TRAUMA

TRAUMA
Lidya


__ADS_3

Lidya adalah seorang gadis tua yang berusia 38 tahun yang berasal dari salah satu kampung yang ada di Jakarta , sehari hari nya hanya bisa bekerja sebagai pengemis di jalanan , hingga suatu hari dia di terima kerja disalah satu rumah di kota Jakarta, yaitu rumahku.


Lidya, bekerja mengasuh anak ku dari umur 3 bulan dan ia harus tinggal dirumah ku dan hanya di perbolehkan pulang sebulan sekali saja. Lidya melakukan rutinitas pekerjaannya setiap hari dengan lancar, mulai dari memberi nya makan, minum, memandikan nya , dan bermain bersama bayi ku setiap hari. Sampai ketika bayiku berusia 8 bulan, atau setelah Lidya bekerja selama 5 bulan di rumahku. Aku dan suamiku tak begitu memperhatikan dan mengawasi pekerjaan Lidya begitu dalam , karena pekerjaan dan rutinitas ku dikantor yang begitu padat dan sibuk, yang aku tau dan aku lihat ketika aku dan suamiku pulang dari kantor , bayiku sudah menunggu kami dengan keadaan yg sudah diberi makan dan dimandikan serta berpakaian cantik dan harum. Dan seketika aku dan suamiku pun merasa semuanya baik dan aman aman saja, tidak ada hal hal yang membuat aku dan suamiku merasa janggal.


Aku :" halo ,, sayang ,, mama uda pulang ,, kamu kok cantik kali sih ,, hmmmm ( sambil mencium pipi bayiku yang imut ) kamu kok harum banget ya ,,,, "


Lidya :" ya donk mama ... kan putri sudah mandi ( sembari menjawab pertanyaan ku yg ku lontarkan pada putri kecil ku )

__ADS_1


Aku :" apa putri sudah makan ?? "( tanya ku pada pengasuh anak ku )


Lidya :" sudah Bu, semuanya sudah beres " ( jawab Lidya)


Aku :" kalau begitu saya ganti baju dulu ya ,, kamu lanjut kerja aja ,," ( kata ku sambil pergi meninggalkan putriku dengan pengasuhnya ).


Aku :" pa , bagaimana pendapat mu tentang Lidya ??"

__ADS_1


Bagas :" ya,, kelihatannya Lidya orang nya baik, rajin dan tekun melaksanakan pekerjaannya ,,'


Aku :" ya sih pa,, mudah mudahan Lidya orang baik dan jujur ya pa , mudah mudahan Lidya bertahan sampai anak kita besar nanti ,,"


Bagas :" amin ma ,, ".


Setelah perbincangan itu, akupun bergegas mandi , dan bersiap siap untuk makan malam dan berkumpul dengan putri ku dan suamiku . Setiap hari waktu berlalu dengan baik , anak ku yang semakin hari semakin tumbuh dengan baik dan di asuh bersama Lidya , jujur di bandingkan aku, Lidya lebih banyak menghabiskan waktunya bersama dengan putriku dari pada aku orang tuanya, karena aku dan suamiku bekerja setiap hari sepanjang waktu , hanya bertemu ketika aku dan suami ku pulang dari kantor. Terkadang ada rasa sedih di dalam hati , tetapi ini semua juga kami lakukan untuk masa depan putri ku kelak nnti.

__ADS_1


Aku dan suamiku yang lebih memfokuskan diri dengan rutinitas pekerjaan kami masing masing , dan tidak terlalu sibuk mengamati atau mengawasi apa yang di lakukan Lidya kepada putri , bagi kami, melihat putri dalam keadaan baik dan bersih saat pulang kerja sudah memberi rasa aman dan percya terhadap pekerjaan yang di lakukan Lidya dengan baik, dan tak pernah menaruh sedikit pun rasa curiga kepada Lidya. Hingga sesuatu hal diluar dugaan ku pun terjadi, yang membuat aku dan suamiku trauma seumur hidup, dan kejadian ini tidak akan pernah aku dan suami ku lupakan seumur hidup kami.


__ADS_2