TRAUMA

TRAUMA
EPS. 66. Masalalu cinta pertama Juno.


__ADS_3

Lea sudah sampai di kediaman nya, dan Richard langsung pergi dari sana membawa motor Lea.


" Sayang, kamu sudah emnemukan Riri?" Tanya Livy ketika Lea sampai.


" Sudah, ma. Riri baik baik saja, dia sedih karena kucing nya tertabrak mobil." Ujar Lea.


" Astaga anak itu, bagus lah jika tidak terjadi apa apa padanya. Karena kita tidak sempat merayakan kemenangan turnamenmu, besok malam kita makan malam bersama, ya? Kakek juga ingin merayakan kemenanganmu." Ujar Livy.


" Baiklah.." Ujar Lea sambil tersenyum.


Damai, yang terlihat di wajah Lea saat ini. Livy bisa melihat begitu besarnya perubahan yang terjadi pada Lea. Senang rasanya Livy melihat wajah cantik itu kini lebih sering tersenyum dari pada berdebat dengan nya.


" Lea lelah, Lea istirahat dulu ma." Ujar Lea.


" Ya, sayang." Ujar Livy.


Le anaik ke atas kamarnya, dan mulai membersihkan dirinya. Setelah selesai, ia pun merebahkan diri di ranjang. Hari ini terlalu melelahkan baginya.


Ke esokan harinya..


Lea dan Richard datang ke sekolah bersama, dan tak lama datang juga Juno dengan motor milik Richard yang kemarin dia bawa. Lea mengernyit kan keningnya ketika melihat Juno yang hanya datang sendirian.


" Dimana Riri?" Tanya Lea pada Juno ketika Juno sudah turun dari motor.


" Aku tidak berangkat dengan nya.. Mungkin dia naik angkutan umum." Ujar Juno.


Lea merasa sedikit keanehan pada Juno, namun tak berapa lama ia melihat Riri yang berjalan dari arah gerbang sekolah dengan wajah lesu. Sepertinya benar, Riri menggunakan angkutan umum.


" Riri." Panggil Lea, dan Riri pun melihat ke arah Lea.


Wajah Riri yang sebelumnya terlihat tidak bersemangat, langsung berubah sumringah ketika Lea memanggilnya.


" Kamu tidak di jemput Juno seperti biasanya?" Tanya Lea.


Seketika Juno dan Richard menjadi tegang, mereka takut Lea mengetahui kejadian yang sebenarnya.


" Juno bukan supirku, Lea. Dia tidak berkewajiban mengantar jemput aku. Aku bisa berangkat sendiri lagi pula." Ujar Riri dengan senyum cerah seperti biasanya.


" Tapi kamu tidak di ganggu anak anak itu lagi, kan? " Tanya Lea.


" Tidak sama sekali." Ujar Riri sambil tersenyum.


" Juno, terimakasih karena selama sebulan ini kamu mengantar jemput aku. Aku sudah tidak di ganggu mereka, jadi aku akan berangkat dan pulang sendiri mulai sekarang." Ujar Riri dengan wajah ceria nya.


Juno menatap Riri dengan pandangan merasa bersalah, tapi kemudian Juno mengangguk.

__ADS_1


" Lea, bisakah kamu ajari aku tentang soal soal? Aku sedikit kesulitan." Ujar Riri.


" Ayo, kan sudah aku katakan jika kamu kesulitan tanyakan padaku." Ujar Lea.


" Kalau begitu, ayo.. Sebelum bel berbunyi. Richard, maaf aku pinjam Lea sebentar. " Ujar Riri, dan Richard mengangguk.


Riri menggandeng tangan Lea seperti biasanya, dan masuk kedlaam sekolah. Kini tinggal Richard dan Juno di sana yang berdiri menatap dua gadis itu berjalan.


' Sekarang aku tahu, apa yang kamu sebut tersenyum namun senyum itu menyimpan luka. Bagaimana bisa kamu sekuat itu Riri, setelah kemarin sore aku membuat hatimu hancur.' Batin Juno, sambil menatap Riri.


" Apa yang terjadi sebenarnya? Aku lihat Riri tampak menghindarimu. " Ujar Richard.


" Kamu ingat saat turnamen dan aku mengatakan padamu bahwa dia seperti se ekor lalat? Dia mendengarnya. Aku sengaja membuat dia mendengar itu." Ujar Juno.


" Kamu gila?? Riri pasti hancur mendengarnya, bisa - bisanya kamu mematahkan hatinya dengan sekejam itu." Ujar Richard.


" Aku tidak punya pilihan, kamu ingat apa yang terjadi pada Luna saat itu bukan. Aku tidak mau mengulang kejadian yang sama. Riri harus melindungi dirinya sendiri, dia harus menjadi gadis yang kuat. " Ujar Juno.


Luna adalah gadis yang pernah di sukai oleh Juno sebelum Juno menjadi anak bren*sek. Bisa di katakan Luna adalah cinta pertama Juno saat Juno masih duduk di bangku awal sekolah menengah pertama.


Luna di temukan meninggal dunia dan


jasad Luna di temukan di dekat sekolah dengan keadaan mengenaskan. Juno saat itu langsung meminta bantuan pada sang papa untuk menyelidiki kematian Luna.


