
Di sebuah rumah mewah tepatnya di kediaman Anna, ia kini telah menggeram kesal atas perlakuan Regan. Karena, Regan tidak tidur bersamanya. Anna juga sangat kesal karena perlakuan Regan saat mengangkat telepon darinya malam itu.
"sial."
"gue gak bakal biarin lo lolos gitu aja, gan."
"kita liat siapa yang akan menang, gue atau gadis sialan itu."
Ucap Anna.
Namun di satu sisi tampak Regan sangat gelisah, ia takut jika kekasih hatinya itu akan marah. Nara yang melihat raut kegelisahan dari suaminya itu sangat heran. Pasalnya, Regan tidak biasa gelisah seperti itu.
"Mas kamu kenapa?" tanya Nara
"Ah engga, mas sarapan di caffe aja ya.. bye sayang." ucap Regan seraya mengecup kening istrinya itu.
"Loh ini aku udah masak banyak mas." ucap Nara
"Buat nanti aja, mas buru-buru." ucap Regan.
Kini Regan telah melajukan mobilnya dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Ia tidak mau jika gadis cantiknya itu ngambek :)
"Anna.. " lirih Regan
"I'm coming sayang." ucap Regan..
Tidak perlu menunggu waktu yang lama, kini mobil Regan telah sampai di kediaman Anna. Tanpa ba bi bu, Regan langsung menerobos pintu utama itu. Tampak disana Anna sedang menikmati sehelai roti di meja makan.
Regan yang sudah merindukan kekasih gelapnya itu, ia langsung memeluk Anna dari belakang. Tentu saja membuat Anna melonjak kaget, dan hampir tersedak.
"Kirain siapa." tukas Anna
"Mas kangen loh." ucap Regan
"Kenapa gak tidur di sini sih?" tanya Anna
"Iya kan ada urusan di caffe sayang." ucap Regan
"Malem mas lagi sama istri mas ya?" tanya Anna
"Iya sayang heheh maafin mas yaa.." ucap Regan sambil mengecup puncak kepala Anna.
"Cih." ketus Anna
"Sayang kamu marah?" tanya Regan
"Pikir aja sendiri." tukas Anna
"Maafin aku sayangg ih." rengek Regan , yang hanya di balas lirikan tajam dari Anna.
"Sebagai gantinya, Mas akan nginep selama 2 hari disini gimana?" tanya Regan
"Setuju." ucap Anna
"Dasar." kekeh Regan
Mereka pun tampak bahagia menikmati pagi itu. Kini, Regan seperti memilki dua istri. Yang satu penuh kasih sayang dan yang satu sangat cantik dan liar.
__ADS_1
***
Sebenarnya apa yang Regan cari? Padahal Nara sangat cantik, putih, mancung, dan modis. Iya meskipun sekarang ia berubah bentuk pun itu kan karena dirinya? Andai saja Regan tidak menanam benih, mana mungkin tubuhnya sedikit melar bukan?
Nara yang memiliki kesempurnaan 95% itu rela Regan selingkuhi demi mendapatkan 5% kepuasan dari Anna.
Berbicara tentang hubungan memang sangat rumit, bukan hanya ucapan bahkan tindakan pun harus selalu di pikir matang.
***
Tak terasa hari terus berganti.
Dua hari sudah Regan berada di rumah Anna. Tentu, hari ini merupakan waktunya dia pulang ke rumah. Namun bukan Anna namanya jika ia tidak bisa menggoda Regan. Lagi-lagi Regan termakan akan rayuan wanita itu.
Regan sepertinya sudah sangat mencintai Anna, bahkan kini misi nya pun tengah ia lupakan. Terlebih pada Nara dan Mahesa, ia terlihat sangat acuh.
Tanpa mereka sadari, Nara yang terus menunggu kedatangan suaminya pun mulai lelah. Pasalnya, sejak kemarin Regan tidak pulang ke rumahnya. Bahkan nomornya pun kini tidak bisa di hubungi.
"Mas Regan kemana yaa?" tanya Nara
"Apa aku susul ke caffe aja ya?"
Akhirnya keputusan yang telah ia pertimbangkan pun kini telah bulat. Ia bertekad untuk mengunjungi caffe miliknya itu.
"Ma... ma.. ma.. " ucap Mahesa
"Eh sayang apa tadi? coba ulangi?" seru Nara
"mama mamamamama." ucap Mahesa seraya tersenyum
"Umm anak mama udah mulai pinter yaa." ucap Nara
"Eh Nara, sini Esa nya biar di asuh dulu sama ibu." ucap Uti, tetangga Nara.
