Transmigrasi Psikiater Cantik

Transmigrasi Psikiater Cantik
Provokasi Di Hari Pernikahan


__ADS_3

Akhirnya, hari pernikahan telah tiba. Ini adalah saat-saat yang sangat mendebarkan sekaligus membahagiakan bagi Renata. Dia merasa begitu gugup walaupun ini bukanlah pernikahan pertamanya, jangan lupakan jika Renata juga pernah menikah dengan Jefra di masa lalu.


Renata melihat pantulan dirinya di cermin yang cukup besar, sejak pagi dia sudah didandani bak boneka oleh penata rias. Gadis itu tampil dengan riasan perpaduan blush on pink dan lipstik merah lembut, makeup natural yang simpel namun membuatnya terlihat luar biasa cantik, rambut panjang miliknya disanggul dengan menggunakan aksesoris berlian.


Kemudian senyum terukir. Jantungnya terpompa dengan kencang sejak tadi. Renata menunggu dengan harap-harap cemas. Detik demi detik terasa begitu lambat hari ini. Berkali-kali Renata menatap jam dinding, dan rasanya seolah jam tidak mau bergerak. Dia memang sedang menunggu seseorang yang akan menjemputnya untuk menuju tempat berlangsungnya acara pernikahan.


Knock... Knock...


Suara ketukan pintu membuat Renata terlonjak sedikit. Lalu kembali menatap jam dinding. Padahal masih ada waktu dua puluh menit sebelum seseorang menjemputnya.


Lantas siapa yang mengetuk pintu?


"Angel, ini Tante Sienna. Apakah Tante boleh masuk?"


Renata mengeryit. Untuk apa Ibu dari Alvaro sekaligus Ibu tiri calon suaminya datang menemuinya? Bukankah seorang Nyonya Tjong harus menyambut para tamu yang hadir?


"Ya, Tante Sienna. Masuk saja."


Cklek


Pintu terbuka dan menampakan Sienna yang tampil elegan sekaligus glamor dalam balutan gaun berwarna gold.


"Kamu cantik sekali, Angel," Sienna melangkah mendekat pada Renata yang masih terduduk di depan meja rias.


"Terima kasih, Tante," Renata mencoba bersikap ramah meski agak sungkan.


"Tante merasa khawatir. Pasti kamu bosan menunggu sendirian. Jadi Tante datang untuk menemanimu, sekaligus mengakrabkan diri dengan calon menantuku yang cantik."


"Aku tidak bosan, hanya merasa gugup saja," ucap Renata jujur, tapi dia merasa ada yang janggal dengan perkataan Sienna.


Mengakrabkan diri dengan calon menantu? Apa benar seperti itu, atau ada maksud lain?


Kemudian Sienna menarik kursi untuk dirinya duduk berhadapan dengan Renata. Hal itu tidak luput dari pandangan Renata, sejatinya ia kurang nyaman dan curiga dengan kedatangan Sienna.


"Apa kamu bahagia?" tanya Sienna setelahnya.


"Maksud, Tante?" tanya Renata karena tidak paham dengan pertanyaan ambigu yang dilontarkan Sienna.


"Apa kamu bahagian menikah dengan J? Bukankah kamu mencintai Alvaro?"


Oh, sepertinya Renata mulai paham dengan maksud kedatangan Sienna.


"Maaf sebelumnya, Tante Sienna. Kurasa pertanyaan itu terlalu sensitif untuk ditanyakan," Renata berkata seolah ingin menghindari pertanyaan itu.


"Ah, apa kamu kurang nyaman?" Sienna menunjukan ekspresi tidak enak.


Tentu saja tidak nyaman!

__ADS_1


Namun, Renata memilih tidak menjawab secara gamblang. Dia hanya mengangguk dan tersenyum canggung.


"Tidak usah canggung seperti itu," Sienna tertawa elegan dengan menutup mulut.


"Baiklah," Renata masih tersenyum canggung.


"Tanpa kamu jawab, Tante tahu kalau kamu masih mencintai Alvaro. Itu terbukti karena kamu selalu mengejar-ngejar Alvaro meski sudah menikah dengan Sanaya."


Heh! Itu dulu!


Ingin sekali Renata berteriak untuk menyangkal. Bisa-bisanya Sienna mengungkit sesuatu yang sudah berlalu. Apa wanita paruh baya itu tidak tahu jika ia sudah tidak mengejar-ngejar Alvaro lagi?


Nyatanya, Sienna memang tidak tahu.


"Tante akan membantumu untuk kembali bersama dengan Alvaro. Bukankah dulu kamu sempat meminta bantuan Tante untuk memisahkan Alvaro dan Sanaya?"


Oh, Renata ingat sekarang. Di dalam novel memang tertulis jika Angel pernah meminta bantuan Sienna, tapi wanita paruh baya itu tidak menghiraukan permintaan Angel.


"Itu kan dulu, sekarang aku tidak butuh bantuan Tante. Lagi pula aku sudah tidak mencintai Alvaro," ungkap Renata.


Sienna terlihat agak terkejut, seperti tidak menyangka jika gadis yang duduk di hadapannya akan menolak bantuannya.


Namun, Sienna tidak akan menyerah begitu saja.


"Dulu Tante tidak bisa membantumu karena Alvaro begitu mempercayai Sanaya yang ternyata telah menipunya. Padahal Tante sangat menyukaimu, Angel. Tante berharap kalau kamulah yang menikah dengan Alvaro. Kalian begitu cocok. Apa kamu tahu? Dulu Alvaro sering menceritakan bagaimana dia mengagumimu..."


