
Bukan berhari-hari lagi, tapi sudah seminggu ini Regan tidak pulang ke rumah. Regan selalu memiliki alasan untuk tidak tidur di rumah. Bahkan, Regan mengawasi cafe pun paling lama 1 jam.
Nara semakin penasaran dengan tingkah laku Regan. Pasalnya sudah 1 tahun ini sikap Regan jadi berubah, tidak sehangat dulu.
Bahkan kini ia berencana untuk mengikuti kemana langkah Regan saat keluar dari cafe. Untuk masalah Mahesa, ia sudah 2 tahun dan Bu Uti sudah seperti neneknya.
***
Malam itu waktu menunjukkan pukul set 10 malam. Nara yang belum merasakan kantuk pun sejenak scroll sosial media.
Namun siapa sangka tengah malam begini Regan datang ke rumahnya.
tok tok tok
Nara yang mendengar pintu di ketuk pun ia langsung bangkit dari rebahannya serta membuka pintu itu.
Seketika Nara mengernyit, apakah itu Regan atau bukan?
"Eh mas , masuk mas." ucap Nara, tanpa menjawab ucapan Nara ia langsung masuk ke dalam.
"Kemana Mahesa?" tanya Regan tiba-tiba
"Udah tidur mas." jawab Nara
"Ooh gitu." ucap Regan yang dibalas anggukan
"Besok mas mau ke luar negeri." tukasnya
"Loh ngapain mas?" tanya Nara
"Bisnis." tukas Regan
Nara pun hanya menganggukkan kepalanya.
Malam itu pun terlihat hening, tidak diisi dengan candaan seperti dulu. Nara yang tidak menyukai suasana itupun ia langsung beranjak ke kamar untuk tidur terlebih dahulu.
***
Sementara itu, Anna yang tengah sibuk mengemasi pakaiannya itu pun terlihat bahagia karena selama ini Regan sangat mudah untuk di pengaruhi.
"Yes setahun perjuangan ini berhasil juga."
"Kita liat 2 bulan lagi, apa yang akan terjadi."
"Hahaahaaa.."
Ucap Anna.
***
Di sisi lain ketiga sejoli yang sudah mengetahui tentang Mahesa itu pun sudah tidak beroperasi menjalankan misi lagi.
Namun, saat Fino melihat kedekatan Regan dengan seorang wanita cantik ia ingin menegurnya. Namun, kedua sahabat Fino menahannya agar tidak terlalu ikut campur pada seluk beluk rumah tangga orang lain.
"Arggghhh..." ucap Fino
__ADS_1
"Heh kenapa lo?" tanya Robi
"Iya lagi makan juga gue, kesedek kan." ucap Sony yang memang tersedak snack pilus itu
"Gue harus ketemu Nara." ucap Fino
"Heh mau ngapain lo ketemu dia?" tanya Robi
"Kepo lo!" tukas Fino
"Nanti aja pulang ngampus kita ke cafe itu." ucap Sony
"Iya gue mah ngikut aja si." ucap Robi
"Oke." tukas Fino
Fino memang masih mencintai Nara, meskipun cintanya belum tentu dibalas.
Mereka bertiga pun melanjutkan dunia kuliahnya sampai jam terakhir selesai. Sebelumnya mereka berkumpul di parkiran. Di rasa parkiran sepi ketiga lelaki tampan itu melajukan motornya ke Caffe R&N.
****
Nara yang dipenuhi rasa curiga itupun berambisi untuk mengikuti arah Regan tanpa sepengetahuan Regan. Sebelumnya ia menitipkan malaikat kecilnya pada Bu Uti. Tentu saja wanita paruh baya itu sangat senang karena bisa bermain dengan bocil tampan yang satu ini.
Nara mulai mengikuti jejak Regan dengan menaiki grab car yang ia pesan.
"Mau kemana neng?" tanya sopir
"Ikuti mobil di depan pak, jangan sampe ilang." ucap Nara
Tiga puluh menit sudah ia mengikuti suaminya itu. Dan Regan sudah sampai di salah satu rumah mewah itu.
"Mobilnya berhenti neng, mau berenti juga apa gimana?" tanya sopir
"Iya berenti agak jauhan ya pak." ucap Nara
"Oke." ucap sopir itu sambil menginjak rem.
