
Riri berlari masuk ke dalam, dan dia bingung karena tempat itu sangat luas dan penuh dengan hamparan bunga.
Riri bingung, tapi lebih panik karena dari jauh dia mendengar teriakan Juno.
" ARRGH!! AMPUN!" Teriak Juno.
" Juno!!" Teriak Riri.
Riri bagai berada di tengah labirin saat ini, dia tidak tahu dimana Juno berada, tapi anehnya tidak ada lagi preman yang menjaga.
BRAK!!
Suara pintu kayu yang tertutup dari luar.
' Apakah aku masuk jebakan musuh?' Batin Riri.
Riri mengendap endap dan berjalan menyusuri tanaman bunga bunga itu dengan waspada.
' Aneh, kenapa tidak ada satupun orang di sini.' Batin Riri heran.
Riri berlari dan ia semakin mendengar dengan jelas suara Juno yang berteriak, namun kemudian suara itu hilang. Riri melihat Juno yang duduk terikat dengan kepala yang di tutup kain.
" Juno.." Gumam Riri.
Riri melihat ke kanan dan ke kiri, dan di sana ada dua laki laki yang tampaknya sedang berdiskusi.
Riri melangkah maju untuk menyelamatkan Juno tapi dirinya malah ketahuan oleh salah satu pria itu.
" Hei!! Ada penyusup." Teriak pria itu.
Dua pria itu langsung berlari dan hendak menghajar Riri, namun Riri sudah sedikit menguasai bela diri jadi Riri bisa melawan.
Bugh!!
" Ukh!" Riri terpukul di bagian pipinya hingga sudut bibirnya mengeluarkan darah.
" Hei!! Berani beraninya kalian menyentuh dia!" Teriak Juno dari jauh.
' Juno?? Lalu siapa yang di ikat?' Batin Riri.
Saat Juno muncul, muncul lebih banyak pria lagi yang muncul. Juno dengan sigap langsung memukuli mereka semua.
Dua pria yang tadi melawan Riri, kini berhadil menahan Riri karena Riri yang lengah.
" Lepas!!" Ujar Riri.
" Jangan harap! Pacarmu itu harus mati, satu satunya cara adalah menggunakan dirimu sebagai umpan nya." Ujar preman itu.
' Ini jebakan, yang mereka incar hanya Juno. Tidak, Juno dalam bahaya sendirian.' Batin Riri.
" Kalian salah, aku bukan siapa siapanya, jadi mau kalian membunuhku pun dia tidak akan pernah tunduk padamu." Ujar Riri.
" Oh, ya?? Mari kita buktikan." Ujar Pria itu.
Pria itu mendorong Riri hingga jatuh bersimpuh ke rumput.
__ADS_1
" Riri!" Teriak Juno panik.
" Lihat, aku tidak memukulmu pun dia sudah panik." Ujar pria tadi.
' Bodoh, kenapa kamu peduli padaku.' Batin Riri.
Juno yang lengah itu langsung mendapat bogeman mentah, sampai tersungkur di rumput.
" Juno awas!! " Teriak Riri ketika melihat salah seorang preman itu membawa pisau mendekat kearah Juno.
Dengan sigap, Juno menendang pisau itu, tapi pria yang di belakang Juno memukul kepala Juno hingga pelipis Juno mengeluarkan darah.
" Uggh!!" Juno kesakitan, seketika pandangan Juno berkunang kunang.
" Juno!! " Teriak Riri, Riri langsung panik dan berkaca kaca melihat Juno berdarah.
" Jangan pukul dia, aku mohon." Teriak Riri.
" Diam!!" Bentak preman di belakang Riri sambil menhambak rambut Riri.
" Jangan sakiti dia, ban*sat!! Urusanmu dengan aku, lepaskan dia!" Teriak Juno.
" Siapa peduli. Lihat dirimu Juno, di mana kesombonganmu yang biasanya itu, huh?!" Ujar preman yang berada di depan Juno.
Juno saat ini sedang tersungkur di rumput dengan tangan nya di cekal oleh pria yang memukul kepala Juno sebelumnya.
" Lepaskan dia, aku mohon.." Gumam Juno.
" Baik, aku akan lepaskan dia, tapi kau harus ikuti perintahku." Ujar pria itu.
" Jangan! Jangan! Juno jangan bodoh, jangan ikuti permintaan nya." Teriak Riri.
Juno melihat ke sekelilingnya, kemudian mengangguk.
" Oke, tapi tolong biarkan dia pergi." Ujar Juno sambil menatap Riri.
" Juno! Jangan bodoh." Teriak Riri yang kini sudah mulai berlinang air mata.
