
Tepat pukul sepuluh malam Beatrice dan seluruh karyawannya telah menutup kedai kopi yang sudah ramai sejak tadi siang. Mereka sangat puas karena seluruh cake yang disajikan disana habis terjual, sudah cukup lumayan pada penjualan tahap awal tinggal bagaimana mereka mempertahankan jumlah pengunjung.
“ Terima kasih teman – teman atas kerja keras kalian hari ini. Ayo kita pulang. “ Beatrice mengajak seluruh karyawannya segera meninggalkan kedai.
“ Kak ku antarkan pulang ya? “ Orion menawarkan.
“ Tidak usah Rion, aku dijemput. “ Beatrice mengedipkan sebelah mata nya pada Orion sebagai isyarat bahwa Kendrick menjemputnya.
Belum sampai mereka semua keluar dari dalam kedai sudah terlihat mobil convertible berwana hitam shappire terparkir dipinggir jalan didepan kedai. Sontak seluruh karyawan Beatrice dibuat terperangah dengan kehadiran mobil mewah tersebut. Tidak lama HP Beatrice berbunyi, mau tidak mau ia segera berpamitan kepada seluruh karyawannya dan juga Orion.
“ Aku sudah dijemput, aku pulang dulu semuanya, sampai jumpa besok ya. Bye! “ Beatrice kemudian berlari kecil menghampiri mobil Kendrick, ia segera masuk kedalam mobil dan duduk dengan nyaman dikursi penumpang.
“ Wuah, jadi Kak Beatrice ini istri konglomerat ya? “ bisik Della dengan polos.
“ Hahaha, sudah ayo pulang. “ Orion kemudian meninggalkan mereka yang masih sibuk membahas suami Beatrice.
***
“ Hai Ken, aku pikir kamu datang bersama Clovis? “ ucap Beatrice seraya memandang wajah tampan Kendrick.
“ Jadi yang kamu rindukan Clovis ya? Bukan aku? “ goda Kendrick seraya mengecilkan suara musik yang mengalun lembut didalam mobilnya.
“ Memangnya aku boleh merindukanmu? “ Kendrick tersentak, pertanyaan itu tidak pernah terpikirkan olehnya akan dilontarkan oleh Beatrice.
“ Hahaha, aku kan suami mu Be? Masa tidak boleh merindukan suamimu sendiri? “ Kendrick sedikit canggung menjawab ucapan Beatrice baru saja.
Beatrice tersenyum kecut, sebenarnya dia senang dengan jawaban yang diberikan oleh Kendrick baru saja. Namun ia tidak tahu lagi hubungannya dengan Kendrick sebenarnya seperti apa saat ini, tidak ada batas yang jelas diantara hubungan mereka. Pertemanan? Jelas Beatrice tidak mau, waktu itu dengan gamblang Beatrice sudah mengungkapkan perasaannya pada Kendrick. Lalu bagaimana dengan Kendrick? Beatrice belum dapat merasakan dan meraba isi hati Pria tampan itu.
“ Oh iya, tadi Ibu dan Kak Hera datang. Rachel ingin aku menginap dirumah Ibu di hari Sabtu ini Ken. “ ujar Beatrice ditengah keheningan mereka berdua.
“ Nanti aku tanya jadwal ku dahulu pada Clovis ya Be, kalau memungkinkan aku menyusul ke rumah Ibu. “ ucap Kendrick sambil melirik jam tangannya.
Beatrice kembali memandangi wajah tampan Kendrick ada gurat kelelahan tercetak di bagian bawah kelopak matanya. Rambut Kendrick yang terlihat lembut jatuh pada keningnya, membuat dia semakin mempesona.
__ADS_1
“ Kamu sudah makan malam Be? “ tanya Kendrick membuyarkan konsentrasi Beatrice yang sedang menikmati ketampanannya.
“ Hem? Belum Ken. Apakah kamu sudah makan? “ dengan gelagapan Beatrice balik bertanya pada Kendrick.
“ Belum Be, aku lapar. Mau mampir ke tempat makan? “ Kendrick menawarkan.
“ Bagaimana jika makan dirumah saja Ken? Mau kubuatkan steak? “ Beatrice memandang Kendrick dengan menyunggingkan senyum manisnya.
“ Memang bisa? “ Kendrick terdengar sanksi pada kemampuan memasak Beatrice.
“ Hah, kamu meremehkan ku? Kalau aku bisa membuat steak yang enak apa yang akan aku dapat? “ Beatrice memantang Kendrick dengan sangat percaya diri.
Terlihat Kendrick berpikir sejenak, ia sedang berfikir untuk memberikan sesuatu pada Beatrice. Kendrick sudah sangat yakin jika Beatrice akan memenangkan tantangannya itu, lelaki itu tahu betul jika Beatrice pandai memasak.
“ Okay, aku akan memberikan mu hadiah. “ jawab Kendrick santai.
“ Apa hadiahnya? “ Beatrice masih mengejar dan memastikan jika ia akan menerima sesuatu jika masakannya enak.
“ Tergantung sama rasanya dong nanti. “ ucap Kendrick seolah masih meragukan kemampuan memasak istrinya itu.
