
Lea dan Richard saat ini sedang duduk di hadapan meja makan kecil yang Richard siapkan. Setelah pengakuan nya tadi, Richard langsung bangun dari atas tubuh Lea dan pergi ke dapur.
Tidak Richard sangka dia akan mengatakan perasaan nya dengan cara seperti itu pada Lea.
Lea sendiri kini masih diam seribu bahasa setelah pengakuan Richard sebelumnya. Ia masih begitu syok mendengar nya bahkan sampai sekarang.
" Lea, apakah kamu terbebani dengan perasaanku padamu??" Ujar Richard, karena sejak tadi dia hanya melihat Lea diam.
" Karena kamu terlanjur tahu isi hatiku, biar aku jujurkan saja semuanya padamu." Ujar Richard lagi, dan masih belum ada respon dari Lea.
" Aku menyayangimu sejak kita masih sama sama kecil. Sejak kita selalu bermain bersama, aku selalu ingin melindungimu. Hingga perlahan laun aku pindah dan aku selalu merindukanmu. " Ucap Richard sambil menerawang jauh.
" Aku memiliki banyak teman perempuan, tapi aku selalu saja merindukanmu. Aku menjadikanmu sosok perempuan kedua yang paling ku sayang setelah ibuku. " Ujar Richard lagi.
" Kamu percaya, Lea? Aku sangat bahagia ketika akhirnya aku di pertemukan kembali denganmu. Sayangnya saat itu aku buta, aku tidak bisa melihatmu. " Ucap Ruchard.
" Aku berdoa pada Tuhan, agar aku di beri pengelihatan kembali, agar aku bisa melihat Lea yang sangat aku rindukan sepuluh tahun terakhir itu. Dan Tuhan menjawabnya.."
" Aku bisa melihat lagi Athalea Adeline, gadis yang kusayangi itu. Aku menyadari rasa sayangku bukan sekedar rasa sayang sebagai teman, aku mencintaimu. Namun aku menyembunyikan nya, karena kamu mungkin akan menjauhiku." Ujar Richard lagi.
" Sekarang karena kamu sudah tahu, aku mengatakan semuanya padamu, agar kamu tidak berpikiran buruk padaku. Rolong jangan terbebani dengan perasaanku padamu, Lea." Ujar Richard.
Lea masih saja diam sambil menatap Richard yang sedang bercerita di hadapan nya itu. Lea menatap mata Richard sangat intens untum mencari jejak kebohongan. Tetapi rupanya tidak ada.
" Aku tidak percaya cinta, Chard." Ujar Lea.
Richard langsung menggelengkan kepalanya.
" Jangan berkata begitu, Lea.. Cinta adalah abgian terpenting dalam hidup kita." Ujar Richard.
" Tapi aku tidak merasa demikian. Yang menikah bisa cerai, bahkan saling menyakiti. Dan bahkan yang menikah karena cinta pun bisa berpisah karena mereka tidak lagi saling mencintai. Jadi aku tidak percaya cinta." Ujar Lea.
" Aku akan membuktikan padamu, bahwa cinta itu nyata Lea.. Semua yang aku lakukan padamu, itu bentuk cinta dariku." Ujar Richard.
Walau sulit di terima oleh logika Lea, tapi Lea juga menyadari bahwa dirinya perlahan berubah karena motivasi dari Richard. Tapi Lea terlalu takut untuk mengenal cinta, ia tidak mau berkahir sama seperti ibunya.
" Cinta itu tidak ada." Ujar Lea lagi.
" Tolong beri aku waktu untuk membuktikan bahwa cinta itu ada Lea. Kamu juga memiliki rasa cinta di hatimu. Entah itu untuk siapa, tetapi semua manusia terlahir dengan rasa cinta di hati mereka." Ujar Richard.
" Aku ingin pulang." Ujar Lea.
__ADS_1
Richaed mengangguk, kemudian keduanya pun akhirnya pulang dari sana tanpa menyentuh makanan di piring mereka sama sekali.
Richard hendak memakaikan helm di kepala Lea, tapi Lea merebutnya dan menggunakan nya sendiri. Richard menjadi sedih, ia tahu caranya salah.. itu adalah konsekuensi yang harus dia terima.
Sepanjang perjalanan itu, bahkan tidak ada sedikitpun percakapan diantara keduanya. Hingga akhirnya mereka sampai di kediaman Lea. Lea langsung hendak pergi meninggalakn Richard, tapi Richard menahan tangan Lea.
" Jika kamu merasa terbebani dengan perasaanku, kamu bisa melupakan nya. Hari ini biarkan menjadi hari dimana aku mengucapkan semua isi hatiku padamu, besok kita lupakan semua yang hari ini kita bahas dan kembali menjadi Lea dan Richard, dua sahabat." Ujar Richard.
Lea tidak menjawab, dan langsung pergi begitu saja meninggalkan Ricbard . Richard menundukkan kepalanya.
'Bodoh.. Kamu membuat Lea pergi menjauh darimu.' Batin Richard.
Richard pun menyalakan kembali motornya dan melaju pergi dari sana. Sementara itu, Lea masuk kedalam rumah dan langsung naik ke lantai dua dimana kamarnya berada.
