TRAUMA

TRAUMA
EPS. 67. Nasehat Riri untuk Lea.


__ADS_3

Seminggu berlalu.


Sudah seminggu berlalu, Lea dan Richard masih tidak melihat perubahan dari Juno maupun Riri. Mereka berdua masih terus saling diam dan saling menghindar.


Lea yang malihat itu menjadi kesal sendiri. Di pikiran nya saat ini adalah, Juno bodoh karena tidak mau menerima cinta Riri.


" Richard bilang Juno tidak menerima Riri karena Riri lemah bukan? Oke, ayo buat si bodoh Juno itu menyesal. Berani beraninya dia membuat senyum manis di wajah Riri hilang." Gumam Lea.


" Lea, ayo pulang." Panggil Richard yang saat ini sudah berada di motornya.


" Aku akan pulang dengan Riri, kamu pulang sendiri saja." Ujar Lea.


Lea langsung lari sebelum sempat Richard bertanya alasan nya. Richard pun menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Lea yang semakin kemari semakin abstrak.


" Mereka naik apa?" Gumam Richard.


Richard mengikuti Lea dengan motornya, sampai akhirnya Lea sudah bertemu Riri di halte.


" Mereka naik bus umum? Tapi Lea tidak pernah naik itu." Gumam Richard.


Saat Richard hendak menghampiri Lea, Bus itu jalan dan pergi dari sana. Richard pun akhirnya mengikuti bus itu dari belakang.


Sementara itu, Lea kini sudah berdiri di bus, jam sore adalah jam jam pulang kerja. Tidak heran bus itu penuh, dan bahkan Lea berdiri sedikit berhimpitan dengan Riri dan penumpang lain.


" Kenapa kamu ikut pulang denganku tiba tiba?? Jika aku tahu kamu mau ikut, aku tadi panggil taksi saja." Ujar Riri.


" Tidak masalah Ri, halte mana yang dekat dengan rumahku??" Tanya Lea pada Riri.


" Rumahmu di perumahan elit, mana ada halte di sana. Paling tidak kamu harus turun di halte yang searah denganku, baru naik taksi atau ojek online dari sana." Ujar Riri.


" Ohhh.. ok. Nanti ikutlah denganku." Ujar Lea.


" Kemana?" Tanya Riri.


" Ada, untuk sekarang masih rahasia." Ujar Lea.


" Jiah.. pakai rahasia segala." Ujar Riri dan memandang ke belakang.


Saat Riri mwnatap ke belakang, ia tidak sengaja melihat Richard yang mengikuti di belakang bus.


" Itu.. bukankah itu Richard?" Tanya Riri pada Lea.


Lea menatap ke arah yang Riri tunjuk, dan ia membulatkan matanya ketika melihat Richard yang mengikuti bus dari belakang.


" Dia mengikuti kita??" Ujar Lea.


" Bukan kita, tapi kamu.. Sepertinya Richard mencintaimu, Lea." Ujar Riri.


" Ya, aku tahu." Ujar Lea enteng.


" Ha? Kamu tahu Richard mencintaimu tapi kamu biasa saja?" Ujar Riri.


" Aku tidak mau mengenal cinta Ri, banyak orang tersakiti gara gara cinta, dan aku tidak mau menjadi salah satu daei mereka." Ujar Lea.

__ADS_1


Riri sangat menyayangkan apa yang Lea pilih. Jika Riri jadi Lea, mungkin ia akan menerima Richard. Richard baik, dan selalu menjaga Lea. Riri merasa miris sendiri, dia mencintai laki laki, tapi laki laki itu justru menganggapnya menggelikan.


" Lea, tidak semua cinta itu menyakitkan. Kamu belum mencobanya, kenapa sudah berkata demikian?" Ujar Riri.


" Aku sudsh tahu akan sakit, untuk apa aku mencobanya." Ujar Lea.


" Richard mengatakan untuk agar aku tidak terbebani dengan perasaan nya, dan berteman seperti biasanya. Jadi ya sudah, kami berteman." Ujar Lea lagi.


Riri menggeleng gelengkan kepalanya mendengar apa yang Lea katakan. Riri tidak menyangka Richard sekuat itu menahan perasaan nya berada di sekitar orang yang di cintainya, tapi tidak bisa menggapainya.


" Lea, selain sakit.. Cinta juga membawa kebahagiaan. Banyak orang yang hidup bahagia dengan orang orang yang mereka cintai. Cinta juga membawa kekuatan tersendiri, seperti kekuatan cinta Richard yang mampu membuatmu berubah menjadi Lea yang sekarang." Ujar Riri.


" Tidak semua orang yang jatuh cinta akan gagal dan berakhir menyakitkan. Mereka yang saling mencintai, akan hidup bahagia dengan suka duka yang mereka lalui bersama sama." Ujar Riri lagi.


" Sekarang dia masih ada, Lea.. Bagaimana jika dia tiba tiba pergi darimu? " Ucap Riri.


Lea menjadi diam, dan pandangan nya saat ini menuju ke arah Richard yang masih setia mengikuti bus yang ia naiki. Richard bahkan melambaikan tangan nya ketika tatapan nya bertemu dengan Lea.


" Lihat Lea, meskipun dia tahu cintanya tak terbalas.. Tapi dia selalu menuju ke arahmu. Dia mengikuti kemana kamu pergi, walau kamu tidak memintanya. Buka hatimu, Lea.. Beri dia kesempatan untuk singgah." Ujar Riri.