***
Pintu terdengar terbuka dan pasangan suami isteri itu masuk kedalam rumah, kediaman yang begitu mewah itu terlihat sangat sepi. Tidak lama saat Kendrick dan Beatrice menaiki tangga, Bibi Rasi muncul dari arah kamarnya.
“ Selamat malam Tuan dan Nyonya, apakah mau disiapkan air atau dibuatkan teh? “ sapa Bibi Rasi pada keduanya.
“ Tidak usah Bi, tolong defrost kan saja daging yang ada di kotak berwarna pink didalam kulkas ya. “ pinta Beatrice pada asistennya itu.
“ Baik Nyonya. “ Bibi terlihat segera melenggang ke dapur dan melaksanakan permintaan Beatrice.
Beatrice terlihat sudah mandi dan mengganti pakaiannya, sementara Kendrick masih asik bermain game dengan ipadnya. Segera Beatrice meninggalkan kamar dan menuju kedapur untuk menyelesaikan tantangan yang ia ajukan pada Kendrick.
Daging wagyu striploin dengan grade A5 berwarna merah bercorak marble yang sangat menarik terlihat sudah selesai dicairkan. Beatrice mencuci kembali daging itu kemudian memarinasinya beberapa saat dengan bumbu – bumbu yang ia buat sendiri. Sambil menunggu bumbu meresap kedalam daging Beatrice kemudian merebus beberapa sayuran seperti wortel, baby buncis dan brokoli.
__ADS_1
Tidak lupa ia membuat potato wedges yang terlihat sangat menarik dengan warna cokelat keemasan, aroma harum minyak wijen menguar pada saat kentang diangkat dari grill pan. Beatrice kemudian menaburi kentang yang masih panas itu dengan daun oregano kemudian menyisihkannya pada piring didekatnya.
Beberapa saat Beatrice meletakkan daging yang sudah ia marinasi keatas grill pan hitam bergaris, sembari menyelesaikan proses memanggangnya ia membuat saus blackpepper, saus andalannya saat ia membuat steak. Terlihat Beatrice membalikkan daging setelah lima menit pertama dia meletakkannya diatas pemanggang.
Tidak lama kemudian daging steak dengan kematangan well done sudah ia letakkan diatas piring saji. Beatrice kemudian menyusun sayuran yang sudah dia rebus beserta dengan potato wedges keatas piring. Terakhir ia menuangkan saus kedalam mangkok keramik yang bentuknya menyerupai lampu milik Aladin itu.
“ Wow? “ gumam Kendrick saat melihat Beatrice membawa dua buah piring keramik keatas meja. Pria itu segera membantu Beatrice mengambil mangkuk saus yang masih ada diatas meja dapur.
“ Mau minum apa Ken? “ Beatrice membuka pintu kulkas yang berada tidak jauh dari mereka.
“ Soda boleh Be. “ pintanya pada Beatrice.
Wanita itu segera meraih dua kaleng minuman bersoda dari dalam lemari es, ia mengelap bagian atas kaleng dengan tissue kemudian membukanya dan menyodorkannya pada Kendrick.
“ Kamu makan selarut ini tidak masalah Ken? “tanya Beatrice menelisik.
“ Tidak apa – apa Be, setiap pagi aku kan fitnes. Sebelum kamu bangun tidur aku sudah diruang olah raga. “ sahut Kendrick sembari menuangkan saus berwarna hitam dan menaburkan sedikit merica ke atas piringnya. Sementara Beatrice hanya mengangguk mendengarkan jawaban Kendrick.
Kendrick dengan mudah memotong daging steak yang ada didepannya, dagingnya sangat lunak dan aromanya begitu menggiurkan. Pria itu kemudian memasukkan potongan pertama kedalam mulutnya.
“ Asin. “ ucap Kendrick sambil mengunyah pelan. Beatrice melongo memandangi Kendrick dan mengehentikan tangannya yang hampir menyuapkan potongan pertama kedalam mulutnya.
“ Bohong! “ teriak Beatrice saat ia memasukkan daging dengan garpu kedalam mulut mungilnya. Kendrick tertawa jahil, ia berhasil membuat Beatrice was – was dan takut masakannya tidak enak.
“ Hahaha, kamu lucu sekali Beatrice. Aku tahu apapun yang kamu buat rasanya pasti enak. “ terlihat Kendrick semakin lahap menghabiskan makanannya.
“ Jadi enak kan? “ Beatrice bertanya pada Kendrick, matanya terlihat berbinar dengan indah karena terkena terpaan lampu di meja makan.
“ Hmm enak sekali. “ jawab Kendrick meyakinkan.
“ Jadi apa hadiahnya? “ dengan penasaran Beatrice menagih janji Kendrick.
“ Hahaha, hadiahnya adalah ucapan terima kasih yang sangat tulus dari ku Be. “ ujarnya sambil menjulurkan lidah pada Beatrice.
__ADS_1
Setelah menyelesaikan makan malamnya Kendrick beranjak dari kursinya kemudian ia membasuh tangannya dibawah pancuran air dalam wastafel didapur. Lalu pria berbadan tinggi tegap itu melenggang dari dapur dan berjalan menuju tangga sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit pada Beatrice, wanita itu terlihat kesal karena ia hanya mendapatkan ucapan terima kasih sebagai hadiahnya.