
Setelah kejadian ini, aku pun akhirnya memutuskan untuk berhenti bekerja dari pekerjaan ku , untuk fokus merawat dan menjaga putri semata wayang ku .
Bagas :" lebih baik aku saja yang bekerja , biar kamu yang dirumah urus anak kita, kan ada art yang mengurus urusan rumah tangga , jadi kamu hanya mengurus anak kita saja ,,"
Aku :" baiklah pa, besok aku akan resign dari kantor , aku juga gak mau kejadian ini terulang lagi , atau kejadian buruk lain nya menimpa putri kita , aku gak tega kalau putri kita yang masih kecil ini menerima perbuatan yang tidak baik dari orang lain " ( jawab ku sambil meneteskan air mata ).
Ke esokan hari nya aku dan suami ku pun pergi kerumah sakit membawa putri untuk menjalani pemeriksaan kesehatan , aku takut terjadi sesuatu kepada putri karena meminum obat antimo yang di berikan pengemis kejam itu. Setelah menjelaskan pada dokter kejadian yang terjadi , dokter pun segera melakukan pemeriksaan.
__ADS_1
Dokter :" anak ibu terlalu banyak meminum obat tersebut , mungkin efek samping dari obat tersebut akan berdampak pada selera makan sang bayi, untuk sementara kerusakan yang serius tidak ada , hanya saja si bayi akan malas makan dan hanya akan sering tidur "
mendengar penjelasan dokter , aku pun kembali sedih dan nangis ,,
Aku :" dok , ? apakah anak saya akan sembuh dan akan kembali seperti semula dan baik baik saja ?? " ( tanya ku dengan rasa ke khawatiran )
Setelah berkonsultasi dengan dokter , aku dan bayi ku pun pergi bergegas untuk pulang. Di luar rumah sakit, suamiku pun sudah menunggu kedatangan kami, kami pun bergegas masuk kedalam mobil, di dalam mobil aku pun menjelaskan kepada suamiku semua tentang penjelasan dokter mengenai putri , aku dan suamiku hanya bisa berdoa semoga putri kami segera pulih .
__ADS_1
tak terasa mobil kami pun terhenti karena lampu merah, di sepanjang jalan banyak kulihat para pengemis, gelandangan dan penjual angkringan yang berkeliaran meminta dan menjual dagangan kepada pengendara yang berhenti, pandangan ini mengingat kan ku tentang bayang bayang sang pengemis yang berjalan dan menggendong putri ku di bawah terik matahari untuk mengetuk ngetik pintu mobil dan mengulur ulur kan tangan nya untuk meminta belas kasihan dari pengendara pengendara yang berhenti di lampu merah , tak terasa air mata ku jatuh ke pipiku dengan deras nya.
Jujur aku belum melupakan sedikit pun bayang bayangan sial yang menimpa keluarga ku , terutama putri ku, suamiku yang melihat ku pun seakan mengerti apa yang aku rasakan sehingga ketika ada seorang pengemis yang mengetuk jendela kaca mobil kami suami ku pun tak mau membukanya dan tak mau mengasihani pengemis tersebut , mungkin merasa trauma atau tertipu dengan sikap lesu para pengemis yang mungkin saja banyak juga yang bertingkah seperti pengemis komplotan si Lidya .
Seketika pun lampu berubah menjadi hijau , pertanda kami harus pergi meninggal kan sebuah jalan yang menjadi saksi bisu akan penderitaan putri kecil ku .
Sesampainya dirumah , aku pun turun dari mobil dan melihat beberapa tetanggaku yang menunggu kedatangan kami , salah satu dari tetangga ku pun berkata bahwa mereka turut sedih dan prihatin atas apa yang telah menimpa kami sekeluarga dan mereka pun mendoakan semoga kami sekeluarga cepat segera pulih . Akupun mengucapkan terimakasih pada para tetangga ku yang telah peduli dan memberikan simpatinya kepada Kami.
__ADS_1