TRAUMA

TRAUMA
Chapter 47 - Ayo Minta Maaf


__ADS_3

"Mas.."


Sontak kedua orang yang ada di ruangan itu pun melirik ke sumber suara itu. Regan tampak kaget dengan hadirnya wanita tersebut. Tak perlu menanyakan mimik muka Nara yang jelas tidak suka dengan kehadirannya.


"Ngapain lo kesini?" sinis Nara.


"Mau bertemu calon suami gue lah, hellooow." tukas Anna.


"Anna ada apa sayang?" tanya Regan lemah lembut.


'Cih, dasar manusia tanpa hati, berani-beraninya manggil sayang di depan gue.' batin Nara.


"Sirik lo!" sarkas Anna, saat melihat Nara meliriknya dengan sinis.


"Apa yang harus gue sirikin?" ketus Nara.


"Lo denger tadi suami lo manggil gue apa?" tanya Anna.


"Hahaa.. Lo pikir gue budeg? Dan lo pikir gue bakal cemburu gitu?" tanya Nara.


"Jadi kamu gak cemburu, Ra?" tanya Regan.


"Cemburu untuk apa mas?" tanya Nara.


"Sayaangg.. masa dia natap aku gituu." rengek Anna pada Regan.


"Nara, kamu jangan sakitin Anna, ayo minta maaf." ucap Regan.


Nara hanya mengernyit heran, batin Nara mengatakan jika suaminya ini memang sudah tidak waras. Bahkan, perihal sepele saja ia meminta dirinya untuk meminta maaf pada wanita murahan itu. Mana sudi Nara jika harus meminta maaf tanpa ada kesalahan apapun.


"Nara, ayo minta maaf." ucap Regan sekali lagi.


"Buat apa aku minta maaf sih?" tukas Nara.


"Tuh kan sayang dia gak mau minta maaf.. hiks.. hikss.." ucap Anna dengan drama nangisnya.


"Anna jangan nangis yaa.. uuu, cup cup cup." ucap Regan.


Nara yang melihat pemandangan itu pun hanya bergidik ngeri. Ia tak menyangka jika suaminya akan bersikap seperti itu pada wanita murahan itu.


Ya saat ini ia mengecap Anna sebagai wanita murahan. Terutama sejak ia melihat video mesum suaminya dengan wanita itu. Ia semakin yakin jika Anna adalah wanita murahan.


'Sial kenapa wajahnya datar terus sih.' batin Anna.


"Sayangg.." rengek Anna, ia pun menunjuk telunjuk tenaganya ke arah Nara.


"Kenapa lagi?" tanya Regan.


"Nara ayo minta maaf!" titah Regan dengan suara lantangnya.


"Nara!" ucap Regan saat Nara tak menggubris perkataannya.


"Cukup mas! Jangan paksa aku untuk nurutin semua keinginan wanita murahan itu. Aku bukan babu! Silahkan saja mas turutin semua keinginan dia." cecar Nara.


"Mas, masa aku di bilang murahan si..." rengek Anna.


"Nara, dia itu bukan wanita murahan." tukas Regan.

__ADS_1


"Terus kalo bukan murahan apa mas? Emang ada kata yang lebih jelek dari murahan?" tanya Nara.


Terlihat di sana Regan hendak menampar istrinya itu. Nara yang ancang-ancang menahan sakit pun ia memejamkan matanya seraya menahan nafasnya. Namun, ia tak merasakan ada tangan yang mendarat di pipinya, hingga ia pun perlahan membuka matanya.


'Fino.' batin Nara saat melihat lelaki itu tengah menahan tangan suaminya.


"Jangan pernah sakiti dia, anj*ng!" tukas Fino.


"Lo lagi, lo lagi." ketus Regan seraya melepas tangannya dari cekalan Fino.


"Fino." lirih Nara.


"Ra, lo gak papa?" tanya Fino.


"Gapapa." singkat Nara.


Ia masih syok dengan kehadiran Fino yang tiba-tiba itu. Tanpa mereka sadari kedua pasang mata itu tengah menatap mereka dengan tatapan menelisiknya. Hingga akhirnya Anna yang memiliki ide gila itu pun langsung mengeluarkan suara merdunya itu.


"Ekhemm.." dehem Anna, sontak Nara dan Fino pun tersentak lalu kembali menormalkan raut wajahnya.


"Kalian ini saling kenal?" celetuk Regan.


Tampak Nara saling memandang satu sama lain dengan lelaki yang ada di hadapannya itu. Melihat gelagat aneh dari istrinya ia pun kembali bertanya.


