
Bruukkk..
Terlihat lambang caffe R & N itu tiba-tiba saja jatuh, masih untung Nara tidak terluka.
"Astaga pake acara jatuh segala ni benda." ucap Nara, kemudian ia pun langsung mengembalikan lambang itu ke tempat semula.
Setelah selesai menata lambang itu, tiba-tiba saja ada sebuah notifikasi dari ponselnya.
tingg
[ +62xxxx : send a picture ]
Nampak disana Nara mengernyit heran, pasalnya orang yang mengirimi pesan teks itu hanya mengirim sebuah gambar tas branded berwarna merah menyala.
Tak mau ambil pusing, Nara pun segera meletakkan ponselnya di atas meja. Ia tampak termenung saat mengingat kejadian aneh yang ia alami. Nara kini tengah mempertimbangkan keinginannya, ia berencana untuk melihat Regan.
"Apa mungkin mas Regan ada di rumah mewah itu?" monolog Nara.
Namun, saat ia hendak pergi ke luar tiba-tiba saja tiga sejoli alias Fino, Robi, dan Sony pun datang ke caffe itu.
"Lah lo mau kemana?" tanya Robi.
"O.. e-enggak cuma mau ke-luar aja." ucap Nara terbata-bata.
"Mau keluar?" tanya Fino.
"Iya, kenapa emang?" tanya Nara.
"Lo keluar bawa tas gini?" sambar Sony kemudian.
"O.. em ini yaah.. hehe." ucap Nara seraya menyimpan tas nya itu.
"Aneh banget si lo." tukas Robi, yang hanya di balas kekehan oleh Nara.
"Ee yaudah kalian pesen makan aja dulu." ucap Nara, kemudian ia memanggil karyawan yang bername tag Rita itu.
Setelah memesan makanan, mereka pun terdiam beberapa lama hingga akhirnya Sony pun membuka suara lebih dulu.
"Ra lo gak lupa kan?" tanya Sony.
"Lupa apa?" tanya Nara yang memang tidak ingat dengan perihal kedatangan mereka. Sontak hal itu membuat Robi dan Sony menepuk jidatnya.
"Lo seriusan gak inget??" tanya Sony
"Iya , emang ada apa sih?" tanya Nara.
"Ra, kita kan mau ke Calvins Hotel." ucap Fino.
"Astaga gue lupa, yaudah ayo berangkat." ajak Nara pada mereka bertiga.
"Anjirr makan dulu kek." tukas Robi.
"Iya nih main otw aja gimana si lo?" tanya Fino.
"Hehe yaudah makan makan." titah Nara yang kebetulan Rita itu berjalan mengantarkan pesanan mereka.
Khidmat dalam meja itu, hingga hanya suara dentingan garpu dan sendok yang terdengar.
Tak perlu menunggu lama, mereka pun telah selesai menyantap hidangan lezat yang ada di Caffe R&N itu.
Selesai lunch mereka pun langsung menancap gas ke arah Calvin's Hotel.
"Eh ini seriusan udah 5 hari?" tanya Nara.
"Ya iyalah lo kira ini baru berapa hari njir?" tanya Robi.
"Kok cepet banget ya?" tanya Nara.
"Gimana gak cepet orang lo udah berkeluarga, pasti lo sering habisin moment indah bareng mereka kan?" ucap Robi.
degg
Saat itu detak jantung Nara seperti berhenti seketika saat ia mendengar ucapan keluarga harmonis. Pasalnya, Regan saja sekarang jarang pulang bagaimana mungkin ia bisa menghabiskan waktu bersama.
"Heh di tanya malah ngelamun!" tukas Robi.
"E-ehh i-iya dong." ucap Nara.
"Btw lo bahagia gak nikah sama abang gue?" tanya Sony.
"hufftt.. bahagia kok." ucap Sony.
__ADS_1
Tampak di sana Fino seperti menekuk wajahnya saat mendengar Nara bahagia dengan keluarga barunya.
Namun, untungnya tidak ada yang menyadari raut wajah Fino yang seperti menahan cemburu itu.
