
Kendrick menyunggingkan senyumnya mendengarkan perkataan Beatrice, ia bergantian menepuk – nepuk punggung lengan Beatrice. Kepala Beatrice masih bersandar dengan nyaman dibahunya, sekerjap hati Kendrick berdesir saat memandang bagian belakang kepala Beatrice.
“ Terima kasih Beatrice, aku sedikit lega. “ ucap Kendrick dengan senyuman yang masih tertinggal di ujung bibirnya.
Beatrice segera menarik tubuhnya, ia melepaskan rangkulan tangannya dari bahu Kendrick. Sekilas ia memandang pria tampan itu dengan tatapan wajah yang sendu, ia tidak membayangkan bagaimana terpuruknya Kendrick saat itu.
“ Pasti sangat berat hari – hari mu selama ini ya Ken? “ tanya Beatrice lagi.
“ Iya memang dulu berat Beatrice, aku hampir bunuh diri karena putus asa. Aku tidak menemukan orang yang dapat ku percaya, aku takut dikhianati, aku takut dimanfaatkan. “ Kendrick menggulung ujung lengan sweaternya.
“ Apa? Kamu hampir bunuh diri? “ Beatrice tercengang mendengar ucapan Kendrick baru saja.
“ Hmm, aku hampir memotong nadiku dengan pisau. Tapi beruntung Hera datang kerumah ini diwaktu yang tepat. Aku hanya menangis sejadi – jadinya malam itu saat Hera datang memelukku. “ kembali Kendrick berkaca - kaca mengingat hari itu.
“ Pantas, Kak Hera terlihat begitu menyayangi mu Ken. “ ujar Beatrice sambil menyangga dagunya dengan sebelah tangannya.
“ Hmm dia sangat menyangiku Be, bahkan dia yang paling bahagia saat aku bercerita bahwa aku memilikimu. “ sambung Kendrick lagi.
“ Lalu, orang tua mu Ken? Orang tua Regina? Bagaimana mereka tahu? Lalu kenapa kamu tidak menceritakan saja pada publik bahwa dia melakukan hal jahat ini pada mu Ken? “ Beatrice kembali berapi – api, ia merasa tidak terima ada orang yang tega menyakiti orang sebaik Kendrick.
“ Mereka tidak tahu apa – apa Be, Ayah dan Ibu juga Travis tidak tahu jika aku hampir bunuh diri. Aku hanya menceritakan pada mereka bahwa aku dan Regina sudah berakhir, mereka akan semakin sakit hati Beatrice jika mengetahui alasan ku berpisah dengan nya. “ ujar Kendrick dengan tatapan mata yang sayu.
__ADS_1
“ Akupun tidak tega membuka semuanya, aku sendiri akan terlihat sangat bodoh bisa tertipu dengan mudahnya oleh orang lain. Bagaimanapun dia pernah menjadi bagian hidupku, bersamaku melewati hari – hari ku Be, dia pernah membuat dunia ku terasa hangat. “ sambung Kendrick dengan bijak.
“ Lalu si manajer sialan itu? Apa kamu juga tetap diam saja? “ semakin jauh Beatrice berusaha menggali banyak hal dari Kendrick.
“ Hahaha, kamu tidak cocok mengumpat Beatrice. Simpan kata – kata kotor itu, sangat tidak pantas terucap dari mulut mu. “ tawa Kendrick renyah saat mendengar Beatrice memaki Lucky dengan kata ' manajer sialan’ .
“ Dia sangat menyebalkan, mendengar saja aku sangat geram Ken. “ ucap Beatrice membela diri.
“ Ya pada akhirnya dia sendiri mengajukan pengunduran diri pada Travis, dan aku langsung menyetujuinya saat Travis bertanya padaku. Saat itu Clovis lah yang tahu sedikit mengenai kisah ku dengan Regina, aku bercerita sedikit padanya saat ia menggantikan posisi Lucky. Awalnya aku hanya memberikan peringatan supaya dia tidak berlaku bodoh seperti Lucky, namun akhirnya aku membagikan luka ku pada nya. “ tutur Kendrick lagi.
“ Lalu, bagaimana sekarang perasaan mu Ken? Kalian masih sering bertemu dan bahkan kamu dipasangkan dengan nya untuk proyek film mu kali ini. Apakah hatimu baik – baik saja? “ tanya Beatrice kemudian. Dalam lubuk hati Beatrice yang paling dalam ia berharap Kendrick sudah tidak memiliki perasaan apapun pada Regina, ia berharap bisa memenangkan hati Kendrick.
