TRAUMA

TRAUMA
EPS. 82. RIP. ANTON


__ADS_3

Riri dan Juno datang ke rumah sakit, dan melihat Lea juga Richard yang masih setia menunggu di depan ruangan operasi. Sudah sekitar 5 jam lamanya dan operasi itu belum juga selesai.


" Kenapa sangat lama?" Gumam Lea.


" Operasi itu membutuhkan sekitar lima sampai enam jam, sayang." Ujar Richard.


" Kalian berdua, makanlah lebih dulu.. ini sudah larut malam." Ujar Riri.


" Aku tidak lapar, Ri." Ujar Lea.


" Lea, kan tidak lucu kalau mama kamu nanti sembuh dan kamu malah sakit." Ujar Riri.


" Benar, Lea.. makanlah.. " Ujar Juno menimpali.


Riri membawakan makanan cepat saji berupa burger, untuk Lea dan Richard. Dia bahkan ikut membeli untuk dirinya sendiri dan Juno.


" Mereka benar, Lea.. ayo makan, Kamu akan sakit nanti. " Ujar Richard.


Akhirnya Lea mengangguk, ia pun menyantap burger itu sambil matanya terus melihat kearah lampu ruang operasi yang tak kunjung berubah menjadi hijau.


Di dalam ruang operasi sendiri, saat ini para dokter tampak sangat sedang panik. Pasalnya denyut jantung Anton semakin melemah dan hilang setelah proses pengambilan sum sum tulang belakang.


TTTUUUUUTTTT!!!


Suara monitor detak jantung milik Anton yang tidak menunjukan tanda tanda kehidupan.


" Dok, dia menolak kembali." Ujar dokter yang satunya.


Sudah berbagai upaya tim dokter lakukan, tapi Anton menolak kembali. Anton mengalami komplikasi, karena sebenarnya Anton sendiri memiliki cidera tulang yang seharusnya tidak boleh menjalani transplatasi sum sum tulang.


" Dia sudah pergi, catat tanggal dan waktu kematian nya." Ujar Dokter.


Dokter itu sudah mendengarkan semua cerita Anton tentang masalalunya, tanpa terasa dokter itu dengan Anton jadi dekat karena Anton yang menjalani perawatan sebelum operasi di lakukan.


Dokter itu sangat tersentuh dengan niat baik Anton yang ingin menebus kesalahan nya di masalalu. Bahkan Anton mengatakan pada dokter sebelum operasi, jika dia meninggal.. maka tidak perlu panik.


Dokter itu menyatukan tangan Anton dan Livy, yang juga sama sama belum sadar karena anastesi yang di lakukan.


' Nyonya Livy, saya hanya ingin menyampaikan pada anda bahwa.. Tuan Anton, meminta maaf atas segala kesalahan nya. Sebagai dokter, saya mengatakan caranya sangat salah, tapi sebagai seorang manusia, saya salut dengan keberanian nya.' Bayin dokter itu.


" Bawa pasien lebih dulu keluar, dan pastikan tidak ada keluarga pasien yang masih berada di luar sebelum saya membawa keluar jasad tuan Anton." Ujar dokter.


" Baik dok." Ucap perawat dan dokter lain.

__ADS_1


Lampu operasi sudah menyala menjadi hijau, Lea langsung bangun dari duduknya dan menghampiri sang dokter juga melihat Livy.


" Bagaimana dok? Apakah lancar?" Tanya Lea.


" Semua berjalan lancar, saya akan bawa pasien menuju ke ruang perawatan." Ujar dokter lain.


Semuanya ikut pergi mengikuti kemana Livy akan di bawa dan menjalani perawatan nya setelah operasi. Biasanya, pasien akan di tempatkan di ruangan khusus yang sterile untuk menghindari infeski atau hal hal yang tidak di inginkan setelah operasi.


Setelah Lea dan yang lain pergi, barulah jasad Anton di dorong keluar dari brankar ruang operasi. Tubuh Anton tertutup kain hingga menutupi kepalanya, tanda bahwa Anton telah meninggal.


Kyle meneteskan air matanya melihat itu. Ya, Kyle berdiri di sana dan menunggu di sana juga sejak Anton memasuki ruangan itu. Kyel tak hentinya berdoa dan meminta pada Tuhan agar Anton baik baik saja.


Kyle tidak sama sekali membaur atau menyapa Lea dan yang lain, dia hanya berdiam diri di sisi lain lorong rumah sakit sambil menatap ruang operasi itu.


' Apa begini akhirnya?? ' Batin Kyle.


