
"Aku tidak akan membiarkan lamaran itu berjalan dengan lancar. Tunggu saja, aku pasti akan mempermalukan kamu besok."
Entah rencana licik apa lagi yang direncanakan Sanaya.
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini, Sanaya?"
"Al-Alvaro?
Apa Alvaro mendengar perkataannya tadi?
Alvaro menatap sang istri intens, "Siapa yang ingin kamu permalukan besok?"
"Ti-tidak, Alvaro. Aku hanya sedang mengingat drama yang pernah aku tonton, tadi aku hanya bicara sendiri," dusta Sanaya.
"Apa benar seperti itu? Ingat Sanaya, aku sudah menempati janji, maka jangan lakukan sesuatu yang buruk terhadap Renata lagi."
"Tidak, kok. Kamu tenang saja, Sayang."
Alvaro terlihat sangat memperdulikan Renata. Sanaya semakin membenci Kakak tirinya itu.
Awas saja kamu, Renata.
**
Esoknya, tepatnya pada sore hari.
Jefra Tjong benar-benar datang kembali bersama sang Kakek dan Ibu tirinya.
Tidak bisa dipungkiri jika Ashton dan Sienna begitu terkejut ketika Tuan J mengatakan ingin melamar putri keluarga Tan, tepatnya tidak menyangka jika Tuan J begitu cepat memutuskan pernikahan itu. Belum lagi keadaan pria itu yang babak belur.
Sienna sendiri sebenarnya yakin jika Renata hanya berpura-pura menjadi kekasih Tuan J dan hanya mengaku-ngaku tengah mengandung, karena dirinya tahu betul jika gadis itu sangat mencintai Alvaro. Namun, keyakinan itu pupus karena dirinya tengah berada di situasi krusial ini, yakni acara lamaran.
Dalam acara lamaran ini, keluarga Tjong ingin menyampaikan maksud dan tujuan untuk mempersunting Renata. Bahkan meraka membawa beberapa hadiah atau seserahan yang telah disiapkan secara dadakan. Beruntung karena keluarga Tjong memiliki uang yang berlebih hingga bisa begitu cepat menyiapkan semuanya.
Keluarga Tan sendiri tidak menyangka jika Jefra Tjong akan benar-benar melamar Renata.
Terlihat sudah ada beberapa orang yang tengah berkumpul di ruang tamu keluarga Tan. Masing-masing dari mereka menunjukan raut wajah yang berbeda-beda.
Renata meremas tangannya yang berada di atas pangkuannya. Gadis itu merasa sangat gugup, mekipun ini bukan kali pertama dirinya dipinang seorang laki-laki, apalagi dengan laki-laki yang sama.
Bisa-bisanya takdir membuat Jefra melamarku dua kali.
Dari ekor matanya, Renata melihat Tuan J yang berekspresi tenang.
__ADS_1
"Tujuan kami datang ke sini bermaksud meminang putri Tuan Rendra untuk menikah dengan putra tertua kami."
Rendra benar-benar terkejut saat ini, tidak menyangka jika Ashton Tjong sendiri yang akan meminta Renata untuk dipinang Jefra Tjong. Padahal pria lanjut usia itu tidak ikut andil sama sekali saat pernikahan Alvaro dan Sanaya dulu. Sedangkan Sanaya terlihat sedang menahan rasa kesal. Alvaro yang berekspresi pias. Santy yang tidak ada bedanya dengan Sanaya. Dan Zayn yang berekspresi datar.
"Apa anda sudah tahu dengan perbuatan bejat Cucu anda?" cerca Zayn.
"Kami minta maaf sedalam-dalamnya. Karena itu J akan bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukannya."
Ashton merasa tidak enak hati. Tidak bisa dipungkiri jika perbuatan sang Cucu memang sangatlah buruk.
"Kau sendiri," Zayn menatap Tuan J tajam, "Kenapa diam saja sejak tadi? Apa kau tidak merasa bersalah karena perbuatanmu itu?"
Dia memang tidak bersalah, Kak Zayn. Renata hanya bisa berteriak dalam hati.
Seketika si pria bermata kelam menjadi fokus perhatian. Tuan J tidak langsung menjawab, dia terdiam sesaat untuk menatap Renata yang juga sedang menatapnya.
"Aku minta maaf padamu, aku sungguh merasa bersalah karena telah menodaimu."
Renata tersenyum hambar. Tidak di masa lalu atau di dunia novel, Jefra-nya adalah si pembohong ulung.
"Ya, aku memaafkan kamu," jawab Renata.
