TRAUMA

TRAUMA
Chapter 26 - Melancarkan Aksi


__ADS_3

Di apartemen mewah itu, Roy tengah menikmati sebatang rokok dan di temani secangkir coffe late.


Roy sang CEO muda itu, kini telah berhasil mengambil hati gadis cantik bernama Nesha.


Masih ingat dengan Nesha? Iya mantan sahabat Nara itu di kabarkan telah menjalin hubungan dengan Roy.


Awal mula pertemuan mereka yaitu di sebuah rumah sakit. Nesha yang sedang menunggu mama nya untuk pulang serta Roy yang mengantar Reyhan untuk bertemu salah satu dokter disana.


Nesha sedang berjalan menyusuri koridor rumah sakit. Ia berniat untuk mencari makan siang saat itu.


Namun tiba-tiba saja ia menabrak seorang lelaki tampan yang bertubuh tegap.


bughh


"Awshh.. " pekiknya


"Lo gapapa?" tanya Roy


"Ngga kak, maaf ya." ucap Nesha sopan


"Iya gapapa." ramah Roy


Roy yang merasa tertarik pun ia mencoba menelisik tentang wanita itu. Hingga satu bulan berlalu ia berhasil mendapatkan hati gadis pujaannya.


"Hai sayang, makan diluar yuk!" ajak Roy


"Hem ayo. mau makan dimana nih?" tanya Nesha


"Nyoba Caffe R & N yuk?" ajak Roy


"Ooo, caffe yang viral itu?" tanya Nesha


"Iya sayang. mau gak?" tanya Regan


"Mau bangeetttt." ucap Nesha antusias


Mereka pun beranjak pergi ke Caffe R & N. Seperti biasa ia memesan makanan best seller dari Caffe itu.


Mereka sangat khidmat menikmati hidangan itu.


"Sayang ini enaaak bangett." seru Nesha


"Iya yang, aku baru cobain loh spageti seenak ini." seru Roy


"Aaaa mau lagii, boleh gak?" tanya Nesha dengan menunjukkan puppy eyes nya.


"Boleh dong sayang, tanpa kamu tunjukin puppy eyes juga bakal aku izinin kok." ucap Roy lemah lembut


"Aaa.. makassiiiiih ayangg." ucap Nesha


Gegas Nesha pun langsung memesan spageti bolognese serta milkshake yang ada disana.


***


Apartemen


Wajah sendu dari lelaki itu tidak bisa di sembunyikan. Fino, ia terus saja memikirkan Nara.


Waktu terus saja berlalu, bahkan kemarin ia melihat Nara menggendong anak lelaki yang sangat tampan.


Bisa di katakan kini Fino termasuk lelaki sadboy.


Bahkan ketika kedua sahabatnya menghampiri dia di apartemen pun ia hanya menatap sekilas duo sejoli itu.


"Fin, itu belom bener loh! Kita bisa selidiki lagi." ucap Sony

__ADS_1


"Nah cakep son, setuju gue!" seru Robi


"Tapi anak kecil siapa itu kalo bukan anaknya?" tanya Fino


"Bisa aja kan anak tetangga?" tanya Sony


"Iya bener tuh." ucap Robi


"Btw gue liat dia ada mata pandanya ya, Nara juga tubunnya kek gak keurus gitu gak sih?" tanya Sony


"Iya." keluh Fino


"Dia kek capek banget." ucap Fino kemudian


"Udah lah lo ga usah sedih." ucap Robi


"Andai aja dulu gue gak ambil kesimpulan secepetnya, mungkin gak bakal gini." lirih Fino


"Fin, semua ini udah takdir." ucap Robi


"Wait, emang ambil kesimpulan gimana? Gue masih gak ngerti obrolan lo berdua." ucap Sony


"Gue sempet salah paham." ucap Fino


"Maksud lo?" tanya Sony


Robi yang tak tega melihat Fino pun, ia mencoba untuk menceritakan kisah Nara.


"Jadi son, si Nara itu anak broken home. Dulu gue, Fino, sama Nesha sempet introgasi dia di restoran VIP."


"Kita bertiga minta Nara buat jujur, karena dulu bangett ya kalo dia ke sekolah tuh kek kesakitan gitu. And then pas Nesha gak sengaja tumpahin air ke lengan Nara ternyata ada luka kek bekas cambukan gitu."


"Hah seriusan lo??" tanya Sony


"Iya parahnya lagi pas dia jujur, kita bertiga gak percaya. Karena saat itu mama nya Nara nelpon dan Fino suruh loudspeaker. Mama nya Nara lemah lembut bet njirr.."


Dengan cepat Robi dan Fino menggeleng lemah. Sony yang melihat itu pun ia hanya bisa menaikan alisnya tanda minta penjelasan.


