
Juno dan Riri kini duduk di tepian dak yang sebelumnya Riri duduk. Mereka menatap senja sore itu berdua.
Rupanya dari atap gedung kosong itu bisa melihat pemandangan yang bagus. Keramaian jalanan kota yang juga kebetulan searah dengan matahari yang akan tenggelam membuatnya terlihat seperti lukisan.
" Kenapa kau tidak pulang semalam?" Tanya Juno.
" Aku.. menenangkan diri." Ujar Riri.
" Menenangkan diri dengan membuat semua orang panik mencarimu, iya?" Ujar Juno, dan Riri pun melirik kearah Juno.
" Semua orang?" Tanya Riri dengan nada terkejut.
" Ibu nya Lea, Lea, Richard, teman sekamarmu, karyawan toko kue, semua panik mencarimu." Ujar Juno.
" Termasuk aku." Ujar Juno lagi.
Riri langsung menutup mulutnya, ia pikir dirinya pergi kemana pun tidak akan ada yang mencarinya, rupanya semua orang mencari keberadaan nya.
" Apa yang kamu pikirkan dengan tidak pulang semalaman? Apakah sekarang kamu sudah mendapat pencerahan atau ketenangan pada dirimu? " Ujar Juno, dan Riri menggeleng.
" Aku hanya ingin menghibur diriku saja, aku tidak tahu kalau semua orang akan mencari diriku. " Ujar Riri.
Juno terdiam, bagaimanapun Riri tidak pulang adalah gara gara dirinya yang menyakiti hati Riri.
" Maaf kalau caraku salah, aku sengaja mengatakan itu agar kamu mendengarnya." Ujar Juno, blak blakan.
" Aku tidak suka gadis yang mudah di dapatkan, terkesan murahan." Ujar Juno sambil memejamkan matanya.
Riri pun menunduk, sebutir air mata menetes dari pelupuk matanya. Hatinya sakit mendengar secara langsung Juno berkata demikian.
' Kenapa sesakit ini ketika mendengarnya secara langsung.' Batin Riri.
" Perempuan itu harus di perjuangkan, agar ada tantangan untuk mendapatkan nya. Aku beri tahu kamu satu rahasia, sebenarnya aku menyukai Lea." Ujar Juno.
Riri memejamkan matanya mendengar itu, rupanya tebakan nya benar.. Juno menyukai Lea.
" Lea adalah gadis yang dingin, namun menarik. Awal pertemuan kami memang di penuhi konflik, aku siswa yang buruk yang selalu mengganggunya. Aku bahkan pernah sangat jahat padanya." Ujar Juno.
" Aku mendapatkan pelajaran berharga dari Lea, dia menyelamatkan nyawaku dua kali. Dan aku selalu mendapatkan kejutan entah apapun itu tentang dirinya yang membuat aku menyukainya. "
" Tetapi Richard adalah temanku, aku tidak mau merusak pertemanan kami. Karena Richard juga telah menyelamatkan aku, aku berhutang nyawa padanya. Jadi aku hanya bisa menyukai Lea dalam diam." Ujar Juno lagi.
" Terlebih lagi, Lea dan Richard adalah teman sejak kecil. Mereka bagaikan di takdirkan untuk bersama, jadi tidak ada yang bisa aku lakukan." Ujar Juno.
" Hihihi" Tiba tiba terdengar tawa dari Riri.
Juno melirik ke arah Riri yang terdengar tertawa, bamun wajahnya penuh air mata.
" Rupanya kita sama.. Sama sama mencintai orang yang salah." Ujar Riri, sambil menghapus air matanya dengan lengan bajunya.
__ADS_1
" Aku mengerti... aku tidak akan mengharap apapun lagi darimu. Maaf jika sikapku selama ini sudah membebanimu dan membuatmu tidak nyaman. Aku sudah seperti se ekor lalat yang menggelikan." Ujar Riri, sambil tersenyum.
Juno menatap Riri dengan pandangan bingung. Karena saat ini Riri terlihat senyum, tapi air matanya terus mengalir.
" Hari ini, di tempat ini.. aku, Riri.. Memutuskan untuk menyerah dengan perasaanku padamu, Juno Fabian. Aku tidak akan lagi bersikap menggelikan, dan tidak akan lagi mengelilingimu seperti lalat." Ujar Riri.
" Kamu benar, perempuan haruslah sulit di dapatkan. Terimakasih sudah memberiku pelajaran yang berharga." Ujar Riri, dan menghapus air matanya.
" Tapi bisakah kamu bersikap biasa? Maksudku, aku tidak mau Lea menjadi kembali trauma lagi dengan laki laki. Lea belum lama ini mengalami kemajuan. " Ujar Juno.
Riri meneteskan air matanya kembali, dan mengangguk.
" Ya, tentu saja.. Lea adalah sahabatku, dan aku tidak akan menyakiti dia." Ujar Riri sambil tersenyum.
Betapa hancurnya hati Riri hari ini, ia harus mendengar kenyataan, dan orang yang ia sukai tidak sama sekali peduli dengan perasaan nya.
" Terimakasih." Ujar Juno, dan Riri mengangguk.
" Aku harus pulang, tante Livy pasti mencariku." Ujar Riri.
" Mau aku antar??" Tanya Juno dan Riri langsung menggeleng kuat.