Kyle berjalan dan menghampiri Anton yang di dorong oleh dokter dan dua orang perawat.


" Siapa anda?" Tanya sang dokter.


" Saya putranya.. " Ujar Kyle.


Putra, satu kata itu yang selalu ingin Kyle ucapkan dengan bangga pada dunia. Bahwa dia putra seorang Anton. Tapi selama ini dia membenci kenyataan bahwa dirinya bukanlah putra Anton, dan menghindari Anton.


" Rupanya beliau memiliki seorang putra, mari ikut saya untuk mengurus surat surat beliau." Ujar dokter.


Kyle mengangguk dan berjalan mengikuti kemana jasad Anton di bawa pergi.


' Aku berjanji, hanya akan menganggap Lea sebagai adikku karena kamu adalah ayahku. ' Batin Kyle.


Merelakan bukanlah hal yang mudah, ketika kita sudah berangan angan dan ber ekspetasi tinggi tapi realitanya tidak sesuai.. Hanya kata merelakan yang akhirnya harus kita terima.


Kyle tidak bisa memiliki Lea, tidak juga bisa mendekat padanya. Satu satunya hal yang bisa Kyle lakukan adalah merelakan Lea bahagia tanpa kehadiran nya.


Di ruangan Livy, Lea dan semuanya yang sudah menggunakan pakaian steril rumah sakit tampak sedang memandangi Livy.


" Lea, kami pulang dulu.. Ini sudah larut malam, takutnya ibu kost tidak mau buka pintu." Ujar Riri.


" Oke, terimaksih sudah mengunjungi ibuku." Ujar Lea.


" Kalau begitu aku pulang." Ujar Riri lagi.


" Hati - hati di jalan, Ri." Ujar Lea.

__ADS_1


Riri mengangguk, lalu dia dan Juno pun pergi dari ruangan itu setelah saling peluk sebagai tanda perpisahan.


Hae In sampai di sana, dia baru saja bertemu dengan orang suruhan nya yang menyelidiki sebenarnya siapa dermawan yang mendonorkan sum - sum tulang belakangnya pada Livy.


Hae In sangat terkejut setelah membaca hasilnya bahwa Anton lah.. Yang mendonorkan sum - sum tulang belakang nya pada Livy.


" Kakek, dari mana?" Tanya Lea.


" Kakek baru selesai mebgurus sesuatu, nak." Ujar Hae In.


' Tuhan, bagaiamana caraku mengatakan ini pada mereka.' Batin Hae In.


" Kakekmu sudah datang, kalau begitu kamu istirahatlah.. aku akan pulang." Ujar Richard, dan Lea mengangguk.


" Hati hati di jalan." Ujar Lea.


Richard mengusap kepala Lea dengan sayang, lalu tersenyum.


" Bye.." Ujar Richard.


" Kakek, aku pulang dulu." Ucap Richard pada Hae In.


" Ya, nak.. Hati hati di jalan." Ujar Hae In.


Ke esokan harinya..


Di sebuah pemakaman yang terkenal elite, saat ini tengah di lakukan prosesi pemakaman. Kyle tidak menunggu beberapa hari untuk mengebumikan jasad Anton.


Sesuai wasiat Anton pada sekertarisnya, ketika dirinya wafat.. Maka segera kebumikan jasadnya tanpa harus melakukan upacara apapun.


Kyle tampak berdiri dengan mata sembabnya, di sekitarnya juga berdiri para rekan kerja Anton termasuk Dean yang juga berdiri di sana.


' Jika ada kehidupan selanjutnya, aku akan meminta pada Tuhan.. Agar aku terlahir dari rahim ibuku lagi, dan kau menjadi ayah biologisku. Mari kita hidup bahagia sebahai keluarga yang utuh.' Batin Kyle.


' Maaf karena aku egois.. Aku menjauhimu hanya karena aku marah pada kenyataan bahwa kau bukan ayah kandungku. Dari dalam lubuk hatiku, aku menyayangimu.. Ayah.' Batin Kyle lagi.


Satu persatu orang orang di sana mulai pergi dari pemakaman, meninggalkan makam Anton. Kyle adalah orang terakhir yang berdiri di sana, tak lama sekertaris Anton datang padanya.


" Tuan muda, mari ikut saya untuk menandatangani semua surat wasiat dari mendiang tuan Anton. " Ujar sekertaris Anton.


Kyle mengangguk, dan ikut pergi dari sana. Meninggalkan makam Anton dengan foto Anton yang tersenyum.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2