
Pagi harinya, Nara serta 3 lelaki tampan itu berencana untuk menyelidiki kasus yang telah terjadi pada tiga tahun silam. Tak lupa ia menitipkan Mahesa pada Bu Uti, pengasuh bocil tampannya.
Sebelumnya, mereka berkumpul di Caffe R & N untuk menikmati sarapan terlebih dahulu. Khidmat mereka menyantap sandwich serta susu yang Nara sediakan. Hingga akhirnya Robi membuka suara terlebih dahulu.
"Ra?" tanya Robi
"Hem?" jawab Nara sambil mengunyah sandwich itu.
"Bocil lo kemana?" tanya Robi
uhuk uhuk uhuk
Fino yang mendengar pertanyaan Robi pun ia terbatuk seketika. Nara yang memiliki rasa peka itu pun langsung menyodorkan susu miliknya pada lelaki yang ada di hadapannya.
Sontak Fino meneguk tandas tak tersisa susu vanila itu.
"Hhhhh.." Fino menghela nafas lega
"Lo gapapa?" tanya Nara yang dibalas gelengan kepala oleh Fino
"Makannya makan ati-ati, bro!" tukas Sony, tentu saja Fino membalasnya dengan dengusan.
"Ra bocil lo kemana aish gue tanya juga." ketus Robi.
"Ooo, Mahesa sama pengasuhnya." ucap Nara santai.
"Lah kenapa gak di bawa aja sih??" tanya Robi
"Ribet lah, kan mau perjalanan." tukas Nara
"Iya gimana sih lo." ketus Sony.
"Eh btw lo berapa bersodara son?" tanya Nara
"Tiga." jawab Sony
"Haa?" ucap Nara
"Bang Regan, Bang Bagas, gue." jawab Sony
"Bagas?" tanya Nara
"Huum, lo kenal?" tanya Sony
"Ngga, baru tau aja gue kalo Regan punya adek." ucap Nara
"Tapi.. " ucap Sony terputus, kemudian ia menatap kosong ke depannya.
"Tapi apa?" tanya Fino
"Bang Bagas gak sebaik bang Regan." ucap Sony.
"Maksud lo?" tanya Nara
"Dia mengambil alih semua harta bonyok gue." ucap Sony
"Jadii??" ucap Robi
"Bokap kena serangan jantung setahun yang lalu, nyokap kena serangan bang Bagas. Ternyata bang Bagas orang yang temperamen." tutur Sony.
"Astaga gue gatau. sorry yaa." ucap Nara gak enak
"Lo santai aja!" ucap Sony
"Sekarang lo tinggal dimana?" tanya Nara
"Apart." singkat Sony
__ADS_1
"Oh ya btw hotel itu pu-" ucap Nara terpotong
"Bokap. yang diambil alih sama bang Bagas." ucap Sony
"Terus apa dia mau bantuin kita?" tanya Nara
"Gue gak yakin sih. Tapi Pak Bobon pasti bakal bantuin." ucap Sony
"Pak Bobon siapa njir?" tanya Robi
"Security disana ege!!" tukas Sony
"Kita langsung otw nih?" tanya Robi
"Iya gass." seru Sony
Sony pun melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang agar bisa cepat sampai ke Calvin's Hotel.
Tampak keheningan di dalam mobil itu. Nara masih saja bergulat dengan pikirannya.
Apakah setelah rahasia ini terbongkar Regan masih bisa bersamanya ? Atau Regan lebih memilih menjabat sebagai CEO kembali?
Nara benar-benar pusing dengan pemikirannya itu.
Sony ia terus saja membelah jalanan, ia tampak mahir dalam menyetir mobil mewah itu.
Robi ia masih saja tidak percaya jika wanita yang ada di hadapannya adalah wanita yang pernah di bully oleh semua orang, bahkan dirinya.
Fino, ia duduk di sebelah Nara. Ia benar-benar menyesali perbuatannya dahulu yang pernah menyebarkan foto serta video Nara saat itu. Dan itulah penyebab Fino diam tak bergeming.
Tak lama mereka sampai di tempat tujuannya itu. Hotel itu memang selalu ramai, bahkan kini sudah banyak yang berubah dari arsitektur hotel itu.
