TRAUMA

TRAUMA
EPS. 57. Real kapten.


__ADS_3

Ke esokan harinya..


Lea sudah siap dengan seragam sekolahnya, ia turun ke bawah dan masih melihat Livy yang masih saja berkutat dengan bahan untuk gaun.


" Mama tidak tidur semalaman? " Ucap Lea.


" Eh, kamu sudah siap sekolah, nak? Ayo sarapan dulu. " Ujar Livy.


" Mama baru saja meneruskan nya kok." Ujar Livy lagi.


" Dimana kakek?" Tanya Lea.


" Sudah berangkat ke perusahaan, kakek sedang mengurus kepindahan induk perusahaan nya kemari." Ujar Livy.


" Itu bagus, agar kakek tidak perlu pergi jauh jauh." Ujar Lea dan Livy mengangguk.


Lea meneguk susu yang berada di gelas, dan memakan sarapan nya. Tak lama terdengar deru suara mesin motor milik Richard, yang sepertinya sudah sampai di depan rumah Lea.


" Richard sudah datang, ma. Lea pergi dulu." Ujar Lea.


" Ya, sayang.. Hati hati di jalan." Ujar Livy.


Lea pun keluar dari kediaman nya dan benar, Richard terlihat sedang duduk di motornya.


" Pagi.." Sapa Richard.


" Pagi." Sahut Lea.


Keduanya pun berangkat ke sekolah. Livy melihat keduanya dari pintu utama, dan dia tersenyum.


' Aku yakin Richard menyukai Lea. Semoga Richard bisa membuat hati Lea luluh dan mengenal arti cinta.' Batin Livy.


" Nyonya, ini obat nya." Ujar Pelayan yang muncul dari belakang Livy.


" Oh, ya.. terimakasih." Ujar Livy.


Kembali ke sisi Lea dan Richard, Richard melajukan motor nya dengan kecepatan sedang dengan Lea yang membonceng dengan tenang.


Tak lama keduanya sampai di sekolah yang saat ini tengah sangat ramai.


" Ada apa itu? Ramai sekali." Ujar Lea.


" Entah, ayo kita lihat." Ujar Richard.


Richard menggandeng tangan Lea, dan Lea tidak keberatan dengan itu. Sampai akhirnya mereka sampai di keramaian itu dan melihat seperti aksi unjuk rasa teman teman tim TIGER.


" Lea! TIGER! Lea! TIGER Lea TIGER! " Teriak teman teman kelas.


" Apa aku tidak salah dengar, mereka menyebut namaku?" Ujar Lea bingung.


" Ya, mereka meneriakkan namamu." Ujar Richard.


" Itu Lea! Lea, kamu akan bermain dalam turnamen nanti kan??" Ujar seorang teman satu tim.

__ADS_1


Lea tentu diam, dia tidak berencana ikut dalam turnamen sejujurnya. Ia hanya menggemari olah raga basket, tapi tidak berencana ikut turnamen.


" Lea, jangan mundur, kamu adalah salah satu pemain terbaik." Ujar yang lain.


Lea masih diam, tidak di sangka mereka mengandalkan nya juga. Ia pikir semua orang itu juga masa bodo dengan dirinya.


" Lea, semua tim mengharapkan dirimu." Ujar Kyle tiba tiba.


" Sekolah ini akan menjadi tuan rumah nanti, tidak lucu kalau kita kalah di kandang kita sendiri. Lea, tolong jangan keluar dari formasi, ya." Ujar teman lain dengan nada memohon.


' Ini pasti kerjaan Kyle, kemarin aku bilang aku akan mundur dan dia membuat kekacauan ini untuk menahanku.' Batin Lea.


" Aku tidak suka ikut turnamen." Ujar Lea.


Semua orang menjadi sendu. Pasalnya setiap berlatih, Lea selalu mencetak banyak skor, dan sudah masuk sebagai formasi tim.


" Lea, mereka mengharapkanmu." Ujar Richard.


" Tapi aku tidak suka ikut turnamen, Chard." Ujar Lea.


" Lea, adanya turnamen nanti adalah untuk memperkuat pertemanan diantara Tim, kita semua akan menjadi lebih dekat dan kompak satu sama lain." Ujar Richard.


" Dan... Aku juga akan ada di sana nanti." Bisik Richard.


" Kamu sejak kemarin berbisik misterus begitu sebenarnya apa yang kau sembunyikan." Ujar Lea.


" Kamu akan tahu, tapi dengan syarat.. Kamu harus bertahan dan ikut turnamen." Ujar Richard sambil mengedipkan sebelah matanya.


Tujuan Richard meminta Lea ikut turnamen adalah agar Lea semakin membaur dan bersosialisasi dengan orang lain.


Semua orang pun bersorak senang mendengarnya. Dan akhirnya mereka bubar dan masuk kedalam kelas mereka masing masing.


1 bulan kemudian..


Tak terasa sebulan telah berlalu, kini turnamen yang di tunggu tunggu akan segera tiba. Besok, adalah hari H di adakan nya turnamen itu.


" Lea, ayo." Ujar Juno.


