TRAUMA

TRAUMA
EPS. 69. FIRST KISS.


__ADS_3

Lea masuk ke dalam kamarnya, dan kebetulan ponselnya berdering. Rupanya itu adalah panggilan telepon dari Richard.


" Halo.." Ucap Lea ketika panggilan itu terhubung.


" Sedang apa, Sayang? " Tanya Richard.


Lea tersenyum sendiri mendengar Richard memanggilnya sayang.


" Sedang di kamar." Sahut Lea.


" Lihat ke bawah, aku ada di bawah kamarmu." Ujar Richard.


Lea sampai melotot sendiri mendengarnya, ia langsung menuju ke jendela kamarnya dan benar, Richard di bawah sana.


" Aku akan turun, sebentar." Ujar Lea.


" Eh, tunggu sebentar sayang. Kamu ganti pakai pakaian yang nyaman, aku ingin membawamu mengunjungi suatu tempat." Ujar Richard.


" Malam malam begini?" Tanya Lea.


" Iya.. Kamu pasti akan menyukainya." Ujar Richard.


" Baiklah, tunggu sebentar." Ujar Lea. Dan panggilan di akhiri.


Lea langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang berkeringat, dan berganti pakaian dengan pakaian casual. Lea menggunakan celana Jeans panjang berwarna hitam dengan jaket Jeans berwarna biru.


Rambut Lea di biarkan tergerai dan tak lama, ia turun dari kamarnya. Saat di ujung tangga, ia tersenyum karena melihat Richard yang rupanya duduk dengan Livy di ruang tengah.


" Nah, itu Lea sudah turun." Ujar Livy.


" Richard izin bawa Lea, tante." Ujar Richard pada Livy.


" Iya, hati hati di jalan kalian berdua." Ujar Livy.


" Ma, Lea pergi dulu." Ujar Lea.


" Iya, sayang." Sahut Livy.


Richard menggandeng tangan Lea, dan Livy mengernyitkan keningnya melihat hal itu.


' Apakah mereka ada sesuatu? Tidak biasanya mereka bergandengan tangan.' Batin Livy.


Lea naik ke atas motor Richard, lalu kemudian mereka pun melesat pergi dari kediaman Lea.


" Kita mau kemana?" Tanya Lea.


" Ke bulan." Ujar Richard, sambil terkekeh.


" Aku serius, Chard.." Ucap Lea, kesal.


" Aku juga serius, sayang. Aku akan membawamu melihat bulan." Ujar Richard.


" Pegangan ya, aku akan sedikit mengebut." Ujar Richard.


Lea melingkarkan tangan nya di perut Richard, dan Richard tersenyum karena merasakan tangan Lea yang melingkar di perutnya. Richard mengemudikan motornya dengan kecepatan tinggi, dan tak berapa lama, mereka sampai di tempat yang Richard maksud.


Rupanya Richard membawa Lea ke kediaman kakek nya. Lea pikir Richsrd akan mengajaknya kemana, rupanya hanya ke sana.

__ADS_1


" Ayo." Ujar Richard.


" Aku pikir kamu sungguh akannmembawaku ke bulan." Ujar Lea, dan Richard terkekeh.


" Aku belum mampu membawamu terbang ke bulan. Sekarang aku akan menutup matamu terlebih dahulu sebelum kita masuk." Ucap Richard, sambil mengeluarkan sapu tangan dari kantong jaket nya.


" Mau apa? Kamu bukan mau membunuhku di sini kan?" Ujar Lea, Richard ter bahak mendengarnya.


" Bagaimana bisa kamu berkesimoulan seperti itu, aku bahkan tidak akan bisa hidup tanpamu. Mana mungkin aku membunuh orang yang paling aku sayang dan cintai." Ujar Richard.


" Tapi kenapa mataku harus di tutup?" Tanya Lea.


" Karena aku memiliki kejutan untukmu, percayalah.. aku tidak akan mungkin menyakiti kamu." Ujar Richard.


Lea menatap mata Richard, dan akhirnya mengangguk. Lea masihlah seorang paranoid, apapun itu dia akan selalu memikirkan nya baik baik.


Richard memakaikan sapu tangannya di mata Lea, ia bahkan mengikatnya dengan sangat pelan karena takut menyakiti Lea.


" Pegang tanganku, lalu aku akan menuntunmu berjalan." Ujar Richard, dan Lea mengangguk.


Richard menuntun Lea berjalan menuju tengah tengah taman bunga, dan di sana rupanya Richard sudah menyiapkan sebuah tempat yang romantis.


Richard memasang ayunan dengan dua tempat duduk di dekat gazebo, di sisi kanan dan kiri ayunan itu melambai kain putih sebagai hiasan nya. Di dalam gazebo itu sendiri ada lilin lilin yang membentuk hati dengan bunga bunga bertebaran.


" Kamu berdiri diam dulu di sini." Ujar Richard.


" Kamu mau kemana?" Tanya Lea panik.


" Aku hanya sebentar, dan akan langsung kembali." Ujar Richard.


" Percaya padaku, Lea.. Aku tidak akan menyakitimu." Ujar Richard.


