
Dan setelah mereka saling bertatapan tajam, kini semua orang pun pergi dari sana dengan kendaraan mereka masing masing. Lea membonceng di motor Richard, dan motor Lea di bawa oleh Juno yang kebetula datang ke sekolah di antar supir.
Semuanya tiba di salah satu cafe tongkrongan anak anak muda, Lea menatap tempat itu yang begitu ramainya. Richard yang tahu Lea tidak suka keramaian pun menjadi khawatir. Ia langsung menggandeng tangan Lea dan menggenggamnya.
'' Jangan takut, Lea. '' Ucap Richard.
Lea menatap Kyle yang kebetulan juga sedang menatap dirinya, kemudian menganggukan kepalanya dan berkata..
'' Aku tidak takut.'' Ujar Lea.
'' Cara menghilangkan ketakutan pada dirimu adalah dengan menghadapi rasa takut itu sendiri. Jika kamu terus menghindar dan sembunyi dari ketakutanmu, maka kamu tidak akan bisa sembuh.'' Ujar Richard dengan pelan, dan Lea mengangguk.
Pada akhirnya.. Lea tetap saja masih membutuhkan Richard untuk menenangkan dirinya, pada akhirnya.. hanya Richard yang mampu membuat Lea menemukan titik terang. Lea tidak bisa tanpa Richard.
Mereka pun masuk ke dalam cafe itu yang mana saat ini sedang sangat ramai oleh pengunjung.
'' Lea, duduk di sini.'' Ujar teman tim, namun Lea menggeleng.
'' Maaf, aku duduk dengan Richard saja.'' Ujar Lea.
Meski kecewa, tapi teman teman satu tim nya itu pun mengangguk mengerti. Tentu saja mereka tidak tahu bahwa Lea itu memiliki phobia sebelumnya dan sedang berusaha sembuh dari phobia nya itu.
" Kamu selalu dekat dengan kapten, yang tidak tahu kamu itu adalah kekasih kapten, lho Lea.." Ujar Kyle, kembali memancing.
" Tapi mereka cocok, kok. Kapten dengan Lea adalah perpaduan yang pas, serasi." Ujar teman tim.
" Setuju.. setuju.. Lea, kenapa tidak jadi nyonya kapten saja?" Goda teman tim yang lain.
" Kalian kalau mau menggoda orang lihat lihat lah dulu siapa yang kalian goda. Tidak semua orang nyaman dengan candaan kalian." Ujar Juno menatap teman teman nya.
" Benar, tidak semua laki laki dan perempuan yang dekat itu harus menjadi pasangan." Ujar Richard menimpali Juno.
" Ma- maaf Lea, maaf kapten." Ujar anak tadi.
' Kenapa setiap aku memancing Lea, dia tidak pernah terpancing. Justru tatapan Lea semakin dingin padaku.' Batin Kyle.
Kyle mungkin tidak tahu, ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa.. Ketika orang yang kau ganggu itu tidak lagi menggubris atau bereaksi padamu, maka berarti dia tidak menganggapmu ada.
Kyle tidak sadar bahwa Lea.. tidak lagi mau berurusan dengan dirinya. Sejauh yang Lea lakukan adalah menunjukan bahwa dirinya sudah baik baik saja.
" Ayo pesan, Kapten yang bayar." Ujar Lea mencoba mencairkan suasana.
Richard dan Juno tentu terkejut mendengarnya, bukan masalah siapa yang bayar tapi Lea baru saja berbicara dengan nada begitu santai.
__ADS_1
" Hore!! Terimakasih Lea cantik." Ujar anak anak lain nya, dan Lea tersenyum.
" Jangan khawatir, nanti kita bagi dua bil nya." Bisik Lea pada Richard, dan Richard terkekeh.
"Tidak apa apa, sudah sepantasnya kapten mentraktir tim nya." Ujar Richard.
Setelah mereka memesan, akhirnya semua makanan yang di pesan pun tiba. Tamu tamu di sana yang mayoritas anak anak muda pun menatap rombongan Richard itu.
Kebetulan semua tim TIGER itu berwajah tampan dengan ciri khas nya masing masing, dan di antara semua pria tampan itu hanya Lea seorang yang perempuan. Dan mereka para gadis di cafe itu menatap iri pada Lea yang bisa duduk di antara para pria tampan terutama Richard.
" Lea, apakah kamu sudah punya pacar?'' tanya seorang tema tim. Lea hanya tersenyum dan kemudian menggeleng.
''Jika belum, aku mau mendaftar." Ujar anak tadi
Richard, Juno dan Kyle langsung menatap tajam anak yang yang barusan berkata demikian pada Lea, sampai dia menciut sendiri.
"Ee.... Sepertinya sudah banyak yang mengantri." Gumam anak itu.
" Jangan berani beraninya kau membuat temanku ini merasa tidak nyaman berada di tim kita." Ujar Juno.
" Dia punya pacar atau tidak itu privasi Lea." Ucap Richard menimpali, dengan sedikit kesal.
" Ehehehehe.. Kalian rupanya saling mengantri." Ujar anak tadi.
Kyle hanya diam setelah pancingan pancingan nya terhadap Lea tidak berhasil sama sekali. Sambil ia memakan makanan dan meminum minuman yang ia pesan dari tempat itu, Kyle mencuri curi pandang pada Lea.
Kyle tidak lagi melihat Lea yang dingin, yang ada sekarang adalah Lea yang sudah mulai membuka diri pada orang lain.
