
Bisik-bisik penuh kekaguman terdengar. Itu sangat wajar karena Renata terlihat begitu menawan. Bahkan tamu undangan sampai tidak berkedip. Begitu pula dengan Jefra Tjong yang tidak bisa melepas tatapannya dari Renata.
Ada getaran aneh pada hati terdalam Tuan J. Entah kenapa dia merasa dejavu saat melihat Renata berjalan dengan gaun pengantin, tatapannya tidak lepas sedikitpun dari Renata.
"Silakan untuk mempelai wanita duduk, ijab kabul akan segera dimulai," ujar Pak Penghulu.
Yang langsung dituruti Renata untuk duduk di kursi yang sudah dihiasi bunga-bunga cantik, tepat di sebelah Jefra Tjong yang berekspresi tenang meski merasa gugup.
Kemudian Pak Penghulu menatap Rendra dan Tuan J, "Apa bisa dimulai?"
"Bisa," jawab Tuan J tegas.
Rendra dan Tuan J saling berjabat tangan. Lalu Penghulu menuntun Rendra untuk mengucapkan ijab kabul dengan lancar dan benar.
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Jefra Tjong bin Theo Tjong dengan anak saya yang bernama Angelica Renata Tan dengan mas kawin berupa uang tunai 20.000 dolar dan emas 75 gram, dibayar tunai."
Kini saatnya Tuan J mengucapkan ijab kabul.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Renata Carissa binti──"
Sontak semua saksi dan tamu undangan pun tercengang. Bisa-bisanya Jefra Tjong salah menyebut nama.
Siapa Renata Carissa?
Sedangkan Renata membelalakkan mata. Lalu langsung menoleh menatap Tuan J tidak percaya. Bagaimana tidak terkejut, Renata Carissa adalah namanya di masa lalu. Jefra mengingat namanya.
"Tunggu, yang benar Angelica Renata Tan," si Penghulu menyela.
Tuan J langsung menutup mulut. Tangannya bergerak untuk memijat alisnya karena mendadak pusing. Tiba-tiba sekelebat bayangan seorang wanita bergaun pengantin memenuhi kepalanya, tapi wajah wanita itu nampak buram dan tidak jelas.
"J, kamu baik-baik saja?" tanya Ashton yang khawatir pada Cucunya itu.
"Tidak apa," jawab Tuan J, "Bisa diulang, Pak Penghulu?"
"Baiklah, kita ulang satu kali lagi."
Kemudian Tuan J dan Rendra kembali berjabat tangan.
__ADS_1
"Saya nikahkan dan saya kawinkan engkau saudara Jefra Tjong bin Theo Tjong dengan anak saya yang bernama Angelica Renata Tan dengan mas kawin berupa uang tunai 20.000 dolar dan emas 75 gram, dibayar tunai," Rendra mengucapkan ijab kabul dengan lantang.
"Saya terima nikahnya dan kawinnya Angelica Renata... Carissa binti──"
Sekali lagi. Jefra Tjong melakukan kesalahan dalam mengucapkan ijab kabul.
Bisik-bisik mulai memenuhi wedding outdoor.
"Bagaimana bisa Jefra Tjong melakukan dua kali kesalahan dalam ijab kabul?"
"Kenapa dia menyebutkan Renata Carissa terus? Bukankah mempelai wanita bernama Angelica Renata Tan? Apa itu nama wanita lain?"
"Jika dia salah lagi dan melakukan ijab kabul lebih dari tiga kali itu bisa menyebabkan perceraian."
"Apa pernikahan ini akan gagal?"
Tuan J terdiam seketika saat menyadari kesalahannya itu. Dia sendiri tidak menyangka jika akan melakukan kesalahan fatal dalam mengucapkan ijab kabul. Terlebih ia melakukan kesalahan dua kali berturut-turut.
Sebenarnya ada apa dengan dirinya? Dan siapa Renata...
Renata apa tadi?
Di sisi lain.
Terlihat Alvaro yang sedang menatap Renata dengan nanar. Sebenarnya dia tidak mau datang ke acara pernikahan yang membuat hatinya teriris-iris. Namun, Alvaro sudah berniat untuk mengikhlaskan Renata. Dengan menyaksikan pernikahan ini ia berharap bisa berdamai dengan rasa menyesakkan yang dirasa.
