TRAUMA

TRAUMA
EPS. 60. Richard dan perasaan nya.


__ADS_3

Lea masih berdiri di depan susunan gambar yang dirinya buat saat dia berusia lima tahun. Bayangkan saja, di usia lima tahun dirinya sudah bisa membuat mahakarya se bagus itu. Itu saja sudah menunjukan bahwa lea sangat tertarik dengan ART.


Richard tidak membiarkan begitu saja Lea mengubur mimpinya, Richard ingin agar Lea kambali memiliki mimpi itu dan mewujudkan nya bersama dirinya.


'' Aku tidak percaya aku bisa membuat susunan gambar ini di usia lima tahun.'' Ujar Lea.


'' Bukankah berarti kamu memang sangat jenius dan berbakat dalam Art?'' Ujar Richard.


'' Ya, itu dulu. '' Ujar Lea sambil tersenyum.


'' Sekarang pun kamu bisa Lea, kamu masih memiliki jalan yan panjang untuk membuat mimpi kecilmu terwujud. Kemari.. '' Ujar aaaarichard menarik tangan Lea.


Richard menunjukan satu set alat lukis yang lengkap dengan sebuah kanvas berukuran sangat besar. Lea tersenyum kembali melihatnya, itu adalah benda benda yang sudah lama tidak dia lihat dan sentuh. Selama ini Lea hanya bermain piano saat dirinya sedih, karena dengan bermain piano ia bisa mengendalikan dirinya.


'' Kamu bebas melakukan apapun pada kanvas ini.'' Ujar Richard.


Lea melihat kearah Richard, ia sejujuranya tidak mengarti mengapa Richard melakukan semua hal itu untuk dirinya.  Richard sudah melakukan banyak hal untuknya, ia bisa kembali tersenyum juga karena Richard. Tapi dia masih belum tahu tepatnya mengapa Richard melakukan semua itu padanya.


'' Kenapa kamu melakukan ini?'' Tanya Lea.


'' Karena aku tidak mau kamu mengubur begitu saja mimpimu, Lea. Kamu boleh terjun kedalam dunia bisnis, tapi kamu juga membutuhkan waktu bagi dirimua sendiri untuk menjadi siapa dirimu, Lea. Jangan korbankan keseluruhan hidupmu, bukankah hidup hanya satu kali? Jika kita bisa melakukan lebih dari satu hal, mengapa tidak..'' Ujar Richard sambil menyentuh pundak Lea.


Benar, hidup hanya satu kali.. jika kita bisa melakukan banyak Hal, mengapa kita harus terbelenggu dalam satu hal itu saja yang bahkan bukan termasuk dalam rencana hidup kita. Kita butuh waktu untuk menjadi diri kita sendiri, meskipun itu hanya sebentar, kita butuh istirahat.


Lea menatap Richard di hadapan nya itu kemudian tersenyum..


' Dia membawa begitu banyak alasan bagi diriku untuk bangun dari keterpurukan, dia selalu menunjukan padaku bahwa masih ada jalan lain untuk menikmati hidup. Dia selalu memiliki segudang cara untuk membuat diriku mengingat kembali mimoi yang terkubur itu.' Batin Lea.


'' Bangun kembali mimpimu Lea, kamu bisa melakukan nya. Leaku.. adalah gadis yang hebat dengan sejuta kelebihan, Leaku.. tidak akan berhenti di satu titik, dia akan menemukan koma lain dan melanjutkan jalan nya menuju tempat paling tinggi untuk bersinar seperti bintang.'' Ujar Richard.


'' Kita hanya manusia biasa Lea, kamu berhak bahagia dengan jalan dan mimpimu.'' Ujar Richard lagi.


Lea memejamkan matanya, kemudian mengangguk.


'' Aku akan mencobanya.. '' Ujar Lea, dan Richard tersenyum mendengarnya.

__ADS_1


'' Itu baru Athalea yang aku kenal, Athaleaku.'' Ujar Richard.


Richard sudah memberi kode pada Lea bahwa Richard sudah mengklaim dirinya sebagai milik Richard, tetapi sepertinya Lea tidak menyadari itu. Lea tidak peka dengan urusan hati dan cinta, dia sangat jauh dari kata itu.


' Sabar Richard, jalanmu masih panjang untuk membuat Lea menyadari perasaanmu.' Batin Richard.


Lea mulai mengeluarkan semua alat alat lukis itu dan mulai melukis kembali, karena sudah lama dia tidak melukis jadi gambar yang ia buat hanya gambar simpel, yaitu bunga.


Sementara itu Richard sendiri kini menyusun gambar Lea yang sebelumnya itu di sebuah kanvas lebih besar Lagi dan menempelkan nya menggunakan pin.