"Son lo serius mau kesni?" tanya Nara
"Lah? Lo yang punya masalah kenapa tanya ke gue?" tanya Sony
"Gue takut." cicit Nara
"Takut apa ra?" tanya Fino
"Takut gak bisa liat." ucap Nara
"Pasti bisa kok. Ayo!" ajak Robi
Mereka melangkah menuju ruangan security itu. Terlihat Pak Bobon alias security yang ada disana tampak asyik melihat area CCTV itu.
"Assalamu'alaikum pak." ucap Sony
"Eh den son. Wa'alaikumussalam." ucap Pak Bobon
"Mari saya antar ke kamar den." ucap Pak Bobon kemudian
"Gak usah, pak." tukas Sony , tampak security itu nampak bingung dengan ucapan Sony
"Boleh masuk pak?" tanya Robi
"Boleh, ada apa ya?" tanya Pak Bobon
"Gini Pak. Saya kesini mau cek CCTV 3 tahun lalu di kamar nomor 21." ucap Sony yang memang sudah mengetahui tentang kamar yang Nara dan Regan tempati pada waktu itu.
"Hah? Tiga tahun? Udah lama banget den." ucap Pak Bobon
"Bisa gak?" tanya Fino kemudian
"Aduh gimana ya?" ucap Pak Bobon seraya menggaruk tengkuknya, ia benar-benar terlihat bingung.
"Tenang Pak, nanti saya kasih imbalan." ucap Sony
__ADS_1
"Bukan begitu den, tapi itu udah lama. Mungkin nyarinya butuh waktu." ucap Pak Bobon
"Emm kira-kira berapa hari ya Pak?" tanya Nara
"Gimana kalo saya minta waktu satu minggu?" tanya Pak Bobon.
"Anjir lama!" tukas Fino
"Lima hari?" tanya Robi
"Ya sudah 5 hari, nanti saya coba cek ya." ucap Pak Bobon
"Tapi ini ada apa ya den? Kok den Sony tiba-tiba suruh saya cek CCTV yang udah lama banget?" tanya Pak Bobon lagi
"Gak usah banyak tanya, kerjain aja!" tukas Sony
"Oh baik den." ucap Pak Bobon seraya menunduk
"Kalo gitu kita pamit ya pak." ucap Robi kemudian
"Iya hati-hati den, non." ucap Pak Bobon yang diangguki oleh Nara.
Mereka bertiga pun sampai ke mobil yang di tumpangi tadi.
Setelah perjalanan jauh dari Caffe R & N menuju Calvin's Hotel, mereka berencana untuk istirahat sejenak sambil menikmati lunch.
Namun, saat berada di sebuah restoran mewah itu. Nara tampak serius memandangi salah satu lelaki yang ada di hadapannya.
"Kak Roy?" gumam Nara
"Roy?" tanya Fino
"Lo kenal sama dia ra?" tanya Sony yang memang sudah mengetahui lelaki itu
"Kenal." ucap Nara
"H-hah? L-lo?" ucap Robi
"Gue kenal. dia kakak pertama gue." ucap Nara
"Jadi lo? Anak dari pengusaha terkenal Adhitama?" tanya Robi
"Begitulah." ucap Nara
"Tapi lo gak pernah cerita?" tanya Robi
"Lo gak nanya." ucap Nara santai
"Eh jangan sampe dia liat gue." ucap Nara
"Lah kenapa lo?" tanya Sony, yang dibalas dengusan oleh Nara
"Jangan sampe pokonya." ucap Nara
"Iya gue tutupin dahh." ucap Robi yang melihat Roy hendak berjalan melewati meja mereka.
Beruntungnya Roy termasuk lelaki yang acuh akan keadaan sekitar. Sehingga dia tidak terlalu mengedarkan pandangannya ke arah manapun. Ia masih tetap berjalan dengan cool nya saat melewati meja Nara dan ketiga temannya.
Tampak disana Nara menghela nafas serta mengusap dadanya lega.
"Lo ketemu abang gitu amat." tukas Sony
"Lo gatau apa-apa." ucap Nara
"Yayayaa.." ucap Sony
Tidak ingin berdebat terlalu lama mereka berempat pun memesan hidangan lunch yang ada disana.
__ADS_1