THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
IKAT RAMBUT


__ADS_3

    Malam itu Beatrice telah menyelesaikan segala pekerjaannya dengan tuntas, mulai dengan diskusi lanjutan bersama Orion, hingga menemui calon koki yang akan bekerja bersamanya, juga barista yang siap menyajikan menu – menu kopi yang spesial di kedainya nanti. Dia juga sudah menyempatkan diri untuk melihat bangunan yang direkomendasikan oleh Orion, wanita itu juga sangat menyukai tempat yang direkomendasikan oleh pacar Kath.


    Saat tiba dirumah Beatrice menjatuhkan tubuhnya di sofa ruang tamu, terlihat wajahnya yang kelelahan. Seharian ini ia kesana kemari menggunakan transportasi umum, Beatrice tidak berubah sama sekali, ia tidak menyentuh segala kemewahan yang Kendrick tawarkan.


    “ Apakah mau disiapkan air di bathtub Nyonya? Sepertinya Nyonya kelelahan sekali “ tawar Bibi Inah saat mendapati Beatrice meregangkan badannya diatas sofa.


    “ Ah, tidak usah Bibi. Aku baik – baik saja Bi. “ tolak Beatrice dengan halus kemudian melenggang menuju kelantai dua.


    “ Oh iya, Kendrick belum pulang kan? “ langkah kaki Beatrice terhenti saat akan menaiki tangga menuju lantai dua.


    “ Belum Nyonya, aman! “ Bibi Inah menjawab Beatrice seraya memberikan kode “OK” menggunakan tangannya. Beatrice gantian mengacungkan ibu jari nya kemudian meninggalkan asisten rumah tangganya di bawah.


    Beatrice segera membersihkan dirinya, sambil bersendandung ia menyalakan shower dan mengguyur seluruh tubuhnya dengan air hangat yang memancar deras. Sesudahnya ia segera mengeringkan rambutnya dengan hairdryer yang tergantung didekat wastafel. Lalu ia mengganti pakaiannya dengan kaos over size polos berwarna hitam dan celana pendek selutut. Segera ia kembali ke lantai bawah dan menuju dapur.


    “ Bi, dimana ya mixer yang kemarin datang? “ tanya Beatrice sambil sedikit berteriak pada asisten rumah tangganya yang tidak terlihat didapur.


    “ Iya Nyonya sebentar. “ terdengar suara Bibi Rasi kemudian berlari kecil mendekati Beatrice.


    “ Saya simpan di lemari perabot Nyonya. “ Bibi Rasi kemudian membuka salah satu kabinet yang ada didapur, kemudian mengeluarkan kotak besar berwarna merah muda.


    “ Terima kasih ya Bi. “ ucap Beatrice sambil membuka kardus tersebut.


    “ Jangan sungkan Nyonya, apa ada yang bisa saya bantu? “ sambung Bibi Rasi lagi.


    “ Oh tidak ada Bi, istirahatlah. “ Beatrice menjawab santai.


    “ Apakah Nyonya sudah makan malam? “ tanya wanita setengah baya itu lagi.


    “ Sudah Bi, tenang saja. “ Beatrice menyunggingkan senyum manisnya.

__ADS_1


    Bibi Rasi kemudian meninggalkan istri Kendrick di dapur sendirian, Beatrice kemudian berlanjut mengeluarkan bahan – bahan  membuat kue. Ia berencana membuat tester cookies yang akan ia jajakan di kedai kopinya nanti.


    Terlihat ia sedang mengaduk mentega dengan gula dan brown sugar serta bahan – bahan lainnya menggunakan mixer yang ia siapkan tadi. Sesekali ia menggoyangkan kepalanya untuk menyibakkan rambut panjang nya yang terurai jatuh mengganggu penglihatannya.


    Sesudah adonan yang dia campurkan merata, ia menutup adonan itu dengan plastik wrap dan meninggalkannya didalam kulkas selama beberapa saat. Beatrice kemudian membasuh tangannya, lalu diliriknya jam dinding yang ada didekat ruang makan. Sudah pukul sebelas malam, namun Kendrick terlihat belum kembali. Ia kemudian berjalan menyusuri rak – rak tempat Kendrick memajang seluruh penghargaannya. Wanita itu tersenyum, seraya menyentuh beberapa kali diding pada rak kaca itu.


    “ Ah, aku tidak menyangka akan hidup bersama mu Ken. “ Beatrice berbisik pada dirinya sendiri.


    Bip.. Birriiipp..


    Tiba – tiba terdengar suara pintu terbuka, Beatrice segera berlari menuju pintu yang terhubung dengan pintu garasi.


    “ Loh belum tidur? “ sapa Kendrick sedikit kaget  saat mendapati Beatrice berdiri didepan pintu.


    “ Belum Ken, sedang membuat kue. “ jawab Beatrice.


    “ Oh, Hai Dami, Hai Laura! “ sapa Beatrice kemudian saat melihat kedua wanita itu menyembul dari balik punggung Kendrick. Terlihat Dami menenteng satu tas besar yang mungkin berisi pakaian milik Kendrick.


