TRAUMA

TRAUMA
Chapter 31 - Pertemuan


__ADS_3

Pagi harinya Regan dan Anna memulai aktifitas dengan sarapan bersama di restoran Ojo Haenyeo's House tentu dengan menu favoritnya yaitu bubur abalon. Tampak keduanya sangat menikmati sarapan tersebut. Tak lama Regan yang sudah dulu menghabiskan santapan itu meminta izin kepada kekasih gelapnya untuk ke toilet.


"Sayang, mas ke toilet dulu ya." pamit Regan


"Iya mas, jangan lama ya." ucap Anna


"Iya nggak kok." seru Regan seraya beranjak dari duduknya.


Tak perlu menunggu lama, Regan pun kembali dari toilet. Terlihat disana Anna telah menyelesaikan ritual sarapannya.


"Mas abis sarapan kita mau kemana?" tanya Anna


"Kamu maunya kemana?" tanya Regan


"Aku mau ke Woljeongri Beach mas, gimana?" tanya Anna.


"Boleh dong, apa si yang enggak buat kesayangan mas ini." ucap Regan


"Yaudah ayoo." rengek Anna


"Gas keun ayang." seru Regan


Mereka berdua pun menaiki mobil yang Regan sewa untuk menuju ke Pantai Woljeongri. Pantai ini memiliki suasana romantis di dalamnya, pantas saja Anna ingin mengunjunginya.


Perjalanan bisa dikatakan lumayan memakan waktu. Sehingga kini, mereka telah sampai di tempat yang Anna inginkan.


"Mas indah banget, aku suka." ucap Anna sambil memeluk Regan dari samping.


"Iya sayang, kamu pinter banget sih milih tempatnya." ucap Regan seraya mengecup puncak kepala Anna


"Iya dong." kekeh Anna


Mereka berdua cukup lama berada di pantai itu. Mereka sangat menikmati suasana pantai yang indah itu. Tak lupa wejangan siang aneka seafood mereka nikmati. Anna kini seperti wanita paling bahagia karena bisa menikmati liburan bersama orang yang ia cintai, ya meskipun Regan bukanlah miliknya. Tapi bukan Anna jika ia tidak berambisi untuk merebut kebahagiaan seseorang.


***


Sementara di Indonesia, Nara benar-benar sibuk harus mengurus anak, rumah, bahkan cafe.


Nara tidak tahu menahu tentang Regan yang sedang asyik berlibur bersama kekasih gelapnya.


Bahkan kini, Bu Uti telah diangkat menjadi pengasuh Mahesa agar pekerjaaan Nara sedikit ringan.


Saat menuju ke ruangan Regan, ia membuka laptop seraya melihat pengeluaran yang sangat besar. Tampak, ia mengernyit heran.


"Loh ini pengeluaran cafe hampir 200jt perbulan?"


"Perasaan gaji karyawan gak sampe 10jt perbulan dah."


"Apa ini pengeluaran bekas bangun cafe cabang itu ya?"


"Tapi.. Eh buset 2 tahun njir ini ratusan jeti keluar."


"Hadeh gimana si?"


"Gue musti tanya si Egi nih kalo udah gini."


ucap Nara bermonolog.


Namun, saat ia akan menghampiri Egi, tiba-tiba saja mata Nara menangkap sosok laki-laki yang sudah tidak asing lagi di matanya.


"Itu f-fino bukan si??" ucap Nara


"Ah udalah mana mungkin dia ada disini." ucapnya kemudian

__ADS_1


Namun, kaget bukan kepalang saat tatapan mereka beradu.


Fino terlihat terus menatap Nara dengan tatapan yang sulit di artikan.


Nara ia benar-benar tidak menyangka bisa bertemu dengan Fino disini. Hingga Nara memutuskan untuk kembali ke ruangan itu. Namun siapa sangka jika Fino kini tengah melebarkan langkahnya untuk mencekal pergelangan tangan Nara.


"Raa tunggu." ucap Fino seraya memegang pergelangan tangannya.


"Emm.." ucap Nara


"Ra gue tau ini lo." ucap Fino


"hhhh.. " Nara menghela nafasnya


"Bisa ikut gue sebentar?" tanya Fino


"Kemana?" tanya Nara


"Kita duduk disana. Di meja no 3 ada Robi kok, lo tenang aja." ucap Fino , yang dibalas anggukan oleh Nara


Tak lama mereka menghampiri Robi dan Sony yang tengah asyik menyantap lunch nya itu.