Ya, Alvaro menang benar-benar akan melepaskan Renata. Bahkan dia tidak goyah saat Sienna memprovokasinya.
"Apa-apaan Jefra Tjong itu? Apa dia tidak menghafal nama lengkap Angel?"
Suara berat seorang pria mengalihkan atensi Alvaro.
Sejak kapan Aslan Allansky ada di sampingnya?
"Aslan," geram Alvaro, seketika dia teringat dengan Aslan yang berkomplot dengan Sanaya untuk menjebak Angel di Club.
"Lama tidak jumpa, Alvaro," Aslan tersenyum sinis.
__ADS_1
"Sialan, bisa-bisanya kau menunjukan mukamu di sini setelah apa yang telah kau lakukan satu tahun yang lalu," Alvaro berkata dengan menahan emosi untuk tidak memukul wajah Aslan.
"Aku di sini karena mendapat undangan. Lagi pula siapa yang akan menolak undangan pernikahan dari seorang Jefra Tjong, Kakakmu yang hebat itu?"
Aslan sengaja menekan kata 'hebat' karena tahu jika Alvaro tidak akrab dengan Kakaknya itu, begitu juga dengan dirinya yang tidak akrab dengan Alvaro.
Alvaro menggertakkan gigi. Tentu saja dia mengerti kata 'hebat' yang seolah-olah mengejeknya itu. Keinginan Alvaro untuk melampaui sang Kakak tiri memang sudah menjadi rahasia umum.
"Aku sudah menduganya, kau memang tidak akan pernah bisa melampaui J," Aslan kembali tersenyum sinis.
"Tutup mulutmu! jangan memancingku untuk memukulmu dan membuat keributan di sini," desis Alvaro dengan mengepalkan tinjunya.
Aslan justru tertawa seolah-olah ancaman Alvaro adalah lelucon yang paling lucu. Dan itu semakin membuat Alvaro naik darah.
"Tanpa kau memukulku, bukankah sudah terjadi keributan di sini?" ucap Aslan seraya menatap ke arah di mana akad nikah berlangsung.
Ya, suasana memang menjadi tidak tenang karena kesalahan Jefra Tjong yang mengucapkan ijab kabul. Terlihat Tuan J yang sedang mengatur napas untuk bersiap mengulang ijab kabul yang ketiga kalinya. Penghulu mengatakan, pernikahan ini tidak bisa dilanjutkan hari ini jika pria itu melakukan kesalahan lagi.
Alvaro mendengus menanggapi ucapan Aslan, dia juga tahu tentang itu. Tidak perlu dijelaskan lagi!
"Jika dia masih tidak mengucapkan ijab kabul dengan benar, aku akan mengundangmu berpesta setelah ini. Bukankah kegagalan pernikahan ini adalah harapan kita?" ungkap Aslan seraya mengambil gelas yang berisikan cairan berwarna merah dari nampan seorang Pelayan.
Alvaro diam dan bungkam. Kini dia memilih tidak menjawab.
"Oh, ya, aku turut berduka dengan kabar perceraianmu," sambung Aslan, meledek Alvaro habis-habisan adalah kesenangan baginya.
"Bang sat!" umpat Alvaro dengan suara tertahan.
Kemudian tatapan keduanya kembali untuk menyaksikan Jefra Tjong yang ingin mengucapkan ijab kabul.
Renata menatap pria yang duduk di sebelahnya dengan sendu. Kemudian mencoba memegang tangan Tuan J yang berada di bawah meja akad. Terasa dingin dan sedikit tremor, sepertinya ia menjadi tidak tenang karena melakukan kesalahan. Renata sendiri tidak tahu dan sangat terkejut karena pria itu justru menyebut nama masa lalunya.
Tuan J terhenyak ketika merasa sentuhan lembut pada tangannya. Lalu ditatapnya Renata. Gadis itu mengulum senyum yang menimbulkan ketenangan pada dirinya.
"Namaku Angelica Renata Tan. Ingat itu baik-baik, ya," lirih Renata.
Ya, Tuan J juga tahu nama gadis itu. Bahkan ia sudah berlatih untuk mengucapkan ijab kabul yang benar tanpa diketahui orang. Namun, kenapa kini lidahnya begitu susah berucap?
__ADS_1
"Kita ulang sekali lagi," Pak Penghulu mengintruksi.
_To Be Continued_