    “ Panggil saja Beatrice, tidak perlu sungkan begitu Dami. “ sambung Beatrice lagi.


    “ Laura dan Dami malam ini menginap disini, besok kami ada jadwal pagi hari. “ sambung Kendrick sambil mengikuti Beatrice yang berjalan ke dapur. Sementara dua wanita itu langsung naik ke lantai dua untuk menyiapkan keperluan Kendrick besok.


    “Oh okay, mau kusiapkan air hangat? “ tanya Beatrice saat melihat Kendrick sedang meneguk air minum.


    “ Tidak usah, lanjutkan saja pekerjaan mu Be. “ Kendrick kemudian berjalan menuju kedalam kamar.


    Setelah dapur kembali sepi Beatrice mulai memanaskan ovennya, ia kemudian mengeluarkan adonannya yang tadi dia simpan didalam kulkas. Ia menyekop beberapa bagian adonan kue dengan scoop ice cream dan meletakkannya pada loyang cookies yang sudah dilapisi dengan baking paper. Lalu ia sedikit memipihkan adonan menggunakan tangannya, sesekali ia masih terlihat menyibakkan rambutnya dengan lengannya.


    “ Hmm, lihatlah nanti kalau rontok ke cookies gimana dong? “ suara Kendrick tiba – tiba mengaggetkan Beatrice.

__ADS_1


    “ Loh? Ku kira kamu mandi Ken. “ seloroh Beatrice yang masih melihat Kendrick belum berganti pakaian. Namun lelaki itu malah melenggang meninggalkan Beatrice di dapur sendirian, Beatrice hanya memanyunkan bibirnya melihat Kendrick berlalu dari dapur.


    Setelah selesai memenuhi loyangnya dengan adonan cookies Beatrice segera membawanya mendekati oven. Lalu memasukkan loyang kedalam oven yang sudah panas, dan ia kembali menyetel pengatur suhu dan pengatur waktu yang ada disana. Tiba – tiba saja seseorang dari arah belakang menyentuh rambut nya dengan lembut, membuatnya terperanjat.


    “ Diamlah, supaya kamu tidak terganggu dengan rambutmu yang terus berlari kedepan. “ jawab Kendrick dengan sabar sambil mengikat rambut Beatrice dengan pita rambut yang ia ambil di nakas didalam kamar.


    “ Hehe, aku lupa mau ambil ikat rambut. “ Beatrice terkekeh.


    Rambut Beatrice terjuntai dengan indah, sebagian jatuh hingga punggung nya, sebagian lagi menyentuh sedikit kebagian lehernya. Kendrick tidak melepaskan pandangan matanya dari lekukan indah leher Beatrice, ia juga menghirup aroma manis khas cherry blossom menguar saat menyibakkan rambut tebal wanita cantik itu.


    Sekerjap Beatrice memutar badannya, namun ia terhimpit oleh tubuh Kendrick yang lebih besar darinya masih terpaku sambil menatap Beatrice dalam. Tatapan Kendrick kali itu tidak dapat Beatrice artikan, sehingga membuatnya salah tingkah.


    “ Kenapa Ken? “ tanya nya pelan sambil menundukkan kepala.


    “ Kamu cantik. “ bisik Kendrick sambil mengangkat dagu Beatrice sehingga mata mereka bertatapan.


    “ Jangan mengejekku Ken! “ Beatrice menepuk dada bidang Kendrick pelan.


    “ Aku tidak mengejekmu Be. Kamu cantik. “ Kendrick menangkap tangan Beatrice yang memukulnya pelan.


    Semakin dalam Kendrick memandangi paras ayu Beatrice, semakin Kendrick membenamkan wajahnya mendekati wajah mungil Beatrice. Tingkah Kendrick lagi – lagi membuat Beatrice menjadi gugup, wanita itu memundurkan langkahnya perlahan namun Kendrick mengimbangi gerakannya hingga bagian panggulnya tertatap meja dapur. Kendrick semakin mengurung posisi Beatrice.


     “ Ken, besok pagi pemotretan poster drama, akan “ Laura menghentikan ucapannya saat melihat posisi Kendrick dan Beatrice didekat meja dapur seolah sedang akan berciuman. Asisten kepercayaan Clovis itu terlihat tidak enak dan hanya memandangi punggung Kendrick sambil menggaruk – garuk kepalanya.


    “ Maaf Ken, silahkan dilanjutkan. “ Laura berusaha melarikan diri dari situasi aneh tengah malam itu.


    “ Aku mau mandi, bicara di ruang baca setengah jam lagi. “ teriak Kendrick saat ia melihat Laura kembali menuju lantai dua.


    “ Ehm, silahkan dilanjutkan Be. Aku mandi dulu. “ wajah Kendrick sedikit memerah sehingga ia berjalan sambil menunduk meninggalkan Beatrice.

__ADS_1


    Tersirat kekecewaan pada raut  wajah Beatrice saat Kendrick meninggalkan nya didapur sendirian. Entah apa yang ia harapkan sehingga ia merasakan sedemikian cua di hati kecilnya.


    “ Bodoh, apa yang kau harapkan wanita nakal! “ Beatrice memukul kepalanya dengan pelan.


__ADS_2