" Aku baru menyatakan sumpahku, jika kamu mengantarku, takutnya aku akan melanggar sumpahku sendiri." Ujar Riri sambil terkekeh kecil.
" Terimakasih sudah baik padaku, walau akhirnya aku tahu aku hanya se ekor lalat bagimu, tapi aku senang. Setidaknya aku di anggap, aku pergi.." Ujar Riri, lalu berlari pergi meninggalkan Juno yang saat ini masih diam di tempat.
' Maafkan aku, aku tidak ingin mengulangi kisah yang sama.' Batin Juno.
Juno menghela nafas dan menghapus air matanya, kini dirinya kembali menatap pemandangan senja di hadapan nya itu.
" Dia pasti sangat terluka, sejak tadi dia berbicara sambil tersenyum, namun juga menangis." Gumam Juno.
Juno mengeluarkan ponselnya, dan menghubungi Richard.
" Chard, aku sudah bertemu Riri. Tapi dia tidak mau pulang denganku, mungkin dia akan pulang dengan angkutan umum atau taksi." Ujar Juno, dan langsung mematikan sambungan telepon nya sebelum Richard membalas apapun.
Juno menatap matahari yang kian lama semakin kian menghilang. Dan hari pun berganti gelap, Juno pun pergi dari sana.
Waktu berlalu, Riri sudah sampai di kost kost an nya. Ia berjalan dengan lunglai dan tatapannya juga terlihat kosong.
" Ri." Panggil Lea, sambil memeluk Riri.
Riri sampai terkejut karena Lea yang memeluknya dengan begitu erat. Riri jadi teringat dengan apa yang Juno katakan padanya. Hatinya kian menjadi semakin sakit, akhirnya tangis Riri pecah.
" Hiks! Hiks! Hiks! " Tangis Riri pecah.
Lea memeluk erat Riri, dia bingung dengan Riri yang justru menangis saat di peluknya.
" Ri, apa yang terjadi?? Apakah kamu di rundung lagi?? Siapa yang melakukannya?" Ujar Lea dengan nada penuh khawatir.
__ADS_1
Riri hanya menangis tersedu sedu, sampai orang orang yang lewat pun menatap kearah Lea dan Riri.
' Lea, kamu sangat baik.. Tidak heran semua orang menyukaimu. Meskipun aku sakit hati karena orang yang Juno sukai adalah kamu, tapi aku tidak bisa membencimu. Kamu terlalu baik..' Batin Riri.
" Ri.. Bisa ceritakan?? Apa yang terjadi padamu, kenapa kamu tidak pulang semalaman?" Ujar Lea.
' Apa yang harus aku katakan, Lea.. Apakah aku harus mengatakan bahwa aku patah hati karena laki laki yang aku sukai rupanya menyukaimu? ' Batin Riri sambil tersedu sedu.
' Kamu adalah orang yang baik Lea, aku tidak mungkin menyakitimu.' Batin Riri.
" Tidak apa apa, aku hanya baru kehilangan kucing jalanan yang selalu aku beri makan. Dia meninggal tertabrak mobil." Ujar Riri.
" Astaga anak polos dan baik hati ini, hanya gara gara kucing kamu tidak pulang semalaman?" Ujar Lea.
" Em, ya.. Aku harus menguburkan nya. Maaf karena sudah membuat kalian semua khawatir." Ujar Riri mencoba tersenyum.
" Tidak apa apa selagi kamu baik baik saja. Kamu bilang kamu sakit, kenapa malah keluyuran?" Ujar Lea.
" Maaf, aku hanya sedang membeli minuman pereda nyeri datang bulan. Tapi aku justru melihat kucing itu tertabrak." Ujar Riri dan kembali mengalir air mata.
" Sstt.. tidak apa apa." Ujar Lea.
Riri menangis tersedu sedu di pelukan Lea, hati nya hancur tapi dia juga tidak bisa berbuat apa apa. Bukan salah Lea di sukai Juno, Bukan salah Juno juga menyukai Lea. Salahnya sendiri menyukai orang yang salah.
" Menangislah yang puas, tapi berjanjilah, besok kamu akan baik baik saja." Ujar Lea, dan Riri mengangguk.
Lea langsung pergi ke kost kost an Riri setelah Richard mendapatkan panggilan dari Juno. Sementara itu Richard hanya bisa menunggu di luar, karena itu kost kost an perempuan.
Akhirnya setelah beberapa lama menangis, Riri melepas pelukan nya dan menatap Lea.
" Terimakasih sudah menghawatirkan aku, Lea. Pulanglah.. tante Livy nanti mencarimu." Ujar Riri.
" Kamu tidak apa apa sendirian?" Ujar Lea.
" Aku tidak apa apa.." Ujar Riri.
" Baiklah, kalau begitu. Jaga diri baik baik, aku pulang dulu." Ujar Lea, dan Riri mengangguk.
Riri masuk kedalam kamar kostnya, dan Lea pun keluar menemui Richard yang menunggu di luar pagar.
" Bagaimana?" Tanya Richard.
" Dia bilang karena kucingnya tertabrak mobil, jadi dia sedih. " Ujar Lea.
Richard lega mendengar nya, setidaknya bukan karena di sakiti Juno.
" Oh.. Kasihan. Ya sudah, ayo.. Aku antar kamu pulang." Ujar Richard, dan Lea mengangguk.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1