Lea bahkan memegang tangan Richard sangat erat, seakan tidak mau di tinggalkan. Lea tidak takut, tapi lebih ke panik. Akhirnya Lea mengangguk, dan richard pun melangkah menjauh dari Lea.


Rupanya Richard menyalakan lilin lilin yang membentuk hati itu. Sementara Lea sudah semakin panik, di pikiran nya saat ini Richard meninggalkan nya sendirian di sana.


" Richard." Panggil Lea, namun tidak ada sahutan dari Richard.


Lea semakin panik, dan tangan nya sudah mulai mencoba untuk membuka sapu tangan itu sampai tiba tiba tangan Richard menghentikan nya.


" Kamu tidak percaya padaku??" Tanya Richard.


" Kamu tidak meninggalkan aku?" Ujar Lea.


" Aku tidak akan meninggalkan kamu, Lea.. aku sangat mencintaimu, menyayangimu. Aku juga tidak akan menyakitimu." Ujar Richard.


" Maaf, aku hanya panik. Aku pikir kamu akan meninggalkan aku sendirian di sini." Ujar Lea, merasa bersalah.


" Bisakah kamu percaya padaku??" Tanya Richard. Lea diam, lalu tak lama dia mengangguk.


" Aku akan mencobanya." Ujar Lea, dan Richard rersenyum mendengarnya.


" Kalau begitu, ayo.." Ujar Richard.


Richard menuntun Lea dan berhenti tepat di gazebo itu. Perlahan ia membuka ikatan di mata Lea, dan perlahan Lea membuka matanya.


Lea membuka mulutnya, karena di hadapan nya saat ini adalah lilin yang membentuk hati dengan tulisan I Love you Athalea Adeline di tengah nya.

__ADS_1


" Wow.." Hanya itu kalimat pertama yang Lea ucapkan.


" Kamu suka??" Ujar Richard.


" Sejujurnya aku bukan orang yang suka dengan hal hal seperti ini, tapi aku suka." Ujar Lea, dan Richard terkekeh mendengarnya.


" Aku lupa kalau pacarku ini lain dari yang lain." Ujar Richard.


" Siapa yang menyiapkan ini?" Tanya Lea.


" Aku, saat setelah aku mengantarmu pulang tadi, aku langsung memiliki ide untuk membuat ini." Ujar Richard.


" Maaf aku tidak bermaksud untuk tidak menghargaimu, aku suka kok.." Ujar Lea.


" Tidak apa apa.. Terimakasih kamu sudah menilanya dengan jujur." Ujar Richard.


Lea menatap sekitarnya dan terkejut karena melihat ada ayunan di sana.


" Wow.. Ada ayunan." Ujar Lea.


Lea langsung turun dari gazebo dan duduk di ayunan itu. Richard terkekeh melihat kelakuan kekasihnya.. jika pada umumnya para gadis suka dengan hal romantis, maka Lea tidak. Lea bukan seperti gadis kebanyakan.


Richard berdiri di belakang Lea lalu menarik ayunan itu, dan mendorongnya. Lea menikmati angin malam yang menerpa dirinya. Dan rupanya di arah jam 12 nya sungguh ada bulan.


" Kamu sudah membawaku ke bulan." Ujar Lea, sambil mengulurkan tangan nya seakan menyentuh bulan.


" Kamu suka?" Tanya Richard.


" Sangat suka." Ujar Lea.


Bulan adalah teman Lea sejak dulu, saat dia jngin menenangkan dirinya, ia akan mematikan semua penerangan di kamarnya dan hanya bercahayakan dengan cahaya bulan. Itu pun saat bulan muncul.


Richard mengayun Lea hingga para kunang kunang tiba tiba muncul. Dan Lea pun berhenti dari ayunan nya.


" Matikan lilin nya." Ujar Lea dan langsung berlari ke gazebo untuk mematikan lilin yang ada.


Dan semakin banyak saja kunang kunang yang muncul. Lea tersenyum melihatnya, ia menghampiri Richard yang kini sedang duduk di ayunan.


" Indah.." Ucap Richard.


" Ya, mereka sangat indah." Ujar Lea.


" Bukan mereka, tapi kamu." Ujar Richard.


Richard berdiri di hadapan Lea, dan perlahan ia mendekatkan wajahnya pada wajah Lea untuk mencium bibir Lea. Lea sempat mundur karena ragu, tapi kemudian Lea mendekatkan bibirnya pada bibir Richard.


DEG! DEG! DEG! DEG!


Jantung keduanya berdebar sangat cepat tak beraruran.


Mereka berciuman untuk yang pertama kalinya, di bahwah sinar bulan dengan kunang kunang yang menjadi saksi mereka. Setelah melepaskan ciuman nya, Richard menempelkan keningnya di kening Lea, lalu mengucapkan..


" I love you so bad, Lea.. " gumam Richard, dan untuk kali ini Lea juga masih hanya mengangguk tanpa membalas.


Richard pun memeluk Lea, dia sangat bahagia bisa memiliki Lea sebagai kekasihnya. Meskipun dia harus bersabar untuk mendengar Lea mengucapkan cinta padanya.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2