TRAUMA

TRAUMA
EPS. 59. Memberi kejutan malah terkejut.


__ADS_3

Semua orang sedang berkumpul di loby sekolah saat ini. Turnamen sudah berakhir dan di lanjut besok sebagai menentuan pemenang atau final. Lea juga sudah berganti pakaian, ia tidak lagi menggunakan pakaian basket, dan sudah menggunakan pakaian casual.


Lea mengernyit ketika tidak melihat keberadaan Riri, padahal Riri mengatakan padanya bahwa dia datang untuk melihat pertandingan itu.


" Aku tidak melihat Riri sejak tadi, dimana dia?" Ujar Lea.


Richard menjadi diam dan menatap Juno. Richard tentu tidak tahu bahwa Riri mendengar percakapan nya dengan Juno sebelum turnamen di mulai.


" Iya, mama juga tidak melihat dia. Padahal dia izin untuk datang kemari." Ujar Livy.


" Lea akan hubungi dia." Ujar Lea.


Lea mengeluarkan ponselnya, dan menghubungi Riri.


" Halo Ri, kamu dimana? " Ujar Lea.


" ... "


" Oh, apakah kamu baik baik saja? Apa perlu ke dokter?" Tanya Lea.


" ... "


" Baiklah, beristirahatlah dengan baik.. jangan bekerja." Ujar Lea, panggilan pun di akhiri.


" Dia sakit ma, datang tamu bulanan." Ujar Lea pada Livy.


" Ohh.. apakah dia butuh dokter?" Tanya Livy.


" Dia bilang tidak perlu, hanya butuh istirahat. " Ujar Lea.


" Ya sudah kalau begitu." Ujar Livy.


Juno mendengar itu, sebenarnya ada perasaan bersalah di hatinya. Tapi dia harus melakukan itu agar Riri tahu bahwa perempuan harus memiliki nilai pada dirinya, Juno pun pergi dari sana.


" Tante, Richard ijin bawa Lea pergi, boleh?" Ujar Richard pada Livy, sambil meraih tangan Lea.


" Aduh!! anak mama, sudah blak blakan meminta ijin pada orang tua gadisnya." Ujar Fitty menyindir.


Livy dan Hae in pun tertawa mendengarnya.


" Boleh, jaga baik baik ya." Ujar Livy, dan Richard tersenyum.


" Pasti tante." Ujar Richard.


" Lea, ayo." Ujar Richard sambil menarik pelan tangan Lea.


" Kita mau kemana?? '' Tanya Lea, menahan tarikan tangan Richard.


'' Rahasia. '' Ujar Richard dan langsung menarik Lea pergi dari sana.


Livy, Hae In dan Fitty tertawa melihat dua anak muda yang saling tarik menarik itu, sungguh manis di lihat.


'' Semoga Lea menjadi kekasih Richard.'' Ujar Fitty tiba tiba.


'' Kamu juga berharap demikian?? '' Tanya Livy.


'' Sangat! Lea itu bagai nyawanya Richard. Richard tidak pernah se over protective itu dengan orang lain selain padaku, sekarang lihat.. dia bahkan meninggalkan ibunya karena ada gadisnya.'' Ujar Fitty, Hae In dan Livy pun tertawa.

__ADS_1


'' Semoga saja mereka berjodoh.'' Gumam Hae In.


Mereka tidak mau memaksa apa yang mereka pikirkan pada anak anak mereka, jika memang Richard dan Lea berjodoh, maka mereka akan sangat mendukung dengan hal itu, jika tidak, maka mereka tidak akan memaksakan kehendak mereka. Mereka masih bisa menjalin hubungan saudara.


Berpindah pada Lea dan Richard yang saat ini sudah sampai di depan motor Richard, Richard sedang memasangkan helm di kepala Lea saat ini.


'' Nah.. ayo.'' Ujar Richard.


Lea menurut dan naik keatas motor Richard, meskipun sebenarnya dia sangat penasaran dengan rahasia yang di maksudkan oleh Richard sebelumnya. Seteleh  Lea naik keatas motor Richard, mereka pun melesat pergi dari sana.


Dari jauh lagi lagi Kyle melihat itu, Kyle kian makin kesal melihat kedekatan Lea dengan Richard. Kyle selalu merasa bahwa dirinya lebih berhak dekat dengan Lea, secara dia merasa bahwa dia mengenal Lea lebih dulu.


' Seandainya saat itu aku tidak membuat kesalahan dengan menyebar kabar bahwa Lea adalah anak haram, pasti Lea tidak akan membenciku dan bersamaku saat ini. ' Batin Kyle.


Tapi apa boleh di kata, kesalahan nya adalah cemburu pada Lea dulu. Karena cemburunya itu dia membuat Lea membencinya karena menyebar berita bahwa Lea adalah anak haram.


' Sekarang kalau di pikir pikir, akulah anak haram itu. Aku bahkan tidak tahu siapa ayah kandungku.' Batin Kyle lagi.


Tiba tiba muncul Alika dari belakang Kyle dengan senyum miringnya.


'' Kau menyukai Lea? '' Tanya Alika pada Kyle.


'' Siapa kau? '' Tanya Kyle menatap Alika.


'' Siapa aku tidaklah penting, yang penting adalah kita memiliki tujuaan yang sama. Kamu menyukai Lea, bukan? Bagaimana jika kita pisahkan mereka berdua.'' Ujar Alika dengan tatapan licik.