Disana terlihat seorang perempuan cantik menunggunya di depan gerbang. Tanpa rasa malu wanita itu memeluk erat tubuh Regan. Ada rasa sesak dalam dada Nara saat melihat suaminya tengah di peluk wanita lain.
Sebuah ide muncul di kepalanya, Nara berencana untuk merekam kejadian itu agar lebih mudah dalam bertanya nantinya.
'Oh jadi gini mas kelakuan kamu di belakang aku?'
'Aku kecewa sama kamu, mas.'
batin Nara .
Setelah Regan masuk ke rumah itu, Nara juga kembali ke rumahnya dengan perasaan perih yang menyeruak. Namun, sebisa mungkin ia tahan ketika melihat malaikat kecilnya itu.
"Bu.. Bu Utii.." ucap Nara
"Eh neng udah pulang??" tanya Bu Uti
"Iya, Esa gimana rewel gak Bu?" tanya Nara
__ADS_1
"Engga kok, ini lagi tidur." ucap Bu Uti
"Adu maaf ya Bu, jadi ngerepotin hehe." ucap Nara
"Ah biasa aja neng. ibu mah gak ngerasa di repotin. malah seneng banget bisa ngasuh anak kecil.. " ucap Bu Uti seraya terkekeh.
"Oh iya Bu ini sedikit, tadi Nara mampir ke rumah makan." ucap Nara seraya memberikan 2 box makanan pada wanita paruh baya itu
"Makasih neng, aduh jadi gak enak. hehe." ucap Bu Uti.
"Hehe sama-sama gak enak nih." kekeh Nara
"Heheh mau di bawa aja Esa nya atau nanti ibu anterin pas udah bangun?" tanya Bu Uti
"Nara mau bersih-bersih dulu, Bu. Nanti Nara ambil ya." ucap Nara
"Oh iya neng." ucap Bu Uti
Nara pun melenggangkan kakinya menuju rumah. Ia berniat untuk membersihkan badannya yang lengket itu.
Nara hari ini pulang jam 5 sore karena harus mengawasi cafe terlebih dahulu.
***
Di sisi lain Regan dan Anna kini telah membeli tiket untuk penerbangan ke Pulau Jeju. Disana Anna terlihat sangat bahagia, begitupun dengan Regan. Ia benar-benar telah melupakan anak dan istrinya itu.
"Sayang aku seneng banget bisa ke Pulau Jeju bareng kamu." ucap Anna
"Aku juga, gak nyangka ya kita bakal liburan bareng." ucap Regan
"Iya.. mas kalo aku hamil gimana?" tanya Anna
"Mas kan pake pengaman sayang, kamu jangan khawatir ya." ucap Regan
'padahal gue mau hamil anak lo gan.' batin Anna
Mereka pun tampak berbincang-bincang di tepi ranjang itu. Setelah itu, mereka memesan grab car agar bisa ke bandara secepatnya.
Tidak perlu menunggu lama, kini pesawat pun sudah lepas landas. Regan yang berlibur dengan selingkuhannya itu tampak sangat menikmati perjalanan itu.
"Kalo kamu ngantuk tidur aja sayang, perjalanan Indonesia ke Pulau Jeju lumayan lama." ucap Regan seraya mengecup puncak kepala Anna
"Iya mas." ucap Anna dan mulai menutup matanya perlahan.
Mungkin jika orang lain yang melihat, mereka seperti sepasang suami istri yang akan melaksanakan honeymoon di Pulau Jeju. Padahal kenyataanya, mereka hanya sepasang kekasih gelap yang ingin menikmati liburan tanpa adanya gangguan.
Regan sangat menyayangi Anna, tanpa ia ketahui jika Anna memiliki makna terselubung dibalik itu semua.
Beberapa jam kemudian mereka sampai di Pulau Jeju, Anna yang telah mahir bahasa Korea itu pun segera memesan taksi menuju apartemennya.
"Wah sayang bahasa Korea kamu hebat juga ya?" tanya Regan
"Iya dong." jawab Anna
Sesampainya di apartemen, mereka langsung istirahat tanpa saking lelahnya.
__ADS_1