Riri tidak menyangka Juno memilih menyelamatkan dirinya.
" Aku akan melepaskan dia, jika kau melakukan apa yang aku katakan lebih dulu." Ujar preman itu.
" Baik, katakan." Ujar Juno.
Riri menangis ketakutan, Riri bukan takut dirinya terluka, tapi Riri takut Juno mengambil langkah bodoh hanya untuk menyelamatkan dirinya.
" Cium kakiku sekarang juga." Ujar pria yang muncul dengan topeng di wajahnya.
" Bos!" Ujar empat preman itu dengan kepala menunduk seakan memberi hormat.
" Bukankah kau ingin mengikuti perintah, sekarang cium kakiku.." Ujar pria itu lagi.
Juno merangkak perlahan mendekati kaki pria itu, dengan kedua tangan nya yang masih di cekal. Riri menangis melihatnya, dia dengan sekuat tenaga akhirnya melawan pria yang di belakang nya.
" Aku tidak lemah." Ujar Riri, Riri memutar tangan pria di belakang nya lalu membanting nya ke tanah.
__ADS_1
" Aku tidak akan membiarkan kalian menyakiti dia." Gumam Riri, lagi.
Satu persatu itu maju untuk menghalangi Riri tapi mereka kalah. Riri benar benar sudah mengalami banyak kemajuan dalam seminggu ini. Meskipun Riri terkena pukulan, tapi dia masih bisa mengalahkan pria pria itu.
Juno berkaca kaca dan langsung menarik dan membanting pria yang berada di belakangnya, sementara pria bertopeng itu langsung lari ketika akhirnya Riri dan Juno berhasil mengalahkan mereka.
Semua preman di sana lari begitu saja ketika ketua mereka juga lari dari sana.
" Juno! kamu berdarah." Ujar Riri panik, sambil meraba wajah Juno dengan sesenggukan.
Tangis Riri yang sebelumnya masih bisa tertahan, kini pecah ketika mereka akhirnya sudah mengalahkan para preman itu. Darah di pelipis Juno memang lumayan banyak, tapi Juno tidak lagi merasa sakit. Karena ia akhirnya bisa melihat Riri mengkhawatirkan nya.
" Riri.. sukurlah kamu baik baik saja." Ujar Juno.
" Bodoh!" Ujar Riri.
Riri memeluk Juno yang saat ini terlihat begitu kacau.
" Riri, aku minta maaf.." Ujar Juno tiba tiba.
" Diam.." Ujar Riri.
" Aku tidak ingin pergi membawa penyesalan, tolong dengarkan aku.." Ujar Juno.
Riri jadi teringat dengan Lea yang mengatakan bahwa Juno sakit. Akhirnya ia mengangguk dan berkata..
" Katakan.." Ujar Riri.
" Aku mencintaimu, Riri." Ujar Juno tiba tiba.
Air mata Riri semakin deras mengalir, kata itu yang dia tunggu dadi dulu, tapi dia baru mendengarnya sekarang. hanya dua kata aku mencintaimu itu saja.
" Maaf karena aku bodoh, aku tidak berpikir panjang. Aku hanya takut kamu akan terluka nantinya jika kamu bersamaku, maaf aku sudah menghinamu." Ujar Juno sambil berlinang air mata dan memeluk erat Riri.
" Aku akan pergi dengan tenang jika.."
" Tidak, kau jangan berkata begitu. Jangan mendahului takdir, kamu akan baik baik saja." Ujar Riri semakin memeluk erat Juno.
Juno jadi bingung sendiri, ia bingung karena Riri memeluknya begitu erat.
" Riri, aku sakit." Ujar Juno.
" Diam! Jangan bilang begitu." Ujar Riri.
" Ta- tapi aku sungguh sakit, kamu memeluku terlalu erat." Ujar Juno.
Riri langsung melepas pelukan nya, dan Juno tersenyum pelan melihat betapa kacau Riri di hadapan nya. Air mata yang sudah membasahi seluruh wajah Riri bahkan sampai sembab.
" Jangan menangis." Ujar Juno, sambil tangan nya terulur menghapus air mata Riri.
" Apakah ini sakit? '' Tanya Juno, sambil menyentuh sudut bibir Riri yang berdarah.
'' Tidak.. '' sahut Riri.
Riri menatap sendu Juno yang berada di hadapan nya saat ini. Padahal dia yang sedang sakit, tapi dia mengkhawatirkan orang lain.
__ADS_1
'' Aku menyayangimu Juno.'' Ujar Riri, dan itu berhasil membuat Juno terkejut.
TO BE CONTINUED..