Setelah memakan banyak waktu di perjalanan, akhirnya mereka berempat pun sampai di Calvin's Hotel itu.
Terlihat di sana Bagas seperti sedang memarahi salah satu karyawan yang ada di hotel itu.
"Udah lo pada jangan turun." titah Sony.
"Kenapa son? kasian tau cewek itu." ucap Nara.
"Engga pokonya jangan ada yang turun sebelum bang Bagas pergi ke kantor." titah Sony dan ketiga manusia itu pun hanya diam mematuhi ucapan Sony.
Beberapa menit kemudian Bagas pun menaiki mobil pajero berwana hitam itu.
"Nah gas ke Pak Bobon." ajak Sony.
"Gas." ucap Robi.
Mereka pun langsung menghampiri Pak Bobon, untungnya rekaman CCTV ituu masih ada. Sehingga mereka berdua bisa meneliti kejadian pada tiga tahun silam.
Ada yang janggal pada rekaman itu, dimana wanita yang memakai baju serba hitam itu membawa beberapa lelaki untuk memindahkan tubuh Regan ke atas kasur tepatnya di samping Nara.
Sontak hal itu membuat mereka semua yang ada di ruangan security itu menjeda kemudian memperbesar apa yang terjadi sesungguhnya.
Yash, betul sekali bahwa Nara itu di jebak bahkan setelah foto itu tersebar Nara menjadi bahan bullyan di sekolahnya.
Nampak di sana Fino tengah mengepalkan kedua tangannya saat melihat secara langsung kebenaran itu.
Bahkan, Robi dan Sony pun menganga tak percaya tentang kejadian itu.
Setelah selesai melihat rekaman CCTV itu, mereka pun bergegas untuk datang ke taman X. Tak lupa, Sony pun memindahkan beberapa file CCTV itu pada playdisk miliknya.
Setelah sampai di taman X mereka langsung duduk di kursi putih yang memiliki ukiran cantik itu.
*hening beberapa lama*
Kemudian Sony pun memberanikan diri untuk membuka suara di tengah keheningan pada siang hari itu.
__ADS_1
"Ra are you oke?" tanya Sony pada Nara, memang tampak di sana Nara telah memikirkan sesuatu.
"Yaa oke. why?" tanya Nara kemudian.
"Dari tadi lo bengong terus." ucap Sony.
"gue cuma mikir siapa yang udah tega lakuin ini, gitu lho?" ucap Nara.
"Cepat atau lambat kita akan cari kebenarannya ra." ucap Fino.
"Yash, kita bakal bantu kok." ucap Robi, kemudian Sony pun membalas ucapan Robi dengan anggukan.
\*\*\*
Sementara itu, Regan yang tengah berada di rumah mewah itu tampak betah dan nyaman. Dimana saat Regan berada di tepi kamar dekat jendela itu terlihat ada celah untuk keluar masuknya angin dengan leluasa.
Sangat perlahan sekali, Regan pun mencoba untuk memejamkan matanya. Namun, saat ia hendak tertidur tiba-tiba saja Anna datang menghampirinya.
"Eh mas kamu mau bobo siang ya?" tanya Anna.
"Iya tapi karena kamu ada di sini gak jadi deh." ucap Regan seraya bangkit dari duduknya.
"Kenapa mas?" tanya Anna.
"Nanti kamu kesepian lagi kalo mas tidur." ucap Regan.
"ah mas inii." ucap Anna dengan senyum manisnya.
Perbincangan ringan itu memang sangat sederhana, namun siapa sangka jika perkataan itu terlontar dari mulut orang yang kita sayangi tentu sangat istimewa bukan?
Begitu pula yang saat ini Anna rasakan, ia sangat bahagia karena Regan berhasil kembali ke pelukannya.
'tinggal selangkah lagi.' batin Anna.
'Ternyata mudah, gue gak perlu tunggu waktu dua bulan.' batinnya lagi.
"Mas aku mau tanya." ucap Anna tiba-tiba.
"Kamu kapan mau ceraikan Nara mas?" tanya Anna.
aswregwhhhmkwo
__ADS_1