
Lea hanya berdiri saja di depan Anton tanpa menjawab. Anton yang tadinya tersenyum lebar bahkan sampai pudar kembali senyum nya karena Lea tidak juga menjawab sapaan nya.
" Anak tidak sopan, di tanyai ayahmu kenapa tidak di jawab? Apakah begitu cara ibumu mendidikmu?" Ujar Grace.
" Diam Grace!" Ujar Anton membentak Grace.
Grace sampai terkesiap karena terkejut dengan suara Anton. Sementara Lea hanya menatap malas keduanya.
" Lea, aku sudsh mendapatkan tempat privat." Ujar Richard yang muncul dari dalam.
Richard melihat Anton yang berdiri di hadapan Lea, dan langsung menarik tangan Lea untuk menhauh dari Anton.
" Lea, kamu tidak apa apa?" Tanya Richard, dan Lea hanya menggeleng.
" Memangnya apa yang akan saya lakukan pada putriku sendiri? Kau membuat saya seakan menjadi penjahat di mata putriku." Ujar Anton.
Richard mengernyit kan keningnya, jelas jelas di pertemuan terakhir mereka, Anton menghina Lea dengan kejam. Dan kini Anton berkata demikian, apa apa an pikirnya.
" Bukankah anda memang selalu kejam?" Ujar Lea akhirnya angkat bicara.
" Lea, ayah.. "
" Anda bukan ayahku, jadi jadi jangan mengaku sebagai ayahku." Ujar Lea.
" Anak durhaka." Ujar Grace.
" Diam Grace!! Jangan ikut campur, kau hanya memperkeruh keadaan." Ujar Anton.
" Aku hanya membantumu bicara, anakmu sendiri tidak sopan pada dirimu dan aku membantumu bicara kenapa kau malah memarahiku?" Ujar Grace.
" Lea, ayo.." Ujar Richard.
Richard menarik tangan Lea dan Lea pun pergi dari hadapan Anton dan Grace.
" Kamu lihat, itu putrimu. Sudah terlihat jelas bagaimana Livy membesarkan dirinya, tidak memiliki etika dan sopan santun." Ujar Grace.
PLAK!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi Grace.
" Jaga bicaramu, Livy adalah perempuan baik baik." Ujar Anton.
" Kau melampiaskan amarahmu pada ibuku, apakah menurutmu itu pantas?" Ujar Kyle yang muncul dari belakang Anton.
" Kau yang membuat Lea menjadi begitu jauh darimu, bukan ibuku. Kenapa kau melampiaskan amarahmu pada ibuku??" Ujar Kyle lagi.
" Jika kau tidak mau memperbaiki hubungan keluarga yang sudah hancur ini, maka ceraikan saja ibuku. Aku lebih baik tidak memiliki ayah, dari pada melihat ibuku setiap hari tersiksa sendirian." Ujar Kyle.
" Kyle.." Ucap Grace menggeleng.
" Kenapa ma? Jangan katakan bahwa mama mencintainya dan tidak mau berpisah darinya. Dia tidak lagi mencintai mama, dia tidak lagi menginginkan keluarga yang sudah hancur ini. Jadi untuk apa mama bertahan??" Ujar Kyle.
__ADS_1
" Mama hanya akan menderita sendirian." Ujar Kyle.
" Kyle, sejak kapan kamu begitu banyak bicara?! Jangan bicara sembarangan." Ujar Grace.
" Jika mama tidak bisa menceraikan pria ini karena Kyle, maka mama tidak perlu khawatir. Sejak awal Kyle tidak pernah berharap dia menjadi papa Kyle. Karena Kyle sudah tahu sejak dulu, bahwa dia bukan papa Kyle." Ujar Kyle.
Baik Anton maupun Grace terkejut mendengarnya. Grace tidak tahu bahwa Kyle sudah mengetahui kebenaran jati dirinya, Anton pun semakin merasa di bohongi sekarang.
" Kamu.." Ujar Anton menggantung.
" Ceraikan ibuku, aku yang meminta. Aku tidak terima ibuku selalu kau salah salahkan." Ujar Kyle.
" Ayo ma, kita pergi." Ujar Kyle.
Grace pergi dengan Kyle, dan Anton.. Anton berdiri berdiri dengan keterkejutan nya. Dirinya ruoanya sudsh di bohongi habis habisan. Ia pikir Kyle tidak tahu apapun, tapi rupanya..
" Ha! ha! Hahaha.." Anton tertawa, namun wajahnya lebih seperti orang yang hendak menangis.
" Rupanya aku yang bodoh." Gumam Anton.
Sementara itu, Lea menatap Anton dari jauh. Ia ingin pergi ke toilet untuk mencuci tangan, tapi kemudian ia melihat pertengkaran keluarga itu masih berlanjut dan juga muncul Kyle di sana.
Lea pun melihat, ia ingin tahu apa yang akan di lakukan Kyle, rupanya Kyle sungguh tidak mengharapkan Anton menjadi ayahnya. Dan lebih memilih agar Anton menceraikan Grace saja.
Sayangnya Lea menatap keraguan di mata Grace, dari situ Lea tahu bahwa.. Grace lah yang berusaha mati matian menjaga pernikahan itu.
