
Setelah deal dengan penawaran Roy, Regan pun memutuskan untuk bertemu dengannya besok pagi di caffe cabang itu.
Sementara Anna, ia masih saja menampilkan senyum merekahnya saat Regan akan membelikan tas yang ia idam-idamkan.
---
Malam berganti pagi, Regan yang menginap di rumah Anna pun langsung membuka matanya kala cahaya mentari masuk ke celah jendela di kamar itu.
"Hoaammm.. " ucap Regan seraya menggeliat.
"Sayang kamu udah bangun?" tanya Regan pada Anna.
"Udah dari tadi mas." ucap Anna dengan senyuman yang sangat manis.
Regan pun hanya manggut-manggut mendengarnya. Ia pun bergegas menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.
Selesai mandi, Regan pun menyantap sarapan paginya bersama Anna. Ia sangat menikmati makanan yang Anna buat itu.
"Hampir aja lupa." ucap Regan seraya menepuk jidatnya.
"Kenapa mas?" tanya Anna.
"Ini sayang mas mau ketemu sama orang yang mau beli caffe cabang." ucap Regan.
"Ooh kapan mas?" tanya Anna.
"Nanti jam 8 sayang." ucap Regan.
"Boleh ikut gak mas?" tanya Anna.
"Apasih yang engga buat kamu sayang?" ucap Regan seraya mengecup kening Anna.
"Oke aku siap-siap dulu ya." ucap Anna, kemudian Regan mengangguk menjawab ucapan Anna.
Tak perlu menunggu waktu yang lama, mereka pun menuju ke caffe cabang itu. Tentu sebelumnya Regan memberi kabar pada lelaki yang akan membeli caffe cabang nya itu.
-*2*5 menit kemudian-
Regan dan Anna pun telah sampai ke caffe cabang itu.
Nampak disana seorang lelaki memakai jas berwarna hitam tengah duduk sambil menyeruput kopi khas caffe itu. Terlihat juga disana bahwa Roy tidak sendirian, melainkan bersama wanita cantik di sebelahnya.
Regan pun langsung masuk ke caffe itu, kemudian menghampiri lelaki tampan itu.
"Selamat pagi pak." sapa Regan.
"Iya selamat pagi." ucap Roy
Degg
Mata Nesha membola ketika melihat lelaki yang sudah tidak asing dengan wajahnya.
'kayaknya gue pernah ketemu sama dia. tapi dimana yaa?' batin Nesha.
"Sayang kamu kenapa?" tanya Roy saat melihat Nesha begitu intens melihat Regan.
"Eh gapapa sayang.." ucap Nesha seraya cengengesan, Roy pun mengangguk mendengar ucapan Nesha.
"Ya sudah to the point aja." tegas Roy.
"........ "
"........ "
"........ "
"Baik saya beli seharga 2 M. Gimana?" tanya Roy.
"Wah seriusan pak?" tanya Regan.
"Iya, ini cek nya." ucap Roy seraya memberikan cek bertuliskan 2 M pada Regan.
"Deal pak." ucap Regan, yang kemudian Roy pun membalas jabatan tangan itu.
__ADS_1
"Deal." ucap Roy.
Setelah jual beli itu selesai, Regan langsung memesan tas branded itu untuk kekasihnya. Tampak disana Anna tersenyum dengan sumringah nya.
***
Sementara di mobil, Nesha terus saja memikirkan tentang wajah Regan itu.
"Sayang kok diem terus sih?" tanya Roy.
"Heheheh.." cengenges Nesha.
"Kamu suka sama cowok itu?" tukas Roy.
"Engga, kata siapa?" tanya Nesha.
"Iya kamu daritadi diem terus pas udah liat wajah tu cowok." tukas Roy.
"Sayang aku kok kayaknya pernah liat cowok itu ya?" tanya Nesha.
"Masa sih? ketemu aja baru sekarang." ucap Roy.
"Seriusan, kalo gak salah itu di.. ee-- dimana yaa." ucap Nesha seraya mengingat kejadian beberapa tahun yang lalu.
"Kamu halu." ketus Roy.
"Serius yang." ucap Nesha.
"Ya udah dimana?" tanya Roy seraya mengangkat sebelah alisnya.
"Dii e-- ituu, bubur Pak Budi. Ah iya disana." ucap Nesha.