"Eh bu Uti, gak usah bu nanti malah ngerepotin lagi." ucap Nara
"Ya engga dong, ibu malah seneng." ucap Bu Uti, yang memang ia sangat merindukan suara anak kecil.
"Tapi bu-"
"Di luar kan banyak polusi, kasian loh Mahesa nanti terkena virus orang dewasa." ucapan Bu Uti memang ada benarnya.
"Yaudah Bu, Nara titip bentar ya mau liat kondisi caffe dulu." ucap Nara sambil menyerahkan Mahesa.
"Nak jangan nakal ya, main dulu sama nek Uti. Mama mau liat papa." ucap Nara seraya mengecup kedua pipi anaknya itu
"Nitip ya buu." ucap Nara kemudian
"Iya Ra, Hati-hati di jalan yaa." ucap Bu Uti.
Nara yang lebih memilih naik taksi online itu pun langsung memesannya. Tak perlu menunggu lama, taksi itu datang.
"Atas nama Nara ya, mbak?" tanya sopir taksi itu
"Oh iya pak." ucap Nara
"Silahkan naik, mba. Mau kemana ya ?" tanya sopir itu
__ADS_1
"Ke Caffe R & N ya pak" ucap Nara
"Oke siap." ucap sopir
20 menit kemudian
Nara telah sampai ke caffe nya itu. Ia langsung masuk ke ruangan suaminya itu.
Namun, nampak disana terlihat kosong. Kursi yang sering di duduki suaminya itu tidak ada siapapun yang menempati. Hingga, ia mencoba bertanya pada Egi.
"Gi, mas Regan kemana?" tanya Nara
"Loh bukannya lagi piknik sama keluarga? Kok ibu gak ikut?" tanya Egi. Pernyataan Egi tentu membuatnya bingung.
"Hah?" ucap Nara
"Iya Bu, udah 2 hari ini Pak Regan gak masuk katanya mau piknik bareng keluarga." ucap Egi
"Darimana kamu tau?" tanya Nara
"Ini bu." ucap Egi seraya menunjukkan room chat bersama suaminya itu.
"Hufttt.. ya udah. bikinin machiato satu." ucap Nara
"O-oke bu." ucap Egi.
Di meja bundar itu tampak Nara memijat pelipisnya. Ia bingung dengan tingkah Regan. Jika memang Regan sedang piknik bareng keluarga kenapa Nara tidak di ajak? Apa Regan telah kembali kepada keluarganya yang dulu? Tapi kenapa ia menyembunyikan semuanya dari Nara?
Namun, tanpa Nara sadari bahwa di belakang meja itu tepatnya di pojok kanan ada tiga lelaki yang tengah memperhatikan Nara. Mereka tak lain adalah Fino, Robi, dan Sony. Yap, ketiga lelaki itu kini setiap hari berkunjung ke caffe itu.
"Itu Nara kan?" tanya Sony
"Hem." ucap Fino
"Tadi pas gue mau ke toilet gue gak sengaja denger obrolan Nara sama karyawan bername tag Egi itu." ucap Robi
"Lo denger apa Rob?" ucap Sony
"Kek nya si Nara lagi cari si Regan, katanya udah gak pulang selama 2 hari. Terus si Egi juga sempet tuh liatin room chat nya." ucap Robi
"Gak pulang?" tanya Fino
"Iya, gue juga sempet denger sih katanya si Regan lagi piknik bareng keluarga." ucap Robi sambil melirik ke arah Sony.
"Piknik?" tanya Sony
"Yes lo kan keluarganya. Lo gak piknik?" tanya Robi
"Gue gak ada agenda piknik tuh. Lagian lo berdua juga tau kalo bang Regan di usir dari rumah." ucap Sony santai. Namun tiba-tiba saja ia membulatkan matanya ketika sadar apa yang ia ucapkan.
"Wah ada yang gak beres nih kayaknya." ucap Fino
"Tapi lo jangan negatif dulu, Fin. Siapa tau kan piknik sama keluarga kelas atau apa gitu." ucap Robi
"Nah iya bener tuh kata si Robi." ucap Sony serta menghembuskan nafas lega
"Iya juga sih." tukas Fino.
__ADS_1
Mereka bertiga pun kini hanya mengamati Nara dari meja itu. Fino sangat merindukan gadis cantik itu.