Hae In dan Livy yang melihat itu pun terheran heran dengan Lea yang tampak nya sedang dalam suasana hati yang buruk.
" Apakah Lea bertengkar dengan Richard?" Tanya Hae In.
" Entah.. Semoga mereka baik baik saja." Ujar Livy.
Lea masuk kedalam kamarnya dsn langsung masuk kedalam kamar mandi lalu mengguyur tubuhnya dengan air dingin. Saat ini isi kepalanya begitu runyam.
Semua kata demi kata yang Richard ucapkan padanya tadi, masih terngiamg jelas di telinga Lea.
Lea berpikir, bahwa mereka yang bersama karena cinta pasri akan berpisah ketika rasa cinta itu sendiri sudah hilang. Setelah itu, mereka hanya menjadi dua orang asing yang tidak lagi mau saling mengenal.
Sementara Lea, Lea ingin agar Richard menjadi teman nya selamanya. Hanya Richard yang mengerti dirinya, Richard yang mampu membuat emosi di dalam diri Lea perlahan kalah dengan satu kata dari Richard.
Richard yang sudah berhasil mengembalikan senyum Lea, dan lea tidak mau jika nanti akhirnya dia akan kehilangan Richard, dan menjadi dua orang asing yang tidak saling mengenal. Tanpa sadar, rupanya Lea sudah bergantung pada Richard.
" KENAPA HARUS CINTA!!!" Teriak Lea.
Setelah sekitar setengah jam ia mengguyur tubuhnya dengan air dingin, akhirnya Lea menyudahi nya dan kini dirinya berjalan menuju ke jendela dan melihat bulan yang tampaknya juga sedang bersembunyi di balik awan.
Lea menggelapkan seluruh kamarnya, ia tidak ingin ada penerangan sama sekali saat ini, ia ingin sendirian.
Sayangnya, semakin gelap, ia justru semakin teringat dengan Richard. Hampa.. Mengingatkan nya dengan Richard yang buta, bahkan seolah di satu ruangan kamarnya itu terisi dengan bayangan bayangan Richard.
" Arrgh!! Kenapa malah muncuk bayangan dirinya di sini." Ujar Lea kesal.
Tawa Richard, Richard yang sedang bermain piano, senyumnya siluet tubuhnya, semua tentang Richard sedang berputar di mata Lea saat ini. Lea mungkin mengatakan tidak mau mengenal cinta, tapi lihatlah..
__ADS_1
Hatinya berkata berbeda, Lea tanpa sadar sudah terikat dengan Richard. Bisa kita katakan mungkin Lea sebenarnya sudah jatuh cinta pada Richard tanpa Lea sadari.
Akhirnya dengan susah payah, dirinya menutup matanya dan menutup dirinya dengan selimut.
" Come on, Lea.. Kamu tidak seharusnya begini. Besok adalah pertandingan final, jangan sampai mempengaruhi kinerjamu." Gumam Lea dari balik selimut.
Sementara itu, di kediaman Richard. Richard saat ini sedang duduk di pinggiran kolam renang sambil mencelupkan kakinya di air.
Ia masih memikirkan dengan semua yang ia katakan tadi pada Lea. Sedikit rasa menyesal ada di hatinya, karena dia tahu Lea masih sangat rapuh untuk mengenal cinta, dan ia justru jujur dengan perasaan nya.
" Jika nanti Lea menghindariku, bagaimana??" Gumam Richard frustasi.
" Atau aku telepon Lea saja?" Gumam Richard lagi.
" Tidak, saat ini Lea butuh waktu untuk sendiri. Sudahlah.. Apapun yang terjadi, aku tidak akan mundur dengan rasaku. Aku akan membuktikan pada Lea bahwa aku benar benar mencintainya, dan tiidak akan meninggalkan dirinya hingga nanti." Ujar Richard lagi.
" Semoga besok Lea datang ke turnamen." Ujar Richard lagi.
Keesokan harinya..
Lea bangun dengan mata kuyu nya, dia terlihat kurang tidur. Rupanya dia semalam kesulitan tidur, karena bayangan dan suara Richard sungguh seakan berada di sekeliling nya.
' Richard sialan.' Batin Lea.
Lea turun dari kamarnya dan langsung berlari keluar menyambar kunci motornya sendiri bahkan sebelum Livy sempat menawarkan sarapan.
" Lea..." Panggil Livy.
" Lea buru buru, ma. Sampai ketemu di sekolah." Teriak Lea.
Livy hanya menggeleng gelengkan kepalanya melihat sang anak gadis yang bertingkah aneh itu. Tak lama Lea pergi, muncul Eichard yang masuk ke dalam pekarangan kediaman Lea.
" Richard, Lea sudah bersngkat nak, tadi." Ujar Livy.
" Sudah berangkat??" Ujar Richard terkejut.
' Kea menghindar.' Batin Richard.
" Kalau begitu Richard menyusul Lea dulu tante, selamat pagi." Ujar Richard dan langsung putar balik dan pergi daei sana.
" Aku yakin, sudah terjadi sesuatu pada mereka berdua. Lea yang tiba tiba aneh dan sekarang mereka kucing kucingan, hummm..." Gumam Livy. Jiwa detektif nya meronta ronta.
__ADS_1
TO BE CONTINUED...