"Nara?" tanya Robi


"Eh Rob." sahut Nara seraya tersenyum kikuk


"Ini beneran lo? etdahh." ucap Robi seraya menatap setiap inchi tubuh Nara seraya membolak-balikan tubuhnya.


"Lepas!" tukas Fino


"Santuy." ucap Robi


"Duduk, ra." titah Fino, kemudian Nara pun duduk di seberang Fino


"Btw ra ini cafe punya lo?" tanya Robi


"Ummm.. bukan sih." jawab Nara


"Terus punya siapa?" tanya Sony


"Mas Regan." ucap Nara, terlihat disana Fino menahan sesak di dadanya saat Nara mengucapkan kata Regan.


"Ra, btw berita yang itu.. " ucap Robi


"Itu bukan gue!" tukas Nara


"Berita yang bundir maksudnya?" tanya Sony yang dijawab anggukan oleh Robi


"Ra sebelumnya gue mau minta maaf sama lo soal-" ucap Fino terputus


"Gue udah maafin kalian, itu masa lalu. Jadi jangan di inget lagi ya." ucap Nara


"Gue juga sempet benci sama lo!" tukas Fino


"Gue paham." ucap Nara


"Ra, apa lo tau tentang Nesha?" tanya Robi, yang hanya di balas gelengan oleh Nara


"Hhhh.. Nesha dia udah tunangan ra." ucap Robi kemudian


"Tunangan? sama siapa?" tanya Nara


"CEO Muda bernama Roy." seru Robi

__ADS_1


"Roy?" mata Nara membelalak kaget saat mendengar kata Roy


"Lo kenal?" tanya Fino


"Roy siapa? yang mana?" tanya Nara


"Pemilik perusahaan Adhitama." seru Fino


Jlebbb


Nara benar-benar kaget mendengar ucapan itu. Pasalnya, Adhitama merupakan perusahaan mendiang ayahnya. Yang sudah pasti di teruskan oleh Roy. Kini, Nara harus menerima kenyataan jika Nesha tengah menjalin hubungan ke jenjang yang lebih serius bersama kakak pertamanya itu.


"Kalian tau darimana?" tanya Nara


"Nih." ucap Robi sambil menyodorkan hp, di hp itu terlihat Nesha menampilkan senyum bahagianya. Nara bingung, ia harus bahagia atau sedih saat melihat kenyataan itu.


"Gue gak nyangka." lirih Nara


"Why? apa dia first love lo?" celetuk Sony kemudian


"wait, lo- lo siapa?" tanya Nara


"Anjay dari tadi gue disini, gak liat apa gimana?" tanya Sony yang dibalas gelengan samar oleh Nara.


"Kenalin gue adik ipar lo!" tukas Sony sambil menyodorkan tangannya yang kemudian di tepis oleh Fino.


"Adik ipar?" tanya Nara


"Iya, Regan abang gue. Dan gue adiknya." ucap Sony


"Hah? seriusan?" tanya Nara


"Iya bang Regan di usir karena ada yang kasih info foto mesum. Btw itu real gak si?" tanya Sony


"Kalo nginepnya iya real. Tapi kita memesan twin bed. Mas Regan juga waktu itu tidur di sofa." ucap Nara jujur


"Jadi lo gak berbuat emm.. sorry mesum?" tanya Sony hati-hati


"Sama sekali enggak." tukas Nara


"Berarti lo di jebak?" tanya Sony yang dibalas gelengan lemah oleh Nara


"Wait.. kalo lo di jebak kenapa gak liat CCTV aja?" tanya Fino kemudian


"Gue boro-boro kepikiran sampe situ, masalah idup aja udah ruwet gue." ucap Nara


"Terus lo ada rencana buat buktiin kalo itu semua fitnah?" tanya Sony


"Gatau gue." lirih Nara


"Kalo lo mau gue bisa bantu." ucap Sony


"Caranya?" tanya Robi


"Kita bisa dateng kesana kan? terus minta security buat cek itu semua." ucap Sony


"Lo yakin? ini udah lama soalnya." ucap Fino


"Coba aja dulu, iyakan?" tanya Sony


"Boleh sih." ucap Nara kemudian.


Ternyata Tuhan memang adil, setelah lama menyelidiki kebenaran Nara mereka pun di pertemukan kembali.

__ADS_1


Dan akhirnya mereka memutuskan untuk mencari kebenaran dibalik fitnah yang Nara alami 3 tahun silam.


__ADS_2