TRAUMA

TRAUMA
Chapter 24 - Menyelidiki Caffe


__ADS_3

Nara kini tengah menjadi seorang ibu yang sangat menyayangi anaknya. Ia tak mau anaknya mengalami pengalaman buruk seperti dirinya. Begitupun dengan Regan, ia sangat bahagia dengan hadirnya si kecil itu.


Bahkan, kini Regan menjadi orang yang pekerja keras. Ia tak kenal waktu untuk mengelola kafe nya. Kafe cabang yang berada di Kota X pun kini menjadi trending topik di kalangan remaja milenial.


Nara yang tengah sibuk mengurusi bocil menggemaskan itu, tiba-tiba saja ia teringat sahabatnya yaitu Nesha. Ia sangat merindukan sosok Nesha, ia terbayang wajah cerianya saat dulu di sekolah. Tak terasa manik mata itu mengeluarkan cairan bening yang melolosi kedua pipinya.


"Nes, andai aja lo percaya sama gue. Mungkin sekarang kita masih bareng-bareng." ucap Nara


"Gue kangen sama lo, nes." ucap Nara


Namun, saat ia sedang asyik bermonolog tiba-tiba saja tangannya terasa hangat.


"Lah ni anget-anget apa ya??" tanya Nesha


Saat ia memiringkan sedikit tubuh Mahesa, ternyata ia tengah membanjiri kain fanel itu dengan urine.


"Eh anak mama pipis ya?" tanya Nara


"Bentar ya mama gantiin dulu popoknya." ucap Nesha


Dengan pelan-pelan ia menggantikan popok anak laki-laki kesayangannya itu.


***


Sementara di caffe R & N, Regan tampak sibuk mengurusi para costumer disana. Meski ada karyawan ia tetap memutuskan untuk terjun langsung ke para pelanggan. Niatnya sih biar lebih dekat dan lebih mengenal orang-orang yang sering datang ke kafenya.


Tiba-tiba saja ia di kagetkan dengan seseorang berpenampilan modis masuk ke caffe itu. Ia melihat manik mata wanita itu yang memang agak familiar di pandangannya.


"Haii.." ucap wanita itu.


"Hallo, mau pesan apa mbak?" tanya Regan


"Hot chocholate plus banana waffle." ucap wanita itu


"Baik, ditunggu disana mbak." ucap Regan, ramah.


Wanita itu pun beranjak ke tempat duduk yang ada di paling pojok.


Dengan cekatan Regan membuat pesanan coklat panasnya, tak lupa ia menyuruh salah satu karyawan untuk membuatkan waffle.


"Pak ini waffle nya, mau di kemanain?" tanya Egi, ramah


"Disitu aja, biar saya yang kesana." ucap Regan yang masih bergulat dengan serbuk coklat.


Selesai meracik minuman coklat itu, Regan mengantarkan pesanan pada wanita cantik itu.


"Permisi mbak, ini pesannya. Silahkan di nikmati ya." ucap Regan dengan senyum terbaiknya.


"Iya makasih. Btw boleh ngobrol bentar gak?" tanya wanita itu.


"Oh iya boleh, mau ngobrol apa?" tanya Regan


"Sebelumnya kenalin, gue Anna." ucap wanita cantik itu


"Regan." ucap Regan seraya membalas uluran tangan wanita itu.


Banyak perbincangan diantara mereka, bahkan kini Regan seperti melupakan Nara dan Mahesa. Ia tengah asyik bercanda ria dengan seorang perempuan yang baru saja ia kenal itu.


Meski manik matanya seperti tak asing, namun Regan tidak mempermasalahkan itu.


Bahkan, kini sepertinya ia terpikat dengan pesona wanita cantik itu.

__ADS_1


***


Sementara di rumah, tiba-tiba saja perasaan Nara tidak enak. Ia terus saja mengingat Regan.


Bahkan, kini Mahesa terus saja menangis dengan histeris. Bayi kecil itu sepertinya tahu perasaan mamanya saat ini.


"Duh.. cup cup cup anak mama. kenapa? hemm?" tanya Nara lemah lembut.


Namun, naasnya anak itu terus saja menangis histeris meskipun sudah diberikan ASI. Bahkan kini tampak bayi kecil itu tidak lagi mau meminum ASI nya.


prangg..


