
Setelah mereka berdua bermain di taman bunga itu, akhirnya Richard mengantar Lea pulang karena hari sudah malam.
" Apakah aku boleh memberi tahu mama bahwa kita sudah jadian?" Tanya Richard.
" Boleh.. " Sahut Lea.
" Terimakasih, sayang." Ujar Richard, dan Lea mengangguk.
Richard melesat dengan kecepatan tinggi, dan sampai di kediaman Lea. Richard membantu Lea membuka helm nya lalu membenarkan rambut Lea.
" Aku pulang ya?" Ujar Richard sambil mengusap pipi Lea.
" Hm, hati hati di jalan." Ujar Lea..
Richard mengangguk dan ia pun langsung pergi dari kediaman Lea. Setelah Richard pergi, Lea menyentuh bibirnya. Lea tidak menyangka dirinya sudah berciuman dengan Richard.
Lea bahkan kembali berdebar ketika mengingat betapa lembutnya Richard mencium dirinya. Padahal dulu dia sangat membenci makhluk berjenis kelamin laki laki.
' Kenapa dengan jantungku.' Batin Lea, sambil menyentuh dadanya.
Dari balik pintu Livy melihat perlajuan dua sejoli yang msnis itu, Livy yakin.. Ada sesuatu diantara Lea dan Richard.
" Orangnya sudah pergi, apakah kamu masih mau berdiri terus di sini?" Goda Livy daei belakang Lea.
" Astaga mama! Lea terkejut." Ujar Lea.
" Ekhem! sepertinya ada yang tidak rela Richard pulang." Ujar Livy kembali menggoda.
" Mana ada.." Ujar Lea.
" Sayang, jawab jujur mama.. Kamu dan Richard, apakah ada sesuatu?" Tanya Livy.
" Lea dan Richard resmi berpacaran hari ini, ma." Ujar Lea spontan.
Livy langsung berseri mendengarnya, ia tersenyum lebar dan menutup mulutnya .
" Kamu serius, sayang??" Tanya Livy.
" Lea tidak pernah bohong kan, ma? " Ujar Lea.
Livy sampai berkaca kaca, akhirnya doa nya terkabul juga. Ia sudah tidak lagi perlu khawatir dengan Lea yang tidak kunjung memiliki pacar.
" Selamat sayang." Ujar Livy.
" Kenapa mama malah menangis?" Tanya Lea.
" Mama senang, nak.. Mama bahagia mendengar kamu dan Richard akhirnya bersama." Ujar Livy.
__ADS_1
" Tapi, tunggu... siapa yang mengutarakan perasaan lebih dulu?" Tanya Livy.
" Richard." Ujar Lea.
" Apakah kamu mencintai Richard? " Tanya Livy, dan Lea diam.
Lea tidak tahu bagaimana definisi ketika dirinya mencintai seseorang. Dia baca di internet tentang ketika ia terus terbayang bayang dengan wajah seseorang, itu jatuh cinta. Tapi Lea tidak tahu lebih spesifik tentang cinta.
" Lea.. Lea tidak tahu, apakah Lea sungguh jatuh cinta sungguhan atau tidak dengan Richard, ma." Ujar Lea.
" Maksud kamu, sayang??" Tanya Livy.
" Lea tidak tahu sebenarnya seperti apa orang jatuh cinta, atau apa yang di rasakan orang yang benar benar jatuh cinta dengan seseorang, ma." Ujar Lea.
Livy menyentuh tangan Lea, lalu menggandengnya masuk ke dalam. Livy mengajak Lea duduk di ruang tengah, dan mulai menatap Lea.
" Lalu kenapa kamu menerima Richard??" Tanya Livy.
" Entah.. " Sahut Lea asal
" Apa yang kamu rasakan saat bersama Richard, sayang?" Tanya Livy.
Lea terdiam, dia seperti memikirkan semua yang ia alami ketika bersama Richard.
" Nyaman.. adalah perasaan pertama yang Lea rasa. Saat bersama dia, Lea merasa nyaman, tanpa sadar Lea mengikuti semua yang dia nasehatkan." Ujar Lea.
" Dan dia yang sudah membuat Lea tersenyum, dan berubah menjadi Lea yang sekarang. Mama pasti merasakan hal itu juga, kan?" Ujar Lea lagi.
'' Itu tandanya kamu juga mencintai dia, sayang. mama senang, akhirnya anak mama bisa jatuh cinta juga.'' Ujar Livy sambil memeluk Lea.
'' Berbahagialah sayang, mama selalu berdoa semoga kamu tidak mengalami apa yang mama alami di masalalu. Richard adalah laki laki yang baik, mama merestui kalian.'' Ujar Livy, Lea pun tersenyum dan mengangguk.
Ke esokan harinya..
Richard sampai di kediaman Lea, dia langsung di sambut hangat oleh Hae In dan Livy seperti biasanya. Lea tersenyum manis ketika melihat kedatangan Richard, setelah semalam dia mendapatkan pencerahan dari Livy, ia pun mencoba meyakin kan dirinya untuk menerima Richard dengan sepenuh hatinya.