Saat ini sekolah sudah berakhir, dan Lea beserta tim TIGER akan melakukan latihan terakhir sebelum turnamen yang akan di langsungkan besok.


Tapi sejak tadi Lea tidak melihat keberadaan Richard di mana pun.


Biasanya ketika Lea akan berlatih dengan yang lain, Richard menunggu dirinya di depan kelas.


'' Kamu melihat Richard? '' Tanya Lea pada Juno.


'' Richard? tidak.'' Ucap Juno.


" Sudahlah, nanti dia juga menyusul." Ujar Juno. Akhirnya Lea pun mengangguk.


Akhirnya Lea dan Juno pun pergi menuju ke lapangan basket, di sana sudah ramai dengan semua orang yang sudah berkumpul dan mulai melakukan pemanasan ringan.


'' Halo Lea.'' Sapa anggota tim, dan Lea mengangguk.

__ADS_1


'' Halo. '' Sahut Lea.


Setidaknya sudah banyak perubahan yang terjadi pada Lea dalam satu bulan ini. Lea sudah mulai sedikit demi sedikit mencoba berdamai dengan keadaan. Ia mulai merespon sapaan orang lain dan sedikit senyum. Meskipun Lea masih belum mau melakukan kontak fisik dengan anggota lain, setidaknya Lea menjadi sedikit ramah.


'' Perhatian, wakil kapten meminta kita berbaris.'' Ujar Juno.


semua orang menyudahi aktifitasnya dan mulai berbaris dengan rapi di lapangan. Bahkan pelatih di sana juga tidak mempermasalahkan hal itu. Tiba tiba wakil kapten yang Juno maksudkan itu muncul dan berdiri di depan semua anggota.


'' Teman teman, hari ini saya selaku wakil kapten TIGER ingin menyerahkan kembali tugas dan semua tanggung jawab tim, pada kapten kita." Ujar wakil kapten.


" Seperti yang kalian tahu, kapten kita meliburkan diri karena terjadi kecelakaan padanya. Karena dia sudah sembuh dan sudah bisa kembali memimpin jalan nya tim, maka saya akan menyerahkan kembali tanggung jawab tim padanya.'' Ujar wakil kapten, lagi.


'' Mungkin untuk anggota baru masih ada yang belum tahu bahwa saya ini hanya wakil kapten, jadi biar saya perkenalkan kepada kalian siapa kapten kalian yang sebenarnya.. kapten TIGER yang sesungguhnya. '' Ujar wakil kapten lagi.


'' Baiklah, mari kita sambut dia.. kapten Richard.'' Ujar wakil kapten dan semua orang langsung bertepuk tangan dengan meriah kecuali Lea dan Kyle yang terkejut mendengarnya.


Richard muncul dengan seragam basket berwarna putih birunya dan berjalan menghampiri semua tim TIGER. Semua tim yang memang tahu bahwa Richard adalah kapten mereka tentu saja menyambut hangat kedatangan kembali kapten mereka.


'' Halo semuanya. '' Sapa Richard.


'' Kapten, selamat datang kembali.'' Teriak Juno.


Seketika Lea melirik Juno tajam, Juno pun langsung menciut melihat tatapan Lea yang begitu tajamnya.


'' Hehehe.. aku hanya membantu dia memberikan kejutan padamu'' Ujar Juno, menjelaskan. Namun Lea justru membuang mukanya.


' Serba salah hamba, ya Tuhan. ' Batin Juno.


' Apa apaan ini, dia kapten?? ' Batin Kyle sambil menatap Richard.


'' Baiklah, senang melihat kalian kembali dalam formasi baru. Untuk anggota yang baru, salam kenal.. saya Richard, kapten kalian.'' Ujar Richard sambil menatap Lea dan Kyle dengan tersenyum.


'' Mari kita mulai latihan terakhir kita sebelum turnamen di adakan besok. Saya harap kalian bisa semangat menyambut datangnya turnamen yang akan di selenggarakan di sekolah kita besok. Ingat, menang atau kalah itu bukan masalah. Jika kita menang itu bagus, tapi jangan ber tinggi hati.'' Ujar Richard.


'' Tapi saya juga tetap berharap kalian bisa memberikan performa terbaik kalian dalam turnamen besok.'' Ujar Richard lagi.


'' Baiklah, mari kita mulai latihan nya. '' Ujar pelatih.


Semua orang pun mengangguk, Richard menyempatkan diri menghampiri Lea yang sejak tadi berdiri diam menatapnya.


" Apa apaan ini.. Jadi kau kapten?" Ujar Lea akhirnya.


" Ya.. begitulah." Ujar Richard, sambil tersenyum.


"Jadi, mari kita menangkan turnamen ini bersama." Ujar Richard mengulurkan tinju tos nya.


Lea memutar bola matanya, tapi akhirnya dia menyambut tinju tos Richard, dan richard terkekeh.


" TIGER! READY!!" Teriak Richard.


" Ready!! " Sahut tim TIGER.


Sementara itu, Kyle menatap penuh dendam pada Richard.

__ADS_1


' Aku yakin dia tidak bisa bermain, dia pasti hanya menang tampang.' Batin Kyle.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2