TRAUMA

TRAUMA
EPS. 81. Operasi Livy.


__ADS_3

Beberapa hari berlalu..


Lea sedang duduk di sisi ibunya saat ini, entah karena Livy sakit atau Lea sudah mulai berubah menjadi lebih perhatian pada Livy, sejak menyelesaikan ujian nya dua hari yang lalu, Lea selalu bersama Livy.


Richard juga selalu datang ke sana, untuk mengunjungi Livy dan menemani Lea.


" Ma, harusnya hasil pemeriksaan mama akan keluar hari ini bukan?" Tanya Lea.


" Iya, nak.. Tapi mungkin belum." Ujar Livy.


" Semoga mama bisa di operasi, sayangnya Lea tidak bisa bertemu dengan pendonor itu. Dermawan baik hati itu pasti memiliki hati seperti malaikat." Ujar Lea.


" Kamu benar.. Kakek juga sudah mencari tahu, tapi tidak di temukan siapa itu orang nya." Ujar Livy.


Tok.. Tok.. Tok..


Pintu di ketuk dan masuklah seorang dokter yang biasa menangani Livy.


" Selamat pagi nyonya dan nona." Ujar Dokter.


" Pagi, dok." Sahut Livy dan Lea hanya tersenyum singkat.


" Saya datang untuk mrmberikan kabar baik, nyonya bisa melakukan operasi karena hasil pemeriksaan nyonya bagus." Ujar sang dokter.


Lea langsung tersenyum cerah dan mamaluk Livy.. Livy sendiri kini menangis terharu.


" Terimakasih dok." Ujar Livy.


" Sama sama nyonya, malam ini anda akan menjalankan operasi donor sum sum itu." Ujar dokter lagi.


Livy mengangguk dan menangis dalam bahagia.


" Dok, apa sungguh identitas pendonor itu tidak bisa di ketahui?? " Tanya Lea.


" Tidak bisa nona, tidak apa apa.. Dia melakukan nya dengan suka rela untuk menolong sesama manusia, ujarnya." Ucap dokter.


" Jika dokter bertemu dengannya nanti, tolong kabari aku dok." Ucap Lea.


" Baik, nona.. Kalau begitu saya permisi." Ujar Dokter.


Livy dan Lea mengangguk, dan pergi dari sana. Setelah dokter pergi, tak lama kemudian datang Hae In dari luar dengan tas jinjing besar.


" Kakek bawa apa?" Tanya Lea.


" Kakek bawa pakaian kakek, nak." Ujar Hae In.

__ADS_1


" Di rumah banyak sekali kiriman kiriman barang dari semua rekan kerjamu, sepertinya mereka tahu kamu sakit." Ujar Hae In pada Livy.


" Ya, Erwin memberi tahu mereka bahwa aku sakit, ayah. Oh ya, dokter baru saja datang memberi kabar, malam ini aku bisa melakukan operasi." Ujar Livy dengan senyum nya.


" Benarkah.. Ya Tuhan, terimakasih.." Ujar Hae In senang.


" Ya, semoga operasi mama berhasil, kek." Ujar Lea senang.


Sementara itu, di tempat lain..


Anton sedang mengunjungi Garace yang stroke, terlihat keduanya sedang berjalan jalan di taman. Meskipun Anton kecewa dan benci karena di bohongi oleh Grace, tapi bagaiamanpun Grace adalah orang yang pernah dia cintai dengan sangat.


" Ini mungkin akan menjadi hari terakhirmu mengunjungimu, Grace." Ujar Anton.


" Kheafah ( kenapa )? " Tanya Grace dengan mulut miring nya.


"Aku akan menyelamatkan nyawa orang yang pernah aku sakiti dulu, dia juga sedang sakit dan butuh pertolongan." Ujar Anton.


Grace terlihat diam dan hanya air mata yang keluar dari ujung matanya. Anton berhenti dan duduk di bawah pohon rindang di taman rumah sakit.


" Kuta pernah saling mencintai, juga pernah saling menyakiti. Maafkan aku yang tidak bisa menjadi harapanmu lagi. Aku sudah membuat surat wasiat, dan aku titipkan pada sekertarisku." Ujar Anton.


" Meskipun Kyle bukan anak kandungku, tapi aku pernah sangat menyayanginya, bahkan hingga sampai saat ini. Bagaimanapun aku membesarkan nya dengan penuh cinta dan kasih sayang." Ujar Anton.


" Semoga kalian berdua bisa hidup bahagia." Ujar Anton lagi.


Rupanya Anton menyayanginya, padahal sejak dia tahu dirinya bukan anak kandung Anton, Dia menjauhi Anton dan selalu memusihi Anton.


Anton mungkin pernah menghina ibunya dengan sebutan peremphan kotor, tapi itu hanya luapan amarah Anton karena terlalu kecewa dengan Grace.