Juno jadi membenci sang papa karena tidak mau membantunya memberikan keadilan untuk Luna. Juno juga menjadi musuh bebuyutan dengan Kyle dan menjadi pemuda Bren*sek yang selalu membuat onar.


" Katakan padaku, apakah kamu mencintai Riri juga?" Tanya Richard.


Juno menatap Richard, kemudian hanya tersenyum dan perhi meninggalkan Richard.


" Haih, kenapa bisa hidupnya begitu rumit." Gumam Richard.


Richard bertemu dengan Juno saat Juno sedang berkelahi dengan Kyle dan rombongan nya. Richard yang notabene nya anak baik baik itu bahkan pernah ikut terseret ke kantor polisi karena menolong Juno yang di keroyok. Padahal waktu itu adalah hari pertama Richard dan Fitty pindah ke Jakarta.


Dan kebetulan, Richard masuk di sekolah yang sama dan kelas yang sama dengan Juno, sejak saat itulah mereka berteman baik.


Lea menatap Richard yang baru masuk ke dalam kelas setelah bel berbunyi. Lea yakin telah terjadi sesuatu di antara Riri dan Juno, karena meskipun Riri tersenyum dan menciba menjadi ceria, Lea melihat ke hampaan dari tatapan mata Riri.


" Apakah telah terjadi sesuatu di antara Riri dan Juno?" Tanya Lea pada Richard berbisik.


Richard bingung, apakah dia akan memberi tahu Lea atau tidak. Tapi jika dia berbohong, dia takut Lea akan kecewa padanya ketika tahu kebenaran nya nanti.


" Saat pulang sekolah, aku akan ceritakan kepadamu." Bisik Richsrd akhirnya.


Dan pelajaran pun di mulai. Lea sesekali melirik Riri yang duduk bersebelahana dengan Juno. Biasanya, Juno akan memainkan rambut Riri atau sekedar mengusili Riri, tapi kini hanya saling diam.

__ADS_1


Hingga akhirnya jam istirahat pun di mulai, Riri langsung menghampiri Lea. Tidak seperti biasanya, Riri biasanya akan berbincang dulu dengan Juno baru datang pada Lea, tapi kini Riri langsung mendatangi Lea.


" Lea, aku akan ke perpustakaan, jadi tidak ikut dengan kalian ke kantin." Ujar Riri.


" Kamu tidak lapar?" Tanya Lea.


" Aku bawa bekal, saat lapar nanti aku akan makan bekalku saja. Aku duluan, ya? Bye.." Ujar Riri dan langsung pergi keluar dari kelas.


" Richard, katakan sekarang juga padaku. Apa yang sebenarnya terjadi pada mereka." Ujar Lea.


" Baiklah, tapi jangan di sini. Ayo ikut aku." Ujar Richard.


Richard membawa Lea ke taman belakang sekolah. Ia duduk di atas bangku panjang dan kini Richsrd bingung harus memulainya dari mana untuk menjelaskan kepada Lea.


" Ayo katakan, kenapa kamu diam saja?" Ujar Lea.


" Lea, Riri menyukai Juno." Ujar Richard.


Dan Lea mengernyit bingung.


" Jadi, apa masalahnya dengan Riri menyukai Juno?" Tanya Lea.


" Masalahnya adalah Juno menolak Riri." Ujar Richard.


Richard akhirnya menceritakan apa yang sebenarnya terjadi, juga ketakutan Juno akan terulang kembalinya masalalu buruk yang terjadi pada Luna, cinta pertama Juno. Tapi Richard tidak menyebut pelaku pembunuh Luna pada Lea.


Richard sebisa mungkin menjelaskan agar Lea tidak salah menangkap kesimpulan. Richard mengatakan pada Lea bahwa Juno sebenarnya menyukai Riri, hanya saja Riri terlalu lemah.


Lea memijat keningnya mendengar apa yang Richard jelaskan. Lagi lagi Lea menemukan masalah yang terjadi pada dua orang yang saling jatuh cinta.


" Rupanya begitu.. Kenapa Juno tidak bisa bersikap sepertimu? Kamu bisa mengesampingkan perasaanmu padaku dan kita masih tetap berteman." Ujar Lea, dan Richard tersenyum mendengar nya.


" Karena aku tidak takut dengan apapun, Lea.. Aku mencintaimu, maka aku akan menanggung resiko apapun yang akan aku alami karena aku mencintaimu. Seperti sekarang, aku harus menanggung resiko cinta tak terbalas karena kamu tidak mencintaiku." Ujar Richard.


Mendengar itu, Lea menjadi membuang pandangan nya dari Richard, karena saat ini tatapan Richard begitu dalam dan bersungguh sungguh.


" Apakah kau ini masuk dalam kategori cinta yabg bodoh?? Tidak terbalas pun masih bertahan." Ujar Lea.


" Karena aku memiliki keyakinan, aku yakin aku bisa membuatmu mengenal diriku lebih dan lebih dan bisa melihat vetapa besarnya cintaku padamu." Ujar Richard sambil tersenyum manis.


" Malas bicara cinta, aku lapar.." Ujar Lea dan langsung berlari menghindari Richard.


" Dia lari lagi.." Gumam Richard sambil terkekeh.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2