Zayn mendengus mendengar jawaban Renata, merasa tidak setuju karena Renata dengan begitu mudahnya memaafkan Jefra Tjong.
"Apa maksudmu?" tanya Sienna.
Alvaro melirik Sanaya memberi isyarat agar diam saja, tapi tidak diacuhkan.
"Seorang laki-laki tidak mungkin tergoda jika pihak perempuan tidak mengundang dengan berpakaian seksi. Bukankah Kak Renata juga bersalah di sini?"
"Jangan bicara macam-macam, Sanaya!" hardik Zayn, marah karena perkataan Sanaya yang justru menyalahkan Renata.
Sanaya menciut seketika, "Hiks... Kenapa Kak Zayn berteriak padaku? Kak Renata memang suka berpakaian seksi yang sangat menggoda laki-laki, jadi tidak mengherankan jika Jefra Tjong memaksanya."
"Kamu──"
"Berhenti, Zayn. Jangan membentak Sanaya lagi!" seru Santy mencoba membela putrinya.
"Hiks... Ibu," Sanaya terisak dengan memeluk Santy.
"Putriku ini terlalu polos, dia hanya mengatakan hal yang sebenarnya. Memang benar jika selama ini Renata berpakaian seperti jal*ng, baru akhir-akhir ini saja cara berpakaiannya berubah. Bahkan kelakuannya yang selalu menggoda Alvaro sudah cukup membuktikan jika dia bukanlah perempuan baik-baik."
Wajah Renata tertunduk ketika mendengar cercaan yang dilontarkan Santy.
__ADS_1
"Bukan perempuan baik-baik?" Ashton terlihat terkejut dibuatnya. Sienna pun tidak jauh berbeda.
"Hiks... Ba-bahkan dulu aku pernah melihat Kak Renata keluar masuk Club malam," ucap Sanaya sambil menangis bombay. Lalu menatap Alvaro, "Kamu sendiri pernah melihatnya, bukan?"
Rahang Alvaro mengeras karena teringat masa lalu yang membuatnya menjadi sangat membenci Renata.
"Apa itu benar, Alvaro?" Sienna mencoba mengklarifikasi.
"...Benar," jawab Alvaro.
Mendengar jawaban dari sang putra, wajah Sienna berubah menjadi merah padam, mendadak kecewa pada Renata dan kemarahannya memuncak, "Pernikahan ini tidak bisa diteruskan! Keluarga Tjong tidak menerima menantu seorang wanita murahan!"
Sanaya menyeringai samar mendengar kemarahan sang Ibu Mertua. Wanita itu sangat senang karena berhasil mempermalukan Renata.
"Tunggu, Adikku tidak seperti itu!" Zayn mencoba membela Renata.
"Apanya yang tidak seperti itu, Zayn? Cobalah buka matamu untuk melihat betapa murahannya Adik kesayanganmu," ujar Rendra yang justru menjelekkan putrinya sendiri.
"Ayah, sebaiknya kita kembali," ujar Sienna pada Ashton.
Ashton Tjong juga terlihat tidak menyangka. Gadis yang dikiranya cocok menjadi Cucu Menantunya tenyata tidak sebaik yang dikiranya. Kemudian diliriknya Tuan J yang diam saja, tidak menunjukan ekspresi yang berarti apapun meski mendengar keburukan si calon istri.
"J, Kamu masih ingin menikahinya?" tanya Ashton pada Tuan J.
Tuan J tidak menjawab. Bola mata kelamnya menatap tajam Renata yang masih menundukkan kepala. Berpikir kenapa gadis itu diam saja saat dipermalukan.
"Kenapa Ayah masih bertanya pada J? Tentu saja J tidak akan menikah dengan wanita itu! Aku sangat menentang pernikahan ini! Aku tidak sudi jika dia menjadi bagian keluarga Tjong!" seru Sienna sembari menunjuk Renata dengan jari telunjuk.
Ashton mengangkat tangan kanannya, mengisyaratkan agar Sienna tenang. Wanita paruh baya itu langsung diam.
"Batal atau tidaknya pernikahan ini, J lah yang memutuskannya," ucap Ashton penuh wibawa.
Seketika hening.
"Kenapa kamu diam saja, Nona Angelica?" tanya Tuan J pada Renata.
Pada akhirnya Renata mendongak. Dihembuskan napasnya dengan berat.
Ya, tidak seharusnya dia diam saja.
"Aku akan membuktikan jika aku bukan wanita murahan."
_To Be Continued_
__ADS_1