“ Sekarang? Tentunya aku sudah memaafkan Regina, hanya saja aku tidak bisa melupakan apa yang telah dia lakukan padaku Be. Aku akan tetap mengingatnya bahwa dia pernah menyakitiku, namun disisi lain aku juga tidak bisa membencinya Beatrice. “ jawab Kendrick.
“ Hahaha, ingin ku jitak kepala mu Be? Dari tadi menginterogasiku terus. “ Kendrick mengalungkan lengannya pada leher Beatrice lalu mengacak rambut wanita itu dengan gemas.
“ Kendrick, cukup Ken cukup, tanganmu menyakiti leherku. “ teriak Beatrice berusaha melepaskan diri dari kurungan Kendrick yang begitu kuat.
“ Hufff, kamu ini lebih cerewet dari wartawan rupanya ya. “ Kendrick menghela nafas seraya melepaskan tangan nya dari leher Beatrice. Lalu Beatrice memanyunkan bibirnya sambil membetulkan rambutnya yang berantakan.
“ Lalu, kalau ada perempuan yang menyukai mu bagaimana Ken? Bagaimana jika ada perempuan yang mengatakan bahwa ia mencintaimu? “ tanya Beatrice ragu – ragu.
__ADS_1
Sesaat Kendrick mencondongkan badannya ke arah Beatrice, membuat Beatrice tersentak dan memundurkan tubuhnya hingga keujung sofa. Tangan Kendrick terpaku disisi kanan dan kiri pinggang Beatrice, seolah Kendrick sengaja memerangkapnya.
“ Akan dengan senang hati jika dia wanita cantik Be. Serta satu lagi, jika tubuhnya sexy seperti Scarlett Johansson. “ bisik Kendrick sambil menatap lurus kewajah Beatrice yang memerah.
“ Be, kenapa wajahmu merah sekali. “ sambung Kendrick tanpa melepaskan pandangannya dari wajah cantik Beatrice.
Beatrice semakin dibuat malu oleh kata – kata Kendrick baru saja, wajahnya semakin merah padam hingga menjalar sampai telinga. Jantungnya berdegup dengan cepat, ia kesulitan mengatur nafasnya. Seketika ia mendorong tubuh tegap Kendrick, dan dengan mudah Kendrick ambruk keatas sofa. Wanita itupun segera bangkit dari posisinya dan berlari kecil menuju kearah pintu. Kendrick hanya terkekeh melihat polah tingkah Beatrice baru saja.
“ Kamu sangat menyebalkan Ken! “ teriak Beatrice sambil meraih gagang pintu, lalu ia membantingnya dengan keras dari luar.
Beatrice berlari kearah dapur, ia segera mengambil gelas dari laci kabinet dapur kemudian mengambil air dari smart kulkas yang sudah dilengkapi dengan ice maker dan dispenser itu. Ia dengan cepat meneguk segelas penuh air dingin yang baru saja ia ambil.
“ Ada apa Nyonya? “ tanya Bibi Rasi saat melihat Beatrice bertingkah aneh. Beatrice hanya melambaikan tangan sambil terus meneguk minumannya. Bibi Rasi dan Bibi Inah saling berpandangan satu dengan yang lain melihat Nyonya rumahnya bertingkah demikian.
“ Stop, jangan terlalu banyak minum air dingin. “Kendrick merebut gelas kaca dari tangan Beatrice dan meletakkannya diatas meja dapur.
“ Lihat, apakah masih merah? “ gemas Kendrick memegang wajah mungil Beatrice dengan kedua tangannya, lalu mendekatkan wajahnya hingga hidung mereka hampir bersentuhan.
“ Menyebalkan! Jangan ikuti aku ya! “ teriak Beatrice sambil mengibaskan kedua tangan Kendrick dan melenggang ke ruang keluarga, pria itu hanya mengikutinya sambil tertawa melihat Beatrice yang gugup dibuatnya.
Bibi Rasi dan Bibi Inah tersenyum – senyum melihat tingkah pasangan yang baru saja menikah itu, mereka melihat aura bahagia terpancar dari wajah Kendrick.
__ADS_1
“ Tuan terlihat lebih ceria dan rumah ini lebih hidup rasanya. “ bisik Bibi Inah pada Bibi Rasi sambil terus membersihkan sayuran yang akan difermentasi, lalu mereka berdua terkekeh bersamaan.