"Bukan dia yang boongin kita, tapi kita yang terjebak sandiwara mamanya." ucap Fino


"Lo tau mamanya sandiwara darimana?" tanya Sony


"Kita berdua selidiki dan ternyata apa yang Nara ucapin tu bener."


"Pernah satu malam dulu, gue sama Fino liat kamera tersembunyi yang gue simpen secara diem-diem. Kedua kakaknya bengis bener, mama nya tega cambuk dia. Banyak memar sama darah." ucap Robi, tentu saja hal itu membuat Sony bergidik ngeri.


"Anjirr.. Lo gak lapor polisi apa?" tanya Sony, yang di balas gelengan oleh keduanya.


"Why?" tanya Sony.


"Kita takut, dulu kan masih SMA. Apalagi keluarga Nara tergolong menengah atas." ucap Robi.


"Gue paham sih." ucap Sony


Sony benar-benar tidak menyangka dengan apa yang Nara alami. Bahkan kini kedua sahabatnya itu menjelaskan semuanya secara terperinci pada Sony.


***


Sementara di kamar Anna.


"Sayang jangan pulangg.." rengek Anna pada Regan


"Tapi kan aku harus ke caffe." ucap Regan lembut


"Kamu jahat!" ucap Anna

__ADS_1


"Ya udah, aku gak ke sana kok sayang." ucap Regan seraya mengusap puncak kepalanya


"Ummm, makin sayang deh." ucap Anna dengan manjanya.


Mereka berdua kini telah berada di kamar yang sama, yaitu di kamar milik Anna.


"Sayang kamu laper gak?" tanya Anna


"Iyaa nih, kamu mau masak yang?" tanya Regan


"Aku buatin omlet kornet mau gak?" tanya Anna


Degg


Pertanyaan Anna barusan mengingatkan ia pada Cita. Yaitu cinta pertamanya yang kini entah dimana dia berada. Terakhir ia bertemu ya pada saat di bar itu.


'masuk' ucap wanita itu dengan senyum devilnya.


"Sayang kok ngelamun sih?" rengek Anna


"Ah iya aku suka omlet kornet." ucap Regan


"Ya udah bentar yaa.." ucap Anna, ia bangkit menuju dapur tak lupa ia mengecup singkat kening lelaki itu.


Di kamar itu tampak Regan sedang memikirkan sesuatu. Ia merindukan Cita, kini pikirannya menerobos jauh pada masa lalunya.


-**Flashback On-


[ Saat itu Regan sedang melakukan rutinitas paginya yaitu jogging. Ia terus saja berlari kecil mengelilingi kota X. Merasa lelah, ia pun duduk selonjoran dibawah pohon di taman kota itu. Tak sengaja tatapannya berhenti saat melihat gadis cantik di seberangnya.


Selama 1 minggu ia terus berusaha mendekati wanita itu. Hingga kini ia tengah menjalin hubungan dengan gadis cantik bernama Cita itu.


"Sayang ih geliii.. ahahahaaa" ucap Cita yang pinggangnya terus saja di gelitiki Regan.


"Bilang ampun duluu." ucap Regan sambil terus menggelitiki pinggangnya


"**Iya ampuunn.. ahahaaa" ucap Cita


"Nah gitu dong." ucap Regan**


cupp


**Bibir Regan mendarat di pipi wanita itu. Tentu saja hal itu membuat pipi Cita merona. Regan terkekeh melihat Cita yang seperti salah tingkah itu.


Flashback Off**


Regan begitu asyik membayangkan masa masa indah bersama Cita. Ia merindukan gadis itu, bahkan kini ia seperti lupa jika ia telah memiliki tanggung jawab dalam hidupnya. Yaitu seorang istri dan anak kecil yang tampan.


Namun, lamunan lelaki itu pun buyar saat Anna berada di hadapannya seraya membawa nampan berisi omlet kornet serta segelas susu rasa vanila.


"Sayang ini sarapan dulu." ucap Anna lembut.


"Eh iya makasih cantiknya aku." ucap Regan


"Nih.. Aaaaa.. " ucap Anna yang tengah menyuapi Regan.


Mereka tampak seperti pengantin baru di kamar itu. Perlakuan manis dari Anna membuat Regan mabuk dibuatnya.


Belum lagi wajahnya itu lebih cantik daripada wajah Nara.


Hingga saat Regan telah meneguk habis susu itu, ia mulai merasa kantuk yang luar biasa. Hingga tak lama mata itu pun terpejam dengan sendirinya.


Wanita cantik itu seperti menatap penuh arti saat melihat Regan tertidur. Bahkan kini ia menunjukkan senyum devilnya.


'Kena kan?'

__ADS_1


'Bersiaplah Nara, bersiap atas kehancuran yang akan lo dapatkan!'


Anna ia telah menyalin nomor Nara dari HP Regan. Dan ia mulai melancarkan aksinya untuk menghancurkan rumah tangga mereka.


__ADS_2