TRAUMA

TRAUMA
EPS. 73. Mencoba menyatukan dua kepala batu.


__ADS_3

Setelah ujian Richard dan Lea kini beradada di dalam mobil, mereka akan segera memulai misi mereka, yaitu menyatukan si dua kepala batu, Riri dan Juno.


Terlihat Juno yang berjalan kerah keluar dari sekolah, entah mengapa semakin kemari wajah Juno semakin lesu, Entah karena ujian atau faktor lain.


'' Nah, itu dia keluar.. kamu culik dia, dan aku culik Riri.'' Ujar Lea.


'' Sayang, kamu yakin cara ini akan berhasil? Masalahnya kita sedang di tengah tengah ujian sekolah, bagaimana jika salah satu dari mereka mengalami cedera? '' Ujar Richard.


'' Kamu akan lihat nanti, apakah mereka akan cidera atau tidak.'' Ujar Lea.


'' Itu Riri, cepat kamu keluar.'' Ucap Lea, dengan ragu Richard mengangguk dan keluar dari mobil.


'' Riri, kemari..'' Teriak Lea sambil melambaikan tangan nya, Riri tersenyum dan berjalan kearah Lea.


Jika biasanya penampilan Riri sangat feminim, maka tidak dengan kali ini. Riri yang biasanya menggerai rambutnya kini ia menguncirnya seperti ekor kuda. Dan Riri bahkan tidak lagi menggunakan jepitan rambut, ia hanya menggunakan kunciran itu saja.


" Ayo kita pulang bersama, aku tidak punya teman untuk pulang." Ujar Lea.


" Richard kemana?" Tanya Riri.


" Dia ada urusan di sekolah, entahlah.. jadi dia menyuruh aku pulang lebih dulu" Ujar Lea.


Meski sedikit ragu, Riri tetap masuk kedalam mobil Richard yang di kemudikan Lea. Riri tidak mungkin berperasangak buruk pada Lea, karena sejauh ini Lea lah yang selalu mendukungnya. Bahkan Lea juga yang sudah mengajarinya bela diri.


Setelah mobil Richard yang di kemudikan Lea pergi dari sana, Richard pun muncul bersama Juno dari balik tanaman di sana.


" Astaga! Chard.. Bisa tidak bicara baik baik, jangan asal bekap mulut orang begktu saja. Untung aku tahu itu kau, jika tidak, aku mungkin sudah membantingmu di tanah tadi." Ujar Juno pada Richard.


" Jangan banyak tanya, cepat ikut aku." Ujar Richard sambil menarik tangan Juno.


" Eit!! Kemana??" Ucap Juno sambil menahan tangan nya.


" Kalau aku bilang ke neraka, bagaimana? Mana kunci motormu, berikan padaku." Ujar Richard.


" Ini penculikan tidak bermodal atau bagaimana? Kalau kau mau menculik orang, setidaknya miliki satu kendaraan." Ujar Juno sambil terkekeh geli.


Tapi akhirnya Juno tetap memberikan kunci motornya pada Richard, dan richard pun langsung membawa Juno ke tempat yang sudah di sepakati bersama Lea.


Berpindah ke sisi Lea dan Riri yang saat ini sedang berada di perjalanan. Lea merasa tidak enak karena harus membohongi Riri, tapi dia harus melakukannya demi kelangsungan kebahagiaan Riri di masa depan.


" Riri, apakah kamu masih menyukai Juno?" Tanya Lea, mulai masuk dalam sekenario yang dia buat.


Riri terdiam, apa mau di kata.. Jika dia bilang suka pun, dia terlanjur sakit hati dengan semua ucapan Juno.


" Tidak." Ujar Riri.


" Jujur saja, Ri.. bukankah aku seperti saudarimu? " Ujar Lea.

__ADS_1


" Kamu mengajak aku pulang bersama untuk membicarakan dia? " Tanya Riri.


" Tidak juga.. Tapi aku juga mau memberitahukan kamu sesuatu. Dia sakit Ri.." Ujar Lea.


DEG!!


Entah mengapa Riri merasakan tidak tenang ketika mendengar Juno sakit.


" Dia tidak bermaksud mendorong mu menjauh dengan cara kasar, Ri. Dia hanya berusaha melindungi kamu, Hanya saja cara dia salah." Ujar Lea.


" Aku sudah tidak peduli dengan apapun tentang dia." Ujar Riri mencoba menyembunyikan perasaan nya.


" Baiklah, biarkan aku bercerita lebih dulu.. Setelah itu, terserah kamu mau melakukan apa. Aku hanya ingin meluruskan yang terjadi." Ujar Lea.


Lea pun menceritakan kisah tentang Juno yang memiliki cinta pertama Bernama Luna. Lea menceritakan seperti yang Richard ceritakan, tidak kurang dan tidak lebih.


Lea juga memberi tahu Riri, bahwa karena itulah Juno mendorongnya menjauh, Juno tidak mau Riri menjadi Luna ke dua. Juno lebih baik menyakiti Riri di awal dari pada Riri akan ada dalam bahaya nantinya.


