
"Tuan J, kamu di sini juga?" tanya Elsa yang datang tiba-tiba.
Terlihat Elsa Arca yang sedang berdiri dengan menggunakan bikini super seksi berwarna hitam. Begitu gemulai, begitu sintal, dan begitu menggoda.
Tatapan Renata beralih pada sang suami, takut jika Tuan J tergoda. Namun, suaminya hanya menunjukkan ekspresi datar.
"Bukankah ini sangat kebetulan? Aku sedang berlibur di sini," sambung Elsa dengan sumringah.
"Hmm," Tuan J hanya bergumam menanggapi pertanyaan Elsa. Kemudian melirik tajam para Bodyguard yang sejak tadi berada di sekitar.
Bagaimana bisa mereka membiarkan wanita itu mengganggu?
Tuan J merasa kesal karena adanya pengganggu. Padahal pria itu ingin segera menyelesaikan ini dan membawa sang istri kembali ke penginapan. Lalu mereka akan mandi bersama.
"Sangat mencurigakan. Sebuah kebetulan tidak mungkin terjadi dua kali. Apa dia penguntit?" bisik Renata pada Tuan J dengan menatap tajam Elsa.
Tuan J diam. Sebenarnya, dia memang sudah tahu. Terlebih dengan kedekatan wanita itu dengan Ibu tirinya. Jika kehadiran Elsa ada sangkut pautnya dengan Sienna, dia tidak akan tinggal diam. Namun, dia ingin melihat sejauh mana wanita itu beraksi. Terlebih melihat Renata yang melotot tajam pada Elsa membuat Tuan J jadi gemas.
"Bola matamu hampir keluar," celetuk Tuan J pelan.
Renata mengerjap seketika. Hal itu justru membuat Tuan J menahan tawa.
"Sembarangan!" Renata mencubit pinggang suaminya.
Dan tentunya bagi Tuan J, cubitan itu tidak terasa sama sekali. Lihat saja, wajah pria itu masih datar.
"Dasar papan berjalan!" cibir Renata merengut.
Elsa semakin mendekat dengan berjalan layaknya model──berlenggak-lenggok ke tempat di mana Tuan J dan Renata berada.
Renata dapat melihat dengan jelas jika Elsa sengaja menyandung kakinya sendiri hingga limbung ke depan, tepatnya ke arah Tuan J.
"Kyaaa!" pekik Elsa dengan nada yang manja.
Set
Akan tetapi, bukannya ditangkap oleh lengan kekar Tuan J tapi justru lengan kurus Renata yang menangkapnya.
"Eh?" seketika Elsa terperangah, padahal dia ingin sekali jatuh ke pelukan Jefra Tjong, ingin merasakan kehangatan dari pria tampan yang memiliki tubuh sempurna dan berotot itu.
"Jangan harap kamu bisa dekat-dekat dengan suamiku, Nona Elsa," bisik Renata tepat di samping telinga Elsa.
Bruk
"Akh!"
Elsa memekik tatkala bokongnya berciuman dengan pasir pantai karena Renata mendorongnya.
"Apa-apaan kamu, ha!" hardik Elsa menatap marah Renata yang sedang tersenyum sinis.
__ADS_1
"Maaf, tanganku mendadak licin," ucap Renata namun tidak menunjukan ekspresi bersalah.
Dasar sud*l! Berani-beraninya dia menghalangiku untuk memeluk Tuan J dan mempermalukan aku!
Hati Elsa sangat geram. Ingin rasanya dia menjambak rambut hitam Renata yang sialnya sangat indah dan berkilau, bikin iri saja. Itu karena Elsa sendiri memiliki rambut blonde agak kusut karena sering dicat.
Sabar, Elsa. Tunjukan pada Tuan J kalau kamu adalah wanita yang lebih baik daripada si sund*l itu.
Elsa segera mengendalikan emosinya, "Ah, tidak apa. Ini juga salahku yang tersandung."
Kemudian Elsa mencoba bangkit, tapi menunjukan raut wajah kesakitan, dia pun terjatuh kembali, "Aduh!"
Renata menatap aneh Elsa yang seperti mendramatisir. Sedangkan Tuan J masih berekspresi datar.
"Aduh, Tuan J..." Elsa mendongak untuk menatap Tuan J, matanya berkaca-kaca, "Kaki Elsa terkilir," lanjutnya seraya memegang pergelangan kaki.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Tuan J namun tidak menunjukan pergerakan apapun untuk menolong Elsa.