' Untuk apa menjadi perempuan bodoh dengan mempertahankan hubungan yang jelas jelas sudah hancur.' Batin Lea, dan mepangkah pergi dari sana.
Bagi Lea, apapun yang berkaitan dengan Anton, tidak ada kaitan nya dengan dirinya. Sejak dulu, Anton hanya penoreh luka baginya dan Livy.
" Kemari, aku sudah mengupaskan udang untukmu." Ujar Richard sambil tersenyum.
Lea menatap udang itu, selama ini hanya Livy seorang yang selalu mengupaskan udang untuknya. Dia tidak pernah makan udang kupasan orang lain.
" Lea.. ayo makan." Ujar Richard lagi.
Tapi kemudian Lea mengangguk, ia duduk dan mencapit udang itu dengan sumpit lalu memasukan nya kedalam mulutnya.
' Kenapa aku tidak merasa jijik dengan udang ini? Aku tidak pernah memakan udang kupasan orang lain sebelumnya.' Batin Lea heran.
" Bagaimana, apakah enak?" Tanya Richard.
" Ya, terimakasih." Ujar Lea.
' Mungkin karena dia teman masa kecilku.' Batin Lea.
Akhirnya keduanya pun menikmati makan malam bersama itu. Setelah selesai makan malam Richard mengantarkan Lea kembali ke rumah nya.
" Aku pulang dulu.." Ujar Richard berpamitan.
" Hum, terimakasih untuk hari ini. Hati hati di jalan." Ujar Lea.
__ADS_1
Richard tersenyum dan mengangguk, ia pun menyalakan mesin motornya kembali dan pergi dari depan kediaman Lea.
Lea masuk kedalam rumah nya dan melihat Livy yang sedang sibuk dengan bahan yang akan di buat gaun.
" Ma, mama masih mengurusi butik?" Tanya Lea setelah sampai di ruang tengah.
" Oh, hai sayang.. kamu mengagetkan mama." Ujar Livy.
" Maaf, tapi kenapa mama masih mengurusi butik? Lea kan sudah bilang untuk mama berhenti mengurusi butik itu, dan biarkan karyawan yang mengurusi nya." Ujar Lea.
Livy tersenyum mendengar apa yang Lea katakan. Lea sungguh memperhatikan dirinya akhir akhir ini.
" Mama tidak mengurusi butik, nak." Ujar Livy.
" Lalu ini?? Mama mengurusi gaun untuk apa?" Ujar Lea.
Livy menyudahi aktifitas nya, lalu dia meraih tangan Lea dan membawanya duduk di sofa.
" Mama sudah tidak mengurusi butik, hanya sesekali datang saja ke sana tapi tidak turun tangan langsung. Mama juga tidak mengurusi kue lagi, hanya sesekali mampir untuk melihat keadaan di sana." Ujar Livy.
" Sayang, mama sudah tidak muda lagi.. Jadi selagi mama masih punya kesempatan, mama akan menggunakan kesempatan ini." Ujar Livy.
" Mama sedang membuatkan gaun pernikahan untukmu." Ujar Livy sambil tersenyum.
Tentu saja Lea terperanga mendengarnya, gaun pernikahan??
" Gaun pernikahan? Astaga, mama. Lea bahkan masih sekolah.." Ujar Lea.
" Mama tahu, mama membuat ini untuk pernikahan mu kelak, sayang." Ujar Livy.
" Belum tentu juga Lea mau menikah." Ujar Lea, seketika senyum Livy pudar.
" Sayang, jangan bicara begitu. Mama ingin melihat kamu menikah, nak." Ujar Livy.
" Lea benci pernikahan, ma. Mereka yang menikah oleh perjodohan tidak pernah bahagia, bahkan yang menikah karena saling cinta pun ujung ujung nya berpisah." Ujar Lea.
" Untuk apa menyakiti diri sendiri dengan menikah lalu berpisah. Dan yang menjadi korban adalah anak anaknya. Lea tidak mau ada anak lain yang mengalami nasib sama seperti Lea." Ujar Lea.
Lea berkata demikian karena dia bercermin dari pernikahan Livy dan Anton dan pernikahan Grace dan Anton. Pada akhirnya dua pernikahan itu hancur.
" Maka wujudkan pernikahan yang idaman nak. Wujudkan pernikahan yang sempurna." Ujar Livy.
" Lea lelah, ma. Lea ingin istirahat, malam ma." Ujar Lea dan pergi dari sana.
Dari sudut ruangan Hae In mendengar itu dan menyendu. Cucu nya itu benci berkomitmen karena pengalaman orang tua nya.
' Dia masih tenggelam di dalam trauma nya.' Batin Hae In.
" Tidak apa apa, kita akan perlahan memperkenalkan Lea dengan Cinta. Ayah rasa Richard menyukai Lea, dia pasti mampu membuat Lea mengenal arti cinta yang sesungguhnya." Ujar Hae In pada Livy.
" Ayah, Lea pasti trauma karena melihat pernikahanku dengan Anton dulu." Ujar Livy.
__ADS_1
" Kita hanya harus membuat Lea tahu tentang cinta, ayah yakin Lea hanya belum merasakan yang namanya jatih cinta." Ujar Hae In, dan Livy mengangguk.
TO BE CONTINUED..