'' Ma, kami berangkat sekolah dulu.'' Ujar Lea.
'' Ya, sayang.. hati hati kalian berdua.'' Ujar Livy.
Lea keluar dengan Richard yang selalu tersenyum kearah Lea. Setelah sampai di motornya, Richard memakaikan helm di kepala Lea dengan Lea yang terus menatap ke arah Richard.
'' Apakah ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan, sayang? '' Tanya Richard, dan Lea menggeleng sambil tersenyum.
Meskipun Richard sedikit bingung dengan tingkah Lea, tapi dia tidak mempermasalahkan nya. Richard mengusap pipi Lea dengan sayang lalu mengendarai motornya menuju ke sekolah.
__ADS_1
" Akhirnya Lea bisa tersenyum dan lupa dengan traumanya, ayah." Ujar Livy pada Hae In.
" Ayah ikut senang melihat cucu ayah bisa sembuh dari trauma nya. Kamu juga harus bangkit, nak.. bahagiakan dirimu dan temukan orang yang tepat untuk menemani hidupmu." Ujar Hae In pada Livy.
" Ada ayah dan Lea di hidupku saja aku sudah bahagia, aku sudah tidak butuh yang lain nya, cukup kalian berdua saja." Ujar Livy.
" Ayah dudah tua, nak.. belum tentu ayah bisa panjang umur. Lea pun suatu hari nanti akan menikah dan tinggal dengan suaminya, lalu siapa yang akan menemanimu?" Ujar Hae In.
" Aku sungguh tidak menginginkan pasangan hidup lagi, ayah.. Aku harus ke perusahaan, bye ayah." Ujar Livy dan langsung pergi.
' Kenapa aku merasa seperti ada yang di sembunyikan putriku.' Batin Hae In.
Setelah Livy sampai di mobil, Livy langsung meminta supirnya mengantarkan nya ke perusahaan. Di pikiran nya saat ini adalah kondisi dirinya.
' Takutnya bahkan aku akan lebih dulu pergi sebelum ayah pergi. Maafkan Livy, ayah..' Batin Livy.
Berpindah ke sisi Lea dan Richard. Saat di perjalanan, tiba tiba tangan Lea terulur dan melingkar di perut Richard. Richard pun tersenyum melihat tangan Lea yang saat ini melingkar di perutnya. Sesampainya di sekolah, Juno menatap heran Richard dan Lea yang terlihat seperti saling berbagi kasih sayang.
'' Yo, pagi pagi sudah saling berbagi kasih sayang.. yang tidak tahu akan mengira kalian itu adalah pasangan kekasih, lho..'' Ujar Juno.
'' Memang kami pasangan kekasih..'' Ujap Lea. Lea langsung lari begitu saja setelah mengatakan itu.
Juno terkejut mendengarnya, lebih dari itu.. Richad sendiri terkejut mendengar Lea mengatakan secara langsung pada orang lain tentang hubungan nya, ia pikir mungklin Lea masih malu mengatakan nya pada orang lain.
'' Uhuk! uhuk! i- itu.. Lea sungguhan? Apa kalian sungguh sudah menjadi sepasang kekasih? '' Tanya Juno.
'' Gadisku memang pemberani.. '' Gumam Richard.
'' Ya, kami sudah berpacaran. '' Ujar Richard pada Juno.
'' Woahhh.. selamat bro, akhirnya.'' Ujar Juno.
'' Lalu bagaimana dengan dirimu sendiri? Kau mau sampai kapan menghindari Riri? '' Tanya Richard.
'' Tidak ada yang menghindar, aku hanya melakukan apa yang bisa aku lakukan saja.'' Ujar Juno.
'' Aku beri tahu kamu nasehat, aku tidak tahu kamu mau mendengarkan aku atau tidak tapi aku harap kamu meresapinya." Ujar Richard sambil tangan nya menepuk pundak Juno.
"Jangan sampai membuat seorang wanita bersedih, dan jangan menyia nyiakan cinta yang datang padamu. Karena jika kamu sudah kehilangan atau orang itu menyerah padamu, kamu menyesal pun tidak akan berguna.'' Ujar Richard.
" Tidak semua orang akan bernasib sama, Riri mungkin lugu tapi jangan lupa, dia sangat mandiri. Kamu adalah laki laki, sudah seharusnya kamu melindungi gadismu, bukan menunggunya menjadi kuat baru menerimanya."
Karena ketika dia sudah bisa melindungi dirinya sendiri, dia tidak akan membutuhkanmu karena sakot hatinya. Jangan bunuh perasaanmu sendiri, sobat." Ujar Richard, lalu pergi meninggalkan Juno dan mengejar Lea.
" Lea.. tunggu." Teriak Richard.
Juno menatap Richard yang berlari mengejar Lea. Benar yang di katakan Richard, ketika perempuan sudah bisa melindungi dirinya sendiri, maka dia tidak membutuhkan laki laki untuk melindunginya.
__ADS_1
Juno hanya masih trauma dengan masalalunya. Hingga dia tidak mau kembali menyukai gadis lemah lembut seperti Riri.
TO BE CONTINUED..