
Aku mulai membuka lembaran baru dengan Kak Regan di Kota X.
Aku kini tengah menjalankan home schooling di kota itu. Dan Kak Regan mulai membuka bisnis kecil-kecilan untuk keberlangsungan hidup.
Meski kini kita tinggal di rumah mendiang neneknya, tetap saja orangtua Kak Regan melarang seluruh keluarga untuk membantunya.
Terbesit rasa kasihan padanya, namun inilah kenyataan. Hidup memang tidak pernah berjalan dengan mulus.
Luka yang ku punya pun kini mulai membaik. Bahkan sedikit demi sedikit luka itu mulai meninggalkan bekasnya.
'Baru kali ini aku merasakan hidup tanpa siksaan.' gumamku.
Mengenai berita bunuh diri itu, aku sangat tahu. Bahkan banyak orang yang menyangka jika itu aku. Aku tidak terlalu mempermasalahkan, yang penting aku bebas sari segala beban.
"Sayang, udah bangun?" ucap Kak Regan
"Eh udah. Mau kemana?" tanyaku
"Mau bangunin bidadarinya aku." ucap Kak Regan.
"Hehe.. Oh iya kamu gak jualan?" tanyaku
"Nanti sayang. Aku mau pastiin gadis kecilnya aku makan." ucap Kak Regan dengan mengelus puncak kepala aku.
"Sayang, aku gak usah home schooling aja yaa." pintaku
"Loh kenapa?" tanya Kak Regan
"Aku gak mau bebanin kamu." ucapku
"Sayang, kamu sama sekali gak bebanin aku. Kita jalanin ini sama-sama yah." ucap Kak Regan dengan menangkup kedua pipiku.
"Makasihh" ucapku pada lelaki itu.
"Ini udah kewajiban aku, Sayang." kata Kak Regan
"Tapi gak harus kayak gini, kita kan belum nikah." ucapku kemudian
"Ya udah besok kita ke KUA ya." ucap Kak Regan
"Hah?" ucapku, kaget.
"Lagian kamu kan home schooling ini, yang." ucapnya.
Aku meneguk saliva ku dengan susah payah. Bagaimana mungkin, aku menikah di usia yang sangat muda. Bahkan aku tidak pernah membayangkannya sama sekali.
Tapi, dari cara Kak Regan memperlakukanku aku yakin, kalo Kak Regan adalah orang yang baik. Aku pun menerima tawaran itu. Daripada kita tinggal satu atap tanpa ada ikatan yang pasti, lebih baik kita menikah.
Keesokan harinya aku dan Kak Regan pergii ke KUA terdekat. Kita tidak memiliki wali, sehingga diwakilkan oleh menteri keagamaan.
Dan pada hari itu, aku dan Kak Regan sah menjadi sepasang suami istri.
Kini tugasku bukan hanya sekedar PR dari Bu Tika, tapi juga aku harus bertanggung jawab dengan jabatan baruku yaitu istri.
Aku berjanji dalam hatiku, aku akan menjadi istri yang baik untuk Kak Regan.
Malam itu, menjadi malam terindah bagi kami. Kak Regan menanam begitu banyak benih cinta di rahim ku. Hingga permainan itu belum juga selesai saat adzan subuh berkumandang.
Ia terus menancap ku sampai jam 10 pagi mendatang. Ada rasa puas, bahagia, serta sakit dalam diriku. Tapi aku tahan, karena bagaimana pun aku harus sigap dalam melayani suamiku.
Setelah puas meniduriku, Kak Regan tumbang diatas tubuhku. Berat kurasa, tapi nyaman.
Hingga saat itu aku tertidur sampai jam 4 sore.
"Egghhh.." ucapku
__ADS_1
"Sayangg bangunn.." ucapku lagi
"Emmmhh.. nanti ya sayang, sebentar lagi." ucap Kak Regan.
"Aku mau mandi, kamu bangun dulu yaa." ucapku
"Emm.."
Setelah turun dari tubuhku, bukannya menjauh malah Kak Regan dengan asyiknya memelukku erat.
"Sayangg.. lepas yaa." ucapku
"Gak mauu!" tukas suamiku
"Ya udah mandi yuk." ajakku
"ayok!" ucap Kak Regan
Saat aku mengajaknya mandi bersama langsung saja ia membuka matanya dan menggendong ku ke kamar mandi itu.
Tanpa kusangka, ia malah menghujam ku sampai adzan subuh.