"Sepertinya karena terjatuh, rasanya sakit sekali, ugh..." Elsa mengadu dengan manja dan meneteskan air mata.
Elsa berharap jika Jefra Tjong akan menggendongnya dan merawat lukanya, lalu saat itu juga ia bisa semakin mudah untuk menarik perhatian Tuan J. Dia bahkan tidak acuh dengan keberadaan Renata yang notabene istri dari pria itu.
Namun.
"Salah satu Bodyguard akan membantumu berjalan."
Seketika Elsa membeku dengan perkataan dingin dari Tuan J. Bahkan setelahnya, pria itu memutar kaki untuk berbalik pergi.
"Ya!" jawab Renata menyusul suaminya. Lalu menengok ke belakang sebentar, menyempatkan diri untuk menjulurkan lidah pada Elsa. Mengejek.
Elsa mendelik dibuatnya, kedua tangannya terkepal kuat.
Terlihat jika Elsa sedang terguncang, itu karena baru kali ini dia diabaikan seorang pria. Dia bertanya-tanya bagaimana ada orang sedingin Jefra Tjong.
Tuan J, kamu benar-benar psikopat, ya? Kalau pria normal pasti tidak mungkin mengabaikan aku yang cantik dan seksi ini...!
Sungguh, Elsa tidak percaya.
**
Sesampainya di resort tempat Renata dan Tuan J menginap.
"Ada apa dengan wajahmu?" tanya Tuan J karena melihat raut wajah Renata yang ditekuk.
"Aku kesal denganmu. Kenapa kamu diam saja saat wanita itu menjatuhkan diri ke arah kamu? Kamu sengaja karena ingin memeluknya, ya?"
Tuan J terdiam seraya masih memperhatikan raut wajah Renata yang mengomel.
"Dan apa-apaan bajumu!" Renata menunjuk kemeja yang dikenakan Tuan J yang basah dan kancing yang terbuka, penampilannya sangat cool dengan otot-otot abs yang terpampang nyata, "Kamu ingin pamer perut, ya?"
__ADS_1
Loh? Kenapa jadi baju yang disalahkan?
"Bisa-bisanya mantanmu itu penguntit kita sampai ke sini, apa dia tidak memiliki pekerjaan lain?"
"Dia bukan mantanku," bantah Tuan J.
"Tapi kenapa dia terlihat manja sekali padamu?" tanya Renata meminta penjelasan.
Tuan J sendiri tidak tahu harus menjawab apa.
"Lain kali kalau ada wanita yang mencoba mendekatimu, kamu harus segera menghindar. Katakan jika kamu sudah memiliki istri!" Renata mewanti-wanti.
"Cerewet."
Tuan J mengulurkan tangannya untuk memberikan sentilan agak kencang di kening Renata.
Tuk
"Aduh!" pekik Renata. Lalu mengusap keningnya.
"Tanpa kamu beritahu aku juga sudah tahu."
Renata kembali memekik tatkala tubuhnya melayang. Tuan J menggendongnya tanpa aba-aba. Terlebih menggendong seperti karung beras.
"Lepaskan aku!"
Renata meronta. Namun, tidak berguna karena Tuan J segera melangkah ke arah kamar mandi.
Setelah sampai di dalam kamar mandi, pria itu menurunkan Renata.
"Siapkan air hangat, aku ingin mandi."
Kening Renata mengerut. Lalu menatap punggung sang suami yang keluar dari kamar mandi, meninggalkannya.
Padahal Renata sedang marah, tapi kenapa justru disuruh menyiapkan air hangat? Apa ini cara seorang Jefra Tjong membujuk seorang wanita yang sedang marah?
Benar-benar menyebalkan! Renata hanya bisa ngedumel dalam hati.
Meski kesal, tapi akhirnya Renata memilih untuk menuruti ucapan suaminya. Kini, dia sedang menyiapkan air panas ke dalam bathtub.
Renata termenung seraya duduk di pinggiran bathtub, memikirkan masalah yang terus saja datang menghampiri. Tentang masalah Zayn yang belum terselesaikan dan kedatangan Elsa yang jelas sekali ingin menggoda Jefra.
Tapi ngomong-ngomong, Renata belum menanyakan pada Zayn. Soal mengganti Nikolas sebagai Sekertaris. Apa Zayn sudah memecat Nikolas?
Setelah ini Renata berniat menghubungi Zayn.
Lalu masalah Elsa, Renata tentu saja tidak akan membiarkan wanita itu.
Ingin merebut Jefra-nya? Dalam mimpi saja!
__ADS_1
_To Be Continued_