
Waktu terus berlalu, kini Nara lebih sering ditinggal sendiri bahkan kepulangan Regan pun bisa dihitung dengan jari.
Hari demi hari Nara terus lalui bersama anak tercintanya. Kini anak itu semakin gemas di mata Nara, Mahesa sekarang sudah mulai bisa menirukan suara ibunya.
Memang, jika dilontarkan secara kasar. Wanita mana yang tidak kesepian saat tidak ada suami? wanita mana pula yang mau di tinggal sendiri? semua wanita itu perlu di beri kehangatan serta kasih sayang dari suaminya.
Namun, Nara bisa mengatasi kesepian itu karena ada Mahesa. Bayangkan saja jika malaikat kecil itu belum hadir, pasti sudah sangat terpuruk bukan?
Malam itu, Nara telah selesai menidurkan Mahesa. Sejenak ia membuka aplikasi hijau yang ada di hapenya. Ia sangat merindukan suaminya itu. Namun siapa sangka saat Nara menekan tombol panggil atas nama suaminya itu tidak ada tulisan berdering sama sekali. Anehnya, saat dia mengirim pesan centang itu ada dua.
Seketika Nara mengernyit heran, ia berusaha positif thinking.
"Loh kok bisa gini ya?"
"Padahal gue chat dia ceklis 2 , tapi kok pas di telpon memanggil terus."
"Aneh banget, padahal gak biasanya kayak gini."
ucap Nara bermonolog.
Karena Nara tidak mau memperkeruh suasana hatinya, ia pun scroll instagram.
Namun, tak lama dari itu tiba-tiba saja satu pesan dari nomer tidak dikenal masuk.
Tinggg
[ +62822******** : send a picture ]
Degg
Nampak disana sebuah foto dari lelaki yang sangat ia kenal sedang tertidur bersama perempuan yang sangat cantik. Bahkan foto itu terlihat sangat jelas seperti tengah berpelukan. Sesak di dadanya sangat luar biasa terasa. Hingga kini buliran bening tengah membasahi pipi itu.
Dia terus saja menghubungi Regan, namun panggilannya tak kunjung dijawab.
Nara kini terlihat sedang bernafas dari hidung dan membuangnya dari mulut, hingga perlakuan sederhana itu membuatnya sedikit tenang.
Ia tidak ingin memikirkan hal yang belum tentu benar terjadi, dan ia juga tidak berniat bertanya pada Regan tentang foto itu kecuali Regan yang akan menjelaskannya.
"Udalah daripada mikirin kek gini, belum jelas juga."
"Mending gue tidur sama Mahesa."
__ADS_1
ucapnya, seraya berjalan ke kamar Mahesa.
***
Namun di tempat lain, kini tampak seorang wanita bernama Anna itu tertawa puas saat foto yang ia kirim telah di baca oleh Nara.
"Gue yakin, usaha gue gak mungkin sia-sia."
"Gan, cepat atau lambat gue bakal dapetin lo."
"liat aja, anak lo bakal ngerasain apa yang gue rasain."
tukas Anna.
Namun, Regan yang telah bangun itu ia mengurungkan niatnya untuk membuka mata. Ia mencoba untuk mencerna setiap kalimat yang dikeluarkan oleh Anna.
Regan kini telah bingung atas ucapan Anna. Pasalnya, Anna adalah orang baru lalu darimana ia kenal Nara? Dan sejak kapan dia ingin balas dendam pada makhluk kecil tak bersalah itu?
Regan, tanpa sepengetahuan Anna ia berencana untuk menyelidiki siapa wanita cantik ini sebenarnya.
"Eughh.." Regan menggeliat setelah tidak terdengar monolog dari Anna.
"Eh sayang, k-kamu sejak kapan bangun?" tanya Anna
"Ohh, gapapa si.. ini udah malem soalnya." ucap Anna
"Hem, kamu kenapa belum tidur jam segini?" tanya Regan
"Ini aku mau tidur sayang." ucap Anna sambil membaringkan tubuh di sisi Regan. Tak lupa ia memeluk erat lelaki itu.