Riri yang mendengarnya pun menunduk, ia menilai bahwa Juno sangat bodoh dengan melakukan hal demikian.


" Tapi dia mengatakan padaku alasan dia menolaku bukan karena cinta pertamanya terbunuh, tetapi karena dia mencintai kamu, Lea." Ujar Riri.


" Lalu kamu percaya??" Ujar Lea.


" Ya, karena saat pertama aku bertemu dengan nya saat pertama masuk sekolah, tatapan nya padamu begitu dalam. Jika tidak memiliki rasa suka, tidak mungkin orang akan menatap seseorang dengan begitu dalam." Ujar Riri.


" Aku tidak mau berhubungan dengan orang yang masih terbayang dengan orang lain." Ujar Riri.


" Jadi pada dasarnya kamu masih menyukainya kan??" Ucap Lea.


Riri terdiam, Lea tahu diam nya Riri adalah karena bingung.


" Kamu yang mengajarkan aku untuk membuka hatiku untuk Richard, lalu kenapa kamu sendiri tidak bisa membuka hatimu untuk Juno?" Ujar Lea.


" Mungkin dia memang bodoh, dan caranya itu salah.. terlepas dari itu, dia menyukaimu, Ri. Kamu tahu aku dulunya seperti apa, bukan? Aku dingin dan tek pernah sedikitpun tersentuh dengan sosok berjenis kelamin laki laki." Ujar Lea.


" Itu karena kamu dan Richard memang di takdirkan. Aku memikirkan masa depanku, Lea.. Jika aku bisa berpacaran dengannya pun belum tentu kami akan selamanya bersama, bukan?" Ujar Riri sendu.


" Aku bukan siapa - siapa, Lea. Beda denganmu yang pada dasarnya lahir dari keluarga kaya. Aku tidak mau mengambil resiko, aku sudah memikirkan nya.." Ujar Riri.


Rupanya semakin hari, Riri semakin berpikir tentang bagaimana kelanjutan hidupnya. Dia hanya seorang yang sebatang kara, jadi dia tidak bisa bermimpi begitu tinggi.


Mungkin dulu Riri naif, menyukai Juno tanpa berpikir bagaimana kedepan nya. Tapi semakin hari Riri semakin sadar, level mereka sangat jauh berbeda. Jadi dari pada Riri sakit hati di kemudian hari karena tidak mendapat restu, lebih baik dia mundur.


Lea sendiri jadi teringat dengan ibunya, dia juga tidak mau melihat Riri menderita di kemudian hari seperti ibunya. Mungkin Juno dan Riri saling mancintai, tapi orang tua Juno.. Apakah mau menerima Riri?


" Cinderella itu hanya dongeng, tidak ada di dunia nyata." Ujar Riri lagi.

__ADS_1


" Oke, jika Juno pergi selamanya.. Apakah sampai akhir kamu juga tidak mau menemuinya?" Ujar Lea, dan itu berhasil membuat Riri menengok kearah nya.


" Apa maksudmu??" Tanya Riri.


" Seperti yang aku bilang, dia sakit." Ucap Lea.


" Tapi dia terlihat baik baik saja." Ujar Riri.


" Memangnya kamu tahu kalau dia sakit atau tidak dari penampilan luarnya?" Ujar Lea.


Riri jadi memikirkan nya, memang semakin hari Juno semakin terlihat kurus dan wajahnya juga pucat. Dia jadi tidak tenang sekarang.


RING! RING!


Ponsel Lea berbunyi.


" Halo.. siapa kau?! Dimana Juno dan Richard, kenapa kau memegang ponselnya? " Ucap Lea ketika menerima panggilan.


" ... "


" Oke, aku akan datang.. Jika sampai terjadi sesuatu pada mereka.." Ujar Lea tertahan karena panggilan itu di akhiri begitu saja.


" Riri, Juno dan richard di culik." Ujar Lea.


" Apa!! Bagaimana bisa?" Ujar Riri panik.


" Aku tidak tahu, aku mendengar suara Juno yang berteriak kesakitan, tapi aku tidak mendengar suara Richard." Ujar Lea.


" Lea, tenangkan dirimu. Kamu sedang mengemudikan mobil." Ujar Riri.


" Itu pasti saingan tim TIGER." ujar Lea.


Lea langsung tancap gas dan melesat membelah jalanan sore itu, hingga tibalah mereka di sebuah temoat yang tidak asing lagi bagi Lea.


Riri benar benar khawatir dengan keadaan Juno, tanpa pikir panjang dia langsung turun dari mobil dan masuk kedalam.


" Juno!!" Teriak Riri.


Riri melihat Lea yang melawan beberapa preman, dia bingung sekarang.


" Lari Ri, cepat!! Biar aku yang tangani di sini." Ujar Lea, dan Riri mengangguk lalu langsung lari dari sana.


" Juno! Kamu di mana!!" Teriak Riri.


' Tolong jangan terjadi sesuatu padamu, aku mohon..' Batin Riri.


TO BE CONTINUED..

__ADS_1


__ADS_2