Renata diam untuk mendengar tiap kata yang diucapkan Sienna meskipun kupingnya terasa panas.


"Apa Alvaro yang sudah menyuruh Tante untuk mengatakan ini?"


Renata bertanya karena menyangka jika Alvaro lah yang menyuruh Sienna membujuknya. Renata menjadi kesal pada Alvaro, padahal pria itu mengatakan ingin move on. Apa perkataan waktu itu hanya membual saja?


"Tidak, Alvaro tidak menyuruh Tante."


Mata Renata memicing. Ternyata ini adalah inisiatif Sienna sendiri.


"Tante hanya ingin melihat kalian bersama. Bisakah kalian bersama lagi? Dan untuk bayi yang kamu kandung... Apa kamu bisa menggugurkannya? Tante tahu jika kamu tidak benar-benar menginginkan anak dari J. Kamu bisa lepas dari pernikahan ini jika menggugurkan anak itu. Tante akan membantumu untuk kabur. Setelah itu kamu bisa hidup bersama dengan Alvaro."


Seketika wajah Renata mengeras, tangannya yang berada dibalik meja terkepal. Kecurigaannya memang benar. Kedatangan Sienna ke sini memang bukan bermaksud baik.


Ya, maksud Sienna sebenarnya adalah untuk menggagalkan pernikahan yang akan berlangsung beberapa menit lagi, dengan begitu Jefra Tjong akan menanggung malu karena sang mempelai wanita kabur, hal itu akan berujung merusak reputasinya. Lagi pula Sienna juga tidak bisa membiarkan Jefra menikah dengan Renata, karena dapat semakin memperkuat posisi Jefra Tjong sebab keluarga Tan akan berada di pihaknya.


Sienna akan kesulitan jika itu terjadi. Alvaro akan semakin berada di bawah Jefra. Padahal Sienna ingin jika Jefra menikah dengan wanita pilihannya yang bisa dengan mudah diperalat.


Intinya, Sienna sangat tidak menyukai pernikahan Renata dan Jefra.


Namun, Sienna tidak tahu jika Renata tidak akan bisa ia provokasi.

__ADS_1


Renata tersenyum sinis, "Ternyata Tante Sienna tidak sebaik yang aku kira."


Sienna terhenyak dibuatnya, tidak menyangka jika Renata akan berkata seperti itu padanya.


"Sepertinya aku tidak bisa akrab dengan Tante, karena aku tidak mungkin melakukan apa yang Tante bilang. Satu hal yang harus Tante tahu, aku tidak mungkin meninggalkan Jefra Tjong. Pernikahan kami akan tetap terjadi."


Perkataan Renata membuat Sienna tidak bisa berkata-kata lagi. Kini wajah Sienna sudah merah padam, karena malu dan marah.


"Sayangnya, rasa cintaku pada Alvaro memang sudah benar-benar hilang. Aku tidak perduli dengan putramu yang masih mencintaiku itu. Karena sekarang yang aku cintai adalah Jefra Tjong, pria yang akan aku nikah hari ini."


Tatapan Sienna berubah tajam. Dia sudah tidak perduli lagi dengan gestur keramahtamahan.


"Kamu pikir kamu akan bahagia jika menikah dengan Jefra Tjong?" Sienna bertanya seolah-olah jika pilihan Renata yang masih ingin menikah dengan Jefra salah.


Renata kembali tersenyum sinis, "Bahagianya aku atau tidak, itu bukan urusan anda, Nyonya Sienna."


Kemudian keduanya saling menatap tajam satu sama lain. Keinginan awal Sienna yang ingin mengakrabkan diri dengan Renata justru berujung permusuhan.


Setelah gagal memprovokasi Alvaro, kini Sienna juga gagal memprovokasi Renata.


Knock... Knock...


Suara ketukan pintu menginterupsi.


"Apa Nona sudah siap? Acara akan segera dimulai."


Terdengar suara seorang wanita yang ingin menjemput Renata.


"Aku permisi dulu. Tante bisa tetap di sini jika tidak mau melihat pernikahanku."


Renata bangkit menuju pintu setelah mengatakan sesuatu yang membuat Sienna semakin geram.


Kemudian Renata melangkah keluar ruangannya dengan didampingi oleh lima pengiring pengantin.


Deg!


Setiap langkah detak jantung Renata meningkat.


Di hamparan hijau yang dihiasi dengan bunga-bunga. Mulai dari dekorasi pelaminan, tempat duduk tamu undangan, meja makan, hingga lokasinya pun berada di taman bunga, yang menjadi saksi bisu pernikahan Angelica Renata Tan dan Jefra Tjong.


Terlihat flower girl yang memakai flower crown sedang menabur bunga tatkala Renata yang memakai gaun panjang berwarna putih dan bertabur payet melangkah dengan anggun.


Perasaan Renata membuncah tatkala matanya beradu pandang dengan sepasang mata hitam milik Tuan J yang sedang mengenakan jas putih. Wajahnya memerah dan ratusan kupu-kupu seakan berterbangan di perutnya.


Sensasi yang dulu pernah dirasakannya.


Kemudian prosesi akad nikah mulai dilakukan.

__ADS_1


_To Be Continued_


Tamu undangan dipersilahkan makan dulu 👰🤵


__ADS_2