Beberapa jam kemudian Lea sudah selesai dengan lukisan nya dan tiba tiba mencium bau harum masakan yang begitu menggugah selera, itu adalah aroma panggangan daging bulgogi yang masih sangat baru matang begitu wangi dan menggiurkan.


' Dari mana asal wanginya? ' Batin Lea.


Lea bangun dan berjalan mengikuti asal aroma wangi itu, hingga tibalah dia di sebuah ruangan yang sepertinya itu adalah dapur. Terlihat Richard yang menggunakan apron dan berkutat dengan panggangan dan pencapit daging di tangan nya.


'' Jadi kamu mempunyai hobi memasak rupanya? '' Ujar Lea, dan itu berhasil membuat Richard terkejut.


'' Astaga!! sejak kapan kamu ada di sana? Kamu membuatku terkejut.'' Ujar Richard  dengan wajah piasnya.


Lea terkekeh melihat betapa terkejutnya Richard, dia tidak ada niatan sama sekali untuk mengejutkan Richard. Tapi rupanya Richard sangat fokus dengan daging panggang nya sampai tidak menyadari Lea berada di belakangnya.


Richard meletakan capitan daging panggang nya dan berusaha meraih tangan Lea namun tentu saja Lea langsung menghindar.


" Aku tidak berniat mengejutkanmu." Ujar Le.


" Tapi kamu membuat jantungku hampir lompat dari sarang nya." Ujar Richard, dan Lea terbahak.


Akhirnya terjadilah aksi saling kejar mengejar di tempat itu, Lea selalu saja berhasil menghindar hingga Lea ter peleset oleh kuas bekas dirinya melukis.


Dengan panik, Richard langsung berlari dan menangkap tubuh Lea, lebih tepatnya kepala Lea. Richard meletakan tangan nya di belakang kepala Lea agar kepala Lea tidak terbentur lantai dan berakhir tangan Richard yang terkena Lantai.


Dan karena posisi mereka seperti itu, di antara keduanya saat ini tidak ada jarak. Bahkan nafas mereka yang saling memburu karena aksi kejar kejaran tadi pun begitu terdengar di masing masing telinga mereka.


Degup jantung Richard bahkan sangat terdengar di telinga Lea, dan Richard sendiri bisa merasakan deru nafas Lea yang menerpa wajahnya saat ini.

__ADS_1


Tatapan Richard berubah menjadi begitu dalam pada Lea, ia hampir saja kehilangan nafasnya sungguhan bila ia sampai melihat Lea jatuh terbentur lantai. Ia tidak mau melihat Lea terluka sedikitpun.


" Kenapa kamu sering menatapku dengan tatapan itu?" Ujar Lea tiba tiba.


Richard terkejut mendengar ucapan Lea dan langsung menetralkan dirinya.


" Lea, aku berat.. biarkan aku bangun lebih dulu." Ujar Richard mengalihkan pembicaraan.


Richard hendak bangun dari atas tubuh Lea, namun Lea menahan Richard dengan menarik kaos Richard.


" Katakan, kenapa kamu selalu menatapku dengan sendu?? Apakah aku semenyedihkan itu?" Ujar Lea.


Richard tentu terkejut mendengarnya, menyedihkan?? Walau memang Richard sedih dengan keadaan Lea, tapi ia tidak pernah menatap Lea dengan menyedihkan. Sebaliknya, Richard menatap Lea selalu dengan cinta.


Tapi sepertinya Lea salah paham dengan arti tatapan Richard, dan mengartikan nya sebagai tatapan kasihan dan menyedihkan.


" Aku tidak menatapmu seperri itu Lea." Uajr Richard.


" Aku sering malihatnya, Chard. Kamu selalu menatap diriku dengan tatapan seperti tadi. Apakah menurutmu aku semenyedihkan itu karena aku broken home??" Ujar Lea menjadi emosi.


" Tidak, Lea.." Ujar Richard.


" Kamu tidak mengakuinya? Aku memang semenyedihkan itu, tapi jangan tatap aku dengan tatapan menyedihkan. Aku tidak pernah meminta di kasihani orang." Ujar Lea.


" Aku tidak menatapmu seperti yang kamu katakan, Lea." Ujar Richard lagi.


" You did, Richard!! " Teriak Lea, sambil memberontak.


" No!! Bukan itu arti tatapanku." Ujar Richard yang kini justru menahan Lea di kungkungan nya.


" Lalu apa??" Ujar Lea menantang.


" Itu karena aku mencintaimu, Lea!!" Ucap Richard lantang.


Lea terkejut mendengarnya, sampai ia terdiam seribu bahasa karena mendengar apa yang Richard katakan padanya barusan.

__ADS_1


" Aku menatapmu selalu dengan rasa sayang dan cinta, Lea. Aku mencintaimu.. " Ujar Richard lagi.


TO BE CONTINUED..


__ADS_2