"Bubur Pak Budi yang ada di komplek rumah aku?" tanya Regan.
"Iya, waktu itu dia sama Nara yang." ucap Nesha.
"Nara??" tanya Roy heran. Pasalnya, Roy tidak tahu jika wanita di sampingnya itu adalah sahabat dari adiknya itu.
"Oo yauda." ketus Nesha.
Sejenak di dalam mobil itu sangat hening, bahkan kini keduanya seperti sedang kalut dalam pikirannya masing-masing.
'Kok bisa dia kenal sama bocah sialan itu?' batin Roy.
'Lah dia kek kenal sama si Nara, siapa nya ya?' batin Nesha.
"Ekhemm.." ucap mereka berdua.
"E kamu mau ngomong ?" tanya Roy.
"Enggak, kamu aja dulu." ucap Nesha.
"Kamu dulu aja, gapapa kok." kekeh Roy.
"Kamu dulu deh." ucap Nesha.
"Ladies first loh yang." ucap Roy, tentu saja membuat Nesha menghela nafasnya.
"Mas kamu kok kayak kenal sama Nara ya?" tanya Nesha. Nampak disana Roy memijat pelipisnya itu.
"Ah enggak kok, kamu sendiri kenal?" tanya Roy.
"Iya dia temen SMA aku." jujur Nesha.
'****!' batin Roy.
"Oh sekarang masih temenan?" tanya Roy.
"Ada berita sih waktu itu katanya bunuh diri." ucap Nesha.
'Njir, berabe kalo dia tau gue abangnya.' batin Roy.
"Kasian ya." singkat Roy.
__ADS_1
"Iya emang, tapi-"
drrttt drrtttt drrtttt
Tiba-tiba saja ponsel Nesha berdering, terlihat di layar ponsel itu tertulis nama mamanya.
"Sayang bentar ya aku angkat telepon dulu." ucap Nesha pada Roy.
"Iya sayang." ucap Roy.
[ 📞 : Hallo mah.. ] ucap Nesha.
[ 📞 : Nesha kamu dimana? ] tanya Maria.
[ 📞 : Nesha lagi sama mas Roy, kenapa mah? ] ucap Nesha.
[ 📞 : Di rumah ada om sama tante, ada Adnan juga. Mereka kangen katanya sama kamu. ] ucap Maria.
[ 📞 : Wah serius mah? Oke Nesha pulang sekarang. ] antusias Nesha.
Setelah percakapan selesai, Nesha pun meminta agar Roy segera mengantarnya pulang.
"Hayoo ada siapa?" tanya Roy.
"Ada om sama tante aku." ucap Nesha dengan wajah bahagianya.
"Ayo pulang sekarangg.." antusias Nesha.
"Hem Hemmm, iya nih pulang." tukas Roy.
"Kamu kenapa sih?" tanya Nesha sambil mencolek dagu Roy.
"Gak, gapapa." ucap Roy.
"Yaudah." cibir Nesha.
Sontak Roy pun langsung mengantarkan Nesha ke rumahnya. Tak lupa sebelum Nesha turun ia memberikan wejangan pada kekasihnya itu.
***
Sementara di caffe R & N, terlihat Nara sedang fokus melayani para costumer.
Namun, tiba-tiba saja pikirannya seperti gelisah dan terus saja teringat akan Regan.
'duh fokus dong.' batin Nara.
Melihat Nara yang tidak fokus dalam melayani costumer akhirnya Egi pun berinisiatif untuk menyuruh Nara istirahat saja.
"Bu gapapa ini biar saya urus aja." ucap Egi.
"Serius gi?" tanya Nara.
"Iya bu, lagian ada yang lain juga kok bu." ucap Egi.
"Ya sudah, saya titip ya gi." ucap Nara.
"Iya bu." ucap Egi.
Kemudian Nara pun melangkahkan kakinya menuju ruangan khusus itu.
Terlihat disana Nara gelisah tak menentu. Ia seperti merasakan sesuatu yang aneh dalam hatinya.
Tepat sasaran, pikirannya berlaju menuju lelaki yang sudah sah menjadi suaminya itu.
"Apa mas Regan lagi sama cewek itu ya?"
"Kalo iya, kenapa dia setega ini sih?"
"Apa dia lupa sama Mahesa?"
monolog Nara di dalam ruangan itu.
Brukkk
__ADS_1