Kyle menatap Alika dengan remeh dan tersenyum smirk lalu berkata..


'' Aku tidak tertarik dengan penawaran yang kau berikan.'' Ujar Kyle.


'' Kau akan mendapatkan Lea, dan aku akan mendapatkan Prince.'' Ujar Alika.


'' Richard..'' Ujar Alika lagi.


Kyle terbahak mendengar Alika menamai Richard dengan sebutan Prince.


'' Dia tidak terlihat sama sekali seperti seorang pangeran.'' Ujar Kyle meremehkan.


'' Sebutan apapun yang aku berikan  padanya itu bukan urusanmu, yang terpenting kita mendapatkan masing masing tujuan kita, Thats it!'' Ujar Alika kesal.


'' Aku tidak perlu bekerja sama dengan orang sepertimu untuk mendapatkan Lea, aku akan mendapatkan dia dengan caraku sendiri.'' Ujar Kyle, lalu melangkah pergi mninggalkan Alika.


'' Mereka itu takdir! Kau tidak akan bisa memisahkan mereka tanpa bantuan daru.'' Teriak Alika pada Kyle yang sudah berjalan menjauh.


Kyle tidak berbalik atau bahkan berhenti, dia mendengar apa yang Alika teriakan, tapi dia tidak peduli.


' Jika mereka adalah takdir, maka aku yang akan menghilangkan garis takdir itu.' Batin Kyle semakin kesal.


Berpindah ke sisi Lea dan Richard. Richard mengemudikan motornya dengan kecepatan lumayan tinggi dan membelah jalanan kota Jakarta sore itu.


Dan tak lama mereka sampai di tempat yang pernah mereka datangi saat melihat kunang kunang.


" Ayo turun." Ujar Richard.


" Ini.. rumah kunang kunang, kan?" Tanya Lea.


Richard terkekeh mendengarnya, rumah kunang kunang..

__ADS_1


" Ya, ayo.." Ujar Richard.


Lea turun dari motor, dan Richard memarkirkan motornya. Ia turun dan kemudian menggandeng tangan Lea untuk masuk kedalam.


" Tunggu, kenapa sekarang banyak alat alat lukis di sini?" Tanya Lea.


" Sejujurnya tempat ini sudah menjadi galeri lukis, saat terakhir kali kamu datang kemari untuk melihat kunang kunang, itu hanya ada beberapa lukisan yang terpasang." Ujar Richard.


" Kamu menjadi pelukis?" Ujar Lea.


" Bukan, tapi kamu. " Ujar Richard.


" Kemari." Richard menarik tangan Lea dan berjalan mendekati sebuah ruangan.


" Kamu ingat ini semua??" Tanya Richard.


Lea langsung menutup mulutnya, saat ini di hadapan nya adalah gambar gambar yang pernah dirinya buat dulu. Abstrak, namun memiliki seni nya tersendiri.


" Kamu menyimpan nya??" Ujar Lea.


" Ya, apapun yang kita gambar bersama, aku selalu membawanya pulang dan aku simpan di dalam box khusus untuk menyimpan semua barang pentingku." Ujar Richard.


" Aku bahkan membawa box itu saat aku pindah, dan aku membongkarnya kembali beberapa hari lalu dan menemukan ini." Ujar Richard.


" Its a masterpiece, right?"


" Richard.. aku bahkan tidak memiliki satu pun barang barang saat aku kecil, tapi kau menyimpan ini?" Ujar Lea.


Lea sangat terharu, pasalnya semua gambarnya itu adalah gambar yang ia buat dengan hati yang bahagia dan gembira. Ia lupa pernah memiliki perasaan itu dulu.


" Ya." Ujar Richard.


Lea menyentuh bingkai demi bingkai gambar yangan nys itu.


" Tapi kamu salah, bukan begini menyusun nya." Ujar Lea.


" Oh, iya kah? Lalu bagaimana?" Tanya Richard.


" Aku minta maaf sebelumnya, aku harus mencopot semua gambar ini dari bingkai nya." Ujar Lea.


" Its ok, itu milikmu Lea." Ujar Richard sambil tersenyum.


Akhirnya Lea mengangguk dan mulai mencopot satu demi satu dan mengeluarkan gambar itu dari bingkai. Richard juga membantunya hingga akhirnya selesai dan saat ini ada stumpuk kertas di tangan Lea.


" Maaf aku akan membuat ruanganmu berantakan." Ujar Lea.


" Tidak apa apa, Lea.. " Ujar Richard sambil kembali tersenyum.


Lea mulai meletakan satu demi satu gambar itu di lantai, lalu menyusun nya dengan mengingat ingat potongan mana saja yang seharusnya tersusun lebih dulu.


Lea terlihat seperti tengah mengerjakan sebuah puzle dengan semua kertas itu. Tak lama selesailah gambar itu dan baru terlihat keaslian nya. Rupanya setelah semua gambar itu di satukan, berubah menjadi sebuah gambar anak laki laki.


Richard sampai terperanga melihat nya. Ia bahkan sama sekali tidak menyangka bahwa gambar yang ia bawa pulang dan ia simpan di box itu rupanya puzle dari Lea.


" I- itu aku?" Ujar Richard dan Lea tersenyum.


" Ya, si gendut." Ujar Lea kemudian terkekeh kecil.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2