Apakah setiap pengantin baru akan menghabiskan waktunya dengan ***?
Begitulah pikiranku.
Aku pun benar-benar lemas di buatnya.
Kegiatan itu benar-benar tidak lepas selama satu minggu.
Setelah satu minggu aku libur home schooling pun aku mulai kembali aktivitas ku dan suamiku kembali berjualan.
"Sayang, aku udah siapin sarapan." ucapku
Setelah itu kami pun sarapan bersama dan kembali dengan aktivitas masing-masing.
***
Kediaman Fino
Fino kini merasa frustasi atas kejadian yang menimpa wanita yang sangat ia cintai. Bahkan ia sangat menyesal karena telah menyebarluaskan berita yang tak tentu kebenarannya itu.
Bahkan kini, ia tidak mempersiapkan dirinya untuk Ujian Nasional nanti. Ia hanya memikirkan Nara, bukan yang lainnya.
"Arrgghhhh.."
"Naraaaaaaa, gue kangen sama lo!"
ucapnya
Tiba-tiba saja ia dikejutkan dengan hadirnya Robi di kamarnya.
"Fin, lo napa dah?" tanya nya
"Nara, rob!" ucapnya
"Daripada galau mending ngegame yuk!" ajaknya
"Gue gak mood." ucap Fino
"Ayolah, Nesha juga ngajakin main nih." ucapnya
"Gue bilang gue gak mood se*an!" tukasnya
"Hm yowes gue main dulu dah." ucap Robi
__ADS_1
Robi dan Nesha pun asyik main game kesayangannya itu MLBB sampai kalap waktu.
Bahkan ia sama sekali tidak ingat jika besok adalah bagian Ujian Nasional.
***
Sementara itu, di rumah Nara kini tengah mengadakan acara pesta terus menerus setiap malam.
Mamanya begitu banyak meminum alkohol, sehingga membuatnya tak mampu untuk berdiri.
Sedangkan kedua anaknya, Roy dan Rayhan hanya meminum setengah botol saja.
"Ahhh Roy, mama mau ke kamar aja, pusing." ucapnya
"Iya mam." ucap Roy
Mereka mengadakan pesta itu secara meriah. Banyak yang mereka undang ke rumahnya. Bahkan wanita cantik kekasih Roy pun ikut serta menikmati alkohol itu.
"Sayangg, tubuh aku panas!" ucap Riska kekasih Roy
"Emm.. sini sayang!" ajaknya
Kemudian Roy mengajak kekasihnya ke kamarnya. Mereka berdua dalam keadaan mabuk, sehingga melakukan hubungan intim tanpa mereka sadari.
Sedangkan Rayhan, ia sibuk meminum dengan sahabat dekatnya yaitu Sisil.
Kini kedua sejoli itu pun berada di alam bawah sadar mereka. Sehingga mengikuti jejak kakaknya. Rayhan dan Sisil masuk ke kamar tamu untuk menuntaskan hasratnya.
Begitulah suasana di kediaman Nara, semenjak Nara tidak ada di rumah.
Bahkan setiap malam rumah itu penuh dengan amer dan ***.
***
"Nara besok Ujian Nasional, kamu siap?" tanya Bu Tika padaku
"Iya bu, siap!" ucapku
Hari terus berganti hingga aku kini sudah selesai mengikuti ujian Nasional. Dan mendapatkan ijazah SMA. Kini aku bisa membantu suamiku untuk bekerja.
"Sayang, aku udah lulus. Kamu mau kan izinin aku kerja?" ucapku
"Aku gak mau kamu kecapekan sayang." jawabnya
"Kalo gini terus nanti gak ada kemajuan yang." ucapku
"Hmm daripada kamu kerja mending bantuin aku jualan, sayang. Kamu kan pinter promosinya." ucap Kak Regan padaku.
"Em.. oke deh." ucapku
"iya.. sayang kamu udah makan?" tanya Kak Regan kemudian
"Udah dong." ucapku
"Anak pintar." ucap Kak Regan seraya mencium pipiku
"Ah kamu suka modus." ucapku
"Sayang, aku gak sabar pengen punya anak." ucapnya
"Iyaa pasti nanti ganteng mirip kamu." ucapku
"Kalo cewek cantik dong mirip bundanya."
Aku dan Kak Regan pun banyak membayangkan tentang kehadiran bayi dalam rumah tangga kami.
__ADS_1