Tiba-tiba saja foto pernikahan mereka terjatuh tanpa ada terpaan angin sedikitpun.


Nara mengernyit heran, pasalnya foto itu jatuh dengan sendirinya tanpa ada yang menyenggol.


Padahal waktu itu Regan sangat kuat memaku foto itu di setiap penjuru nya.


"Hah kenapa jatuh sendiri?"


"Ada apa ya sama suami gue?"


"Semoga pernikahan gue bae-bae aja dah."


"Aamiin.. "


ucap Nara, meskipun ragu ia tetap berusaha meyakinkan bahwa Regan tidak mungkin berpaling darinya.


"Esa.. anak baik gak boleh nangis terus yaa.."


"gak boleh cengeng."


"Jadi laki-laki itu harus kuat, sayang."


Begitulah Nara dengan sifat keibuan khas dirinya. Nara sangat pusing mendengar tangisan Mahesa. Bahkan kini rumahnya pun nampak tak terurus.


Halaman yang penuh dedaunan, lantai yang kotor itu belum sempat ia bersihkan sedikit pun, penuhnya wastafel dengan piring kotor, bahkan berserak nya bahan masakan di dapur.


Parahnya lagi, cucian yang menggunung itu membuatnya semakin stress saat ini.


***


Di perjalanan,


Tepatnya di jalan raya besar, terlihat tiga motor sport yang melajukan kendaraannya dengan kecepatan sedang. Mereka berjalan beriringan dengan Fino yang ada di depannya. Ketiga motor sport yang mewah itu berencana untuk menyelidiki caffe R & N itu.


Tak lama mereka telah sampai ke tempat tujuan itu.


Fino yang sangat antusias masuk ke caffe itu, membuat Robi dan Sony menggeleng.


Namun, saat mereka sampai di ambang pintu Sony melihat seorang lelaki yang tidak asing di pandangannya.


'Itu kek bang Regan' batin Sony


"Lah lu ngapa diem-diem bae? mau jadi kuncen pintu lo?" tanya Robi


"Etdah, berisik amat tuh mulut!" tukas Sony


"Duduk." ucap Fino


Nampak Sony terus memerhatikan lelaki berpostur tegak itu, ia masih penasaran dengan wajahnya.

__ADS_1


"Lo liat apa sih??" tanya Robi


"Kepo lo!" tukas Sony


"Mending gue pesen dah, lo pada mau pesen apa?" tanya Robi


"Macchiato satu." ucap Fino


"Coffe late plus vanilla waffle." ucap Sony


"Ngokhey." ucap Robi, kemudian ia beranjak dari tempat duduknya lalu memesan ke karyawan yang berada di balik meja panjang itu.


"Baik ditunggu sebentar ya, mas." ucap karyawan itu.


Nampak disana Regan telah selesai berbincang-bincang dengan wanita itu. Bahkan Regan tak segan memberikan makanan gratis pada wanita itu.


Sony yang tidak mengalihkan sedikit pun pandangannya dari lelaki itu, ia nampak kaget saat Regan membalikan tubuhnya.


"Bang Regan." gumamnya


"Regan? Siapa?" tanya Fino


"H-hah elo salah denger kaliii." protes Sony


"Gue denger, gue gak go*l*k!" tukas Fino


"Gue juga denger." ketus Robi


"Hmm.. gimana yaa." ucap Sony


"Regan siapa dah?" tanya Robi


"Gak, keknya gue salah liat deh." ucap Sony


"Yang benerrr?" ucap Robi bernada


"Aelah. Btw Fin kemarin di ruangan itu lo liat nama R & N kan? terus lo tau gak itu singkatan dari apa?" tanya Sony


"Gue liat kemarin, tulisannya Regan & Nara." ucap Fino sambil menyeruput macchiato nya.


"Whatt??" ucap Sony, kaget


"Why??" tanya Fino


"Lo gak salah baca?" tanya Robi


"Mata gue normal." tukas Fino


"Hhhhh... " terdengar Sony menghembuskan nafasnya berat.


"Lo napa?" tanya Robi


"Nama Regan itu ngingetin gue sama abang gue." ucap Sony


"Lah lo punya abang?" tanya Robi


"Hem, tapi dia di usir dari rumah." ucap Sony


"Kenapa?" tanya Fino


"Tertangkap basah mesum sama cewek di hotel." ucap Sony

__ADS_1


Degg..


__ADS_2