' Semakin jauh jalanku mendekati Lea.. Aku tidak berharap apa apa lagi, Tuhan. Aku pernah sangat menginginkan sesuatu yang tampak sangat mustahil aku miliki. Tapi aku tidak melihat, engkau memberiku hadiah besar di hadapanku sendiri. ' Batin Kyle.


' Aku menyerah dengan perasaanku pada Lea, aku hanya ingin ayahku kembali.. Tolong selamatkan dia nanti.' Batin Kyle lagi.


Kyle mendengar percakapan Anton dengan dokter yang menangani Livy beberapa hari yang lalu, saat Anton bersikukuh mendonorkan sum sum nya untuk Livy. Kyle mengerti, Anton tidak berniat mengejar Livy kembali, tapi dia ingin menebus kesalahan nya di masalalu.


' Pendosa bukan berti tidak memiliki hati. Dia menjadi pendosa karena dia tidak tahu.. karena kebenaran nya tertutupi. Apapun yang terjadi, aku hanya ingin memeluknya dan memanggilnya ayah..' Batin Kyle.


Kyle berjalan keluar dari balik pohon, lalu menghampiri Anton dan Grace. Pelan tapi pasti, Kyle tersenyum ke arah Anton. Anton tentu terkejut melihatnya, itu adalah senyuman pertama kalinya yang Kyle berikan padanya setelah bertahun tahun lamanya hilang.


" Kamu, tersenyum Kyle?" Ujar Anton.


" Terimakasih.." Ujar Kyle.


" Untuk?? " Tanya Anton.

__ADS_1


" Telah mencintai ibuku dengan sangat, dan sudah membesarkan aku dengan cinta dan kasih sayang. Maaf karena aku sudah membencimu dulu." Ujar Kyle.


Anton tersenyum senang mendengarnya, akhirnya setelah sekian lama dirinya tidak mendengar Kyle berbicara dengan manis padanya, hari ini tiba juga.


" Terimakasih, nak." Ujar Anton.


" Jika hari esok masih ada, aku akan dengan bangga memanggilmu ayah. Jadi.. tetaplah hidup." Ujar Kyle.


Anton langsung memeluk Kyle dengan haru. Grace pun semakin menangis haru melihatnya, dua orang terkasihnya akhirnya bisa akur kembali walau sangat terlambat karena Grace dan Anton sudah bercerai.


______________


Waktu berlalu, dan kini adalah saat nya Livy menjalankan operasinya. Lea dan Richard saat ini sedang menggiring Livy menuju ruang operasi, juga Hae In.


" Mama, semoga opedasinya lancar, agar mama bisa melihat pertunjukan Lea di acara perpisahan sekolah nanti." Ujar Lea.


" Mama akan berhasil.. dan melihat kamu nanti." Ujar Livy.


Lea memeluk Livy, kamudian Livy di dorong masuk menuju ke ruang operasi.


" Apakah pendonor nya sudah datang? lampunya sudah berwarna merah." Ujar Hae In.


" Mungkin sudah, kakek." Ujar Lea.


Lea terlihat sangat gelisah, Richard pun menggenggam tangan Lea untuk menenangkan Lea.


Sementara di dalam ruangan operasi, Livy sudah di bantu oleh tim dokter untuk berpindah ke brankar operasi.


" Nyonya Livy, anda sudah siap?" Tanya dokter.


" Sudah, apakah pendonor sudah datang?" Tanya Livy.


" Sudah, baliau berada tepat di sebelah anda. Tapi seperti yang sudah di sepakati sebelumnya, beliau tidak ingin identitasnya di ketahui orang." Ujar dokter.


" Halo.. Saya Livy.. Saya sangat berterimakasih pada anda untuk donor yang anda berikan. Saya tidak tahu siapa anda tapi anda pasti adalah orang berhati malaikat, anda sangat baik. Terimakasih untuk donornya, saya benar benar menghargai itu." Ujar Livy.


Di sebelah Livy, Anton yang mendengar itu hanya tersenyum. Antara dirinya dengan Livy kini tertutup sekat berupa tirai kain, jadi sama sama tidak melihat wajah mereka masing masing.


" Mari kita mulai." Ujar Dokter.


' Tuhan, berikan hidup baru untuk Livy. Agar dia bisa menemani Lea lebih lama lagi.' Batin Anton.


Ketika semuanya sudah di anastesi, akhirnya proses operasi pun di mulai. Di luar ruangan, Lea duduk menyender di bahu Richard dengan Richard yang terus menggenggam tangan Lea..


" Mama kamu akan baik baik saja." Ujar Richard, kemudian mengecup kening Lea.

__ADS_1


TO BE CONTINUED..


__ADS_2