"Nara, siapa dia?" tanya Regan kembali.


"Udalah mas, paling cowok itu selingkuhan Nara. Apalagi malem kan dia ngehajar mas. Aku makin yakin kalo mereka juga pasti udah main di belakang." cerocos Anna.


degg


"Jadi bener kamu selingkuh?" tanya Regan.


"Mas percaya sama cewek murahan itu?" tanya Nara.


"Heh yang murahan itu lo! Malem kemarin juga gue liat lo lagi mesum sama nih cowok!" tukas Anna.


"Jangan ngadi-ngadi bangsat!" ketus Fino.


"Anna, bukannya semalem ki-" ucapan Regan terpotong oleh Fino.


"Semalem yang berbuat mesum tuh kalian berdua, dasar tukang fitnah!" ketus Fino.


"Apa?" tanya Nara.


Di sana tampak Regan dan Anna gelagapan dengan ucapan yang baru saja terlontar dari mulut lelaki itu.


'Sial, gagal rencana gue!' batin Anna.


***


Sementara itu, dua sahabat Fino kini tengah kelimpungan menunggunya setelah setengah jam belum juga keluar dari toilet.


"Rob, lama banget si Fino." ucap Sony.


"Gatau gue, diare kali tu anak kebanyakan minum kopi." ucap Robi.


"Kopi bikin diare emang?" tanya Sony.

__ADS_1


"Mana gue tau anjir!" ketus Robi.


"Yee dasar lo, sotau," ucap Sony.


Begitulah mereka berdua dengan perbincangannya. Tak lupa mereka pun menciptakan perdebatan-perdebatan kecil agar suasana di meja itu sedikit ramai.


Lama menunggu sahabatnya itu, membuat kedua lelaki tampan itu kembali memesan makanan favoritnya. Yaitu si tampan Sony dengan spagetti bolognaise nya serta si ganteng Robi dengan lasagna rasa terbaru yang ada di Caffe R & N itu.


1 jam kemudian...


Makanan yang ada di meja itu pun sudah ludes tak tersisa. Akan tetapi, Fino belum juga datang ke tempat mereka makan. Robi semakin gelisah dengan tingkah sahabatnya itu. Ia takut jika kejadian semalam bakal terulang lagi. Hingga tak berapa lama Sony membuyarkan lamunannya.


"Woii," sentak Sony.


"ayam mandi, kodok berenang, huy huy." latah Robi. Entahlah, setelah tahu pujaan hatinya, Nesha, akan segera menikah ia sering mengucapkan kata-kata itu ketika kaget.


"Hahahhaaaaa..." tawa Sony pecah di meja itu.


"Anjir berisik lo!" ketus Robi, tentu saja dia malu karena mereka tengah menjadi sorotan para tamu saat itu.


"Lagian lo ngapain dah latah begitu?" tanya Sony sambil menahan ketawa.


"Lo ngagetin, be*o!" ketus Robi.


"Ya sorry ya. Btw lo mikirin apaan dah?" tanya Sony.


"Si Fino, napa kagak balik-balik tu bocah ya?" tanya Robi.


"Elah, baru juga 10 menit." ucap Sony dengan santainya.


"10 menit dari Hongkong. Kita disini udah sejam egee!" tukas Robi.


Sontak mata Sony pun langsung membola sempurna. Sekarang ia sadar jika sahabatnya telah hilang di telan bumi saat ini.


"Kita susul dia ke toilet." ucap Sony.


"Gas." seru Robi.


Mereka pun segera melangkahkan kakinya menuju toilet pria. Namun siapa sangka, Sony malah menyeret tangan kekar sahabatnya itu ke tempat ruangan kerja Nara.


Robi yang tidak paham pun berusaha berontak, namun saat ini tenaga Sony jauh lebih kuat di bandingnya. Hingga ia pun menurut dengan satu sahabatnya itu.


Awalnya, Robi berdecak kesal saat Sony menyeretnya. Bahkan lelaki itu tampak menulikan telinganya saat ia sudah setengah teriak memanggil nama 'Sony' itu.


Dengan langkah pura-pura tidak tahu, Sony berusaha mencerna teriakan yang keluar dari para mulut manusia yang ada di ruangan itu.


'Bang Regan.' batin Sony.


"Son, si Fino sama si Regan mau adu jotos kah?" tanya Robi.


Baru saja ia melontarkan ucapan itu sudah terdengar suara pukulan di dalam ruangan itu.


*bughhh


bughhh


bughhh*

__ADS_1


__ADS_2