Tak terasa mentari pagi mulai menyinari, Regan kini bangun lebih dulu. Ia berencana untuk pulang hari ini. Sebelumnya ia ingin melihat kondisi kafe yang sudah lama tak ia jumpai. Ia hanya menulis di atas sehelai kertas untuk berpamitan. Tak lupa ia menyiapkan corn rice untuk sarapan wanita cantik itu.
Seperti biasa, sebelum pergi ia mengecup singkat kening, pipi, dan bibir wanita itu.
Tepat jam 8 , Regan sudah sampai di kafe. Kini ia di buat kalut oleh pikirannya. Ia tahu selama ini ia telah salah langkah. Namun kini nasi sudah menjadi bubur bukan? Regan mencintai dua wanita itu. Bagaimana bisa Regan melupakan Nara, yang jelas-jelas Nara telah memberikan kekuatan untuk tetap bangkit. Lalu mana mungkin jika ia harus meninggalkan Anna? Ia begitu cantik, modis, dan seksi.
"Arrggghh.. " ucap Regan yang berada di ruangan khususnya.
"Kenapa harus kayak gini, bang**t!" pekik Regan
"Andai gue gak ketemu lo na, gue pasti setia sama istri gue!"
__ADS_1
"Dan kenapa sifat papa turun ke gue anj**g!!" tukas Nara.
Ya, sikap papanya yang hobi selingkuh itu kini turun kepada dirinya.
Namun, tanpa Regan sadari adiknya alias Sony kini tengah mendengar ucapan dari Regan.
Sony mengernyit heran atas umpatan yang Regan keluarkan. Bahkan kini Sony mengambil keputusan jika Regan tengah selingkuh bersama wanita bernama Anna.
"Keknya Anna itu cewek yang kemaren gue liat."
"Apa mungkin bang Regan selingkuh?"
"Kalo iya kasian banget Nara."
"Kasih tau Fino gak ya?"
"Astaga bingung banget gue. Gue kasian sama Fino tapi di sisi lain, kasian juga sama bang Regan. Gue yakin Fino pasti bertindak gegabah si kalo dia tau bang Regan selingkuhin Nara."
Ia bermonolog sendiri seraya memikirkan jalan keluar yang cukup rumit ini. Bagaimana tidak rumit? Ia kini telah berada di tengah-tengah orang terdekatnya. Meksipun Regan sudah lama pergi dari rumah tetap saja hati kecilnya merasa iba kepada kakaknya itu. Namun, di sisi lainnya Fino yang tengah mencari kebenaran tentang Nara pun membuat pikirannya semakin kacau.
Hingga saat ia sedang bergelut dengan pikirannya itu, karyawan kafe bernama Rita itu mengejutkannya.
"Maaf mas, sedang apa ya disini?" tanya Rita
"Oh anu mbak.. ee.. saya lagi.. mau ke toilet. ah iya toilet." ucap Sony gugup .
"Kalo ke toilet bisa lewat sana mas." ucap karyawan itu ramah.
"Oh iyaa mbak makasih, kalo gitu saya permisi yaa." ucap Sony sambil melenggang kan kakinya ke arah toilet.
Selesai dari toilet ia beranjak ke meja yang di tempati kedua sahabatnya.
"Etdah lama bet lo, muntaber apa?" tanya Robi
"Eee iya nih mules gue." ucap Sony, meskipun tengah di landa kebingungan ia tetap menetralkan raut wajahnya.
Fino dan Robi pun hanya bisa mengangguk-nganggukan kepalanya saat itu.
Tanpa mereka sadari, Regan yang berencana untuk keluar dari kafe itu tiba-tiba saja menangkap sosok tubuh lelaki yang sudah tidak asing di matanya.
Sony, yang paham situasi ini ia hanya bisa menutup wajahnya dengan tabel menu dari cafe itu. Sony tidak mau jika Regan mengetahui jika dia berada disini. Bisa-bisa misinya hancur kalo Regan tahu.
__ADS_1
Sedangkan Regan yang tengah menatap lelaki itu pun di buat kaget dengan dering telepon yang ada di hp nya.
Ia pun beranjak keluar tanpa mempedulikan lelaki itu.