berlari kembali menuju kearah Kendrick, bagian bawah midi dressnya terlihat basah karena air laut. Ia segera duduk dikursi kosong tepat samping Kendrick membaringkan badannya, lalu ia merogoh HP nya dari dalam tas yang ia letakkan diatas meja disisi kursi. Terlihat ia berpose kemudian mengambil gambar, sedikit berputar – putar mencoba menemukan sudut yang pas.


    “ Ayo foto “ tiba – tiba Kendrick merebut HP yang sedang digegam oleh Beatrice. Sesaat Kendrick menempelkan pipinya pada pipi Beatrice kemudian ia tersenyum dengan sangat lebar.


    “ Jangan lupa  kirim ke Ibu “ ucap Kendrick lagi sambil mengulurkan HP Beatrice kembali. Wanita itu hanya mengangguk mengiyakan perkataan Kendrick yang selalu terdengar seperti sebuah perintah baginya.


    “ Ini Tuan “ terdengar suara Riko sambil membawa dua buah kelapa muda untuk Kendrick dan Beatrice.


    “ Ah segar “ seloroh Beatrice saat ia meneguk minumannya.


    “ Tidak perlu Nyonya, terima kasih “ jawab Riko singkat.


    “ Apa kamu tidak haus? “ lagi – lagi Beatrice bertanya pada Riko.


    “ Tidak Nyonya, saya sudah minum banyak air “ tetap dengan nada tegas Riko merespons pertanyaan Beatrice.


    “ Apa kamu tidak lelah jika terus berdiri begitu? “ belum berhenti Beatrice melontarkan pertanyaan – pertanyaan pada Riko.


    “ Apa kamu tidak lelah terus bertanya? “ Kendrick menyela sebelum Riko menjawab apapun. Melihat Kendrick kesal, Beatrice kemudian hanya memanyunkan bibirnya tak berani bersuara. Kemudian mereka berdua hanya duduk dalam diam, sementara Riko menjadi merasa tidak enak pada Kendrick.


    “ Huaaaaaaaha, sakit “ tiba – tiba terdengar suara anak kecil menangis sesaat setelah ia terjerembab karena berkejaran dengan anak kecil lainnya. Anak laki – laki yang usianya sekitar lima tahun itu menangis dengan keras, Beatrice dengan sigap berlari kearah anak itu.

__ADS_1


    “ Ah, sakit ya sayang sini tante lihat “ ucap Beatrice sesaat setelah mengangkat anak itu kedalam pangkuannya dan ia memeriksa lututnya.


    “ Wah pasti tadi tidak lihat ada lubang di pasir ya? “ Beatrice membersihkan lutut anak itu yang terkena banyak pasir.


    “ Stt, boleh nangis tapi jangan keras – keras ya, ini tante sudah bersihkan “ kata Beatrice seraya meniup – niup lutut anak yang menangis itu.


    “ Sayang, maafkan mama ya nak, tidak memeperhatikan mu “ seorang wanita kemudian mendekati Beatrice, lalu meraih anak kecil itu.


    “ Terima kasih Nona, saya ceroboh membiarkan nya berlari terlalu jauh “ ucap wanita itu pada Beatrice.


    “ Tidak apa – apa Nyonya “ Beatrice tersenyum pada wanita itu, kemudian ia berbalik kearah Kendrick saat wanita itu meninggalkannya seraya menggendok anaknya.


    Sesaat pandangan Beatrice bertemu pada Kendrick yang sedang menatapnya dari kejauhan, Kendrick terlihat sedang mengawasinya. Namun tiba – tiba Kendrick membuang pandangannya dari Beatrice dan ia terlihat salah tingkah.


    “ Ayo pulang “ ajak Kendrick setelah Beatrice berada didekatnya.


    “ Wah Kendrick Leandro? “ tiba – tiba terdengar teriakan wanita saat melihat Kendrick beranjak dari kursinya. Tidak lama beberapa orang berkerumun mengitari Kendrick untuk memastikan.


    “ Halo, ternyata kalian mengenaliku “ sedikit kikuk Kendrick menyapa mereka.


    “ Waah Kendrick kami mau berfoto “ riuh terdengar suara orang yang ingin berfoto, kebanyakan diantara mereka adalah perempuan.


    “ Riko, jaga Kendrick, aku pulang lebih dahulu.cJaga Kendrick saja “ bisik Beatrice pada Riko kemudian menyelinap dari keributan tersebut dan berpesan pada untuk menjaga Kendrick, Riko hanya mengangguk kemudian menyibak keramaian yang mengerumuni Kendrick.


    Beatrice kemudian mengayuh sepedanya pelancmenjauhi area pantai, ia menyusuri jalan yang tadi ia lewati bersama Kendrick. Saat tiba pada sebuah jalan menanjak ia pun turun dari sepedanya dan mendorongnya dengan pelan.


    “ Jika ini sulit apakah harus aku paksakan mengayuh? “ Beatrice berucap pada dirinya sendiri. Ia semakin merasa kecil saat melihat banyak orang berlomba – lomba mengerumuni Kendrick, Ia semakin merasa bahwa ia tidak pantas untuk memiliki perasaan pada Kendrick.


    “ Hah! Aku terjebak pada hubungan menyebalkan ini “ gerutu Beatrice dalam hati.

__ADS_1


    “ Salah mu Ken, kamu memperlakukan ku dengan baik. “ ucapnya lagi.


__ADS_2