" Apakah aku bisa??" ucap Lea.


" Kamu bisa Lea... Cobalah, jangan biarkan traumamu membelenggu dirimu dan tidak memberi kesempatan untuk dirimu bahagia." Ujar Riri.


Sepanjang jalan itu, Lea menatap ke belakang. Ia melihat Richard yang masih setia mengikutinya sejak dari sekolah. Lea juga sambil memikirkan berbahai hal tentang Richard.


Memang benar Richard tidak pernah sedikitpun menyakitinya, atau sekedar membuat dirinya sedih. Justru Richard adalah orang yang membuat Lea menjadi tersenyum.


' Apakah aku mampu mencobanya..' Batin Lea.


" Lea, ayo.. kita sudah sampai." Ujar Riri.


Lea dan Riri pun turun, dan ya.. Richard juga berhenti tak jauh dari belakang bus itu.


" Cobalah Lea, beri dia kesempatan. Richard orang yang baik, dan kamu pantas bahagia." Ujar Riri lagi pada Lea.


Lea menjadi menatap Richard dengan pandangan yang tidak bisa di artikan. Setelah bus pergi, Richard mendekat kearah Lea dan Riri.


" Halo Chard, kau mengikuti Lea??" Tanya Riri.


" Ah, iya.. Lea tidak pernah naik bus, jadi aku takut dia kenapa kenapa." Ujar Richard jujur.


" Uh, manisnya.." Ujar Riri sambil tersenyum.


" Haish! Ayo cepat pesan taksinya dan datang ke rumahku, sekarang." Ujar Lea tiba tiba.


" Aku?? Kerumahmu, mau apa?" Tanya Riri.


" Jangan banyak tanya, cepat. Aku tunggu kamu di rumah." Ujar Lea, dan langsung naik ke atas motor Richard.


" Ayo jalan.. " Ujar Lea.


" Ha?? Riri bagaimana?" Tanya Richard.

__ADS_1


" Jamgan pedulikan aku, aku bisa pakai taksi atau ojek online. Kalian pergi saja duluan." Ujar Riri.


" Baiklah, bye Ri." Ujar Richard.


Richard melajukan motornya dan langsung melesat pergi dari sana. Riri tersenyum melihat Lea yang pergi membonceng dengan Richard.


" Mereka seperti takdir yang sudah Tuhan gariskan. Richard untuk Lea dan Lea untuk Richard." Gumam Riri.


Sementara itu di atas motor Richard, Lea seperti sedang berpikir. Apakah dia akan memberikan kesempatan untuk dirinya sendiri untuk mengenal cinta.


Tapi mendengar Riri mengatakan bagaimana jika Richard pergi, dirinya menjadi takut. Karena selama ini dirinya selalu dekat dengan Richard.


" Richard.." Panggil Lea.


" Hum, Ada apa, Lea?" Tanya Richard.


" Jika aku memberimu kesempatan untuk menjadi kekasihku, apakah kamu akan meninggalkan aku suatu hari nanti?" Tanya Lea.


" Tidak akan.. " Ucap Richard.


" Aku menyayangi kamu, dan mencintai kamu sejak dulu. Dan lagi pula, hati ini hanya memilihmu seorang." Ujar Richard.


Lea diam, ia memikirkannya lagi berulang ulang sebelum ia memantapkan hatinya.


" Tapi Lea, jangan pernah kamu merasa terbebani. Seperti yang pernah aku katakan padamu, cukup kamu berada di hadapanku, dan biarkan aku mencintai kamu sendirian." Ujar Richard lagi.


" Richard.." Ujar Lea.


" Hum?" Sahut Richard.


" Aku memberimu kesempatan." Ujar Lea.


Dan seketika Richard mengerem mendadak motornya. Untung mereka sedang tidak mengebut dan kondisi jalan sedang sepi.


" Lea, kamu bilang apa tadi?" Tanya Richard sampai membuka helm nya.


" Aku.. Memberimu kesempatan." Ujar Lea lagi.


Richard tersenyum mendengarnya, dia langsung turun dari motornya dan menggenggam tangan Lea.


" Kamu serius??" Ucap Richard, dan Lea mengangguk sambil tersenyum.


Tapi kemudian Richard terdiam, ia tidak mau jika Lea hanya terpaksa menerima perasaan nya.


" Jangan paksakan dirimu Lea, jika kamu memberikan kesempatan ini karena kasihan padaku, maka jangan. Aku tidak mau kamu terpaksa, dan nantinya kamu akan menyesal." Ujar Richard.


" Aku tidak terpaksa, aku sudah memikirkan nya matang matang. Sejujurnya akhir akhir ini aku seperti di hantui oleh dirimu setiap aku di kamar. Aku tidak tahu pertanda apa, tapi aku membuka internet, dan internet mengatakan bahwa aku.. sedang jatuh cinta." Ucap Lea pelan.


Richard tersenyum mendengarnya, apakah akhirnya Lea diam diam mulai memiliki rasa pada dirinya, pikirnya.


" Jadi kamu sungguhan memberiku kesempatan menjadi kekasihmu? " Tanya Richard, dan Lea mengangguk.


" Terimakasih, Lea. Aku akan menjaga baik baik kesempatan ini, aku akan menjadi kekasih uang baik untukmu." Ujar Richard, dan memeluk Lea.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2