
Suamiku pun berpura pura , dan mengatur rencana agar sang pengemis tua itu tidak mencurigai tindakan nya .
Bagas :" Bu , maaf , saya dari yayasan kaum dhuafa, berencana mau memberi sedikit santunan kepada ibu dan anak ibu , dan saya punya bingkisan khusus untuk ibu , tapi ibu harus ikut saya kesana , soalnya bingkisan nya saya taruh di dalam mobil.
Si pengemis tua yang polos itu pun mau mau saja untuk ikut bersama Bagas menuju mobil . Sesampainya di tempat parkiran mobil yang bertepatan dekat dengan pos polisi , Bagas pun langsung bertanya dan mengintrogasi si pengemis tua itu .
Bagas :" Bu ,, ini bukan bayi ibu kan ??,, sebaiknya ibu jujur atau saya akan laporkan ibu kekantor polisi, kebetulan itu kantor polisi Bu ,, " ( kata Bagas seraya menunjukkan kantor polisi yang berada di dekat mereka ).
Pengemis itu pun sangat terkejut bukan main , ia baru sadar bahwa janji santunan itu hanyalah iming imingan Bagas agar ia terjebak dan tidak kabur dan mau ikut ke kantor polisi.
__ADS_1
Pengemis :" too.. long pak ... jangan Bawa saya ke kantor polisi,, " ( kata pengemis itu ter bata bata sambil memohon dan ketakutan hebat )
Bagas :" kalau ibu gak mau saya laporkan ke kantor polisi , sebaiknya ibu harus jujur dulu , ini bukan bayi ibu kan ??? ini bayi siapa ??? "( tanya Bagas dengan tegas )
pengemis :" ini bukan bayi saya pak ,, ini bayi orang ,,"
pengemis :" bapak kenal dengan Lidya ??,, ini bayi yang di asuh Lidya pak ,, saya hanya menyewa nya saja kok pak ".
Mendengar perkataan si pengemis itu , hati bagas pun bergejolak dan penuh emosi , tanpa berlama lama dan pikir panjang bagas pun kemudian menggiring paksa si pengemis tua tersebut ke kantor polisi yang berada tak jauh dari lokasi perdebatan mereka.
__ADS_1
Sesampai nya di dalam kantor polisi , Bagas pun langsung menceritakan dan menjelaskan semua nya pada bapak polisi ,sehingga si pengemis paruh baya itu pun diamankan dan bayi kami Putri langsung di gendong Bagas . Bagas pun segera menelepon ku dan meminta ku agar segera lekas pulang.
Bagas :" kamu dimana ? ,, pokok nya kamu harus segera pulang sekarang, nanti semuanya aku jelasin dirumah, kamu izin aja ke atasan mu bilang anak kita sakit .. "
Aku :" baiklah ,,, " ( kataku sembari menutup telepon dengan perasaan yang penuh keheranan).
Beberapa waktu kemudian , Bagas pun sampai dirumah lebih dulu di bandingkan aku , kali ini Bagas membawa polisi agar masalah ini segera selesai dan cepat di tindak agar tidak ada lagi korban selanjutnya . Di dalam rumah Lidya sangat kaget melihat majikannya yang pulang lebih awal . dan yang paling membuatnya heran , majikan datang membawa bayi serta bersama dua orang polisi, dan beberapa menit kemudian tibalah aku dirumah . Aku terkejut dan heran melihat suasana di rumah ku , aku pun bertanya pada suamiku kenapa ada dua orang polisi dirumah kita ini.
Suamiku pun langsung menceritakan semua yang terjadi . Air mata pun tak terbendung lagi , dan jatuh dengan deras di pipiku . Aku tak menyangka nasib sial akan menimpa keluarga ku , aku juga tak pernah menyangka orang yang selama ini mengasuh putri ku ternyata adalah sosok wanita yang licik dan kejam , dan yang paling tidak bisa ku terima adalah putriku yang masih sangat kecil harus menerima penderitaan ini .
__ADS_1