Kyle tahu bahwa Lea membenci laki lakiĀ sebelumnya, bahkan ia pernah di hajar oleh Lea dulu ketika ia menyentuh pundak Lea. Tapi jika menilik pada Lea yang sekarang.. sama sekali tidak menunjukan bahwa Lea membenci laki laki seperti dulu. Dan ia malah merasa Lea menjadi dingin hanya pada dirinya saja.
Akhirnya acara kumpul kumpul itu pun berakhir, tak banyak yang mereka obrolkan.. hanya seputar permainan basket saja. Mereka bahkan sama sekali tidak membahas tentang hal pribadi. Semua orang bangun dan mulai pergi meninggalkan cafe itu hingga tinggalah hanya Lea, Richard, Juno dan Kyle.
'' Lea, aku antar kamu pulang.'' Ujar Richard.
'' Rumah Lea satu arah denganku, biar aku yang mengantarkan dia pulang.'' Ujar Kyle.
'' Siapa kau mau mengantar Lea? Richard adalah teman dekatnya, dia lebih berhak mengantarkan Lea pulang.'' Ujar Juno.
'' Bisa tidak kau jangan selalu ikut campur dengan apa yang aku lakukan! Aku tidak meminta ijin padamu, ban*sat.'' Ujar Kyle pada Juno.
'' Siapa yang bisa percaya padamu mau mengantar Lea atau hanya sekedar modus belaka, kau kan seorang yang juga sama bren*sek nya dengan diriku.'' Ujar Juno, tersenyum miring.
'' Jangan ribut di sini, Juno.. kamu pulang saja, aku akan mengantar Lea.'' Ujar Richard.
__ADS_1
'' Selama ada makhluk ini di sekitar kalian, maka aku tidak akan tenang meninggalkan kalian berdua.'' Ujar Juno sambil menatap sinis Kyle yang berada di hadapan nya.
'' Makhluk apa maksudmu, bren*sek!! Kenapa kau selalu mencampuri urusanku, huh!!'' Ucap Kyle terpancing emosi, sambil mencengkeram kerah baju Juno.
Richard langsung melerai keduanya, karena Juno juga tampaknya sudah terpancing emosi.
'' Juno, hentikan! ini tempat umum.'' Ujar Richard.
'' Lepas Chard!'' Teriak Juno.
'' Tidak, kau akan membuat tempat ini hancur berantakan kalau aku lepaskan. Dengar! jika kau terpancing emosi, kau sama saja kalah.'' Ujar Richard.
'' Bisa tidak jangan ke kanak kanakan.'' Ujar Lea akhirnya angkat bicara.
'' Kau, Juno. Apa yang membuatmu berpikir akan terjadi sesuatu pada aku dan Richard jika ada Kyle di sekitar kami?? Aku bisa menjaga diriku sendiri.'' Ujar Lea, sambil menatap Juno.
'' Dan, kau. Bisa tidak berhenti mengikutiku, aku tidak ada rencana untuk mempertimbangkan dirimu sama sekali. Baik itu teman atau pacar, aku tidak mau memiliki hubungan apapun denganmu. Jadi tolong, menjauh dariku.'' Ujar Lea pada Kyle, dengan tatapan dingin nya.
Kyle terkejut mendengarnya, Lea mengatakan itu dengan lantang di hadapan semua orang, Lea meminta dirinya untuk menjauh.
'' Kenapa?? Aku sudah meminta maaf padamu atas kejadian itu, bukan? Kamu bahkan bisa tersenyum pada orang lain, tapi kenapa tidak denganku? Aku bahkan tidak sama sekali menganggap ayahmu sebagai ayahku sama sekali, Lea.'' Ujar Kyle.
Richard dan Juno terkejut mendengarnya.. Ayah Lea, ayah Kyle?
'' Kita tidak memiliki hubungan darah, ibuku dengan ayahmu juga sudah bercerai. Kita tidak memiliki hubungan persaudaraan sama sekali, kenapa kamu masih menjauhiku bahkan meminta aku menjauh darimu?'' Ujar Kyle lagi.
'' Jangan sebut pria itu sebagai ayahku, aku tidak memiliki ayah. Tentang kau yang tidak menganggap dirinya atau bercerainya ibumu dengan pria itu, itu bukan urusanku.'' Ujar Lea.
'' Lalu kenapa kau masih membenciku ?? '' Ujar Kyle.
'' Aku tidak membencimu.'' Ujar Lea, dan terbit senyum cerah dari sudut bibir Kyle.
'' Tetapi kau adalah sebagian dari luka bagiku. Saat ini aku sedang berusaha untuk sembuh dari semua luka luka itu, jadi untuk apa aku mendekati luka itu kembali?? Tolong, menjauhlah sejauh mungkin dariku.'' Ujar Lea.
Senyum yang tadi terbit di sudut bibir Kyle langsung memudar karena Lea berkata demikian. Kesalahan yang kyle lakukan memang hanya sekedar menyebar gosip bahwa Lea adalah anak haram, tapi perkataan itu membekas hingga menjadi julukan bagi Lea yang saat itu masih tenggelam dalam ttrauma nya.
'' Ayo kita pulang. '' Ujar Lea dan melangkah pergi dari sana, dengan menggandenga tangan Richard.
'' Le.. Lea!'' Teriak Kyle.
'' Bukankah menyakitkan di jauhi orang yang paling berarti bagimu?? Kau mendapatkan karmamu.'' Ujar Juno lalu melangkah pergi meninggalkan Kyle yang berdiri menatap Lea.
TO BE CONTINUED..
__ADS_1